
Jesika mendongak menatap Carmon mengerjab, bara disana juga meliriknya sekilas, sedangkan Letta masih setia mengunci kamarnya sejenak.”Kami mau ke taman surya paman, katanya disana baru buka jadi banyak wahana baru.”Mata Jesika berbinar binar mengatakan hal itu,.
Carmon melirik Letta dan Bara. Mereka sama sama menggunakan baju berwarna abu-abu jesika sendiri warna Pink, ini namanya diskriminasi.
Tapi Jesika polos sekali tidak tau.
Tapi ia berdehem.”padahal saya mau ngajak kamu liat gudang di kantor Let. Soalnya katanya ada kecurangan terjadi.”Ujar Carmon bergumam, tidak enak menghancurkan suasana baik dari dua anak ini.
Letta dengar, dia tidak pekak menjawab.” Hari ini para karyawan juga lagi libur tuan, Jadi lebih baik besok saja. Hari ini saya mau mengajak mereka main.” Jawab Letta santai.
Bara dan jesika mengangguk.”Paman aja sendiri jangan ajak ajak moms deh..!” tegas Bara.
Jesika mengangguk.”Bener tu..!” Jesika mendelik tak senang pada Carmon.,
" Dia pengawal saya kalo kalian lupa...!" Tega Carmon tak pandang bulu.
" Tapikan ini libur paman!!!" Tegas Jesika cemberut.
Carmon memutar bola mata malas.”karena saya udah siap, saya ikut kalian aja. Rugi parfum sama baju ini.” Sahur Carmon tak terduga santai.
“Ih mana ada rugi parfum., nggak mau nggak mau..”tegas Bara memeluk Letta.
Carmon menatap Bara dingin.”Kamu nggak tau kalo parfum saya dibeli itu mahal, mana ada jualnya disini. Harganya juga mahal, pasti rugilah. Kalian mana ada yang tau.” Tegasnya tak senang. Melirik letta menekan jika ia harus ikut mau tidak mau. ini perintah.
“ nggak mau. Om ganggu..!” Ketus Bara memutar bola mata malas.
Carmon melotot melirik bara.”Bocil..!! pokoknya saya ikut titik.. no kecot no debat.” Tegas Carmon.
“Tap-”
“Kalian kalo rebut lagi nggak usah pergi kita..!” Tegas Letta. Kedua anak terdiam menatap Carmon dengan tatapan permusuhan, tapi tatapan jesika bercampur kebimbangan, ia senang saja jika Carmomn ikut, tapi melihat Bara memusuhi Carmon yang ingin pergi membuat ia ikut ikut saja,. Letta melihat mereka menggeleng melangkah pergi.
“Jadi saya boleh ikut kan letta?” Tanya Carmon seperti anak kecil kepada Letta.
Letta berrdehem malas, Carmon melirik Bara dengan menjulur lidah mengejek. Bara mengepalkan tangannya mendengus karena kalah, menggenggam tangan letta saja. Carmon terkekeh melirik jesika yang meliriknya polos. Carmon pun menarik tangan Jesika agar mereka bergandnegan keluar rumah.
Perjalanan cukup memakan waktu sekitar satu jam setengah, bara dan jesika bahkan mabuk dijalan, jadi tadi letta sempat membeli cemilan dan minuman dulu dijalan. Letta juga membawa mobil yang ia curi dari anak buah Samuel kemarin,. Yah letta sengaja agar Samuel tidak semaunya melakukan sesuatu padanya. Ini peringatan untuk Samuel..!!!
“Wah... banyak pohon kelapa yah Bar.” Jesika menatap sekelilingnya kagunm. Bara berdehem saja ikut berbinar menatap sekelilingnya, saat masuk Letta harus membayar masuk, lalu saat ingin amsuk lagi ia harus bayar mausk dna parker.
Letta menghela nafas.” Mereka ini kenapa sih? Buang buang waktu banget, sekalo ajalah uang masuk nya.,” Dengusnya kesal. Carmon hanya diam melihat kedepan saja.
Mobil mereka sampai diparkir dibawah pohon kelapa tempat parker yang diarahkan,. Bara dan Jesika keluar dengan buru buru melihat sekeliling.”Wah banyak bunga Bara..!” Jesika menarik lengan baju Bara sampai bahunya tersingkap. Bara melirik jesika kesal menarik bajunya kembali.
__ADS_1
Letta diam mengeluarkan ciki ciki berisikan makanan dan minuman milik mereka, memberikan plastik itu pada Jesika dan Bara, jesika melirik Letta “Ngapain bawa ini ?”Tanyanya.
