
Letta mengangguk pelan. Putra tersenyum lebar, melihat tangapan letta meskipun hanya sebuah anggukan menandakan jika makanan yang ia bawa di sukai oleh letta. Itu seperti mengumpulkan kupu kupu di hatinya, hatinya sekaan adang bunga yang diserbu kupu kupu. Putra memegang dadanya. Letta melihatnya hanya menggeleng.
Letta bahkan pusing mendengar ocehan Unfaedah milik Putra.
sesekali letta menanggapi mengangguk, menggeleng atau bahkan menjawab singkat. Puytra tak ada habisnya menvceritakan semua tentangnya, dimulai drai ia memiliki kucing bernama moci, lalu moci adalah keturunan kucing hutan yang dikawinkan dengan kucing Persia. Lalu kucingnya kawin dengan kucing kamping hingga melahirkan anak yang jelek bagi putra. Letta rasanya agak pusing mendengarkan semua cerita putra.
“Gitulah. Sebenarnya aku suka anjing, tapi dulu pernah di kejar anjing pas ke warung. Jadi agak trauma kalo liat anjing. Enakkan anjing padahal dibanding kucing yang sukanya makan dan eek sembarangan.” Curhat Putra di suapan terakhir miliknya.
Letta menerjab pelan, mengangguk lagi.”Kalo ayang suka anjing atau kucing?”Tanya Putra berbinar.
Letta menatap Putra menggeleng.” Nggak suka binatang.”jawabnya seadanya.
Putra menayap letta kecewa.”yah padahal mereka lucu banget loh. “ gumamnya pelan.
“kalo kelinci?”Tanya Putra semangat klagi.
Letta menatap Putra malas.” Kelinci binatang kan?” Putra mengangguk pelan agak lalot.”Oh iya letta nggak suka binatang hehe. Maafin lah kan putra nggak konek.”ujar Putra mengerucutkan bibirnya manja,
Letta menatap putra jijik. Putra terkekeh mengumpulkan semua bungkusan yang kotor. “ayang Putra bakal nginep yah malam ini buat jagain ayang Letta, “ Ujar Putra sembari menuju tong sampah tak jauh dari arah pintu sana.
Letta menggeleng.,” Loe pulang saja, besok mau sekolah.” Ujar Lteta. Putra menggeleng menatap sekeliling, sebenarnya tadi putra tidak ada niat untuk menginap, tapi melihat keadaan letta yang jauh dari kata baik, tapi tidak ada yang menjaganya sedikit membuat ia kasihan, dimana keluarga Letta? Mengapa dia sendirian?? Lalu siapa yang membantunya kelak jika ingin ke toilet. Putra memikirkan hal itu. rasa penasarannya mengguncangnya untuk bertanya. Tapi ia tak ingin membuat Letta bersedih. Putra akan bertanya tapi mungkin lain kali, atau nanti ia akan menemukan jawabannya sendiri.
Putra berdehem.”aku udah bawa baju ganti kok dimobil, jadi bisa mandi di sini dan langsung ke sekolah besok, aku juga memang dari tadi mau nginep. Nanti kalo ayang mau pipis siapa yang pegang inpus nya? Atau bantu ayang?”Tanya putra lembut.
Letta berdehemn, bahkan dulu saat lengannya atau punggungnya ditembak ia berjalan dan melakukannya sendiri semuanya, saat dimana perutnya pernah di tusuk atau tubuhnya dicambuk. Letta tersenyum miring.”aku tidak selemah itu.” jawab Letta pelan.
Putra menggeleng.”tapi kalo sama ayang putra. Yayang harus lemah dong biar ayang putra bisa jagain ayang letta. Kalo ayang letta kuat apa gunanya ayang Putra yah yah.”ujar Putra duduk di sisi letta lagi. disana ada kursi tunggu.
Letta menatap Putra malas.”lebai.” putra mendengus.
__ADS_1
”bukan lebai ini, kadang kalo menggunakan bahasa tulus emang keliatan lebai, nggak ada kata lebai kalo buat orang tersayang.”jelas Putra tegas.
“Tapi kalo kamu lupa kita baru kenal satu hari dan itu belum genap dua puluh empat jam.”tegas Letta pada Putra yang ngotot.
Putra mendenggus.”ingat ini kita baru kenal hari ini, tapi kebersamaan kita sampai mati. Kadang tu pertemuan singkat belum tentu gagal, bahkan lebih sering pertemuan lama yang Gagal, sebab apa? Sebab yang lama belum tentu tulus dan yang baru belum tentu modus.”jelas Putra penuh percaya diri. Rasanya ia sudah mengatakan bahasa paling mewah dari biasanya.
