Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
25


__ADS_3

“Mama..!!!”Pekiknya Bara dikalah Letta turun dari mobil, ia segera berlari mendekati Letta yang baru saja turun itu. Yah, ia duduk didepan rumah dihari yang sudah gelap menunggu Letta. Ia segera menubruk tubuh Letta membuat Letta terkejut dan segera menerimanya. Ia mengangkat tubuh Bara dan mencium pipinya.


“Hallo Boy.. how are you to day?”Tanya Letta disana dengan datar namun terdengar lebih lembut dari biasanya. Caron diam menatap Letta dengan lirikan lalu menatap perut Letta.


Apa benar Letta hamil anaknya? Haiss.. kenapa ia membenci Bara yang digendong,. Ia tacut perut Letta tertindi dan menyakiti anaknya.


Bara menatap Letta nanar. “Im Fine moms.”Ujarnya. ia memang sedang kursus bahasa inggris sekarang, dan karena Bara itu pintar yah dia mudah memahaminya. “ What hoppen With you face moms? You Hurt.”Ujarnya lirik mengusap pipi Letta yang biru dan hidung Letta yang terluka disana. Ia meringis. “ This is So Sick..”Ujarnya hampir menangis.


“No.. this no Sick or Hurt.. Ini obat buat moms supaya bisa jadi lebih kuat buat jagain Bara. Jangan menangis.”Ujarnya membuat bibir Bara bergetar mendengarnya...


Letta mengusap kepala Bara santai dan berkata.” Ayo obati luka moms.. “Ujarnya.


Bara mengangguk semangat dan meminta turun.”Moms turun.”Ujarnya lirih disana dikalah Letta mengeratkan pelukan dan juga digendong olehnya. ia tak mau membebankan Letta yang sedang terluka.


Letta disana menggeleng dan berkata.”No Litle Boy. Biar moms gendong. Moms Rindu olahraga menggendongku. Sudah satu minggu kita tidak berjumpa.”Ujar Letta membuat Bara menggigit bibir bawahnya. Ia memeluk Letta dengan nanar dan juga bahagia.


“Biarkan saja dia turun. Dia juga sudah besar.”Ujar Carmon kesal. Ia menatap perut Letta dan menatap Bara tajam. Bara disana menatap Carmon balik tajam membuat ia melotot. Siapa yang mengajarnya? Tentu saja Diki.


Letta disana mengangguk.” Dia selalu kecil dimataku. Lagipula ini bukan masalahmu tuan. Mari masuk.”Ujarnya membuat Carmon mendengus ingin melawan tapi terhenti karena Letta meningalkannya.


“Hey tunggu..!” Pekiknya tak terima. Letta hanya mengangkat bahu acuh dan masuk.. dan ternyata disana ada banyak keluarga yang akan makan malam disana mereka berkumpul menunggu Carmon.. Sedangkan Carmon dibelakangnya dengan menatap Bara tajam dan menatap Letta kesal.


“Oh Letta.. Wajahmu kenapa?”Tanyanya Agatha. Yah Agatha sekarang dekat dengan Letta membuat ia mendekati Letta dengan rasa khawatir.. ia sudah jauh lebih bahagia dari sebelumnya. Lebih tepatnya setelah ia berselingkuh dari suaminya Jastin.


Letta disana mengerjab dan menatap Carmon. “Ia tidak apa-apa. Tadi hanya ada tikus kecil yang harus dibasmi, sekarang tidak ada apa-apa.”Ujar Carmon.


Ayahnya sudah tau Apa yang terjadi membuat ia diam menatap Letta dan Carmon. Sam tersenyum mengetahu akan Letta yang menyelamatkan nyawa anaknya ketimbang nyawa dirinya sendiri.


"Syukur lah nak. Tapi kau baik baik saja kan?? " Tanya Purnama, Ibunya Carmon.


"Iya moms... Aku baik baik saja.. " Ujar Carmon Disana lembut kepada ibunya. jelas nafas berat terdengar drai Purnama karena lelah akan anak anak yang harus dikejar maut.


"Terimakasih Letta... " Ujarnya lirih pada Letta.


"Sudah menjadi kewajibanku nyonya. "Ujarnya tersenyum. Sam Disana mengangguk., Letta sudah menjadi kepercayaan nya sekarang.