Letta melirik malas.”Nanti jika kalian mau makan dan minum, ini untuk kalian.”
“Nggak mau lah, nanti beli aja disana.”Ujarnya Jesika pada Letta mencebik.
" Benar. kayak orang susah saja!!!" Tegas Carmon malas.
Bara melihatnya mendenggus menatap letta.” Bara aja yang bawa moms.” Ia mengambil alih bawaan.
Letta menggeleng dari sini saja watak mereka berbeda. Mereka melangkah meninggalkan Carmon yang seperti tidak ditanggap dan membawa satu plastik lagi, tapi Carmon tetap diam melihat dan mengikuti mereka sampai mana, disana mereka cukup kaium akan pemandangan, sangat cantik karena dimana mana ada banyak bunga yang terawat, ada juga patung patung hewan dan sport foto yang tidak alay. Jesika yang keliling terus ajdi haus, ia melirik Carmon bertanya.,” paman capek, mau minum haus.” Ujarnya lirih.
Carmon mendelik melirik letta. Letta menatap lain arah sembari menggandneg tangan bara. Carmon menghela nafas,”Kita cari tempat jualnya dulu yah..!!” mereka mengangguk.
Letta dan Bara berdehem.”Kita tunggu di sini aja, kalian belilah soalnya kita ada minum kok.”Ujar Letta mengajak Bara duduk di tempat duduk yang disediakan seperti tempat piknik, ia melihat ada banyak gazebo juga bebas duduk.
" Pelit.." Gumam Carmon mendengus pelan.
Carmon melotot melirik Letta. Tapi ia tak punya alasan membuat ia mengajak Jesika untuk mencari makanan dan minuman. Letta tersenyum miring melihat keduanya, ia melirik Bara yang terkikik juga.”Kamu minumlah dan makanlah,. Disana masih ada cemilan dan beberapa makanan tadi.”Ujar letta mengusap kepala Bara.
Bara mengangguk semangat, mengambil jus orange, tapi sbelum ia minum Letta lebih dulu menariknya.” Air putih dulu, nanti sakit tenggorokan.” Tegas Letta. Bara berdehem mengambil air putih yang sudah dibukanya tadi, ia meminumnya sejenak bartulah letta memberikan ia jus orange. Mereka diam menatap sekeliling, tidak terlalu ramai, tapi angina di sini enak sekali unyik helling. Bara sampai menidurkan diri dipangkuan Letta.
“Enak banget jadi ngantuk.”Gumam Bara terkekeh.
“Jangan tidurlah. Masa lagi jalan jalan tidur.”Ujar Letta.
”O Iya temen Moms yang tante Kiem itu lucu banget, ngeselin tapi baik loh.” Cerita Bara. Tadi ia menceritakan jika kemarin ia bertemu Kiem di sekolah, menceritakan bagaimana Kiem menganggu kesedihannya menungu Letta.
Letta ikut terkekeh, ingatannya menuju pada wanita yang mengganggunya tempo lalu dengan kecerewetannya. Letta bisa ingat bagaimana cerewet dan lucunya wanita itu. “Iya dia cerewet kayak nenek lampir.”Gumam Letta.
Bara cekikikan menyuapinya makannya menatap kelain arah celingak celinguk.” Dimana yah om Carmon dan Jesi? kok nggak sampek sampek padahal udah hampir sejam loh.”Gumamnya lalu bersendawa karena kekenyangan dengan makanan yang ada, padahal masih ada beberapa makanan lain.
Letta mengangkat bahu acuh, merebahkan diri di dekat pohon kelapa untuk bersandar, “ Biarin aja. Kita duduk disini nunggu mereka.”Ujar Letta pada Bara santai.
Bara mengangguk saja ikut menidurkan diri dipaha Letta. Letta membiarkanya dna menguisap kepala Bara. Berselang beberapa menit Carmon dan Jesika sampai dengan tubuh yang penuh dengan keringat, terlihat mengtaur nafas menatap letta tak senang.
“Kamu kok nggak bilang kalo disini kantinnya Cuma satu? Mana jauh banget lagi.” Ujar Carmon tak senang menatap letta tajam.
Letta menaikan satu alisnya, masih mengusap kepala Bara sayang.” Kapan kalian nanya? "
“ seneggaknya beri taju Letta..!!” Tegas Cramon kesal.
Letta berdehem.”aku juga nggak tau.”
__ADS_1
“Tapi kamu bawa makanan, itu artinya kamu tau, kamu ngerjain kita kan? " dia duduk di sisi letta sembari menaruh satu gelas es yang sudah kosong karena habis dijalan.
