
Tubuh Viona semakin tidak bertulang saat usai mendengar langsung dari dokter, bahwasannya ia memang benar benar hamil, kandungannya sudah memasuki usia satu bulan, dihitung dari saat hied pertama.
pikirannya kalut dan tubuh yang tegang. Melangkah gemetar keluar dari ruang kandungan yang sudah ia masuki. Ia mengusap kepalanya kasar duduk di lobi rumah sakit menuju mobil miliknya, disana ia duduk sejenak dibangku khusus menunggu di ruangan memegang kertas yang dari dokter kandungan. Air matanya terus melaju tak terlampau batas, hatinya sangat kalut, kalut bagaimana jika orang tuanya nanti mengetahui dirinya hamil?
Secara insting manusia kalut menggigit' jari jarinya. “ Apa aku gugurin saja?”Gumamnya dengan lirih, satu tangan lain mengusap perut rata miliknya. Ada jabang bayi dirinya dan Gio disana, . Ia mengusap air matanya dan menatap perutnya lirih. Viona bukan jahat, yang bisa membunuh bayinya sendiri, tapi saat ini situasi menekan dirinya menjadi jahat, menjadi ibu tak beradab. Ia adalah manusia ditekan alur dunia.
Alih alih bahagia mendapatkan kabar indah dan bahagia Viona malah merasa ini musibah. Masalahnya ia belum menikah dan belum bersuami..! apa kata dunia nanti
Mendongak sejenak.” Gip dimana kamu.” Lirihnya. Jika ada lelaki itu di sisinya, sepertinya hidupnya tidak akan seberat sekarang, masih ada jalan untuk ia datang kerumah orang tuanya dan mereka akan menikah meksipun tampa restu. Atau bahkan ia bisa kabur dari si mengandalkan uang tabungan miliknya.
Tapi jika begini bagaimana? Jika sudah begini hatinya hancur, kepalanya melebur menjadi bercak ruam yang tak berjama dengan ketenangan. Rasa hancur dalam raut naungan ibunya menghantui diri. Bukan hanya nama baiknya tapi nama kedua oranmg yuanya juga harus dipertahankan. Bukan soal pribadi dirinya, bisa saja ia kabur tapi orang tuanya masih akan mudah menemukan dirinya.
Apa kata berita tentang dirinya. Anak perempuan Hotman tersandung kasus hamil diluar nikah tampa tau siapa ayahnya, hahaha Viona ingin menangis rasanya, ia bisa mati dibunuh ayahnya jika berita itu sampai ditelinga mereka. Menghancurkan usaha keluarga. Sial Viona buntu.
Srek.. argh. VIona kaget menatap siapa pelaku yang menarik kleras yang dipegang dirinya. Matanya melebar melihat siapa pelakunya.
Disana ada Bora, kakak tingkatkampus yang terus membully dirinya bersama teman teman komplotan nya.
Terlihat wajah Bora yang menatap Viona kaget dibuat buat.” Kuman, loe ngapain di sini? Hamil loe?”Tanya Bora menelisik penampilan Viona yang benar benar kacau, apalagi matanya yang bengkak dan merah kentara dnegan kulit putihnya.
__ADS_1
Viona dengan reflek berdiri dari posisinya, menatap Bora nanar dan takut. tubuh Viona semamkin bergetar hebat. Menggapai kertas yang ada ditangan Bora. Gawat. Bora tidak boleh mengetahui dirinya hamil. “Kak.. kak kembalikan kertasnya..!!!”
Bora semakin mengelak dan menjauhkan kertas itu darii Viona. Bora tertawa mengejek.” Ngapain si Kumuh. Iww loe jauh jauh sana.. ketimbang kertas doang, ini isinya warisan emang saking takutnya gue ambil.” Tegas Bora menjulat Viona keras sampai Viona terhempas.
Viona yang ditulak oleh Bora menatap Bora nanar.” Kak berhenti ganggu gue. BALIKIN KERTAS ITU NGGAK?!!!” Tegas Viona, tidak tau dapat dari mana keberaniannya untuk membentak kakak tingkat ini. kakak tingkat yang bahkan pernah menjambak rambutnya, menyuruh viona meminum air comberan. Dan Viona hanya bisa menangis dan ditertawakan orang lain.
Bora menatap Viona menganga tidak percaya.” Loe bentak gue? berani loe yah sama gue..!!” Bora menatap Viona melotot.
Viona seakan baru sadar dari teriakannya, Viona tidak tau tapi ia melanjutkan apa yang ada di dirinya.,” Baliki kertas punya gue itu..!”
