
Vanno yang sedang termenung di kantor merasa bersalah kepada Carmon terkaget saat salah stau karyawan memasuki ruangnya dengan wajah panic.” Tuan akun kita sekarang di serang dan tabungan kantor dikuras tuan. Tuan tolong..!” ia terbelalak dan segera membuka laptopnya untuk menghentikan akun tersebut. Dada Vano seperti berhenti berdetak. Ia diam menatap beberapa datanya bocor dan di jual. Vano panic dan segera menutup akses dengan cepat..
Layar Laptop penuh angkah yang di serang oleh liat. Tangan Vano bahkan gemetar karena benar benar takut dan gugup saat ini. Otak Vano mencernah bagaimana ini bisa terjadi atau bisa jadi karena orang yang menghancurkan keluarga Carmon.
Berselang beberapa menit akunnya terhenti dan laptopnya berhenti tak bisa lagi digerakkan busurnya. Vamno kaget menekan enter berkali kali. Vano mengusap kepala kasar dan laptoipnya mati.” Sialan..!!” teriaknya panic..
Vano kembali menekan enter dan beberaka kontrol. Hingga hurup tergambar disana membuat Vano tegang. ‘ HARI INI PERINGATAN PERTAMA DAN TERAKHIR, AKU BERI KESMEPATAN KEPADAMU AGAR TAK IKUT CAMPUR SAMA SEKALI DALAM URUSANKU DAN URUSAN KETURUNAN SAMUEL. JIKA KEMBALI IKUT CAMPUR, KU PASTIKAN PERUSAHAAN MU SAAT INI AKAN HANCIR DALAM HITUNGAN MENIT.!! INGAT AKU ADA DIMANA MANA, BAHKAN MAU KAUS MENYEMBUNYIKAN BAGAIMANAPUN AKU AKAN TAHU.”
Tulisan berwarna merah terpampang kelas dilaptop yang berlayar hitam.
Vano terkulai si kursinya menatap tulisan itu,. jadi benar ini ulah musuh Carmon, dan ini kaena diirnya membantu Carmon tadi? Dirinya menatap nanar laptopnya. Sekretarisnya tidak paham menatap Vano dengan tatapan nelangsa, bertanya dan meminta kejelasan. Vano mengepalkan tangannya dia hanya membantu sendiri dan secara diam diam. Dari mana dia tahu?
Beberapa menit laptop kembali hidup, Vano cepat cepat membuka data yang bocor, hanya sebagian, bagian paling penting tidak bocor. Tapi ini cukup membuatnya rugi besar.
Beberapa tabungan perusahaan diambil dan disisakan setengah. Vano diam memejamkan mata,.” Tuan... apa kita akan melaporkan kepada pihak berwajib?” Tanya sang sekretarisnya tak enak kepada tuannya yang berwajah masam.
__ADS_1
Vano menggeleng.” Kerahkan semua ahli IT di perusahaan kita. jangan lapor aku tidak mau perusahaan yang dibangun mati matian olehku hancur tidak ada sisanya,” tegas vano. Sekretarisnya mengangguk segera keluar meninggalkan Vano. Vano memijit pelipisnya terasa pening. Vano memejamkan mata.
Tubuhnya merosot dan kembali menghela nafas.” sialan. Dosa apa sih loe Car bisa-bisanya berurusan sama manusia iblis dan gue kena getahnya..” Gumamnya dengan lemah. Jantungnya yang terguncang hebat akibat kaget itu membuat tubuhnya lemah terkulai. Vano mengutuk musuh keluarga Samuel. Untunglah dia tidak membuat perusahaannya hancur, masih ada toleransi.
Jika tidak Vano pasti bunuh diri saja.
Letta yang menatap laporan dari bawahannya pun mengangguk pelan di dalam mobil.” Cepat juga kerja mereka.” Gumamnya mengangguk, mengunyah lagi kerupuk yang dirinya beli tadi dari anak jalanan.” Lumayan tambahan tabungan.” Gumamnya menyeringai dan memasuki hp itu lagi kedalam kantong nya.
Letta menguap.” membosankan. Aku pikir seusia dendam ini dibalaskan aku bisa hidup bahagia, ternyata tidak. Hidup tetap begini dengan hati yang sangat hambar. “ gumamnya lelah. Letta tidak bahagia sebagaimana yang dirinya bayangkan dulu.
