Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
41


__ADS_3

Ia menggeleng dan menjauh membuat semuanya terdiam.”Gue enggak bisa, gue sayang kalian mangkanya kalian enggak bisa terlalu deket sama gue. gue enggak mau kalian mati, gue nggak mau kehilangan kalian orang yang gue sayang.”Ujar Letta membuat Diki semakin mendekapnya erat. Diki dan lainnya menggeleng mendengarnya.


“Kita bakal nerima semua nya Let. Kita bakal terima apapun resikonya karena kita sayang loe bukan karena ada apanya. Kita sayang loe apa adanya Let.. Sayang banget jadi berhenti kek gini.”Ujar Diki disana menangis sesegukan


Namun Letta disana tetap melepaskan pelukannya dan menadang mereka yang masih memeluknya erat. Letta disana merasakan dadanya meremuk sakit namun ia paksakan diam, dna menanggung semuanya. Sekarang ia tak tahu harus apa.


Pipinya ditangkup oleh Ziko membuat ia memandang Ziko. Sosok yang sangat baik ini.”Letta sekarang waktunya loe bahagia, bisa liat dunia dan orang-orang sekitar loe. Jangan gini lagi yah.”Ujarnya disana menatap dalam Letta. Namun Letta diam saja menatap kosong mata yang tulus itu. Ia tak tau harus apa semuanya terlalu menakutkan dan menyakitkan untuk ia ceritakan.


Dijauhi oleh dunia, dikekang untuk selalu sendiri dan diusir oleh kenyataan. Dia harus terjungkal akan kepahitan kehidupan. Semuanya membuat ia mau tak mau harus sendiri pergi dari orang-orang yang ia sayang dan tak memberi reaksi apapun kepada siapa yang ia sayang.


Disisi lain ada Ragiel yang mendengar semuanya. Hembusan asal rokok itu mengepul disela sela bibir dan hidungnya. Ia disalah satu ruangan kerjanya, dimana disana ada ratusan foto letta, ada istrinya, anaknya dan cucunya yang ia tembak hingga hancur dan digantikan oleh Letta semua. Mana mau dia Letta pergi?


Ia terkekeh menekan dadanya dan menatap jam ditangannya. Jam pengontrol diri Letta. Matanya disana menatap itu dalam dan berkata.” Aku ditinggal sendiri sampai kau mencuri hatiku. Aku menyayangi kamu karena kamu sempurna. Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari hidupku.”Gumamnya disana dan memeluk foto Letta.


Sejujurnya dia sangat menyayangi Letta, kata sangat itulah yang membuat ia mengikat Letta terlalu erat sampai Letta lupa cara bernafas yang baik, ia menjauhkan Letta dari teman-teman dan dunia bukan tampa alasan tapi karena tak mau Letta merasakan bahagia dan melupakannya. Ia hanya mau Letta bahagia bersama nya.


Dulu bukannya dia tak tahu ketika Letta berumur 12 tahun Letta hendak kabur dengan Bovi temannya dan itu terjadi berkali-kali, untung dia lebih tau dan mencegah. Mangkanya dia mengoperasikan jantung Letta dan mengontrolnya, ia mengikat Letta sedalamnya sehingga Letta tak akan kabur.


Ia mengusap pipi Letta diFotonya itu sembari berkata.” Bermainlah dulu, heheh.. kamu bisa bermain sampai aku bilang berhenti kamu harus berhenti yah sayang... Dan kita liat, kamu melupakan aku atau tidak.”Ujarnya dan menghisap lagi putung rokoknya itu hingga habis dan membuangnya. Ia menginjaknya dan pergi.


Targetnya yang lain lebih bagus dari ini.. ia memiliki satu senjata lagi untuk Letta yang belum ia keluarkan hingga detik ini supaya Letta tak pergi dari jeratannya dan pergi dari kehidupannya. Bahkan ia yakin Letta tak akan berani pergi dari dirinya barang sedetikpun.


----------------


Disisi lain ada Carmon yang akan pulang hari ini. ia kesal menunggu Letta menjenguk ternyata sampai detik ini bahkan batang hidung Letta tak terlihat. Apa Letta tak seperhatian itu padanya? Eh tunggu tunggu..!! apa dia sedang menunggu perhatiannya Letta? Ia menggeleng dibuatnya, sejak kapan dia menunggu perhatian seorang wanita bukan wanita yang menunggu perhatian miliknya?

__ADS_1


“Sial.. sial.. sial.. wanita tu memenuhi kepalaku.”Gumamnya dengan tangan yang ter Gift itu. Ia menghela nafas dan menatap kearah bodyguard yang siap membawanya pulang.”Baron.. kau tau dimana tempat tinggalnya milik Letta ha?!!” Tanyanya berteriak.


