Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Hadir


__ADS_3

tinggal kan jejak yah guys....


...----------------...


Letta duduk di salah satu bangku yang di sediakan di dalam ruangan, memang di isi untuk orang tua para peserta olimpiade, ibu-ibu yang melihat Letta dayang mendadak mundur dan memberi jalan, seakan insting mereka terbuka untuk tunduk akan aura Letta. Beberapa banyak yang mendongak karena tinggi Letta yang diatas rata-rata perempuan. Letta juga tak ambil pusing, menatap seluruh bangku duduk dan tepat. Ia mengambil bangku paling depan dipaling ujung yang kosong.


Kalian bertanya bagaimana gif Letta,? sudah ia lepas, Letta tak suka terlihat lemah


Semua menatap Letta penasaran dan juga penuh pertanyaan, siapa gerangan? Ibu dari peserta didik kah? Tetapi kenapa baru kali ini melihatnya??? Beberapa berbisik mengatakan kekaguman akan Letta yang terlihat sangat menawan dan juga sombong.


Letta menatap kedepan, dimana bisa melihat pintu yang tertutup karena olimpiade, Letta diam memainkan ujung jempolnya karena bosan, mengammbil gaway mulai membuka beberapa aplikasi yang bisa ia buka. Satu hal, Letta tidak pernah membuka aplikasi Mbaking, Aplikasi pesan dan email jika di luar. Dia selalu membuka aplikasi lain salah satunya aplikasi Instahram dan Twitter.


“ Nona..!” Letta, melirik ke sisi kanan siapa yang memanggilnya, disana ada sosok wanita yang tersenyum ramah membuat ia mengangguk tak menjawab... wanita yang menegur Letta tersenyum masam karena Letta tak membalas panggilannya, masih melihat HP nya mengabaikan dirinya. Ia menipiskan bibirnya memutar otak.”Nona sedang menunggu siapa?” Tanya nya lagi dengan ramah,


Letta melirik wanita tersebut, mematikan Hpnya menatap wanita itu dari atas sehingga ujung kaki, rambut hitam sebatas bahu, baju yang terkesan peminim berwarna putih sangat kintras dengan kulitnya yang kuning Langsat, tersenyum, dia wnaita yang terlihat dewasa dan keibuan. Wanita yang ditatap oleh Letta menjadi risih menggarut tengkuk kepala tak gatal. Menatap baju yang dikenakannya itu penasaran.

__ADS_1


“Hemm kenapa? ada yang salah sama baju aku?” Tanyanya tersenyum canggung, apa bajunya terlihat jadul?? Sekolah ini adakah sekolah memasuki internasional. Orang-orang disini juga bukan orang sembarangan, rata-rata orang kaya disini, gaji suami pastinya diatas 50juta. Jika tidak dipastikan mereka tak akan mampu.


Letta berdehem pelan.” Saya melihat anak saya.” Letta mengangguk pelan tak tersenyum kepada wanita didepannya ini. wanita itu mengangguk canggung menarik ujung baju yang dikenakannya untuk menutupi lututnya. Letta tetap menatap wanita itu datar.”Oh iya siapa namamu dan anakmu?” Tanya lagi wanita itu masih berusaha ramah.


Tangan wanita itu terulur menampilkan tangan yang sangat mulus dan lentik. Kuku-kuku yang di cat sangat lucu berwarna putih dan kupukupu bitu diujung kuklu., sangat cantik Letta mengakui hal itu.” Saya Soleha. Anda bisa memanggil saya Leha,.” Ujarnya pelan gugup takut tak diterima.


Plak.. Letta kaget saat bahu blakangnya ditepuk, beberapa detik wajahnya menjadi semakin datar. Mau tak mau Letta melihat sang pelaku. Terlihat dibelakangnya ibu-ibu yang menggunakan baju hijau terang, tas hermes yang ia tenteng, emas yang memenuhi leher sang empu tersenyum bengis menatap Soleha.


“Jangan mau, dia orang kampong, pembantu yang nikah sama tuannya mangkanya jadi kaya. Dia itu miskin.”Ujar ibu-ibu itu sinis.


