Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
32


__ADS_3

Buar...


bom itu meledak arghh. Teriakan dan juga suara mereka yang berlari disana terdengar. Ziko dan Ando malah bertepuk tangan bersama saat ini kerjaan mereka bagus.


Mereka yakin jika Letta bisa tersenyum bahagia nanti kan? Mereka harap..


”Hubungin Diki, kita udah melaju.”Ujarnya disana


‘"Dan jangan susulin kita, karena kita bakal suruh Tiger aja yang bantuin kita. Kita ga bakal semudah itu lolos, kita harus minta bantuan.”Ujar Ziko dan diangguki Ando disana.


Dilain sisi ada Letta yang menatap dari café dengan tatapan dingin dan juga helaan nafas. “Tidak terlalu buruk..”Gumamnya, yah.. dia melihat semuanya, sudah ia atur sedemikian rupa, ia mau Carmon lumpuh, tetapi sepertinya nasib baik masih ada ditangan Carmon..


Dengan elegan ia berdiri dan mengambil pesanannya, ia memesan tiga puluh kopi tadi dan sekarang ia pura pura kaget dan berlari menuju dimana tempat TKP.. Dijalan ia berlari bagaikan dikejar anjing. Tepat didepan kantor ia melihat Carmon dan Jastin dibawa kedalam mobil.”Tuan.. kalian? Bagaimana bisa?”Tanyanya panik nya.


Carmon disana sudah pingsan dan Jastin yang juga tak sadarkan diri.”Kita terkena ledakan.. kita lengah cepat masuk biar kami cari tahu.”Ujarnya mereka. Letta disana mengangguk saja lalu segera menemani Carmon dan Jastin. Letta harus menerima konsekuensinya nanti, dimana ia akan dimaki dan dimarahi Sam..


“Biar aku saja yang bawa mobilnya..!” Ujar Letta disana diangguki yang lain.. letta membawa mobil itu dengan kecepatannya yang luar biasa, skill Letta jangan ditanya lagi membuat beberapa penjaga dan juga petugas kantor itu menahan supaya jantung mereka tidak pindah ke lambung. Letta melirik Jastin dan Carmon melalui cermin.. ia cukup puas. Lengan atas Carmon luka parah akibat bom mini itu.. usaha yang bagus Ziko dan Ando.


Sebenarnya bukan Letta tak menganggap keduanya teman, hanya saja memang Letta terlalu terbiasa sendiri, beruang sendiri membuat ia harus hidup dengan kesendirian tanpa ekspresi. Jikapun ia senang rasanya hanya secuil dan diganti dengan rasa biasa saja... karena kebahagiaanya sudah hilang.


Disisi lain ada sosok pemuda yang menatap lokasi dimana Carmon dan Jastin yang diledakkan itu.. kening nya merengut dan juga mendelik tajam.. semua aksi mulai dari Ziko dan Ando yang menembak, menjatuhkan pistol, dan berlari, meloncat masuk ke mobil yang Bahkan detik nya sudah di prediksikan.


Keyakinan jika orang itu pintar membuat ia tak mampu menalar lagi. dia terlalu cerdas untuk melakukan strategi.

__ADS_1


“Siapa dalang dari semua itu?”Tanyanya disana sedikit dingin, “Berani-beraninya dia mengambil mangsaku.. Dan apakah dia musuhnya Sam juga?”Tanyanya disana dengan sahabatnya satu itu.. sahabatnya itupun menatap nya dengan tatapan bingung juga.


“Aku tidak tahu, yang jelas dia bukan orang sembarangan. Kita yang sudah menjebak Carmon mati-matian tak pernah berhasil, dan lihatlah dia. Dia bahkan hanya sekali percobaan tapi berhasil.”Ujarnya disana.. sebab dia sudah mengawasi Carmon dan Jastin 24jam.


Sosok pria itu menghela nafas.”Cari tahu siapa dia, dia sangat baik untuk menjadi fatner untuk kita. Aku yakin dia menguntungkan kita untuk menghancurkan Samuel..”Ujarnya disana dingin. Tangannya terkepal dan dengan mata yang tersirat dendam yang mendalam.


Sosok lelaki itu mengangguk.”Harus.. tapi aku sudah mendapatkan satu link siapa itu yang menembak.. dia sepertinya pernah aku temui.. aku hanya perlu memastikan kembali.”Ujarnya disana. Diangguki saja oleh kawannya.


Pria itu menghela nafas dan mengambil putung rokoknya, ia menyalakanya dan menghisapnya. Kembali mantap rekaman dimana tangan Carmon dan Jastin yang terluka.. ia tersenyum tipis disana.. “ Bagus... Lebih bagus lagi jika itu aku yang melakukannya. Jika aku yang melakukanya aku akan melakukan Pesta besar-besaran malam ini. Sayang itu bukan ulahku.”Ujarnya menghela nafas.


