Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Kakak ke 2?


__ADS_3

" Baik. Jika aku beri lelaki lain yang baik apakah kalian berhenti melakukan dosa besar sebagai saudara???" Tanya Letta kepada keduanya, Zaxi terdiam dengan Areta yang juga diam. Letta berdecih.


" Siapa??? Aku tidak percaya jika ada lelaki baik untuk Areta...." Dengus Zaxi kepada Letta


Letta terkikik pelan mendengarnya. " Nikah dengan loe aja berarti? " Tanya Letta meremeh pada Zaxi.


Zaxi mendengar ucapan Letta menatap Letta marah. " Maksud loe apa??? "


" Maksud loe yang apa, bilang kalo nggak ada lelaki baik yang pantas buat Areta sampai loe ngelakuin kebejatan. Loe termasuk manusia busuk, "Ujar Letta dingin dan datar.


" Letta saya masih kakak kamu dan Areta, saya melakukan semua ini demi kebaikan Areta bukan kehendak saya." Tegas Zaxi nanar kepada Letta. apa image dirinya di hadapan Letta seburuk itu?


"Mau sampai kapan demi kebaikan Areta hmm? Kalian sampai menghasilkan anak.” Tegas letta dingin. Letta memilih berbalik ke pintu dan masuk meninggalkan manusia di hadapannya ini.


Letta kaget saat rambutnya ditarik kebelakang saat hendak membuka pintu. Pelakunya tentu zaxi.” Bicara yang benar Letta. "


Letta mendesis memegang tangan Zaxi yang menjambaknya.” Berprilaku lah selayaknya tamu. Jangan tunjukan kebinasaan kalian disini..!!!” tegas Letta.


Zaxi mengeram menatap sang adik. Bugh.. Zaxi mengerang sakit saat Letta menendang perutnya. Letta menatapnya tajam dan berkata.” Sekali lagi anda kasar, tidak segan saya patahkan tangan anda.” Desisnya dan memilih masuk.


“ Letta..!!” Areta angkat bicara kepada letta yang hendak menutupi pintu. Letta diam menatap kembaran.


Areta menatap letta sayu dan nanar.”kami kesini mau menemuimu karena rindu. Kami melakukan dosa karena tidak sengaja. Maaf kan kami.” Lirihnya merasa bersalah.


Letta mengangguk.” Sudah bertemukan?? “tanyanya.


Keduanya diam menatap letta sulit di artikan.” Sebaiknya kalian pergi. Aku tidak mau tempatku dikotori dengan ulah busuk kalian. Benar benar menjijikan.” Bisik letta dan menutup pintu keras.

__ADS_1


Zaxi terdiam merasa dadanya sakit. Sangat sakit mendengar ucapan letta. Ini benar benar jauh dari nalarannya. Letta benar benar buruk menganggapnya. Tak jauh beda dnegan Areta yang sudha menjatuhkan air matanya, ucapan Letta benar benar buruk. Jauh lebih buruk dari yang ia bayangkan.


Di sudut lain sesoerang melihat keduanya. Sosok itu menjatuhkan rahangnya menatap nanar kedua sosok yang ia kenali. Ia berjalan pelan mendekat.” Zaxion... areta..!!!” Panggilnya. Dadanya skait terhimpit. Matanya nanar melihat kedua sosok yang sekarang menatapnya.


Zaxi dan Areta yang tadinya bersedih melirik siapa yang memanggil. Keduanya tertegun. areta bahkan menatap kaget sosok tersebut. Zaxi apalagi.” Kak Fares..!!” gumamnya. Ia mengangguk hingga tak sadar menubruk tubuh kedua adiknya. Zaxi kaget hingga tidak bisa berekspresi apapun menerima pelukan hangat seorang di depannya ini. areta yang sudah berderai menangis memeluk sosok tersebut.


Hiks hiks.. Fares menangis memeluk kedua adiknya nanar. Mengusap kepala kedua adiknya dnegan lembut.” Kalian apa kabar?? kalian ngapain disini?? Bagaimana ceritanya kalian selamat?”Tanya Fares nanar. Zaxi dan Areta menggeleng masih memeluk Fares.


Fares kakak keduanya yang benar benar menyayangi mereka dulu. Dulu dia pergi di peristiwa meningalnya kedua orang tua mereka, dan tidka kembali kembali lagi. nyatanya dia masih ada disini. masih hidup dengan keadaan yang jauh lebih baik dibanding yang mereka bayangkan.


Zaxi mengeleng menatap tak percaya kakak keduanya.” Kakak beneran kak Fares kan?”tanyanya lirih


Fares mengangguk sembari menmangis melihat Zaxi. Tujuh belas tahun kehilangan adik adik dan keluarganya benar benar membuat dirinya terpukul. dirinya hampir bunuh diri beberapa kali karena merasa jika tak ada gunanya ia hidup tanpa keluarga tersayangnya. Dirinya hidup mencari tau siapa dalang pembunuhan keluarganya, satupun tak ada jejak kecuali mayat ayah dan ibunya sudah menjadi abu, kakak pertama mereka juga tapi tidak jelas. Beberapa mayat juga ada mereka tidak tau siapa, dan beberapa bilang itu adalah adik adiknya yang lain. Tidak bisa diautopsi lagi karena mayat merka bemnar benar melebur menjadi abu dan hancur. Fares benar benar hancur.


“ini beneran kakak.. Zaxi.. Areta.. ini kakak.” ujarnya lirih. Areta menatap nanar kakaknya.” Kakak kemana aja selama ini hiks hiks? Kami pikir kakak udah enggak ada.. kakak jahat.” Tubuhnya dipukul areta yang menangis deras.


