Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Kecelakaan


__ADS_3

Letta menghela nafas, menatap jalanan raya dingin, bukan. Bukan inginnya melepaskan Bara lepada Diki dan teman temannya dulu. Tapi keadaan yang membuatnya begini. Letta tidak bisa terus menerus mengikat Bara untuk ikut dalam misinya.


Letta sadar dulu ia membuat Bara menjadi salah satu objek menguntungkan, mengambil hati keluarga Samuel dan mereka melupakan cucu mereka jesika. Tapi semenjak bersama dengan Bara maupun jesika, letta sangat sadar jika mereka hanya makhluk suci tak tahu apa apa. Mereka adalah ciptaan tuhan tanpa kotoran tapi terkahur penuh luka.


Dan Letta akan menjadi manusia paling jahat jika sampai menorehkan pula lebih banyak kepada mereka.


Semakin lama Bara bersamanya maka Bara akan semakin berbahaya. Pembalasannya sudah sejauh ini, jika nanti ia akan ketahuan maka itu hanya menimpa dirinya, tidak dengan Bara ataupun orang orang yang dirinya sayang. Letta tau beban yang ia pikul bukan main main, sekarang ia bisa bahagia karena rencananya berjalan mulus tanpa kerikil, tapi nanti, Saat dimana itu tak lagi bagus. Bara adalah satu satunya objek yang orang lain jadikan pembalas dendam. Yah Letta sadar, hanya saja caranya berbeda.


Letta tidak tau lagi mau menaruh Bara kemana, ke keluarga Bambang, mereka sama sekali tidak punya kekuatan, baik dari status, tahta ataupun kekayaan, mereka masih jauh Dari kata aman untuk Bara sejauh ini, semakin lama hidup letta makin terancam, semakin sulit untuk ia lalui.


Lalu Paman Nio, Milo dan Rizal? Mereka sudah ia utus mengendalikan perusahaan miliknya dan juga beberapa tugas lainnya. Opsi untuk di mereka juga cukup berbahaya, bisa bisa rencana nya menjatuhkan keluyarga Samuel atas nama Letta akan terkuak. Memberi kepada Zxai dan Areta? Sama saja ia melempar bom pada mereka, keluarganya. Hanya ada Diki dan teman temannya itu opsinya, tidak ada yang lain lagi untuk ia sandangi. Memberi secara baik baik kepada mereka.. pasti diki dan mereka akan menolak. Iyah ini jalan yang letta pilih.


Letta menghentikan mobil miliknya di pinggir jalan, tapi. Letta tertegun sejenak merasa mobilnya sedikit bermasalah, beberapa menit lalu ia merasa jika rem mobil ini baik baik saja, tapi letta merasa ada yang salah di gas mobil, ia mengangkat kakinya membiarkan gas mobil terhenti tapi laju mobilnya tetap tak terkendali. Ada yang salah di gasnya. Ia menekan rem tapi remnya tidak sama sekali berfungsi padahal barusan. Sial Letta lengah.


Letta melihat jalan yang ia tempu sangat ramai, di depan ada jalan di tepi laut dengan beberapa orang yang sedang bermain dan beberapa makan dan berfoto. Letta semkain merasa dirinya tak terkendali. Mata Letta hampur keluar saat sadar jika di hadapannya ada mobil san besar yang memotong jalan. Ia tak bisa mengerem, memilih membanting stir.


Gar..... tabrakan mengundang tatapan kaget oprang sekitar. Melihat mobil mahal menabrak pohon besar di pinggir jalan, kap depan mobil Letta hancur, ditambah mobil yang bergerak ke sisi samping membuat kapnya juga hancur, mobil yang ditabrak bergoyang membuat tanah sekitar bergetar.


Teriakan Dari beberapa warga memancing keributan. Mobil milik letta berasap.


Sedangkan sisi Letta, letta merasa oleng. Untung mobil ini diambil dengan pengaman yang cukup canggih sehingga bagian wajah letta tak terbentur langsung dengan stir. Tapi Kepalanya oleng sedikit terkena serpihan kaca disebelahnya yang hancur.. pelipis dan pipi letta berdarah cukup banyak akibat kaca yang menusuk. Letta sedikit berdecih merasa perih bagian wajahnya. Kepalanya pening dengan badan yang remuk meredam. Siall Letta meneguk darahnya sendiri merasa bau besih memenuhi bibirnya.


