
Leta mengemudi mobilnya dengan secara brutal dan aku mah beberapa mobil lainnya itu meng klaksonnya dengan marah dan geram. Leta memotong beberapa mobil dalam waktu mobil yang sedang ramai sehingga nyaris menyebabkan kecelakaan beruntun tapi Leta tidak peduli dialah masih saja mengemudi mobilnya dengan tidak sabaran.
sampai di sebuah rumah, Leta menatap rumah tersebut dengan tajam karena ini adalah rumah Samuel sebelumnya yang baru saja habis di lalap api..
Leta memasuki rumah dan mencari Di mana keberadaan Putra, karena dari penelusuran gps sebelumnya titik terakhir Putra ada di sini, dan itu masih aktif sampai ketika Leta memeriksanya tadi siang karena, kecil kemungkinan Putra tidak berada di sini.
Leta memasuki rumah tersebut dan menatap semua ruangan yang sudah hangus terbakar kecuali ruang bawah tanah milik Samuel untuk menghabisi penghianat perusahaannya, saat Anda masuk letta memasuki password yang ia ketahui dari Samuel dulu..
pintu terbuka menampilkan ruang bawah tanah yang bernuansa cukup gelap, letak semakin memasukinya lebih dalam tanpa berpikir panjang saat di dalam ia menemui beberapa pengawal yang berada di depan pintu lain dari gerbang yang lain lain di sini.
di sini terdapat beberapa gerbang penjara, Aleta memasuki gerbang yang paling ujung yang di awasi oleh tujuh orang lelaki Leta memiliki firasat besar jika Putra ada di sini.
Leta melirik sebagian ruangan dan menemukan salah satu di besi panjang yang berada di atas pintu sebelum memasuki gerbang pengasingan yang lain karena, di sana ada cambuk dan terbuat dari besi.
Letta mengambil secara cepat dan dia mendekat kepada 7 Pria yang ada di sana. pria-pria di sana menatap letak dengan tatapan kg dan juga intimidasi"di Putra? " leta menatap mereka sangat mengintimidasi agar mereka menjawab pertanyaan.
__ADS_1
tapi mereka malah menyerang letta dengan secara brutal Leta tidak buang waktu langsung saja ia menghabisi mereka dengan cambuk yang ia pegang. mereka bukan hal sulit untuk Leta tanah, sebab hanya bertujuh orang sedangkan biasanya ia malah melawan orang 20 dengan tubuh yang lebih kekar dari mereka yang ada di sini sekarang.
suara pukulan cambukan terdengar nyaring di luar sana pernah, Leta menghabisi mereka dalam waktu 7 menit sebab satu orang ia habisi dalam satu.
nafas kita tersenggal-senggal dengan tangan yang sudah memiliki banyak luka dan wajah yang beberapa bagian ada bekas pukulan dan juga darah dari lawan.
letak mendekati pintu dan menendangnya secara kuat tapi pintu tidak juga terbuka Lita malah merasakan sakit di kakinya beta meringis dan meminjamkan matanya tidak ambil pijitan letak kembali mendobrak pintu dengan kuat hingga pintu masih tetap tidak terbuka.
letak meringis memegang bahunya menatap ke arah tujuh lelaki tadi, Leta memeriksa saku-saku mereka untuk mendapatkan di mana kunci pintu berada, orang pertama tidak dapat karena, orang yang kedua juga tidak dapat Leta mengerang dan menatap ke seluruh orang yang ia lawan tadi dan tatapannya tertuju pada salah satu lelaki yang paling gemuk di sana dan benar saat digeledah di sakunya ternyata dia memiliki kunci yang Leta inginkan.
