
Viona terus menangis merundukk mendapatkan tamparan keras dari ayahnya. Tadi saat pulang ia diikagetkan oleh ibunya dan ayahnya yang datang menanyakan soal tespeck. Dimana mereka mendapatkan tspeck itu? ternyata saat ia pergi tadi ibunya memasuki kamarnya dan memeriksa isi didalam sana. Akhirnya tanpa ia beri tau ia sudah ketahuan.
Viona yang tadinya baru saja pulang memilih tidur, kaget karena saat tidur tubuhnya ditarik secara paksa untuk bangun. tubuh Viona limbung merasa tamparan keras dari ayahnya dan ibunya yang diam saja menatap ayahnya memukulnya
Viona yang mengumpulkan nyawanya terkejut bertanya tanya apa yang terjadi. ternyata diluar dari pikirannya, ia ketahuan sebelum bertindak. Ini terlalu cepat untuk ia abaikan.
Ia terlalu ceroboh, tapi seingat nya tadi siang ia kunci kamar miliknya tapi kenapa ibunya bisa masuk yah? apa menggunakan kunci cadangan.
Jatsin menatap Viona yang menangis terus melotot.”Loe hamil anak sapa? Perasaan loe jomblo aja dari dulu.” Tegur Jastin pada adik perempuan satu satu miliknya. Jarak antara dirinya dengan Vio hanya dua meter, ia bahkan meringis melihat darah di sudut bibir sang adik menetes bersamaan dengan air mata.
Carmon hanya diam karena shok mendnegar berita yang ia dapatkan.
“malu mama Vi malu. Apa yang harus mama bilang sama temen sosialita mama ha? Mama terus banggain kamu, anak cantik. Anak baik dan mau kenalin kamu sama mereka, anak mereka yang kaya raya dan hidup mapan supaya nanti hidup kamu enak dan tenang tanpa harus mikir uang. Tapi apa? Kalo kayak gini siapa yang mau sama kamu lagi ha? Hamil nggak tau siapa bapaknya. Berapa banyak orang yang gamah tubuh kamu Vi..!!!” Tanya Purnama menggoyangkan tubuh Viona menuntut jawaban. Air mata ibunya jatuh, sejahat jahatnya Purnama ia sangat menyayangi anak anaknya, menginginkan yang terbaikmu untuk anaknya.
Viona menangis sesegukan, merasakan sakit di sudut bibir menjadi jadi. Menggeleng. Viona memukul lagi kepala anaknya.”kamu buat mama kecewa Vi. Kecewa mama sama kamu.. mama kasih kamu kebebasan tapi apa yang mama dapatkan dari kamu..” tegasnya terduduk.
“ma... tenang ma...!!!” Carmon memeluk ibunya yang hendak memukul Viona lagi. Viona memeluk kepalanya. Takut dilukul lagi." Ingat ma dia lagi hamil. nanti gimana kalo anaknya mati ma. Viona anak mama juga...!"
“Lepas Carmon. Biar anak murahan ini dapat imbalan. Mama kecewa, mama nggak mau punya anak nggak tau di untung kayak gini.. kalo tau kayak gini mama lebih milih nggak lahirin saja. Bikin malu aja..!!!” tegas Purnama memberontak dari pelukan Carmon.," Biarin anaknya mati sekalian. Mama nggak peduli sama anak haram yang bapaknya nggak jelas..."
“Vio. Jelasin sama papa, sama mama kalo itu buikan punya loe. Loe nggak hamil beg0..!!!” Jastin mengguncang tubuh adiknya. Ia tidak percaya adiknya melakukan hal sejauh ini, setahunya Viona sama sekali tidak pernah berhubungan dengan lelaki. Jastin memang sangat cuek tapi sangat menyayangi adiknya. tak mampu ia bendung dirinya jika ia sedang kecewa.
Viona tetap diam menunduk dalam, menangis terisak isak. “ Berhenti Jastin. Dia bener bener hamil, “ Tegas Samuel menatap Viona kecewa.
“Siapa bapaknya Vi? Bilang sama kita siapa bapaknya?” Tanya jastin tegas pada Viona.
__ADS_1
Viona terisak dalam, menggeleng enggan menjawab.” Dia nggak mau tanggung jawab kak. Dia nggak mau tangung jawab soalnya dia juga punya cewek lagi hamiol hiks hiks. Dia udha mau ni,ah.” Tangisan Viona semakin kencang karena menjawab pertanyana yang menyakitkan.
“anjing. Berarti loe di selingkuhan gitu?" Tanya Jastin melotot, tangan Jastin terkepal kuat menatap Vionna.”lelaki br3ngsek gitu. Bilang sama kakak dimana dia tinggal. Biar kakak patahin kepala dia biar mati sekalian..!!” Tegas Jastin pada Viona.
Viona engga menjawab.” Vio bilang sama kita. dimana dia tinggal., lelaki tukang selingkuh gitu memang harus dibunuh..!!” Tekan Jastin mengerang.
Jastin lupa jika dirinya juga lelaki yang berselingkuh, hahaha bahkan ia lupa jika yang ia selingkuhi bukan lagi pacar atau kekasih. Tapi istri yang sudah melahirkan anaknya, darah dagingnya.
Memang sifat manusia yang selalu bisa melihat keburukan orang lain tapi tak bisa melihat keburukan diri sendiri. Baik kesalahan orang lain sangat fatal dan diri yang paling suci.
