
Rumah besar nan mega yang dihalap berkobaran api dihadapannya ini adalah rumah yang sudah ia perjuangkan sedari kecil, hidup bersama adik tidka memiliki apapun, dan mendambakan rumah mewah nan besar, tak lagi kedinginan dan tak lagi hidup susah. Samuel masih diam memandnag nanar rumah miliknya. Air matanya luruh tak henti henti. Kedua tangan memukul dada sesak.”Purnama. maafkan saya.” Lirihnya.
Hantaman talak menghimpit hati Samuel, dunia berputar lamban di kepalanya, runtuh dan menimpa denyut jantung seakan berhenti berdetak. Samuel tidak bisa mengekpresikan apapun lagi diwajahnya selain kekosangan, pikirannya berkecamuk nanar. Bayang bayang istrinya mati di depan mata berputar tak berhenti bak kaset rusak. Tangisan Samuel kembali terisak sadis, siapapun akan ikut menangis melihatnya saat ini. benar benar menyedihkan.
Semua benar benar hancur di depan matanya sendiri, semua benar benar hilang dan mati. Ini mimpi buruk yang paling buruk.
Tubuhnya mulai bisa digerakkan meskipun lemas tak biasa, efek obat sudah mulai memutar dan Samuel semakin membiakkan diri dengan luka paling dalam dan kelam. Kehilangan wanitanya, wanita paling di cintai di tubuh di depan mata. Samuel tak sanggup lagi. benar benar tubuh Samuel diliputi batu bertonton menghantam talak. Samuel tidak sanggup lagi hidup, rumahnya habis lenyap bersamaan istri tercinta.
Kerumunan mendekati Samuel, beberapa damkar membantu Samuel untuk di evaluasi, tubuhnya sangat menyeramkan dan tak berselang lama dia pingsan dengan beberapa orang histeris karena menemukan dirinya disini salam keadaan buruk.
" Pak ada yang selamat... sini sini......" Teriakan beberapa bapak bapak mendekati Samuel panik. Samuel sudah terkapar tak berdaya.
Samuel sudah tidak lagi sanggup membopong tubuhnya sendiri lagi., Akibat fatal membentang diri menyeletuk hingga batas mental kehidupan.
...----------------...
Carmon mendapatkan kabar jkika rumah miliknya sudah lenyap tak tersisa, rumah mereka memiliki banyak hordeng dan aliran liusrik, mempermudah arus listri bergerak bebas melahap semuanya. Carmon luruh dilantai mendengarnya kabar. Tapi dengan tak bertenaga dia berjalan lunglai menuju ruang IGD dimana ayahnya dievaluasi. Terlihat ayahnya tertidur lemas. Carmon terdiam nanar melihat keadaan ayahnya. Semua bagian wajah penuh kain kasa, kakinya juga patah, Carmon tidka kuat. dimana ibunya? Dimana meteka akan tinggal kelak?? Dan dimana mereka mencari biaya berikutnya jika semua lenyap begini?
Di depan ruangan ayahnya ada seorang pak RT di kompleknya. Carmon yang kenal mendekat si bapak yang rambutnya Sudah berwarna putih dan berpecih putih tersebut.” Pak.. apa yang terjadi? Dimana ibu saya pak? Dimana pak?” Carmon mendapatkan kabar pagi ini oleh petugas polisi. Dan dikabarkan jika keadaan ayahnya sudah tak baik baik saja dan di bawa ke rumah sakit.
Pak RT menatap Carmon kasihan.” Kami nggak tau gimana tragedy pastinya nak, kami kebagun di jam 2 dini hari karena mendengar suara keras yang meledak dari rumah kalian, tapi saat kami kesana rumah anda sudah hangus terbakar dan kami pun memanggil Damkar. Untung mereka cepat datang dan menangani rumah anda. Saat ingin mengevaluasi korban yang ada di dalam, mereka tidak cukup berani mengambil tindakan. Rumah anda terlalu besar dan kobaran api sangat besar. Berbekal dengan keberanian tidak cukup jadi merekapun mundur. Tapi kami menemukan pak Samuel yang sudah berkeadaan menyedihkan diluar diduga menyelamatkan diri, Kami pun membantunya dan membawanya kemari, kami sudah menghubungi nak Carmon tapi nak Carmon nggak angkat angkat.” Jelas pak RT dengan panjang lebar,. Raut wajah pak RT tidak bisa ditutupi jika dirinya prihatin dengan apa yang terjadi oleh keluarga Samuel Hotman, konglomerat yang di pandang bijaksana dan baik hati.
