Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
lagu


__ADS_3

Putra mendongak agak kaget menatap mata Letta yang menatap dirinya takut, khawatir. Sangat terlihat tertekan. Putra tidak tau mengapa Letta terlihat sangat takut tapi dirutupi begitu. Putra tidak tau harus bicara apa, diam sejenak sebelum menjawab. “ Hehe kan bener aku akan pergi, kamu kan mau aku pergi.” Putra bicara dengan getir.


Letta menghela nafas. dirinya memang ingin putra pergi, jauh, sejauh mungkin dari hidupnya. Tapi ucapan Putra itu seperti ngelantur. Letta hidup sudah berkali kali ditingalkan oleh orang orang yang menyayanginya, ucapan seperti itu sudah beberapa kali dirinya dapatkan sebelum mereka menghilang.” Yah gue mau loe pergi, jauh dari hidup gue. tapi gue juga neggak suka bivcara loe yang gitu. Berhenti bicara hal buruk.” Jawab Letta dingin.


Putra terkekeh.” Iya iya deh. Btw ini makan, enak cobain.” Ujarnya memberi letta sosi bakar. Ukurannya cukup besar.


Letta menerimanya dan mulai memakannya pelan, mengenyahkan pikiran buruknya pada Putra, mengernyit dan mengangguk. Mengunyah sosis bakar yang cukup besar.


”Enak.” gumamnya.


Putra mengangguk memakan bakso bakar.”Iya enak. cobain semuanya enak loh..” Jawabnya. Letta tersenyum mengangguk, ini memang enak, seperti ada sambal, saus, kecap dan juga ada saus kacangnya juga, tapi Letta tidka tau ini bumbu apa. Ini lezat. Letta menghabisi satu tusuk miliknya, lalu memakan yang lainnya.


“Ini namanya tahu gejrot, di goreng dan dikasih cabe ulet pedes pakek gula dna beberapa rempa lain. Loe mau nyoba? Ini enak banget seger.” Putra menunjukan tahu yang sedang dirinya kunya. Ia mengajukan satu tusuk tahu di depan mulut letta ingin menyuapinya.


Letta menerimanya dengan tenang. Putra melihatnya pun tersenyum lebar. Letta sama sekali tidak kaki padanya malam ini.


Letta mengerjab.”Ini pedes banget.” Letta meringis merasa lidahnya terbakar padahal tahu yang ia makan baru saja masuk ke rongga mulutnya.


Putra tertawa keras mendengarnya sembari mengusap air matanya.”Emang, mangkanya aku suruh kamu cicip biar sama sama kepedesan. “ Ujar Putra dngan raut tak merasa bersalahnya kepada Letta.


Letta menatapnya datar, mengusap bibirnya lembut. " Minta ditampol." Gumam Letta semakin membuat Putra terbahak. Putra tidak mau pedas sendiri.


Putra mengusap pipinya yang basah. Beerselang beberapa saat seblak mereka sampai. Letta menatap makanan itu heran.”Ini kerupuknya direbus?”Tanyanya menatap kerupuk yang mengambang diatas makananya. Putra mengangguk.”Ini khasnya seblak, ada kerupuk rebusnya. Uwaw. Haha.” Ujarnya terkekeh.


Letta mengangguk mulai mencicipinya, ada yang aneh bauknya bau kencur? Lalu mencicipi lagi enak. Unik ia terkekeh melirik Puytra yang juga terkekeh melihat ekpresi Letta yang terlihat aneh. Letta mengangguk?


" Enak tapi pedes yah.” jawab Letta.


Putra mengangguk.”Jelas dong, seblak itu cirikhasnya harus pedes, apalagi cewe itu biasanya yah suka pedes pedes hehe.. kamu cobain lagi pasti nagih.” Sahur Putra dengan bangganya.


" Kamu banyak tau yah tentang cewek. " Ujar Letta sembari mengunyah bakso yang ada di seblaknya


Putra melotot baru sadar jika sedari tadi ia membahas prihal cewek cewek dan cewek. " Hehe maklum yah kan aku punya Buna yang memang kekinian, jadi kalo ayah lagi nggak ada di rumah, aku yang di suruh beli atau nemanin Buna belanja beginian. Bahkan karena Buna lagi hamil banyak maunya. Faktor ngidam katanya." Jawab Putra cepat menjelaskan.


Aletta mengangguk paham. " Hemm kalo cewek lain juga nggak apa apa Kok. " Sahutnya santai


Putra menatap Letta masam. Harapannya Letta bertanya Karena cemburu. " Enggak kok. " Jawab nya pelan. Letta mengangguk saja.


