
Langkah kaki Letta terdengar di mansionnya.. ia pulang karena ia berhenti menjadi bodyguard-nya Carmon, itu karena dirinya sendiri yang mengundurkan diri. Bukan karena apa-apa.. sebab ia sudah menjalankan tugasnya, yaitu titik lemah dan juga titik camera yang sudah ia sematkan disetiap sudut tempat penting disana. Ia juga sudah menyadapkan CCTV yang ada dirumah itu.
Ada beberapa data perusahaan juga yang ia dapatkan... Yang Letta memang licik itu ya kawan.. Tak akan mudah mangsa lepas darinya.
Dengan helaan nafas ia duduk dishofa rumahnya.. ia sangat capek dan juga lelah.. luka dipipinya sudah mengering dan tadi Sam juga sudah meminta maaf dan tidak ingin ia berhenti bekerja. Tetapi telat Letta lebih buat dan juga tak lagi mau dibantah akibat sudah memain fisik. Akhirnya Sam harus merelakannya.
Letta disana memijit pelipisnya dikalah mendengar suara ******* dirumah ini, ini yang tak ia sukai. Rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman itu tidak ada. Yang ada hanya bagaikan neraka.. ia lelah jika begini terus membuat ia bangkit dan memasuki kamarnya saja..
Dan dugh.. ia terkaget ketika memasuki kamarnya.. iya kamarnya.. kamar Letta itu ada dilantai satu dan juga dekat ruang utama.. lihatlah sekarang tangannya terkepal melihat siapa yang ada di kamarnya.. darahnya berdesih diuluh hati bagaikan menyayati seluru kesabaranya yang ada..
Sosok kedua manusia yang bergulat tanpa buasana itu terdiam dikala melihat Letta masuk dengan mata dinginya itu. Kakaknya Zaxi cepat cepat berdiri dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut dan menutupi tubuh Areta dengan seperti yang ada.. “Hmm Le—“
Brak... Letta disana menendang pintu itu kuat dengan nafas naik turun. Zaxi terdiam memejamkan matanya mendengarnya. Letta disana kembali menendangnya dan memukulnya hingga pintu itu rusak..
Letta masuk dan Brak.. ia menghancurkan Televisi dan semua yang ada disana dengan kuatnya..
"arhg.. hiks hiks.. Alle..”Gumam Areta ketakutan disana karena melihat kembarannnya yang menggila.
Mata Letta disana memerah dan menatap kedua manusia yang terdiam disana.. “ jangan menatap Aree.. dia lagi saki—
“ Sakit?”potong Letta membuat suara Zaxi tercekat dan menatap Letta nanar. Tanpa kata ia pergi meninggalkan kedua manusia itu dengan emosi yang membara.
“Alle kau mau kemana?!!” Teriak Zaxi namun Letta tak peduli.. ia memilih cepat cepat kehalaman belakang.. ia meminta pelayan membawakannya whine yang banyak dan juga rokok.. yah Letta itu perokok dan juga peminum aktif. Ia membutuhkannya saat ini.
“Asrrgh... bangs4t..”Gumamnya disana membentak.. ia mengusap kepalanya lelah dan kembali terdiam menatap kedepan..
__ADS_1
“I-ini nona.”Ujar dari pelayan takut.. “No-nona sudah pulang?”Tanyanya takut namun Letta tak penjawab membuat ia terdiam dan meletakkan semuanya diatas meja dekat Letta saja..
Ia itu pembantu semenjak Letta tingal disini. Letta bahkan tak pernah pulang semenjak 5tahun yang lalu. Dan sekarang tiba-tiba pulang membuat ia terkejut.. ia lebih terkejut lagi ketika melihat Letta yang semakin berbeda, ia semakin mendingin dan tak tersentuh,. Bahkan bicara saja ia tak menatap matanya. Letta sangat dingin dan dia semakin prihatin.
Ia meminum Whine yang sudah tersaji dan menghidupkan putung rokoknya yang mengandung nikotin itu.. matanya menatap kedepan dan berkali kali menghela nafas untuk menghilangkan emosi didalam dadanya.
“Secepatnya akan berlalu.. dan aku akan menyusul kalian mom.. dad.” Gumamnya disana dengan menghela nafas.. ia kembali mimum dengan rakusnya..