Keluarga Samuel di pandang sangat harmonis dan manis, tapi kabar buruk beberapa bulan ini terus berdatangan dari keluarga Samuel. Dosa apa yang mereka lakukan hingga mendapatkan ujian sebesar ini? Batin pak RT
Carmon mencengkram tangan pak RT, pak RT kaget menatap mata Carmon yang sudah berair,.” Ibu saya dimana pak? Bagaimana keadaan ibu saya?” Lagi lagi pertanyaan yang sama yang Carmon lontarkan, seakan penjelasan pak RT tidak ada artinya sama sekali.
Ibunya mengalami struk berat, sudah tak bisa bicara, begerak dan juga makan. Bahkan hanya untuk bab saja dia harus menggunakan alat dan untuk kencing harus menggunakan selang. Bagaimana dia bisa menyelamatkan diri dalam keadaan rumah yang kebakaran.
Carmon tidak peduli bagaimana trumahnya hangus. Yang dirinya pedulikan kali ini adalah ibu dan ayahnya. Tapi sang pak RT diam tak menjawab. Menatap mata Carmon yang hancur saja dirinya tak sanggup untuk menjelaskan kebenaran kepada Carmon. Carmon patsi akan sangat shock mendengar apa yang sebenarnya terjadi jika sebenarnya ibunya tidak bisa di eksekusi tepat waktu pada kejadian itu.
Tak sanggup. Carmon melihat pak RT yang tak menjawab mengguncang tubuh pak RT,” jawab pak. Gimana keadaan ibu saya?”Tanya Carmon lirih lagi. dada Carmon bergemuru kalut. Sesak dan dihimpit.
Pak RT menggeleng nanar.” Maaf nak, tapi infonya untuk saat ini tidak ada korban yang selamat selain pak Samuel, dan untuk istri pak Samuel sendiri kami belum mendapatkan kabar sebab evaluasi belum selesai.” Jawabnya.
__ADS_1
Carmon linglung, memegang kepalanya sakit. Mendadak dirinya tak mampu menopang diri lagi. pak RT menatap Carmon khawatir.” Nak.. nak kamu nggak apa apa nak? Sini duduk.” Ia menggiring Carmon duduk.
Tapi Carmon mengeleng. Berusaha berdiri menatap kosong kedepan.” Mama pasti masih hidup kan?? yah papa pasti bisa nyelamatin mama.” Bnisiknya lagi. Pak RT menahan tangisan melihat wajah hancur Carmon. Wajah Carmon tak bisa dibohongi jika saat ini dirinya depresi.
" Aku harus cari mama, aku akan cari mama. Yah pasti kalian nggak nemuin mama setelah nemuin papa. yang nyemangatin mama. Iya..'?' Bisiknya linglung. melangkah menjauh dari sana dalam keadaan kaki seperti tak menatap pada bumi. benar benar ringan dan melayang
“Mau kemana nak? Disini saja kita tunggu evaluasi selesai dan nunggu pak sam sadar.” Pak RT menahan Carmon yang menjauh dnegan langkah linglung. Tapi Carmon enggan mendengar. Masih tetap berjalan meninggalkan pak RT yang menatap dirinya khawatir,. Dirinya tak bisa jauh dari Samuel, ia harus menjaga Samuel sesuai arahan dokter
Langkah Carmon membawahnya keluar dari rumah sakit, menghentikan ojol yang entah milik siapa dan muka yang sembab dan kosong. Sembab menangis dan kosong tak bisa berfikir apapun lagi. sampai di rumah ia diberi pemandangan rumah yang hangus, terisa beberapa bagian dinding yang hitam terkena asap mengepul hitam. Carmon terduduk namnar di jalanan. Hati Carmon lemas.