Sosok temannya disana hanya terkekeh.”Terimakasih. lagipula Sam pasti dia akan panik... oh iya, kau jangan lupakan jika nanti siang akan bertemu dengan Sam. Dia mengajukan penanaman saham dikantor mu.”Ujarnya disana.


Sosok kawannya itupun mengangguk.”Dan ku jamin dia tak akan kemari karena anaknya masuk rumah sakit. Secara mereka adalah anak kesayanganya kan?”Tanyanya disana dengan kekehan dan juga senyum. “Dan masalah saham.. lakukan apa yang sudah kita buat, aku ingin melakukan banyak hal dikeluarga ini.”Ujarnya disana. Kembali diangguki oleh temanya.


Plak.... satu tamparan mendarat dipipinya Letta.. Letta diam merasakan pipinya panas dan juga nyeri yang menjalar disekujur wajahnya.


Itu tamparan dari Samuel.. Samuel yang disana menatap Letta dengan tatapan tajam, ia sangat khawatir mendengar kabar kedua anaknya.


Samuel tadi mau ke Itali tetapi tak jadi mendengar kabar sang anaknya.. bayangkan keadaan anaknya sekarang sangat darurat.


”Apa saja yang kau lakukan ha?!!! Ku suruh kau untuk menjaga anakku.. kenapa kau tak bisa, bahkan kau tak luka sama sekali..!” Bentak ya disana.. matanya memerah menatap Letta yang diam disana menatapnya datar..


Bibir Letta sobek dan berdarah. Itu tamparan ketiga kali dari Samuel, matanya sangat datar menatap Samuel.. namun ia tak juga bicara sampai rekannya yang angkat bicara.”Maaf tuan. Izinkan saya menjawab dimana nona Letta tadi berada.”Ujarnya disana,

__ADS_1


Letta disana tak meliriknya, dia Bondan,., salah satu penjaganya Carmon. Sam menatap Bondan yang banyak luka itu datar meminta penjelasan.”Tadi tuan Carmon meminta nona Letta membeli kopi disalah satu café sana, tetapi nona Letta sudah menolak berkali kali tetapi tuan Carmon tetap memaksa dan memarahi nona Letta. Jadilah nona Letta mengalah dan membelinya. Semua terjadi begitu cepat hingga nona Letta sampai semuanya sudah berlalu begitu saja. Nona Letta tidak tahu menahu, karena permintaan tuan Carmon.”Ujarnya disana datar kepada Sam.


Sam menatap Letta dengan tatapan menuntut, tetapi Letta malah bicara..”Semua memang salah saya tuan. Saya yang tidak bisa menjaga tuan Carmon atau tuan Jastin.. saya lalai dan saya gagal.”Ujarnya disana. Sam hanya menghela nafas mengusap kepalanya. Ia juga merasa bersalah sudah menyalahkan Letta padahal salah anaknya sendiri yang tak mau dilindungi malah menyuruh Letta.


“Kenapa bukan kamu saja yang membelinya”Tanya Sam kepada Bondan yang ada disisinya Letta tajam.


Bondan disana menatap Letta sebentar.” Nona Letta sudah menyarankan, tetapi tuan Carmon tetap menolak dan hanya ingin dibelikan nona Letta.”Ujarnya disana. Benarkan? semuanya memang benar dan tak ada yang dibohongi.


“Carmon bodoh.”Ujarnya mengepalkan tangannya marah, matanya menatap Letta lagi. mau minta maaf tapi gengsi sehingga ia diam dan pergi dari sana..


Letta disana menghela nafas setelahnya, ia sudah memperhitungkan ini, andai Carmon tak menyuruhnya pergi, pasti ia bisa melakukan aksinya. Sial memang tapi tak apa, setidaknya ia hanya mendapat luka tamparan bukan bom yang ia rakit sendiri kan?


"Nona tidak apa-apa?”Tanya Bondan mencicit kepada Letta disisinya.. ia meringis melihat pipi Letta yang merah dan sobek, belum lagi darahnya. “Ayo kita obati dulu nona.”Ujarnya disana menawarkan bantuan, ia cukup kasihan.


Letta disana menggeleng.”Tidak perlu, aku sudah biasa.”Ujarnya Letta lalu pergi dari sana, ia memilih berdiri didepan ruangan Carmon yang sedang diurusi itu. Bondan hanya menatap Letta dengan tatapan helaan nafas.. letta terlalu dingin dan tak tersenyum membuat ia berinisiatif mencari obat luka.


Yah. dia harus mencari obat luka yah kan?


.


.


. Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys..

__ADS_1


__ADS_2