“Klao gue nggak mau gimana?” Bora bersedekap dada menatap Viona menantang.
Viona mengepalkan tangan, air mata yang entah sejak kapan hampir jatuh itu menumpuk di kelopak mata.” Gue nggak pernah apa salah gue sampai gue diperlakuin kayak binatang sama kalian. Gue manusia kak gue manusia yang punya hati. Kalian sama sekali nggak punya hati memperlakuin gue separah ini..!” Tegas Viona. Air matanya meluncur bebas tamnpa bisa ia cegah. Tubuh yang tadi bergetar karena masalah sekarang terguncang Karena kesedihan tanbah menumpuk.
Bora tambah menatap Viona mengejek, ia malah terkekeh sinis memutar bola mata malas melihat Viona.,”Loe pikir dengan loe nangis gini gue kasihan? nggak.. loe emang kuman yang harus dibasmi, di depak dan diperlakukan kayak binatang. “ Regas Bora mengejek.
Viona mengepalkan tangan, tangannya melaju hendak menampar Bora. Bora sangat keterlaluan., tapi tangan Viona belum sampai tangan Bora sudah menahan tangannya. Bora semakin menatap Viona mengejek.”tangan letoy gini berani nyentuh gue? loe pikir loe siapa sampek berani nampar gue ha?”
Tangan Viona Bora sentak. Vona mengepalkan tangan, kenapa dirinya sangat lemah si. Padahal saat di SMA dulu diruinya suka membully orang lain, dirinya yang menjadi pemeran utama yang menindas orang lain. Tpi sekarang ia hanya bak anak itik kehilangan induknya.
__ADS_1
Bora maju menatap Viona tajam. “Loe lupa siapa gue?”Tanya nya sinis. Viona diam menatap Bora bergetar. Bora menarik rambut Viona keras sampai Viona terkaget meringis memegang tangan Bora memberontak.
Bora mendekatkan bibirnya ditelinga Viona.” Gue Bora anak kecil yang loe tuduh pas SMP Dulu, loe narok majalah dewasa ditas gue sampai gue diDO dari skeolah. Dan loe tau akibat dari yang loe lakuin bapak gue meninggal Viona. Bapak gue hilang dari muka bumi padahal gue Cuma punya bapak gue. mak gue udah meninggal, dan gara gara loe gue kehilangan orang tua dan orang satu-satunya yang gue punya. Loe sampah yang nggak guna. Anjing loe. Gue mau loe mati tapi bukan karena dibunuh. Tapi mati karena mental loe rusak..!!!” Bora tidak tahan sampai berteriak ditelinga Viona.
Viona merasa telinganya berdengung. Merasa sakit dikepalanya tambah sakit lagi saat dimana ungkapan Bora. Ia tidak tau hal itu, ia hanya tau jika Bora dikeluarkan padahal niatnya saat itu hanya main main saja tapi tidak tau jika itu kelewatan. “Bora lep lepas hiks hiks..”
Bora tertawa keras.”Iya bakal gue lepas tenang aja.” Bora melepaskan jambakanya., menatap mata Viona dnegan datar dan juga dingin.” Bay bay Viona.. gue pastiin loe hancur. bahkan lebih hancur dari gue. loe harus tau gimana rasanya ngeliat dunia ini hancur tapi Cuma di sekeliling loe. Loe bakal ngerasain apa yang gue rasain berkali kali lipat.” Bisiknya terkekeh. Viona mendengar ucapan Bora menatap sang empu nanar. Tidak ia tidak ingin lagi berurusan dengan mereka.
“ sayang??” Viona menoleh merasa suara itu taka sing, Viona melebarkan mata saat tau itu Gio.
“ Gio... kamu kmana aja? Aku nyariin kamu..” Viona berlari hendak memeluk Gio, seperti ada harapan hidup melihat Gio ada di sini memanggil dirinya sayang.
Tapi sebelum dirinya sampai memeluk Gio, matanya membulat tidak percaya saat Gio malah memnghindar dan melewatinya.
Tangan Viona yang terbentang sekarang menciut menatap apa yang mereka lakukan. Gio maju dan memeluk Bora. Bora tersenyum menyambut pelukan Gio.,”Yaampun sayang. Kok lama banget sih ke sini, kan dedek bayinnya udah mau di periksa loh.” Ujar Bora dengan mengerucutkan bibirnya gemas.
.
.
__ADS_1
. Halooo