” Pak.. Pak.. sduh jangan pingsan dulu., ongkosnya belum di bayar.” Ujar panik ojol kepada Carmon.
" Pak!!!??"
Tapi Carmon tak menghiraukanya. Carmon memasuki arena yang dibatasi, dirinya ditahan oleh bebrapa polisi yang menjaga disana. sudah sangat ramai dengan masyarakat. Wartawan. Polisi dan tim penyelidik.
Carmon menangis tanpa suara, menghela nafas menggilangkan sesak didada,
” Pak jangan masuk pak.. dilarang masuk. “ Teriak polisi melihat Carmon yang mendekati rumah yang masih berasap. Rumah Carmon sudah bisa di matikan apinya di jam 8 pagi, dan sekarang baru jam 10, rumah masih menguarkan asap dan hawa panas.
Smeua orang menatap iba Carmon. Carmon menangis tersedu-sedu dengan dua polisi yang menepuk bahu sang Carmon. Dunia Carmon sudah pasti berhenti di sekitarnya.
Ibu adalah sosok paling di cintai dalam keluarga. Kehilangan sang ibu sudah pasti bedampak buruk pada hati dan pikiran. Ibu adalah inti dalam rumah. Kehilanganya sama saja kehilangan pondasi rumah. Semua orang akan mati dalam perasaan seusia kehilangan ibu. Sebagian hidup Carmon seperti hilang. Mengambang.
Tatapan Carmon tertuju pada beberapa orang yang membawa bungkusan mayat. Carmon berusaha memberontak dan berdiri menatap tubuh yang terbungkus. Siapa itu?? “ Dia. Dia siapa?” Tanya Samuel nanar. Itu jika bukan ibunya pasti Maya kan? iya kan Carmon harap itu benar benar Maya.
Polisi menahan tubuh Carmon yang kuat. Carmon memberontak sangat kuat.” maaf tuan mohon untuk tidak mendekat sebab tubuh klorban sudah sangat hancur dan sangat mengenaskan. Tuan bisa melihat seusai di lakukan autopsy.” Ujar polis kepada Carmon.
Carmon menggeleng nanar. Sangat nanar melihat kaki yang keluar dari bunkusna itu. sudha hitam penuh luka mengerihkan.” Enggak, dia bukan mama kan. mama dimana kau. Kau pasti selamatkan. Mama..!” Pekik Carmon menggila. Menerjamng polisi yang menahannya. Carmon ingin masuk,memastikan jika itu bukan ibunya. Tapi tidak bisa polisi menahannya dan membawa Carmon menuju ruang lain.
Huu... suara nafas Letta sangat pelan keluar menatap kedepan, dia berdiri di balkon rumah, menyaksikan semua drama yang menikam Carmon dan keluarga, di sampingnya ada Zaxi yang diam diam tersenyum melihat tragedi itu. Akh asiknya melihat reka ulang menimpa keluarganya kepada keluarga yang menghancurkan keluarganya. Zaxi rasa ini adalah hal paling berharga yang dia rasakan selama ini.
zaxi menatap letta yang menguap.” Apakah itu terlihat membosankan?”Tanya Zaxi pelan.
__ADS_1
Letta berdehem.” Cukup. sebenarnya aku ingin mereka langsung mati saja.” Jawab Letta tegas. Zaxi terdiam menatap manik mata Letta yang begerak tajam menatap dimana Carmon menangis histeris memukul polisi karena hendak masuk.” Melihat mereka masih bernafas di dunia ini membuatku sangat sesak dan tidak bisa tidur nyenyak. Mangkanya kekurangan satu nafas sampah membuatku mengantuk. Mungkin aku akan mimpi indah malam ini.” Lanjut letta tersenyum tipis.
Zaxi mengangguk setuju.” Aku bahkan sangat ingin membunuh mereka, bernafas di bumi yang sama membuatku muak. “ jawabnya kepada Letta.
Letta berdehem.”Tapi ini lebih memuaskan disbanding mereka mati. Sekarang tinggal tugasmu Zaxi, sebar kepada semua perusahaan agar tidak menerima keluarganya dan buat mereka tak bisa hidup kecukupan seperti kita dulu,.” Nisik letta.