Letta membayangkan dulu, jika dirinya bisa membalas semua yang mereka lakukan kepada keluarganya, maka dirinya akan bahagia, sangat senang dan hidup penuh kedamaian, ternyata tidak, dirinya masih hidup dengan keadaan menyedihkan, rasa dendam itu tak juga hilang dan menjadi kasihan. ia berjalan dan melangkah sendirian. Disini yang paling menyedihkan itu kisahnya kan??? bukan keluarga Samuel tapi dirinya. Keluarga Samuel tetap bersama sedangkan dirinya? Sendirian.
Tiga puluh menit dirinya sampai di rumahnya. Pelan pelan Carmon masuk, saat dirinya membuka pintu dirinya dikagetkan dengan jatsin yang sedang melakukan hal tak pantas dengan adiknya Viona. Terlihat membakar dan panas diatas sofa, “ apa yang kalian lakukan?!!!” Teriak Carmon dengan murkah kepada mereka semua.
Jastin disana melepaskan diri dari viona, tapi Viona terlihat tak mau dan tak sadar.” Car carmoon, dia yang meminta dan memaksaku. Kamu tau kan keadaan adik kita?? aku tidak bukan aku.” Teriak Jastin. Diam diam Jastin menikmati adiknya yang bermain dengan sangat buas. Tapi yang dikatakan Jastin memang benar, dirinya belum bisa berjalan secara baik dan benar tiba tiba di serang Viona dan menggodanya. Dirinya yang memang sudah lama tidak mendapatkan nafkah batin awalnya menolak karena masih memiliki kewarasan yang cukup bagus, tapi lagi lagi si adik memaksa dan juga terus membuka bajunya. Terjadilah pertempuran hingga saat ini.
__ADS_1
Jastin terengah-engah lelah. Adiknya benar benar diluar batas dan di luar kendali. Hyper benar benar padahal dirinya sudah lelah tapi adiknya terlihat sama sekali tidak lelah sedikitpun.
Mendengar Carmon datang dan murka membuatnya ingin menangis. Harga dirinya sebagai kakak hilang sudah jika begini.!!! Hey dia tidak pernah sebr3rngsek ini.
Tatapan Carmon meredup, mengepalkan tangan melihat Viona yang terus melakukan kegilaannya. Berselang beberapa waktu Samuel turut datang di belakangnya Carmon.
“Ada apa Carmon?” Tanya nya sembari membawa beberapa bahan makanan. Dirinya menatap kedalam dan matanya membelalak kaget. “ APA YANG KALIAN LAKUKAN?” Teriaknya kaget. Tangannya yang memeluk bahan makanan melotot tak terima melihat perilaku anak anaknya yang diluar batas.
Jastin menggeleng nanar. Tubuhnya benar benar sakit.” Tolong ayah... hiks hiks. Viona menyerang ku dan liat dia tidak ingin berhenti ayah, aghk/.” Dirinya mendesah saat Viona benar benar menggempurnya ganas. Tak malu tubuhnya yang tak menggunakan sehelai benang ditatap oleh kakak dan ayahnya bahkan melihat aset keduanya. Tapi dia malah tertawa dan melakukan lagi dan lagi
Samuel terduduk lemas. Carmon melihat ayahnya terlemas pun mendekat dan membantu ayahnya duduk. Memasuki rumah dan jastin yang mendorong adiknya kuat. Viona mengamuk dan histeris disana, memberontak dan menatap Carmon. Matanya berbinar dan bangkit dari posisinya. Carmon siaga disana.
“ mau apa kau?!” Tanyanya horor. Viona disana bergerak cepat menerjang Carmon, tapi tanpa hati Carmon memukul kepala Viona keras hingga ia jatuh pingsan dan tergeletak di lantai.
“ CARMON..!” Teriak Samuel nanar segera menangkap tubuh Viona yang pingsan.
__ADS_1
Carmon linglung melihat adiknya jatuh.” Bu bukan. Aku tidak bermaksud, tapi dia ingin menyerangku. Aku tidak gila pa.” bela diri Carmon segera membantu sang adik. Jastin cepat cepat mengambil pakaian nya dan mengenakannya. Samuel mengusap kepalanya sakit. Dadanya benar benar panas melihat ini.
Samuel benar benar ingin marah melihat anak anaknya yang benar benar kacau, Viona yang sudah sangat gila. Jastin yang melakukan kebiadabannya, Carmon membantu viona tidur dibawah di atas karpet. Carmon benar benar lelah saat ini. jastin duduk di kursi roda menatap Samuel yang duduk di sofa kumu nanar.” Kalian benar benar melakukan hal yang diluar nalar.,” gumamnya nalar.