"Tapi kamu terluka Letta. Mau ku obati?? " Agatha menatap Letta meminta persetujuan namun dipotong oleh Jastin menatap Agatha.


“Sejak kapan kalian dekat?”Tanyanya heran, sebab setahunya mereka tidak dekat. Ia juga merasa jika istrinya sekarang sudah jauh berunbah, tidak lagi menunggunya pulang, tidak lagi merengek, menangis dan mengeluh.


Letta menatapnya dan tersenyum. Namun kembali dipotong. “Memang tidak boleh aku dekat dengan orang lain?”Tanyanya Agatha mendelik disana. “Dibanding kamu, dekat dengan wanita lain sampai 4tahun.. cih.”Ujarnya sinis. Jastin mengerang menatap Agatha membuat Letta tersenyum.

__ADS_1


Ia suka keributan.


“Sudah-sudah. Kalian ini, Carmon baru pulang capek-capek bersama Letta. Kalian ribut.. Nak Letta, Carmon duduk dulu kita makan malam. Kalian pasti belum makan kan? Kita sudah menungu kalian loh.”Ujarnya Purnama disana lembut lepada Letta dan Carmon.


Merekapun mengangguk.”Tapi moms luka. Bara obati dulu yah.”Ujar Bara membuat semua terdiam menatap Bara.


Letta disana mengangguk mengusap kepalanya. “Kalian makan duluan saja, biar lukaku diobati oleh Bara.”Ujarnya. diangguki oleh semua orang.


" Disini saja..! " Ujar Sam. Letta mengangguk saja.


Letta memilih duduk dikursi makan didekat Carmon menunggu Bara meminta obat luka dengan pelayan. Mata Letta menatap Jesika anaknya Jastin yang menatapnya dengan tatapan sendu membuat Letta disana tersenyum.


“Moms. Sini Bara obatin.”Ujarnya Bara datang lalu duduk dipangkuanya Letta. Letta disana mengangguk dan memeluknya.. “Moms lain kali- harus hati-hati mangkanya. Kalo luka ginikan moms engak cantik lagi.”Ujarnya lirih..


“Engak sakitkan moms?”Tanya Bara nanar dikalah Letta hanya menatapnya tanpa meringis dikalah ia mengusap dan mengobatinya.


Letta hanya tersenyum.


“Bara tap—“


“Sut.. “ Letta menghentikan ucapan Carmon. Letta tau jika Bara mengobatinya itu dengan tata cara yang salah, seharusnya dibersihkan dulu lalu diobato. Tapi Bara malah menaruh plaster langsung dipipinya dan menaruh obat luka dibeberapa lebam. padahal seharusnya hanya saleb saja atau batu es. Itu sangat perih dari sebelumnya.


" Udah makan.. Bara pasti belum makan.”Ujarnya.


Semua diam menatap Letta, dibalik sikap dingin dan datar Letta terselip sikap yang tak mampu mereka elak jika ia bisa mendidik anak dengan baik dan benar. Bara bahkan tidak tau jika ia melakukan kesalahan dan merasa bahagia didekat Lettta.


Letta menaruh nasi dipiring Bara.”Makan yang banyak yah.. biar nanti jika moms sakit ada kamu yang obatin.”Ujarnya.


“Ayay captain.”Ujarnya Bara hormat membuat Letta mengusap kepala Bara.


“Moms, Bara tidak suka sayur.”Ujar Bara menghentikan tangan Letta yang menaruh sayur semua diam menatap Bara termasuk Jesika.


Letta mengangguk dan mengambil ayam goreng dan lauk lain milik Bara yang sudah ia tuang tadi. “Loh kok diambil si Moms. Nanti Bara makan apa kalo diambil semua?”Tanya Bara nanar.


“Kalo tidak makan sayur maka tidak makan apapun.”Ujar Letta membuat Bara diam menatap Letta. “ Mau makan sayur atau tidak sama sekali?”Tanya Letta membuat Bara tak punya pilihan selain mengangguk.


“Good boy.”Ujarnya terkekeh.. lalu menaruh lagi brokoli dan buncis, wortel yang direbus saja itu.. Bara hanya mengangguk dan mulai memakannya, meski harus menyisihkan sayur dan memakanya sedikit demki sedikit.


