Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Keadaan


__ADS_3

Putra agak kaget, menerima gugup dan gelagapan. Menatap Letta dalam sebab baru kali ini melihat wajah berbinar letta. “manis banget kn?”Tanya Letta Lagi pada Putra yang sedikit melamun.


utra mengangguk cepat.” Iya manis. “ jawab Putra tanpa mengalihkan tatapanya.


Letta mengangguk yakin. “ Gue mau lagi dong, tapi yang agak asam juga tidak apa apa. Saya suka.” ujarnya. Putra mengangguk mulai memetik buah., letta ikut memetiknya.


Seharian letta disana memetik buah, mulai dari buah jeruk tadi, buah kelengkeng. Buah apel, buah Pir, ada juga buah mangga tapi tidak berbuah. Ada jambu jamaika juga. Letta cukup bahagia hari ini bisa merasakan memetik buah secara langsung. Rasanya letta terlepas dari tekanan hidup. Akh letta sperti memiliki arah hidup lain.


“ seneng banget kayaknya.” Ujar Putra menurunkan buah yang sudah dipetik diatas meja,. Letta menghela nafas mengambil minum miliknya diatas meja, capekk banget. Minum sudah tidak dingin banget tapi masih enak. Letta mengangguk pelan saja. Putra mendengus. Dirinya pikir letta akan sedikit lunak dan tidak dingin lagi., rupa rupanya. Sama saja.


“Kalian udah selesai. Mari masuk Letta bershkan badan dulu. Istirahat dan kita makan malam bareng. Udah mau malem ini.” Ujarn Bulan mendekati Letta dan Putra. .


Letta mengangguk pelan dan Putra juga mengangguk.” Buna duduk aja biar Putra yang masak. Serahin sama Putra.” Ujar putra kepada ibunya.


Bulan mengangguik.”siap deh koki buna.. makanan Putra paling enak sedunia.” Ujar Bulan terkekeh. Putra mengangguk menyetujui. Letta tersenyum tipis. Bahkan Putra bisa masak. Kalian lihat betapa bersinar dirinya? Jika letta tidak menjauh membuat putra terlibat maka apa yang akan dirasakan oleh orang sekitarnya kelak?


----------------


Letta menghempaskan tubuhnya diatas kasur, menatap langit langit kamarnya, tersenyum tipis, hari ini adalah hari paling menyerangkan. Letta lupa kapan ia bisa tertawa dan bahagia sebebas ini, tanpa ada dendam, tanpa ada rasa takut dan tanpa memikirkan hal lain. Letta memiringkan wajahnya tersenyum miris. Ingat bagaimana wajah shok ibu dan ayah putra saat nelihat dirinya sebagai pacar putra. Ayah Putra bahkan sangat kaget dan agak takut dengannya. Tidak isa di elak sebab memang aura Letta itu setan. Sangat tidak pantas ditengah tengah keluarga hangat, baik dan nyaman seperti Putra....


Memang seusai memetik buah Letta bersih bersih di kamar tamu dan diberi pakaian milik Bulan tapi tak pas jadilah Letta menggunakan baju milik Putra.


Seusai makan Letta dibawa Putra pulang dengan buah yang ditangannya.


----------------

__ADS_1


Di lain waktu ada sosk areta yang terbaring dioatas kasur, sudah dari pagi hingga malam dirinya tidak juga sadar, disana ada rizal yang menjaganya sedari tadi, absen saat jika ada panggilan alam atau ke kantin untuk memesan makanan. Tapi samar samar tangan Areta bergerak. Rizal yang di sampingnya mengerjab menatap letta kaget.


Letta merrasa pening kepalanya, mengerjab menatap sekeliling. Pudar dan berbayang. Semua terasa sangat menyakitkan. “ air..” rizal segera mengambil Areta minum, Rizal membantu Areta untuk minum,. Areta diam menatap rizal takut. segelas air habis dan areta terdiam mnatap rizal penuh tanda Tanya. Tapi ada hal yang lebih penting.” Terimakasih karena sudah menolongku berkali kali.” Ujarnya pelan. sangat pelan dan sayu. Efek dari dirinya sakit ditambah memang suaranya yang lemah.


Rizal mengangguk pelan. Areta mengerjab pelan menatap Rizal yang sangat dingin menatapnya tajam.” Tolong jangan tatap aku begitu. Aku agak takut.” bisiknya pelan. benar yang dikatakanya benar tidak ada kebohongan. Apalagi wajah rizal yang seram seram tampan. Eh tampan?


Rizal yang melihat wajah takut areta melunakkan Wajahnya. “ istirahatlah dulu, aku akan menjamau disini.” Ujar rizal.


Areta menatap rizal lemah karena memang tubuhnya mati rasa. “kenapa?”


Rizal menaiukan satu alisnya bertanya.”Mengapa apanya?”


“ Mengapa kau selalu membantuku?” Areta bertanya polos dan penasaran, sudah bertahun tahun areta di selmatkan dan dibantu oleh rizal, selalu diawasi dan di lindungi. Areta tau tapi diirnya tidak pernah tau wajah Rizal seperti apa sebab seusia menolong dan membantunya Rizal akan selalu pergi meninggalkanya. Ini kedua kalinya areta melihat wajah langsung milik Rizal. Ternyata sangat gagah.


Iya.. Mungkin orang lain menganggap jika Rizal menyeramkan tapi Dimata Areta Rizal itu gagah, Rizal itu menawan dan Rizal itu berwibawa.


