
Letta mengusap kepala Jesika.”jesika melirik Bara yang diam saja tersenyum kecut.”Bara mendapatkan juara satu mengalahkan kakak kelas . Bara sangat pintar dan membanggakan Ma, pasti maka sangat menyayangi Bara yah kan? Andai Je juga bisa pintar dan membanggakan orang tua Je, pasti kedua orang tua Je sangat sayang sama Je dan Buat beri waktu buat Jee meskipun hanya sebentar..”Ujarnya berbisik lirih dan iri. Kentara.
Carmon mendengar keluh keponakan nya menjadi terdiam sedikit tersentuh, memang kakak kandung dan kakak iparnya kurang hajar.
Letta mengangguk membenarkan.”Kau juga membanggakan, “ Ujarnya pelan.
Jesika melirik Letta tak paham mengeleng.”Tidak. jesika tidak juara jadi tidak membanggakan siapapun.”Bisiknya tak enak.
Letta menggeleng terkekeh.” Kau sudah masuk dalam orang-orang yang berjuang saja sudah jauh dari kata membanggakan dari pada orang-orang yang diam saja dan pasrah akan hidupnya, kami kuat dan cerdik. Kau hanya harus kembali berusaha dan mencoba. Suatu saat nanti pasti juga bisa.” Ujar Letta pelan.
Jesika mendengarnya pun terdiam mengangguk tersenyum.”Yah, aku pasti bisa nanti.”Bisik nya tersenyum.
Letta mengangguk melirik Carmon. Carmon menghela nafas memutar bola kata malas. “ Besok saya tunggu lagi kamu dikantor saya. nggak mau tau dan nggak denger penolakan, kalo nggak Kamu tau akibatnya..!!!” Carmon membisikan katakata itu sejenak dan pergi meninggalkan Letta. Letta disana menyeringai merasa tangkapannya kali ini ia dapatkan. Oke permainan akan kembali di mulai.
Carmon mendelik dalam perjalanan nya, mengambil gawatnya dan berkata pada orang suruhannya. 'Awasi dia terus dan dapatkan informasi hari ini juga...!!"
...----------------...
Di sisi lain Jastin tertawa memeluk sosok yang ia sayangi itu ringan. Sosok yang dipeluk pun ikut tertawa dengan lembut dan anggun, terlihat wajahnya bersemu merah seakan sedang malu.
” Benar-benar, aku baru tau jika kau bisa kentut sayang..” Ujar Jastin terkekeh mengingat alunan merdu yang dikeluarkan oleh kekasihnya tadi. Ini pertama kali bagi Jastin mendengar suara kentut dari seorang wanita, biasanya wanita akan selalu jaim pada dirinya, bahkan istrinya saya yang ia nikahi selama bertahun-tahun tak pernah buang gas dihadapannya. Ini terdengar jorok tapi lucu bagi Jastin.
Wanita yang dipanggil sayang oleh Jastinpun ikut tersenyum masam karena malu.”Ya ampun beneran deh aku tadi nggak sengaja sayang, tadi tu aku nggak sadar kentut. Malu ihh jangan bahas itu lagi.”Ujar Airin menutup mukanya memerah.
Jastin tertawa lagi melihat Airin yang tertawa malu.”Nggak apa-apa, itu kentut paling merdu yang aku dengar seumur hidup, dan kentut kamu wangi banget.” Balas Jastin pelan menggoda sang kekasih.
Airin menatap Jastin cemberut.”Mana ada, kalo kentutku wangi, udah ku jadikan parfum sayang.” Ujar Airin malas.
Jastin semakin tertawa mengangguk mendengar ujaran Airin, “Jangan ketawa, dan lagi suara kentut nggak ada yang merdu., kentut Selena Gomes yang suaranya baggus aja kentutnya nggak merdu apalagi aku yang suaranya kayak kaleng rombeng.” lanjut Airin mencubit perut Jastin,
Jastin meringis memegang perut nya yang dicubit oleh Airin.” Duh iya iya dh. Tapi beneran sayang. Suara nya itu khas banget, kayak kamu apa yang ada di kamu semua aku suka..” Ujar Jastin menahan tangan Airin yang masih ingin mencubitnya..Airin terlihat menahan senyum malunya dan mmelukul dada Jastin pelan.
jastin menahannya menatap Airin terkekeh.”Malu ih..” AIrin tersenyum malu menatap Jastin.
__ADS_1
Jastin terkekeh melihat wajah kekasihnya yang terlihat sangat menggemaskan begini, tangannya gatal untuk mengamit hidung Airin.”Duuh gemes banget si kesayangan aku.. mau aku makan rasanya.”
Airin mencebikkan bibirnya dan memutar bola mata malas.” Arti Makan dari kamu itu beda,”
Jastin terkekeh.”Ihh emang makan apa hayo???” Tanya Jastin menggoda dan berbisik.,
Airin terlihat malu,”Yah malam itu..”
“Itu apa?” Tanya Jastins emakin menggoda.
Airin disana mendelik malu memukul lengan Jastin.”Ihhhh Jastin..!!” Ia menghentakkan kaki bak anak kecil yang sedang merajuk. Membuat Jastin tertawa terbahak-bahak mendengar rengekan pacarnya.
Jastin tau ini salah, berselingkuh dibelakang istrinya, tapi Jastin menyukai kesalahan ini, mencintai semua dosa yang ia lakukan. Karena bersama Airin ia menemukan arti hidup.