” Dia bukan fares..!!”


kedua kakaknya kaget, melihat letta yang keluar dengan menatap keduanya tajam. Zaxi menatap Letta tajam dan fares menatap Letta kaget.


“apa maksud kamu letta? Dia kakak kita..!!” ujar Areta tak terima. Dirinya masih ingat bagaimana wajah sang kakaknya..!!


Letta tersenyum sinis melihat lelaki yang wajahnya mirip dengan kakak keduanya. Fares, ia berdehem sejenak dan berbisik kepada kedua kakak kandungnya,. Fares sendiri menatap Letta kecewa dan juga nanar.” Kamu nggak kenal lagi sama kakak? kamu Are kan? adik paling yang kakak sayang? Ini kak Fares..” bisiknya nanar dan lirih kepada letta.


Letta melipatkan kedua tangan di atas dadamnya. Tadi ia mendengar seruan lelkai ini dengan kedua kakaknya, ia juga mendengar smeua ujarannya membuat ia tersenyum miring.” Dipta... jangan cari masalah. Jika kamu cari masalah dengan saya, kamu taukan konsentrasinya apa?” Tanya letta dingin, wajahnya sangat sangat tegas dan tidak ingin mengulangi ucapannya.


Iya. Itu dipta.

__ADS_1


Dipta adalah fares kakak kedua letta.” Ini kak Fares. Benar benar kakak kamu Letta, kakak sudah mencari kalian kemana mana setelah peristiwa itu tapi kalian benar benar menghilang. Kakak sangat sulit menemukan kalian dimana. Apalagi kakak mencari kalian dengan tangan kosong tanpa bantuan siapapun, ingin melapor pada polisi kakak takut jika kakak akan dibunuh juga. Letta kakak kangen.” Ujarnya lirih hendak memeluk letta. Dipta benar benar tidak tau jika letta itu adalah adik yang ia cari.


Letta memiliki fitur wajah yang jauh berbeda dengan areta., wajahnya sudah jauh berbeda dari wajah masa kecilnya dulu. Jika masa kecil dulu wajah letta buat dan juga menggemaskan sekarang tidak ada.


Wajahnya panjang. Oval dan juga tegas, letta menolak dengan tangan yang menahan di udara. Fares memeluk angin menatap letta tak percaya. Letta berdehem.” Fares tidak pernah memanggil diirnya kakak, dia akan selalu memanggil dirinya abang.” Ujatt letta tersenyum miring.” Kau salah cari lawan Dipta. Jadi berhenti atau kau akan menanggung akibatnya.” Sekali lagi Letta tekankan pada dipta. Tapi Dipta malah memberikan wajah sendu, wajahnya berair dan juga nanar,.


“ Letta.... kakak ingat bagaimana wajah kak Fares, dia memang kak fares, dia bahkam punya taji lalat bagian lehernya kayak kak fares. Jangan katakana hal buruk lagi letta.” Ujar Areta nanar kepada Aleta sebagai kembarannya. Yakin jika Dipta kakaknya.


Letta mengangkat bahu acuh.” Yasudah jika kalian percaya begitu. Tapi nanti jika ada masalah apapun, jangan pernah salahin gue oke.” Ujarnya dingin dan pergi.


“LETTA..!! BALIK NGGAK..!” Zaxi menahan tangan Letta. Letta menghempasnya kuat tapi tangan Zaxi masih menggenggam tangan letta.


Zaxi menatap dalam manik mata letta yang dingin.” Balik... dia kakak kita. Dendam udah terbalaskan., jadi kita bisa kumpul Letta. Berhenti oke.” Ujarnya pelan. penuh kelembutan meksi dibuat buat.


Letta mengangguk.” Balik kemana? Gue dari dulu udah balik, dengan kayak gini berarti dari dulu loe enggak anggap gue ada dan gue balik?”Tanya letta dengan tatapan sulit di artikan.


Zaxi menggeleng menegaskan yang dikatakannya bukan seperti yang Letta maksud.” Maksud kakak balik letta. Jangan gini lagi, kita bisa cari kebahagiaan kita letta. Jadi pliis balik yah.. balik jadi ale nya kakak.” ujarnya dnegan lembut.. menmggenggam tangan Letta di depan dada. Fares dan alereta menatap letta penuh harap dan juga penuh kesedihan.


Letta mengambil tangan zaxi dan melepaskan tangan mereka. Letta menggeleng menata Zaxi.” Kalian tidak akan paham sebelum menjadi gue. gue akan selalu ada, terus ada dan selalu jadi Are. Tapi gue enggak bisa balik sama kalian. Maaf.” Bisiknya tersneyum tipis.


“kenapa?” Tanya zaxi pelan. tapi Letta abai, ia berbalik memilih pergi. Zaxi diam menatap letta yang masih membangun tembok besar kehidupannya.


“Berbahagialah, dan lupakan gue. “ bisik letta yang masih di dengar zaxi.” Itu lebih baik dari pada kalian minta gue balik. Gue nggak akan balik.. karena kalo gue balik, rumah kita akan semakin hancur.” bisiknya dan menutupi pintu apartemennya.


Zaxi tidak padam apa yang dibicarakan letta. Zaxi diam menatap pintu tertutup nanar. Tujuh belas tahun menjadi kakak tunggal untuk kedua adiknya Zaxi tau jika dirinya adalah alasan mengapa Letta memilih hidup sendiri, tanpa adanya dirinya. Zaxi sedari dulu jahat dan selalu menyalahkan Letta, lebih tepatnya kecewa pada dirinya sendiri yang tidak bisa membantu letta apapun sedangkan letta membantu dan melakukan tugas dirinya sebagai kakak tunggal.


Zaxi membenci dirinya sendiri.

__ADS_1


Bukan membenci Letta...


__ADS_2