Sosok itupun menggeleng.”Maaf tuan, tapi saya tidak tau, tapi setahu saya bukannya dia marganya Ragiel? Berarti dia dirumah ragiel, jika benar tuan bisa menanyakan kepada rekan bisnis Tuan Dimana rumahnya dan mendatanginya.”Ujarnya disana. Ia menatap Carmon diam.


Carmon disana jadi ingat membuat ia mengangguk.”Baiklah. kerumah Ragiel sekarang. Berani-beraninya dia keluar dari pekerjaannya tanpa sepengetahuanku. Siapa dia sebenarnya ha?!!!”Teriaknya tak terma lalu berjalan.


“Mau kami bantu tu--!!”


“Tidak perlu. Aku tidak cacat asal kalian tahu..!!!” Ujar Carmon disana membentak membuat semua menyingkir menyediakan jalan untuk Carmon supaya bisa lewat.


Carmon disana menatap ke handphonenya yang ia genggam mengenakan tangan kiri itu. Ia jadi ingat jika diperusahaanya ada file Ragiel dan Ragiel adalah penanam saham perusahaannya. Ia akan kesana sekarang menemui Ragiel dan meminta supaya Letta kembali.


----------------


Dilain sisi ada Letta yang pagi ini sudah siap dengan Bara yang akan berangkat sekolah, Letta jadi bingung. Semakin ia menjauh semakin mendekat pula Ando, Ziko dan Diki. Lihatlah, bahkan mereka tak pergi sedari semalam dan parahnya mereka malah memindahkan pakaian mereka semua keapartemen miliknya. Apatemmen miliknya jadi sempit jika begini kan?


Hasilnya belum terlihat sebab masih baru juga. Peralatannya juga belum sampai katanya nanti sampai barang-barangnya. Letta memijit pelipis saja dibuatnya


”Moms memang benar jika om Diiki dan lainnya akan tinggal disini bersama kita?” Tanya Bara binar sembari menggandeng tangan besar Letta itu.


“Hmm.”Gumam Letta memutar bola mata malas melihat ketiga orang itu sibuk bolak balik seperti apartemen nya sendiri.”Mau diusir juga gimana caranya?”Tanya Letta mendelik.” Binatang aja kalo diusir pergi nah ini enggak.”Ujarnya kasar kepada temanya.


“Justru karena kami bukan binatang mangkanya kami enggak pergi kalo diusir.”ujarnya Ziko menyahut disana dengan sebal kepada Letta namun masih memamerkan gigi rapinya.


“Terus apa?”Tanyanya Letta disana.

__ADS_1


”Setan? yang udah diusir tetep nempel? Atau kuman? Oh atau Virus? Atau Debu?”Tanyanya datar.


Ando berdesir dibuatnya.”Cih Letta galak amat.. nanti kita bakal bakar apartemen baru tau rasa.”Ujarnya membuat Letta menatapnya.


”Bakar saja tidak apa-apa kok. Ingatkan aku jika rumah kalian mampu ku habisi dalam satu malam.”Ujarnya mengancam dan pergi membawa Bara.


“Letta astaga.. gue berjanda eh bercanda.. jangan main main.. Mak bapak gue nanti gosong woy..!” Teriaknya namun Letta sudah berlalu dengan Bara yang tergelak dan meloncat kesana kemari.”Gini nih punya temen psikopat.”Gumamnya mengusap dada.


“Mangkanya kalo Letta bilang kita debu atau virus sekalipun diemin aja. “Umurnya Ziko disana membuat Diki mengangguk.


” Tapi ngomong-ngomong kalian tau password apart ini?”Tanyanya Diki membuat semuanya menggeleng.


Plak.. Diki menepuk kepalanya sakit.”Yaampun kalian gimana si? Kita terkurung dong.”Ujarnya disana menatap horor kepada kedua temannya.


“Yakan kalo dari dalem enggak.”Ujarnya Ziko disana.


”Loe lupa siapa Letta? Letta orangnya hati-hati dan enggak bakal kek gitu.. woy gimana kita makan? Apa kita puasa aja hari ini?!!” Tanya Diki nanar.


“Emang Letta enggak ada makanan? Kita masak aja.”Ujarnya Ando semangat.


“Bahkan Letta enggak punya kompor buat masak. Soalnya dia enggak bisa masak. Eh ralat. Kompor ada, Gas yang enggak ada.”Ujarnya membuat mata keduanya membulat.


”APA..!!!!!”


.

__ADS_1


.


Sorry telat Up. Terimakasih sudah meninggalkan jejak..


__ADS_2