Letta mengangguk, mencoba lagi memakan seblak miliknya, makin dimakan makin enak dan nagih. Tapi Letta tidak bisa menahan laju matanya yang berair, beberapa kali menghela nafas kepedasan. Putra tergelak melihat ekpresi letta yang lucu dimatanya, apalagi Letta yang dingin terlihat tak berdaya menangis seblak yang dimakannya.


“ Enak hehe huuu. Tapi yah pedes, mau berhenti tapi nagi.. enak.” Ujar Letta pada Putra yang tertawa.


Putra mngangguk.”Iya emang gitu cirikhasnya. Enakkan,.” Ujar Putra. Letta mengangguk menghabis belak miliknya nikmat. Putra ikut menghabisi makananya dengan pelan sembari diiiringi dengan beberapa pengamen jalanan yang selalu berdatangan.


Letta menghela nafas menghabisi susu kotak agar tidak terasa pedas lagi, makin minum makin pedas apalagi minum air es.


Letta menggeleng pada pengamen yang berdatangan. Agak kesal melihat pengamen yang banyak sekali disini mengganggu makan orang saja, disini emang makananya murah tapi biaya memberi pengamennya yang banyak. Datang satu datang lagi satunya, begitu seterusnya. Apalagi suara mereka tidak ada yang bagus..


Bisakah mereka hanya bermain gitarnya saja supaya tidak menganggu? jangan main ketincing dari butup botol itu deh. itu sangat melengking membuat kepala Letta tidak nyaman.


Ada yang lumayan itu si anak yang main biola, meskipun tidak terlalu pandai tapi setidaknya itu memang bakat, jika bakat begitu kan artinya mereka bekerja atau meminta bayaran apa yang mereka bisa, tapi jika memaksakan keadaan bukankah itu sama saja dengan mengemis? Dan parahnya lagi yang ngamen disini itu kebanyakan anak muda dan anak kecil.


Dimana orang tua mereka? Letta dulu juga sama seperti mereka tapi Letta tidak pernah menjadi pengemis atau pengamen tanpa bakat.


Putra melihat wajah Letta yang kesal kembali terkekeh,. Memanggil salah satu pengamen dan berbisik. Meminjamkan itar miliknya.


Letta hanya diam melihat Putra yang berdiskusi kepada pengamen jalanan tersebut. Poengamen memberikan gitar miliknya pada Putra. Putra menghela nafas kenyang sejenak menatap letta,” Hmm aku mau nyanyi buat kamu hehe.. iyalah buat kamu siapa lagi.. terkhusus buat kamu" BOBY TUPOLY. dengan judul Tanpa Mu, kalo hafal kamu bisa nyanyi juga."


Sekuntum bunga indah yang sedang mekar


Selalu merindukan sinar surya


Selalu merindukan jatuhnya embun


Sepertiku yang selalu menunggumu


Tanpamu apa artinya


Gairah hidup kan musnah


Putra memejamkan mata, memetik senar gitar penuh penghayatan dan slow menambah kadar dari ritme yang di sampaikan penuh kasih. Letta sempat tertegun mendengar alunan suara merdu yang diiringi gitar milik Putra.

__ADS_1


Selamanya


Denganmu aku merasa


Denganmu pasti kan nyata


Impian hidup bahagia


Terbayang nyata


Bila ku sedang pilu kau menghiburku


Kau buat aku tersenyum kembali


Bila ku ingin manja engkau segera


Membelaiku dengan cinta dan kasihmu


Tanpamu apa artinya


Gairah hidup kan musnah.


Putra terus menarik senar gitar melirik Letta dan tersenyum sendu seakan akan ini lagu untuk Letta.


Selamanya


Denganmu aku merasa


Denganmu pasti kan nyata


Impian hidup bahagia


Terbayang nyata


Selalu merindukan jatuhnya embun


Sepertiku yang selalu menunggumu


Tanpamu apa artinya


Gairah hidup kan musnah


Selamanya


Denganmu aku merasa


Denganmu pasti kan nyata


Impian hidup bahagia


Terbayang nyata


Letta mendnegar suara Putra yang bagus terdiam sejenak, mengangguk kaku. Suara Putra bernar benar memukau, bahkan beberapa orang merekamnya dan juga berteriak histeris. Suara Putra sangat halus dan lembut seperti Bersua dari hati..


”LAGI LAGI.. LAGI..” Suara gadis gadis disini bersorak pada Putra. Putra terkekeh kembali memainkan senarnya. “Haruskah aku Mati dari Arief.'