Sebenarnya Areta juga berfikir jika pasti ada alasan mengapa Rizal selalu membantu nya dan menjaganya. Tapi tak bisa memaksa keadaan. Jika Rizal tak mau bicara.


Rizal tersenyum tipis. Mengusap pipi areta. ” Sudah tugasku.. Tidurlah lagi, kamu pasti masih pusing akibat efek dari obat bius..“


Areta berdehem.” Jika aku tidur lagi apakah kamu akan pergi?” rizal mengernyitkan alisnya menatap Areta linglung.


Areta menatap Rizal sayu.” Aku tidak ingin tidur jika begitu, karena aku tidak ingin kamu jauh dariku. Aku selalu ingin bersama kamu.” Ujar Areta lingling dan menguap.


Rizal terkekeh melihat Areta yang menguap dan berkata manis, setelahnya Areta tertidur dan mendengkur. Rizal tidak bisa menahan diri agar tidak terkekeh pelan. Areta sangat lucu, berjanji agar tidak akan tidur tapi lihat siapa yang tidur?

__ADS_1


Belum satu menit dia sudah ingkar. Rizal menghela nafas.” kamu sangat beruntung memiliki kembaran yang begitu baik Areta.. kamu sangat berharga.,” bisiknya pelan. masih mengusap pipi areta. Berjaga semalam ini disini untuk Areta. Tak apa agar Areta baik baik saja.,


Carmon tergesa-gesa menuju ruang inap milik Viona. Kabar dari areta sangat mengguncang dirinya, disana didekat ruang inap Viona sudah ada ruangan jastin. Carmon menelpon ayahnya menanyai kamar milik Jastin. Diruang mawar lantai dua. Rumah sakit ini mmang hanya dua lantai, tapi sangat luas dan besar, alasanya agar tidak menyusahkan beberapa orang yang bekerja atau bahkan yang sakit disini.


Di depan ruangan yang Carmon yakini milik Jastin atau Viona sudah ada Samuel yang menatap kosong kedepan., keadaanya sangat kunyu dan juga lecek. Tak ada baju jas kebanggaan seperti biasa, tapi sekarang hanya kaos obling berwarna hijau army.


Ayahnya terlihat sangat mengenaskan seperti ini. ‘” Papa..” Carmon memelankan langkah mendekat kearah Samuel yang termenung.


Samuel melirik Carmon nanar, bangkit dan mengerjab Carmon. Carmon terdiam mendengar isak tangis ayahnya,. Selama dua puluh enam tahun dirinya hidup baru kali ini ayahnya menangis terisak isak. Sangat rapuh dan tak berdaya. Carmon menepuk pelan bahu ayahnya kaku.” Carmon hiks hiks. Aku pikir kau kenapa napa..” lirihnya.


Samuel sangat takut dan kalut. Dua hari caron tidak ada kabar. Samuel sangat takut kejadian Jesika terulang lagi dan menimpa Carmon. Samuel sangat takut dan trauma. Itu luka terdalam yang dirinya rasakan. Kehilangan, dirinya tak lagi ingin kehilangan.


Carmon mengusap bahu ayahnya pelan. “ Carmon disini papa.. ,maaf.” Carmon merasa bersalah kepada ayahnya, berniat menenangkan diri sejenak malah menambah masalah ayahnya, andai dirinya tak egois dan pergi dari masalah, pasti ayahnya tidak akan sekacau atau serapuh ini. Carmon ikut merasa sedih dan tertusuk belati diujung hati.


Samuel melepaskan pelukannya, menatap Carmon lirih. Ayahnya berpenampilan sangat buruk. “ jastin kakak dan adik kamu, mereka sangat kacau Jastin. Papa gagal menjadi seorang ayah. Papa gagal.” Lirihnya pelan dan terduduk. Carmon membantu ayahnya duduk di sana, menenangkan ayahnya. Samuel sangat takut terus menangis dihadapan Carmon. Takk ada ego seorang ayah lagi, tak ada gengsi mengeluarkan air mata. Samuel benar benar rapu saat ini.


Carmon menghela nafas.” Papa tenang dulu. Papa jelasin sama Carmon apa yang terjadi sama kakak dan adik?”Tanya Samuel nanar. Keadaan adiknya Viona kemarin sudah sangat buruk, sama dnegan ibunya yang sudah struk total, tak bisa bergerak dan hanya bisa bernafas,. Lalu sekarang apa lagi yang menimpah kedua saudaranya itu. Carmon harap semua pemikiran buruknya tak terjadi.


Samuel menceritakan apa yang menimpa kedua saudara Carmon. Carmon shok mendengar jawaban Samuel tentang saudara saudarinya, bagaimana bisa? Carmon terlemas merasa kakinya lunglai untuk berpijak. Samuel melihat Carmon yang shok pun kembali terisak. Terisak karena dirinya benar benar rapu kali ini. harapanya hanya pada organisasi gelap itu, semoga kabar baik datang.


Keadaan Jastin sangat parah. Tulang pipinya patah dan harus di oprasi, lalu tukang kering kakinya juga patah, rahang bawahnya bengkok, hidung juga patah. Serbah patah semua. Dan itu harus dioprasi besar besaran.


Dan semua itu butuh biaya besar,


Dan lagi mereka sudah tak punya apa apa.

__ADS_1


Bukankah keadaan sudah berbalik menghajar Samuel?


__ADS_2