Tangan Jesika bergetar melihat itu. Matanya sudah berkaca kaca hampir menangis karena iri. Matanya menatap Agatha yang makan meminta juga dimanja namun ibunya tak peduli, lalu menatap ayahnya yang menatap letta tajam sembari mengaduk makananya.. menatap Sam dan lainya yang tak peduli dengannya.. isa menahan hati untuk tidak menangis.


“Momy.. Dady. Tadi Jes dapat nilai seratus dibagian mengambar..”Ujar Jesika mau menarik pehatian ibu dan ayahnya disana. Semua menatap Jesika dan Bara yang menunduk karena takut ditatap oleh semua orang.

__ADS_1


“Oh yah?”Tanya Jastin kepada anaknya.. lalu menatap Bara dengan remeh. “Jika anak kamu dapat berapa? Lihat anakku bisa dapat 100.”Ujarnya disana mengejek dan memancing amarahnya Letta.


Letta menatap Bara dan menatap Jesika yang menunduk karena merasa bersalah. Bara menatap Letta dna berkata. “Maaf moms.. kemarin Bara hanya mendapatkan nilai 80 saja karena Bara lupa bawa cat untuk memberi warna digambarnya.”Ujarnya lirih.


"Kenapa Bara tidak pinjam catnya Jes saja? Jes punya banyak warna.”Ujar Jesika disana polos kepada Bara. Sebab selama Bara satu sekolah dengannya Bara tidak pernah mau didekatnya. Bahkan terkesan dingin dan cuek seakan tidak kenal. Padahal ia mau dekat dnegan Bara.


Bara menggeleng menatap Letta. Letta diam menatapnya disana. “ Kata moms tidak boleh meminjam barang orang lain, belum tentu orang lain rela dan takutnya nanti akan dijadikan suatu hal yang diungkit. Jadi aku hanya mau melakukan sesuai kemampuanku tanpa bergantung pada orang lain.”Ujar Bara membuat semua orang terdiam menatap Letta.


Letta disana mengusap kepala Bara.”Good Boy. Tak apa hanya 80 yang terpenting kau sudah berusa dan hasil dari tanganmu sendiri. Moms bangga sama kamu.’ Kamu hebat. "Ujarnya membuat Bara disana tersenyum..


“Thanks moms.”Ujarnya lirih dan diangguki oleh Letta.


“Hasil ujian bulanan kamu berapa Jes? Bukannya kalian sudah ujian yah?”Tanya Purnama pada cucunya itu mengalihkan pandangan orang lain.


Jesika tersenyum dan menjawab. “ Banyak.. ada yang 90 dan ada yang 80. “Ujarnya bangga,, sebab dia salah satu nilai tertinggi.


“Kalo Bara?”Tanya Sam kepada Bara disana yang diam dengan makananya.


Letta memberikan ayamnya pada Bara dan berkata.”Makan yang banyak biar tambah pinter.”Ujarnya. bara diam meliriknya lirih. Inilah yang ia suka dnegan Letta, ia selalu melimpahkan apa yang ia sukai.


Matanya menatap Sam yang bertanya. “ Hmm seratus.. hanya matematika yang 9.8, sebab satu soalnya itu tidak ada jawabban tapi guru berkata itu ada jawabannya.. Tapi kemarin ternyata aku benar jika sebenarnya soal itu tidak ada jawabanya.. tapi tetap saja nilaiku tidak diganti.’Ujarnya lirih dan kesal..


Wahh.. pok prok ..prok pok.. Jesika disana bertepuk tangan bangga dan polos.


” Ajarin aku dong.. aku mau juga kayak kamu.”Ujarnya disana sangat histeris dan juga mau meminta disana. Samuel menatap Bara dengan tatapan tertegun dan juga bangga sedangkan Letta disana tersenyum saja.


“ HHmm boleh “Jawab Bara membuat Jesika bertepuk tangan bahagia. Orang tua merekapun diam menatap Bara yang tampak datar dan juga pintar.


“Kamu pintar banget Bara.. Bara mau hadia?”Tanya Purnama menatap Bara,,


Jesika terdiam disana. “;Loh Omma tidak mau kasih aku hadia? Cuma Bara saja? Oma tidak pernah beri aku hadia dari nilai loh.”Ujarnya polos..


“Kan Bara darat nilai sempurna . Kamu mau hadia apa emang? Bukannya kamu udah punya semua ha?”Tanya nya kepada Jesika, Jesika kecil yang tak tahu apa apa itu menatap neneknya lirih dan juga sendu.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


__ADS_2