Menghitung hari, detik demi detik


Menunggu itu 'kan menjemukan


Tapi ku sabar menanti jawabmu


Jawab cintamu


Mata Putra tertuju pada Letta yang menatapnya nyanyi


Menghitung hari, detik demi detik


Menunggu itu 'kan menjemukan


Tapi ku sabar menanti jawabmu

__ADS_1


Jawab cintamu


Jangan kauberi harapan padaku


Seperti ingin tapi tak ingin


Yang aku minta tulus hatimu


Bukan pura-pura


Jangan pergi dari cintaku


Biar saja tetap denganku


Biar semua tahu adanya


Dirimu memang punyaku


Jangan kauberi harapan padaku


Seperti ingin tapi tak ingin


Yang aku minta tulus hatimu


Bukan pura-pura


Jangan pergi dari cintaku


Biar saja tetap denganku


Biar semua tahu adanya


Dirimu memang punyaku


Belum pernah kujatuh cinta


Sekeras ini seperti padamu


Jangan sebut aku lelaki


Bila tak bisa dapatkan engkau


Putra jadi salah tingkah ditatap seintens itu oleh letta. Letta tersenyum mendengar suara Putra. Beberapa gadis mendekat membuat senyum Letta luntur menjadi datar mereka mendekati Putra dan juga histeris, ada rasa tak nyaman melihat hal ini.


Meminta nomor dan poto bersama. Putra disana meringis dan menggeleng.”Maaf mbak. Saya udah punya istri, dibelakang kalian lagi cemburu loh kayak ya hehe maaf yah.” Ujar Putra sopan pada mereka melirik letta disana yang dingin.


Letta mendengar ucapan Putra melotot. Gadis gadis disana melirik letta serentak dan mengerjab.”oh aku pikir dia kakak kamu atau tante kamu. Kenapa keliatan lebih tua??”Tanya salah satu gadis disana kepada Putra polos.


“bener tu, dia keliatan lebih dewasa dari kamu. Mending sama kami aja seumuran.” Sahur salah satu lainnya.


Letta meradang mendengar ucapan bocah bocah di hadapanya ini. “Yah mendingan saya dong mbak tante tante atau emang muka saya sesuai dengan umur saya. Dibanding kalian, masih kecil dandananya udah kayak orang kebelet nikah. Hus hus. Genit banget sama suami orang. mau jadi bibit pelakor kalian.” Tegur letta tak senang kepada mereka.


Mereka menatap Letta sinis lalu melenggang pergi.” Yah males lah ngomong sama orang tua.” Ujar salah satunya.


Letta mengepalkan tangan hendak membalas mereka dnegan pukulan. Tapi terhenti dengan suara Putra.” Mbak dari sedotan aja saya dan orang lain bisa lihat jika istri saya jauh lebih baik disbanding mbak. Mbak kok udah genit, gatel enggak punya sopan santun sih.” Teur putra kesal. Putrapun kesal melihat letta dibicaran dan di pojokkan begitu.


Perempuan itu melotot menatap Putra dengan tatapan hendak membantah.” Bener tu, masih kecil kok udah enggak punya sopan santun, ngomong sama orang lebih tua nggak ada sopan sopan nya. Nalah godain suami orang di depan istrinya. Situ enggak punya malu?” sahut ibu ibu di sebelah Letta. Si gadis menatap mereka dengan garang dan wajah yang memerah. Menghentakkan kaki memilih pergi dari sana. Letta menghela nafas melihatnya.


“yang sabar yah neng. Anak sekarang emang gitu.” Shaiut ibu itu kepada Letta dengan sopan dan lembut.


Letta menjadi tersneyum kikuk.” Anak muda sekarang emang suka sama suami orang, suami saya aja yang jelek pernah digodain sama mereka apalagi suami nengnya ganteng. Duh harus banget dijagain suaminya.” Sahutnya lagi. letta mengangguk agak kaku dan Putra yang menahan tawanya melihat wajah letta yang kikuk. Benar benar lucu wajah letta.


Putra memberikan gitar kepada yang sudah menunggu.” Nuhun akang.,” ujar Putra. Ia tersenyum mengangguk memilih pergi dari sana. Letta menghela nafas, bisa bisanya ia emosi dengan bocil baru gede begitu.


Letta memijit pelipisnya lagi.”hehe maaf yah jadinya kamu diganggu. Kalo tau gitu akiu enggak bakal nyanyi deh.” Ujar Putra melihat wajah kesal dan gelaan nafas Letta begitu berat.


Kletta menggeleng.” Suara loe bagus. Jadi cukup menyenangkan. “jawab Letta disana.


Pytra melebarkan matanya kaget. dirinya dipuji? Wajah Putra tersipu dan jantung yang memberontak senang. Jangan begini, jika nanti dirinya tidak bisa move on gimana dong?


Letta menghela nafas sejenak dan berkata.” Kita pulang yuk. Gue capek.” Sahut Letta lagi kesal.

__ADS_1


Putra kaget mengangguk dan terkekeh. “ maaf yah lupa... ayok aku bayar makannya dulu,” ujar Putra


__ADS_2