Menemukan arti bahagia, tertawa lepas. seakan-akan apa saja yang Airin lakukan selaku menjadi hidupnya, marah Airin, senyum dan semua dari Airin membuat ia bahagia, ia mencintai Airin karena Airin adalah hidupnya. Poros hidup yang ia jalani bak bumi mengelilingi matahari. Maka Jastin adalah Buminya dan Airin adalah mataharinya.
Iya sebab Airin adalah dosa baginya tetapi sangat ia butuhkan. Entah bagaimana hidup Jastin jika suatu hari nanti Jastin kehilangan Airin. Hidup Jastin mungkin sama seperti Bumi tanpa matahari, akan kelam, sunyi dan membeku karena dinginnya rindu. Iya... setulus itu dalam mencintai karena Airin mengajarkan arti bahagia sesungguhnya dalam hidup Jastin.
...----------------...
Atau lebih tepatnya tidak bersyukur?
Agahta terkekeh pelan, tetapi siapa sangkah jika di hatinya saat ini sedang tak setuju akan ungkapan pujian temannya pada suaminya, suaminya tidak sebaik itu untuk dipuji Sebertanggung jawab itu. tidak, hey dia itu anak dari orang kaya juga, orang tuanya selalu menstransfer uang pada ia untuk belanja, ia juga punya beberapa saham di kantor ayahnya jadi itulah yang ia gunakan untuik belanja.
Dia juga memiliki salah satu butik yang cukup terkenal, jadilah ia bisa bersenang-senang dalam hidup. Jika mengandalkan Jastin, mungkin Agatha saat ini sudah kurus tak terawat.
Sedangkan Jastin? Hey jangankan seratus juta, seratus ribu saja akan ia tanyakan dikemanakan uang itu.
kadang juga Agatha nekat untuk belanja menghabisi uang Jastin untuk meluapkan emosi akan suami tukang selingkuh tersebut meksi ujung-ujungnya berkelahi. Jastin sering kali memakai Agatha yang menghabiskan uang miliknya tanpa izin dan Agatha hanya bisa pasrah
Atgatha tak masalah, yang penting suaminya maish ingin bicara padanya saja sudah cukup., iya Agatha tak masalah jika hanya ribut saja, sebab Jastin jika bukan ada masalah ia tak akan ingin meluangkan waktu, atau bahkan bersuara sejenak pada Agatha.
“Het. Kok ngelamun?”
__ADS_1
Agatha tersadar akan lamunannya, melirik Laura temannya yang mengajaknya bercerita.”Oh enggak hehe, aku Cuma mikir aja mau beli apa lagi yah, “Alibi Agatha pada Laura tak enak. Tak mungkin juga Agatha menceritakan apa yang ia pikirkan, itu sama saja ia membawa pernikahannya kedalam masalah umum.
Laura cemberut tak senang.” Liat kamu bahkn masih memikirkan ingin belanja apa, sedangkan aku? Aku hanya gigit jari.”Bisiknya.
Agatha tergelak menepuk pelan bahu dari laura. Saat-saat begini Agatha mendengar suara tertawa keras dari belakangnya. Agahta mengernyitkan dahi merasa familiar akan suara tawa ini. Agatha berbalik menatap suara yang memancing rasa penasaran miliknya.
Agatha membalikkan tubuhnya menatap nanar pada dua sosok yang saling tertawa satu sama lain, mencubit dan juga mengenggam tangan. Agatha merasa nyeri dibagian ulu hati miliknya, hujaman rasa skait mendesak seakan ingin meledak, terlampiaskan pada air mata yang sudah meluncur entah dari mana. Tangan Agatha semkain terkepal mnatap siapa sosok yang membuat lelaki yang ia cintai sangat bahagia?
" Itu suara siapa Ta? ..." Bisik Laura tapi Agatha hanya diam yak mengapik Laura.
Haha lagi-lagi sosok itu, tanganya semakin terkepal tak senang, sudah hampir selapan tahun mereka berumah tangga, tetapi tak sekalipun Jastin terlihat sebahagia itu, tertawa sekencang itu, tak pernah pula Jastin menatap mata miliknya sedalam itu, sangat kentara dan juga terlihat tulus. Padahal Agatha sangat-sangat menyayangi dan mencintai suaminya tanpa syarat, memberikan seluruh hati dan cintanya, tai lihat apa yang ia dapatkan?? Suaminya bahkan terlihat lebih bahagia dibandungkan dengan dirinya.
“Agatha??”Laura menatap Laura mengernyit heran. Temannya yang tiba-tiba menangis memancing atensi mata menatap arah tatap sang teman.
Menajamkan penglihatan mata, mata Laura itu minus dua, jadi ia dengan kesal mengambil kaca kata miliknya didalam tas, tetapi sebelum itu terjadi tangannya dikagetkan oleh tangan Agatha yang ditarik paksa dari genggamannya.
Agatha terlihat pergi kearah yang ia tatap. Laura menjadi panik ditinggal ditempat masih mencari kacamata minus miliknya.”Duh Agatha.. tungguin bentar, gue pulang sama siapa nanti ini, uang gue udah habis buat bayar taksi..” Ia memakai kacamata miliknya secara terburu-buru.
Kaca mata miliknya juga smapai jatuh dan terpecah karena terburu-buru. “Agatha..!!” nyatanya teriakan Laura tak di indahkan oleh perempuan berdarah Jepang tersebut. Laura harus berusaha untuk hidupnya saat ini karena Agatha seakan tuli.
Agatha semakin merasakan sakit melihat sosok suaminya yang bicara sangat manis pada sosok tersebut. Tangan miliknya terkepal kuat tak tahan untuk menahan gejolak diri untuk mencakar wanita gatal dihadapannya ini.
brak...
.
.
.
.
Tinggalkan jejak yah...
__ADS_1