Viona menggeleng.” Bukan hiks hiks. Vio nggak tau kalo dia udah punya pacar bang hiks hiks. Kita nggak ada hubungan apa apa mangkanya dia nggak mau tanggung jawab.” Jawab Viona jujur kepada keluarganya. Penuhh keraguan tapi ia tak ingin berbohong.
Plak..” kamu yang jadi selingkuhan?” kepala Viona tertoreh metasa perih sudut mata yang ditampar oleh Purnamna.
Purnama menatap anaknya nanar.” Viona kamu..!!” Purnama pingsan dari sana dan tuvbuhnya segra ditangkat oleh Carmon.
“jangan sentuh istri saya dengan tangan kotor mu itu ..!!!” Samuel menatap Viona tajam.
” kita bawa mama kekamarnya boar papa panggil dokter.” Ujar Samuel menatap Viona sejenak.” Dan kamu, jika berita ini sampai terdengar di awak media, mati kau ditangan saya..!!!” tegasnya lalu melangkah pergi diikuti carmon dan Jastin yang mengangkat ibu mereka. Purnama cukup berisii dan berat jadi harus diangkat dua orang biar tak terlalu berat,
Viona dotinggal sendiri, terisak menatap ibunya yang sudah jauh dibawah oleh mereka semua. Ia mengusap wajahnya nanar, keadaan yang sangat memprihatinkan. Viona terlati berdiri menampilkan pipi yang sudah lebam dna bengkak, matanya yang juga sudah biru dan berdarah di sudut nya. Rambut yang acak acakan. Viona memeluk dirinya memasuki kamar.
Letta yang sedari tadi menjaid penikmat drama menyeringai tipis. Ini hanya sedikit, sedikit main main, ia akan berlahan membunuh staraf dan mematikan kehidupan mereka. Letta pastikan mereka akan merasakan penderitaan yang ia rasakan dulu.
Iya... termasuk luka Areta saat kecil dimana ia dilecehkan, itu sudah terbalas dan ia limpahkan pada Viona. Viona harus merasakan apa yang kembarannya dulu rasakan. Keturunan Samuel harus membayar tuntas dendam yang ia rasakan.
__ADS_1
Letta mengambil Hp miliknya menatap langkah Viona yang merinding memeluk tubuhnya. saat sambungan sudah tersambung ia bergumam,” sebar semua berita sampai kluarga Samuel tidak berani keluar rumah..!!” Tegas letta.
“Baik nona..!!” Letta menyeringai mematikan hpnya. ia menghela nafas menyugar rambut miliknya. Ia butuh istirahat. Ah tidak sabar melihat drama besok.
“mama..!!!!” Jesika dan Bara mendekkati Letta dengan polos. Keduanya melihat semuanya dari tadi tapi tidak berani mendekat.
Letta melihat keduanya tersenyum lembut.” Kenapa belum tidur?” Tanya letta pelan.
Bara menggeleng.”tadi kami sudah tidur tapi suara bising membuat kami bangun ma. “
“Yasudah tidur lagi gih... mama mau beristirahat dan bersih bersih.”
“Dikamar Bara kan ma?”Tanya Bara penuh harap. Sudah beberapa hari ini Letta tidur di kamar lain membuat ia kesepian.
Letta berdehem menguspa kepala Bara.”Baik, tapi nanti malam moms pindah yah, soalnya mama harus membvereskan sesuatu.” Bara mengangguk semangat.
Jesika menatap Letta dengan sendu.”Je juga.. “ Ujarnya lirih. Letta mengangguk membuat senyum Jesika mengembang lebar.
Keduanya berlari menuju kamar meninggalkan letta. Letta terkekeh sejenak. “ well. Cucu Samuel harus nerima akibatnya jutga nggak yah.”Gumamnya pelan. letta menyeringai apa yang ia pikirkan. Tidak tidak. Jesika sudah menderita oleh keluarganya tidak perlu ditambahkan lagi.
Keadaan Purnama sangat mengkahwatirkan, tubuhnya kejang kejang duperiksa oleh dokter. Sedangkan keluarganya berdiri di depan kjamar mnanti kabar baik dari dokter yang memebriksanya. Tapi sepertinya tidak baik sebab dokter cukup lama di dalam memeriksa keadaan Purnama.
Saat dokter sudah keluar meninggalkan dua perawat yang masih mengecek purnama. Ketiga lelaki dari keluarga Hotman segera mendekat menatap dokter penuh Tanya.” Bagaimana keadaan istri saya dok?" Samuel sebagai kepala keluarga lebih dulu bertanya memotong pertanyaan dari anak anaknya yang lain.jastin dan Carmon mengangguk menatap dokter.” mama baik baik aja kan dok?” Tanya jastin.
Dokter menghela nafas, menggeleng.” Keadaan nyonya Purnama kurang baik, sebab terjadi tensi darah yang cukup naik secara drastin di waktu yang cepat membuat jantungnya menghambat dan menyempit. Akibatnya tekanan darah yang tidak normal menghambat kinerja otak dan darah. Sehingga Nyonya Purnama sekarang struk, tubuhnya tidak bisa digerakkan termasuk bicara.,”
__ADS_1
Kera baju dokter terangkat kuat oleh Jastin. Dokter menadi pias menatap Jastin.”Doter bicara apa ha??? Dokter mau main main yah sama kami?”Jastin sangat menyayangi ibunya, mendengar kabar tidak mengenakkan menambah kadar emosinya yang membludak...........