Letta menggeleng.” Aku tidak tau, tapi itu plasik berisi perbekalan kalian disini, tapi Jesika atau kamu tidak mau membawa jadi bukan salahku yah.” Ujar letta tenang.,
Jesika yang mendengarnya menatap letta tertegun, jadi tadi itu. jeiska menjadi menatap letta gugup dan merasa bersalah.”Itu itu. Jesika pikir disini banyak makanan dan minuman. kan biasanya banyak yang jual moms.”Gumamnya lirih
Letta mengangguk biasa.” Mulai sekarang belajar untuk bertanya jika tidak tau, jika kamu merasa tau dan pintar terus kamu akan selalu berjalan mundur. “Ujar letta.
Jesika mengangguk kaku menatap letta. Ia tidak paham tapi dilain waktu ia berjanji untuk selalu menerima apa yang Letta suruh.
Bara? Ia hanya tersenyum, bersyukurlah tadi ia membawa bekal yang Letta suruh, memang berat si, tapi dari sini ia belajar untuk berusaha di awal, menerima dengan lapang dada, dan diakhir nanti percayalah jika ada hasil yang akan ia nikmati, ada hasil yang akan menyelamatkannya. Bara tau jika letta akan melakukan sesuatu jika sesuatu itu berguna dimasa depan
Carmon mengipasi wajahnya melirik Letta yang memejamkan mata, tanganya bergerak dengan pelan mengambil minuman milik Letta yang masih berisi setengah, tadi minumnya habis dijalan, ia lupa bawa dompet, ia lupa bawa dompet di sini tepatnya dan untung Jesika membawa uang sisa jajanya kemarin jika tidak sia sialah perjuangan mereka yang berjalan mencari minuman.
Jika tidak. habislah mereka.
“om...om Carmon mal---!” Carmon menyumpal bibir Bara dnegan risol yang ada disana. bara mendelik menatap Carmon., niat hati melaporkan kelakukan tuan ini tapi ia malah disumpal risol. Letta diam tak membuka matanya. Carmon menatap bara benci, keringatnya snagat banyak.
“Letta aku minta minum yah.” Cramon mengambil minum Letta cepat dan meminumnya.
Tapi ditahan oleh Bara. Carmon menatap Bara melotot. Tapi Bara tidak berpengaruh. Letta berdehem berkata.”Kan momsnya Bara belum jawab jadi belum boleh ambil sembarangan, kalo belum di izinin itu tandanya maling..!!”
Bara bangkit dari tidurnya menatap Carmon malas.”Lagian kan punya kalian dimobil ngapain ngambil punya orang, di suruh bawa sendiri nggak mau. Beli aja sana..”
Carmon melotot menepuk tangan Bara yang menahan botol minum.” Bara apa yang ibu kamu punya itu artinya punya saya. Dan lagi kamu harus tau yah jika aku ini bos mama kamu, jadi jangan buat ulah.”Ujar Carmon tegas,
Bara melirik Letta yang tak membukakan mata.”Ih moms. Liat om jelek ambil minum mom, padahalkan dia nggak bawa meminumnya.”rengek Bara,
Carmon menatap bara mengejek meminum minum Letta cepat menghabiskan setengah botol itu dengan rakus, bara melirik Letta yang baru membuka mata melirik Carmon yang meminum minum mineral ia miliknya.”Nggak apa apa Bara. Tadi udah mama ludahin..”
Uhukk Uuklk. Carmon terbatuk-batuk, mual ingin memuntahkan minum yang ia minum.
Bara, Jesika dan Letta melihatnya tertawa, tapi bara lebih ke terbahak bahjak melihat Carmon.
Carmon mendelik tak senang.”Kamu sengaja yah?” letta menaikan satu alisnya
.” Saya ngak ngasih dan nggak izin kamu minum tapi kamu ambil sendiri alias nyolong. Jangan salahkan saya..”Ujar Letta tegas. Carmon meremas bnotol minum itu kesal. Jesika? Ia diam menatap sekeliling senang. Ia bahagia.
“Moms disini ada pantai loh. Kita kesana yiuk..”Tegas Bara dengan imut.
Letta mengangguk.”Oke deh. Kita kesana.., “lets go..1!!!"
Jesika mengangguk semau. ikut pergi ke pantai yang Bara bilang. Carmon? ia menelan lagi minum tadi karena terlalu haus jadi tak tahan menahan lagi.
__ADS_1
.
Haloo... jangan lupa tinggalkan jejak yah...