Letta merasa bibirnya berkedut mendengar dan melihat ekspresi ibu itu, ibu itu terlihat mengambil lagi tangannya. Mata sang ibu menata tangan Letta dengan nanar.”yaampun yampun jeng, ini permata Zelecry kan? ini tu udah langkah banget loh bund, kalo nggak salah terakhir ada jualnya pas tahun 2000an dulu dan sekarang itu harga jualnya mahal banget, apalagi warna hijau amber kayak gini. Saya aja minta sama suami saya kemarin suami saya langsungg kejang-kejang pas denger harganya,.” Ujar si ibu polos mengusap cincin Letta.


Letta mendengar ibu itu tersenyum tipis. “ Emang berapa harganya?” Tanya Letta sedikit penasaran.


Ibu itu menatao langit pelan seakan mengingat harga. “Omoomo berapa yah., kalo nggak salah harganya dua ratus miliyar. Itupun warna merah delima, katanya itu khasiatnya bisa bikin awet muda loh bun. Sayang banget suami saya nggak kalah uang buat beli.” Decapnya kesal.

__ADS_1


Letta menjadi terhibur melihat bibir sang ibu-ibu didepannya ini maju-maju menceritakan hal itu sekaan hal yang membuatnya kesal. Ibu kembali mengambit lengan Letta berkatta.”Kamu kaya banget yah?? mangkanya punya warna hijau, katanya si yang warna hijau udah langka banget sekarang, kabarnya yang punya warna amber itu yang asli hanya ada tihga didunia, saya nggak nyangkah bisa liat secara langsung warna hijau loh.” Lanjutnya lagi masih menatap kagum cincin Letta.


“Ngomong—ngomong nama saya Sukiem, kamu bisa panggil saya Kiem bund, atau Bunda Kiem, istri dari sodagar kebun sawit terbesar dikepulawan Riau. “ Kenal itu itu mengambil langsung tangan Letta sekana tak ingin ditolak.


Letta melirik wanita yang bernama Soleha tadi sejenak, terlihat wnaita itu diam meremas ujung gaun putih miliknya, mata miliknya terlihat sendu menatap kedepan. Letta menatap Kiem dan menjawab.


”Letta.” Letta tidak tau kenapa wanita yang berkarakter antagonis ini menarik perhatiannya ketimbang wnaita yang berpenampilan mnalaikat disampingnya.. terlihat antagonis ini semangat dan berkarakteristik semangat yang besar.


Kiem mengangguk. “Suami kamu kerja apa Bun??? Bisa lah kerja sama sama perusahaan suami saya...” Ujarnya terkekeh menatap Letta. Letta terkekeh pelan, memang benar didunia atas, orang-orang kaya itu selalu mencari keuntungan dimana saja ia berada, bukan sombong, tetrapi mengambil semua kesempatan untuk mengembang biakkan bisnis agar hidup terjamin.


Saat Letta ingin menjawab, beberapa orang terlihat sangat rebut. Letta jadi penasaran akan hal itu. Lengan Letta digamit Kiem. Letta melirkk Kiem yang menatap binar arah pintu.


”Ih ganteng banget.,, Itu anak bungsu keluarga Samuel kan??? Astaga naga.. bisabisanya ada pangeran terdampar.” Bisiknya menyubit lengan Letta geregetan.


Letta mengernyitkan dahinya, meringis peruh merasakan tangan miliknya dicubit. Menatap kearah yang dibicarakan. Letta hampir melotot saat melihat sesoerang yang ia kenal berjalan santai dengan baju putih kancing terbuka dua diatas, tangannya siuk melipat sisi-sisi baju miliknya mnampilkan ototototnya yang kekar semakin menambah kadar pekikan ibu—ibu kurang belaiann didalam ruangan.

__ADS_1


Plak.. Letta kaget mendengar suara tepukan di sampingnya. Terlihat Kiem menepuk kepala Soleha keras, Soleha terlihat kaget memegang paha yang dipukul oleh Kiemm. Kiem melotot.”Ingat suami, dasar pelakor mata genit.” Kiem berujar sinis meloot pada Soleha yang terlihat terpanah pada ketampanan Carmon tadi. Hal itu membuat memancing semua orang menatap arah Letta. Soleha terlihat ingin menangis tetapi lebih memilih diam menunduk menikmat rasa pangar di paha miliknya.. bisa dipastikan paha miliknya bercap lima jari berwarna merah merona cetakan dari tangan Sukiem. Yah Letta bisa taruhan akan hal itu.


__ADS_2