Letta membuka pintu mobilnya dan berusaha keluar dengan kekuatan yang ada. Saat keluar ia disambut beberapa warga yang membantunya.” Sini mbak aduh sini sini. Kaish minum kasih minum.” Letta di gandeng menuju tempat duduk di arah dekat pantai. Disana ada banyak yang menggerumbuninya dan menanyakan kabarnya tapi letta tetap diam merasa pening dikepalanya.


“Panggil ambulan. Polisi... “ teriakan dari beberapa orang. letta diberi ruang duduk oleh beberapa warga. Letta bersanar lemah di sandaran kursi. Kepalanya sakit tapipikirannya yang memikirkan banyak hal bercambang.

__ADS_1


“Minum dulu Yuk.. nih minum.. “ ia diberi minum. Letta meminum minuman yang diberinanar, rasa asin memenuhi tenggorokannya karena bercampur darah. Beberapa orang membantunya duduk tegap.” Sabar ambulan akan kesini ,mbak. “ beberapa orang disana menenangkan.


“pakai mobil saya saja. Saya antar.”salah satu pemuda disana mengajukan diri. Mereka membantu membopong tubuh Letta. Letta tak banyak bicara, tubuhnya terasa remuk, bagian dada kanan letta seperti ada tikaman, memar Letta yakin itu. letta lupa terkena apa tapi bagian dada kanannya sangat sakit, bagian kakinya lemas.,


Tak berselang lama. tiuga puluh menit Letta sudah dibawa kerumah sakit oleh poemuda itu, pemuda itu menatap Letta dalam diam saat memasuki ruang darurat, ditangani. Ia memilih duduk di depan ruang rumah sakit tenang”Bagaimana keadaannya dok?” ia berdiri saat mellihat salah satu dokter keluar sesudah menangai letta.


Dokter menatap pria tersebut tersenyum ramah.”keadaan beliau baik saja kok,. Tapi sepertinya ia shok dan juga ada luka dibeberapa bagian wajahnya karena terkena serpihan kaca dan bagian lengan kanan dan punggung, tidak sampai dijahit karena takut akan memberikan bekas, lalu bagian bahunya, engsel atas tulangnya retak dan geser, bisa dibawa kerumah tukang urut mas, dan lagi bagian kakinya terkilir. Kami sudah memberi obat nanti tuan bantu saja yah nonanya untuk minum obat atau membaluti obat di lukanya.” Ujarnya.


Pria itu mengangguk paham.”tidak ada yang lain dok? sebab saya liat tadi dia sangat pucat dan lemas.” Ujarnya khawatir.


Dokter mengangguk.”Oh iya, tadi pemeriksaan sepertinya beliau maghnya kambu karena kurang nya energi dan makanan. Perutnya kosong, kemungkinan dia belum makan sedari kemarin, nanti seusai tiga puluh menit sudah minum obat kamu kasih dia makan yang ringan dulu yah supaya dia tidak muntah, itu factor dia lemah, dan lagi dia juga lemah kafein, mangkanya dia lemas, pucat dam lesuh, akibat lemah kafein sebelumnya dia minum kopi padahal belum makan.” Jelas dokter. Pria tersebut mengangguk paham.”baik dok, terimakasih.”Ujarnya tersenyum lebar.


Dokter mengangguk kaku. “kamu adiknya?”Tanya dokter heran. Faktanya penampilan lelaki di hadapanya ini masih menmggunakan baju sma dengan tak rapi, baju yang terbuka dua buah kancing atas, baju dikeluarkan dan dasi tak dipakai.


”sepertinya umur kalian beda jauh.”ujar dokter.


” Cinta nggak mandnag umur dok, tapi mandang fiisik.” Jawab pria itu. Dokter kembali terkekeh memilih pamit undur diri. Pria itupun memilih pergi menjauhi ruangan letta.


Letta diam menatap infus ditangnnya dingin. Ia menghela nafas menghubungi orangnya untuk mencari informasi mengenai mobilnya yang di sabotase, dan lagi memerintah orang dalam untuk mengutus mobilnya yang rusak dan menabrak. Untunglah tidak ada korban tadi. Letta memang membanting stir ke kkiri agar tidak mengakibatkan korban lain, jika ia tetap ke kiri atau menyelamatkan diri, bisa jadi yang menjadi korban bukan hanya dirinya dan akan menyebabkan tabrakan beruntun.