Zaxi terdiam mengangguk. Letta menjauh dari pandangan. Zaxi menatap nanar punggung sang adik yang menjuah. Kembali menatap kedepan. Ini rumah milik Bovi. Dan mereka menginap di sini semalaman dan menyaksikan bagaimana kobaran api di rumah Carmon di hentikan oleh petugas damkar. Sama sekali tidak tidur karena merasa jika mereka sedang menonton sereal drama.
Tapi ngomong ngomong dimana areta? Areta dibawa oleh Rizal kerumah mereka tadi malam. Zaxi cukup kaget saat mengetahui sang adik celaka tapi tidak jadi membahas sebab adiknya sudah tertidur., jadilah ia meninggalkan Areta dengan sosok asing itu. Awalnya Zaxi hendak menolak tapi melihat Rizal yang tak mengatakan apapun dan dirinya meninggalkan Bovi jadilahh dia disini.
...----------------...
Areta meringis pelan saat memakan bubur. Bibirnya pecah dan sariawan timbul akibat cengkraman jastin sangat kuat di wajahnya kemarin. Dirinya sudah tak bisa mengunya dibuatnya. Jangankan mengunyah makan bubur saja dirinya tak bisa. Areta menatap riizal yang diam menatapnya kesakitan. “ kau ambilkan aku minum.”Suruh Areta agak keras kepada Rizal yang tak memberikan dirinya minum.
Rizal menggeleng.,” itu agar sariawanmu cepat sehat Are. Jika makan dan merasakan salit lebih panjang maka sariawan akan cepat sehat. Harusnya kau makan pedas biar cpat kering.” Jawab Rizal santai.
Areta mendesis menatap Rizal malas. Merebut minuman ditangan lelaki itu.” Gilak. Jangan ngajak ngajak jika gila. Mana ada sembuh. Yang ada gue yang sengsarah.” Ujar areta gemas meminum minumnya dengan pelan dan meringis lagi sebab perih.
Rizal menggeleng pelan, masih menyuapi Areta, Areta menerima lagi., kali ini tidak sesakit tadi bibir dan mulutnya. Ia masih bisa mengunyah dan menelan?. Rizal masih menyuapinya, Areta diam iam menatap wajah Rizal.” Oh iya kamu sudah menikah Apakah istrimu tidak cemburu kelak?”Tanya Areta iseng, sebab setahunya sedari kcil Rizal menjaganya dan tidak dibayar oleh siapa siapa, setahunya yah. jika benar Rizal sudah menikah apa tak cemburu istrinya.
Rizal tak menjawab. Focus dengan menyuapi Areta. Areta yang menanti jawaban tapi tak di jawab mendengus. Menerima suapan berikutnya.” Sombong banget. Di ajak bicara nggak jawab jawab. “ ketus areta malas. Areta itu primadona sekolah. Baik SD, SMP. SMA Dan kuliah. Tak ada yang berani mengabaikanya. Dirinya terkenal sangat cantik dan ideal sebagai perempuan, tak ayal dirinya ditawarkan menjadi atris atau idol tapi dirinya tolak. Alasanya dirinya tidak mau menjadi pusat berita. Areta ingin hidup nyaman, aman dan biasa saja. Tak mau dikejar fens atau kerja. Toh dengan kekuranganya ini dirinya bisa apa jika kumat kan?
Rizal tetap tidak menjawab tapi masih menyuapi areta hingga bubur tandas., Areta tak lagi mengajak Rizal bicara. Sangat kesal diabaikan. Arreta memilih langsung tidur. Tapi Rizal malah menaruh bantal tinggi dibagian punggungnya,.” Hey aku mau tidur. Jangan taruh banyak di sini.” Teriak Areta hendak melempar bantal ke sembarang arah,
Tapi rizak menahan tangan Areta. Tatapanya sangat dingin mengintimidasi Areta. Areta bahkan sadar tak sadar menciut.
“ tunggu 10menit.” Bisik Rizal. Areta terdiam hendak menangis melihat Rizal yang mengerihkan.
.
.
.
__ADS_1
Hallo semua... terimakasih karena sudah sejauh ini dukung. Salam yah buat kalian semua.