Letta menggeleng, terkekeh sinis.” Bocil, mending kerjain PR dirumah. Jangan bicara terlalu jauh.”Ujar letta jengah. Putra menatap letta lebih dekat.,”Bocil bocil gini aku serius loh mbak,.oke kalo mbak nggak percaya kita nilkah sekarang aja gimana?"Tanya Putra dengan tegas dan serius.
“ Ngomong apa si loe cil, nikah nikahan, belum pantes tau nggak.”tegas Letta sinis.
Putra Mengepalkan tangan kesal.” Aku bukan bocil loh, dan lagi kenapa belum pantes? Emang yang dewasa aja yang pantes nikah? Mbak Letta harus tau kalo nikah itu bukan tentang siapa yang dewasa, tapi siapa yang paling bisa mengendalikan diri, mengetahui tujuan dan maksud pernikahan itu sendiri, meyakinkan jika pernikahan itu sakral dan penuh tanggung jawab. Banyak yang dewasa cere, karena apa? Karena mereka ngerasa pantes nikah padahal nggak paham hakikat nikah itu sebenarnya apa.” Ujar Putra serius, ia bahkan mengubah cara bicaranya yang alkay pada Letta. Semacam ayang Letta jadi mbak Letta.
Letta mengangguk pelan. agak kagum juga dengan jawaban yang diberi putra. “Emang kamu udah kerja?” Tanya letta pelan.
Putra mengangguk.”Punya kok, aku kerja, tapi gaji aku nggak gede mbak letta, tapi cukup kok buat kita hidup nanti.”ujarnya polos mengangguk.
Letta mendengarnya agak geli juga, ia bahkan tak bisa menahan diri agar tidak terkekeh.”kerja apa emang?”tanyanya pelan.
Hidup bahagia?
apa dirinya sedang di Gombal oleh anak kecil?
Letta agak mengernyikan dahi, bisa bisanya anak kecil sperti ini berfikir sejauh itu, lalu kerjanya? Itu cukup buming dizaman sekarang, dan pendapatannya juga lumayan hanya saja itu tidak terus menerus mengalir. Dan lagi mendenggar kata hidup bahgia dan sederhana sedikit menghangat dihati letta. Tapi lagi ih yah yang bicara soal hidup masa depan ini bocil, yang usianya bahkan berjara hampir lima tahun lebih. Mau ditarojh kemana wajah letta coba? Letta dan putra itu lebih cocok menjadi adik kakak.
Putra menghela nafas,.” yaudah mbak Letta nggak usah mikir dulu, mbak Letta tidur aja dulu aku juga belum tamat sma hehe. Aku bakal tunggu kakak kok sampek nanti aku dewasa kalo kakak mikir aku masih bocil.” Lanjut Putra pelan.,sadar jika yang masalahnya saat ini bukan uang saja tapi juga usia.
"Tadi ayang, terus mbak, terus kakak. besok apa? Moms? Oma? Atau apa?”Tanya Ltta menyindir. Putra mengerjab,.”oh iya astaga aku lupa ayang. Maafin yah ayang tapi moms juga boleh tu, soalnyakan ayang calon mama dari anak anak kita,. kiw kiw.”Putra malah menyalingkan dirinya sendiri. Letta yang melihat tingkah lucuh putra hanya menggeleng masam. Tidak terlalu keberatann, letta bersyukur adanya Putra membuat suasana kamar ini tidak terlalu suramn. Mereka bisa bicara santai dan nyaman. Itu lebih dari kata baik dikehidupan letta yang hambar,
...----------------...
__ADS_1
Tangisan Bara sudah mereda. Diki yang membawa Bara pulang dan menenangkannya bersamaan dengan tiger dan ando. Bara diam menatap ketiga orang itu dengan hidung merah tersumbat dan mata yang bengkak karena menangis. Diki bersyukur Bara berhenti menangis. Sejak ditingal oleh Letta di café tadi ia terus saja menangis berteriak memanggil letta.
Letta memang perempuan kurang ajar, tidak punya hati dan perasaan, merapalkan semua kata kotor untuk letta. Diki hanya bisa mengepalkan tangan, kobaran amarah di dadanya tak pernah lenyap dan usai. Sial rasa ingin meretakkan tulang leher letta sangat menggebu gebu.
“Bara laper? Mau makan?” ando memangku bara sedari tadi bertanya.
Bara menggeleng pelan ”Bara mau martabak manis sama ayam rica rica.” Ando menatap bara datar, tadi menggeleng tapi menjawab apa yang ia mau.