Krekk... letta ,melirik hordeng pembatas dirinya dengan pasien lain dibuka, menampilkan sosok pria mengenakan baju SMA terkekeh tanpa sebab di sana memegang pelastik di tangannya. Pria itu menggaruk tengkuknya gatal karena dapat tatapan tajam dari letta. “duh maaf cantik. Gi gimana kabarnya? Udah baikan?”Tanya pria tergugup gugup.


Letta berdehem, pria ini terlihat putih, wajah kecil tapi berotasi, hidung mancung, bibiur tipis merah dan seksi, gigi rapi yang terlihat manis saat tercengir. Dan lagi rambutnya yang bergelombang menambah kesan manis, berbanding terbalik dengan baju yang ia kenakan., sangat berantakan sekali. Tingginya pun juga cukup tinggu sekitar 182cm, letta jamin lelaki ini menjadi incaran perempuan di sekolahnya. oh satu lagi fakta yang tak bisa Letta abaikan, dia adalah pria yang memberikan dia es krim di café tadi,


Lelaki yang ditatap Letta setajam dan sedalam itu oleh Letta semakin gugup, tatapan letta yang menilainya dari atas hingga kebawah. Jantungnya seperti meminta dikeluarkan dari dadanya, ini mendesak keluar tolong selamatkan jantungnya. “Emmm mbakk.” Dengan keberaniann yang ada, dia kembali bertanya kepada letta.

__ADS_1


Letta yang kembali ditanya mengerjab mengangguk.”Kamu yang menolong saya?” Tanya Letta pelan. pria itu terlihat mengangguk antusias, sangat menggemaskan, letta berdehem.”Terimakasih.” Letta bukan manusia yang tak tahu terimakasih. Letta sangat menjunjung tinggi kecuali dengan keluarga Samuel


Pria itu semakin malu saat diucap terimakasih oleh Letta,. Seperti banyak kupu kupu bertebaran diperutnya,, sial ini lebai tapiu ia merasakannya nyata.” Hemm kenalin. Nama Gu emm.. aku Putra Nelyansa. Nama mbak cantik siapa?” tanyanya pean mengulurkan tangan gugup.


Letta menatap tangan pria yang bernama Putra diam, sedikit rasa iri karena tangan rpia itu lebih indah, lentik dan mulus dibandingkan dirinya. Letta menerima jabatan tangan tersbeut. Menjawab.,”Aleta.. “ jawabnya dsantai,


Putra mengangguk.”dipanggil Ale? Letta? Atau sayang?? Cantikku aja nggak si?”tanyanya terkekeh.


Letta menyunggingkans neyum sinis.” Bocah prik.”


Putra melotot.”ihh beneran nanya loh mbak. Sensi banget.” Putra mennatap letta melotot.


Letta terkekeh.” Cantik aja nggak sih.”


putra membulatkan bibirnya kaget.”Boleh sih. Yaudah. Cantik kata dokter makan dulu, kemarin belum makan katanya. Cantik ada mag loh.”ia mengedpkan satu matanya genit


Letta menatapnya ngeri. Mendengus.”Leta, saya geli.”letta duduk seusai mengatakan hal itu.


putra memegang dadanya dramatis.” Yaampun. Hati gue retak seribu. Jahad.” Ujarnya dneganw ajah nelangsa miliknya. Terlihat miris.


Letta menggeleng.”RIP urat malu.” Gumamnya. Putra yang tak mendengar hanya mengeluaran kotak malkanan yang ia beli, berharap letta mengatakan hal lain tapi terlihat malas dan diam. Ia hanya menghela nafas. bersyukur bisa mengobrol dengan letta.


“nih... ada bubur ayam dibeli sama mang Ucup, enak banget sih. Gue aja yang nggak sakit doyan, sering beli. Mbak letta harus coba deh pasti nagih kek ayang Putra.”ujarnya kembali menggoda Letta,,.


“ada juga es kppocok rasa milo. Trus jus buah naga. Ada nasi padang. Ehh enggak canda.. hehe buat gue lah masa buat loe.”ia terkekeh menyengir kepada Letta. Leta hanya menatapnya datar dan mendengus.

__ADS_1


__ADS_2