Kenapa Letta seperti tercekat, darahnya mendidih naik ke atas otak, Leta mengepalkan tangannya erat memegang cambuk yang ya bawa tadi tenang, ''putra.!!!" panggil Letta kuat.
tra yang sedang merasakan sakit dan meminjamkan matanya tadi mendongak menatap Letta yang datang, segera mendekat tetapi ditahan oleh empat orang yang sedang menyiksa putra tadi.
plas... jambu yang Leta pegang dua kali lipat terdengar lebih nyaring dari sebelum tadi, saat Di mana letak menyiksa beberapa orang yang menahannya di depan tadi. Leta memukul salah satu lelaki yang sudah berani maju dan juga hendak memukulnya menggunakan tongkat besi beta menghindar ke kanan dan besi besi hanya memukul angin sedangkan lelaki tersebut berdesis merasakan nyeri yang teramat mengenai bagian lengan kanannya. Leta tidak hanya sampai di sana Leta malah kembali menatap lelaki tersebut dan lebih kuat dibandingkan sebelumnya tepat di bagian wajahnya. lelaki tersebut meraung merasa kesakitan karena wajahnya terkena cambuk sangat keras.
__ADS_1
Putra terlemas menatap Letta ya pergi ke setanan mencambuk dan juga melawan mereka karena, Putra menangis merasa bersalah dan juga bodoh bagaimana bisa dirinya tidak tahu jika sebenarnya letak juga menyayanginya bukan membencinya.
nafas Leta tersenggol-senggol berbelok lalu menghindar beberapa serangan dari dua lelaki yang lain dari rombongan, kaki Letta tidak tinggal diam, Leda melakukan tendangan 60 derajat mengenai ada kanan dari salah satunya dan memukul salah satunya menggunakan tangannya tepat di bagian rahang.
break terpelanting dan menjauh dari mereka menahan rasa sakit yang baru saja mereka dapatkan, Leta menata tajam lelaki terakhir yang sudah menusuk Putra tiga kali. Letta menyeringai kejam. maka lebih maju dan menyerangnya dengan cambuk. hal tersebut terlihat menghindar dari Leta tetapi letak sudah mengetahui nyeri dari kakinya yang menghindar dan Leta juga sudah memutar tubuhnya dan menendang tepat di bagian alat vitalnya lelaki tersebut.
lelaki tersebut terlihat tersentak memegang alat vitalnya, masa depannya seakan hancur detik itu juga tidak pernah ada rasa sakit dan melebihi rasa sakit yang ia derita saat ini. Leta tidak peduli, segera ayunkan jamnya lebih kuat mengenai wajah lelaki tersebut tiga kali empat kali dan beberapa kali sebelum dari kawanan lain mulai mengajar leta.
Leta menghindar dan kembali menyerang mereka dengan secara brutal hingga mereka terkapar dengan keadaan yang sangat mengenaskan, Leta segera mengambil pisau yang ada di bagian sakunya di mana memang pisau tersebut sering ia bawa untuk menjadi senjatanya jika terjadi sesuatu hal yang buruk.
Leta memegang pisau itu dengan erat dan melepas cambuknya, Leta mendekatkan lelaki yang sudah menusuk Putra beberapa kali tadi dengan tidak perasaan Leta menusuk pisau tersebut di bagian alat vital lelaki tersebut, lelaki tersebut berteriak histeris seperti sedang sakaratul maut , Leta menyeringai dan kembali menusuk nya secara partikel, hingga lelaki tersebut berteriak misterius meminta ampunan tetapi sudah menjadi nyanyian indah di telinga Letta, Leta sama sekali tidak peduli apapun sampai lelaki kita sebut sudah tak sadarkan diri dan Letta kembali dalam kesadaran nya.
Nafas Aletta naik turun, menatap nanar mayat yang ada di depannya, Lete sekali lagi menusuk tepat di bagian jantung lelaki tersebut tinggal darah memuncratkan di bagian wajahnya. Leta meminjamkan matanya dan terkekeh sembari menjatuhkan air mata. Letta kembali gagal melindungi orang yang ia sayangi.
Letta membuka matanya lalu melirik dimana Putra berada. Letta memejamkan mata, bukit bening terjatuh. Kembali ia kehilangan seseorang yang ia cintai. apa hidupnya harus semenyakitkan ini?
__ADS_1