"Hey yang ia katakan itu makanan kan bukan slime berbentuk ayam rica rica atau martabak??" Bara menatap mereka polos
“yaudah kita pesen lewat onlen saja.”ujar diki. Memesan makanan yang bara inginkam. Bara memainkan gelang miliknya. Rasanya sangat sesak dan juga marah. Tapi ingatan bara tertuju pada beberaa hari yang lalu. Dimana letta temalam dikasurnya.
“letta anak setan. Bisa bisanya dia ninggalin bara sama kita. memang nggak punya hati.”batinnya Diki melempart HP seusai memesan makanan.
Ando mengangguk.” Kalo ketemu lagi, letta pasti udah gue sleding dia. “ ujarnya.
Bara diam terus memainkan geolang miliknya, geolang pemberian dari letta. Malam itu Letta berkata kepadanya sembari mengusap kepalanya. ” Bara, nanti apapun yang moms lakukan itu adalah yang terbaik untuk Bara.” Tapi bara tidak paham, ia hanya mengangguk sembari mendnegar apa yang letta katakan.
. “hidup bersama moms akan mendekatkan kamu dengan kematian atau bahkan kesengsaraan. Kamu hanya akan mendapatkan masalah.”lanjut letta dingin.
Bara mengeleng tidak setuju, mendongak menatap manik mata letta. “Bara bahagia kok bareng moms, malah Bara ngerasain moms itu adalah malaikat yang Tuhan kirim buat Bara. Moms adalah moms terbaik di dunia.” Bahkan lebih baik dari dua orang tuanya, kedua orang tuanya bercerai, dia ditinggalkan dengan bibiknya dan dibuang kepanti asuhan. Bara selama hidupnya hanya menjadi anak buangan, tiba tiba menjadi anak berharga dimata letta, dilindungi, lalu diberi apa pun yang diinginkan. Itu hal dasar yang sangat bara sukai.
Letta mengeluarkan sesuatu di celananya, ,memberikannya pada bara, sembari berkata.”ini kartu berisikan atm kamu, uang akan moms kirim disini setiap bulan untuk kamu belanja okke, lalu ada hp yang udah moms isi nomor moms jika kamu butuh sesuatu,.”ujar letta pelan. Bara sama sekali tidak paham mengangguk pelan.
Letta menatap mata bara nanar. “jika nanti moms melakukan kesalahan sama kamu maafkan moms, itu adalah jalan yang terbaik untuk kamu. Moms mau melindungi kamu, kamu tau? Disini itu tidak bagus. Kamu taukan jika moms bukan orang baik, jika suatu hari nanti moms akan ketahuan dikeluarga ini moms tidak mau kamu kenapa napa. Jadi hiduplah layak diluar sana, jangan pernah merasa sampah kerna selalu dibuang. Moms tidak pernah membuang kamu, karena moms selalu memberikan yang terbaik untuk kamu. Ingat kata moms hubungi moms jika kamu kenapa napa yah.”
Bara mengangguk pelan. Letta mengusap kepala Bara sampai bara menutup matanya. tapi bara tidak tidur, ia malah berfikir jika sebenarnya ada apa dengan ibunya? Bara sangat sadar dan cerdas, tau jika ibunya ini pengkhianat dikeluarga Samuel. Bara juga hanya diam saja tanpa mau ikut campur, tapi malam ini letta sangat aneh. Iya dia sangat aneh. Letta sekaan berpamitan kepada Bara, seperti ia ingin pergi jauh sampai tak menemui bara lagi.
Tapi sekarang Bara baru sadar apa maksud dari ucapan letta. Sadar jika sebenarnya letta berpamitan kepadanya. Bara sadar dan yakin jika sebenarnya ini memang sudah rencana yang letta buat untuknya. Bara diam memeluk tas miliknya, iya ini tas berisikan hp dan kartu yang sudah letta beri, lalu ia juga membawa kartu yang letta berikan.
__ADS_1
Untunglah bara membawanya. Bara mnatap nanar kedepan, sebenarnya ia menangis bukan karena ditinggalkan oleh letta. Tapi ia menangis karena cara yang letta gunakan antimenstrim. Letta melakukan sesuatu seakan akan dirinya manusia paling jahat didunia, seakan manusia paling tega.
Pafahal dirinya adalah manusia paling baik dan rapu. Selalu mementingkan orang lain dibandingkan dirinya. Bara menangis karena sadar jika sebenarnya letta itu manusia paling baik, manusia setengah malaikat. Bagi bara.