Disisi lain dada Bovi yang datang menatapnya dengan tatapan nanar nya.. ia mendekat dengan kaki yang lamban.. ia duduk disisi kursi lain menatap Letta. Letta disanapun menatapnya dengan diam.
”Mau ditemani?”Tanya BOvi.
Namun Letta malah memalingkan wajah dan menatap ke depan.. ia tetap menghisap putung rokoknya hingga habis.
“ Pergi..”Ujar Letta.. Bovi diam menatapnya heran.
Letta mengusirnya? Namun setelahnya Letta berkata.
”Pergi, “Ujarnya Letta menghisap lagi nikotin keduanya.. oh Bovi sadar maksud Letta itu ia pergi saja jika tak suka asap rokok.
Namun Bovi tetap menggeleng dan menjawab.”Tidak mau.”Ujarnya. Letta disana menghela nafas dan mengambil botol Whinenya untuk bangkit. “Mau kemana?”Tanya BOvi menahannya cepat.
Letta disana menatapnya dingin.. “Saya ini buruk tapi saya tidak akan membuat kamu mati kan..”Ujar Letta marah.
Bovi disana menghela nafas.”Asap rokokmu tak akan membuatku mati, tapi matimu karena minuman keras dan asap rokok mampu membuatku juga akan mati.. mati karena merasa bersalah karena tak mampu melindungi kamu.”Ujarnya. letta disana diam.
__ADS_1
Letta kembali duduk dan menatapnya tajam.”Berhenti bicara omong kosong. Saya membenci hal itu.”Ujarnya. itu membuat sosok itu terdiam menatap Letta dengan tatapan nanar nya.. Letta sangat keras dan juga membatu.
Letta kembali menghela nafas menatap kedepan... ia sudah menghabisi empat putung rokok dan juga dua botol Whine.. namun ketika whine ke 3 nya ia merasalan meja itu terbanting membuat ia menatap kebelakang, ternyata ada Zaxi yang menendangnya dan menatap Letta tajam.. letta disana hanya diam dan berdiri memakai jakernya kembali.. ia memilih pergi.
“Kau mau kemana ha?”Tanya Zaxi menahan tangan Letta.
Bovi disana diam menatapnya. Letta disanapun segera menepis tangan kakaknya dan mengusapnya cepat.,”Jangan sentuh saya.”Ujarnya. kakaknya terdiam dibuatnya menatap letta.
Letta disana menatap kakaknya dingin. Lalu ia menatap Bovi dengan tatapan datarnya...
“Letta kembali..!” Teriak Zaxi menyusul langkah kaki Letta yang lebar namun Letta lebih cepat.. dan Zaxi menahan tangan Letta.. letta disana terdiam dan juga menghempaskan nya. “jangan sentuh saya...!! saya benci anda..!” Teriaknya. Zaxi ikut diam disana menatap Letta marah.
Letta disana memilih tidur diatas rumput didekat taman itu mengusap kepalanya . Zaxi diam menatapnya nanar.”Tidur didalam.. jangan disini.”Ujarnya disana. Ia harus mengalah, mungkin Letta sedang mabuk kan.
Letta disana menatapnya tajam dan menutupi matanya.” Ambil saja kamarku. Aku tak akan sudi lagi memasukinya.. Aku tidak sudi memasuki tempat kotor itu.”Ujarnya dingin disana tak terima karena kamarnya dibuat alat perzinahan mereka berdua.
|”Pakai kamar lain. Kamar tamu atau kamar kakak.. jangan disini Letta”Ujar kakaknya menekan kata katanya keras.” Jangan keras kepala.. kakak mual melihat kamu yang begini. Cobalah liat Arre.. dia tak pernah membantah seperti kamu.”Ujarnya.
Letta disana terkekeh pelan dan membuka matanya.” Bahkan jika aku harus tidur dikamarmu aku lebih baik tidur dijalan dan mati terlindas mobil, aku bisa menjamin jika semua kamar dan sudut ruangan di sini sudah sangat kotor karena ulah kalian!. dan yah aku Letta bukan Aree. Pel4curmu.”Ujarnya Letta teriak.
“LETTA.. DIA ITU KEMBARANMU.. JAGA BICARAMU..!” Teriaknya disana dengan tajam dan tak suka.. ia membenci hal itu..
Plak. ....
...jangan lupa tinggalkan jejak yah guys...
__ADS_1