Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
meet Bara


__ADS_3

Bulan melotot.” Kok cepet banget? Kamu nggak mau kuliah?” Tanya ibunya t kaget.


Putra menggeleng.” Kuliah kok, tapi nikah dulu, biar nanti putra punya yayang yang nnyemangatin hehe. “ Ujhar Putra kesemsem. Bulan mendengus. Ini ciri ciri penerus dirinya dan suaminyanikah muda ini. andai Bulan tau jika yang di cintai anaknya memiliki umur jauh berbeda. Apa kata nya yah?


" Tapikan sayang agak ribet. " Ujar Bulan. ingat dulu keadaan dirinya dan suami yang menikah muda membuat ia putus kuliah dan suami yg harus cuti dia semester lamanya.


Putra menatap ibunya mendongak.


Menganguk.”Kuliah tapi yah udah nikah. Emang kuliah harus single? Buna aja nikah muda sama Ayah”Tanya Putra polos.


Ibunya menganga menatap anaknya tak percaya.” Yah nggak juga. Tapi kenalin nanti ceweknya ke Buna yah.” Ujarnya pelan. Huu sebenarnya menikah muda itu akan mempersulit keadaan. menikah bukan awal kebahagiaan tapi penentuan kehidupan berikutnya. Jika tak pandai menjalankan maka tak akan ada kata bahagia.


Putra mengangguk patuh kepada ibunya.


Sedangkan Bulan? Ia menggaruk pelipisnya yang tidak gatal, tidak ada ajaran dirinya kepada anak anaknya supaya menikah muda. “ Buna kenapa gitu? Emang nikah muda enggak boleh? Bunakan nikah muda juga?”Putra mengerjab menatap ibunya bertanya Tanya.


Bulan menghela nafas. memainkan ujung rambut Putra.” Enggak ada yang salah, tapi menikah muda tidak seindah orang lain bayangkan, menikah muda banyak kata orang, dikatain kita hamil duluan lah, kebablasan lah, atau masalah ekonomi lah, keluargalah. Jadi pikir pikir dulu yah sayang. Jangan sampai nanti kamu menyesal,” Ujar Bulan.


Puttra mengangguk pelan.” Buna ceritain dong gimana Buna bisa nikah sama ayah dan gimana putri kecil... putra mau denger dong.”Putra memposisikan dirinya agar lebih nyaman untuk mendengar cerita Gunanya. Putra memang sangat dekat dengan ibunya.


Bulan tidak asal bicara, dulu awal pernikahan kepada sang suami ada banyak cibiran menimpanya, ada banyak yang mengatakan jika dirinya dan suaminya menikah karena hamil duluan, tertangkap mesumlah, dan juga ada banyak gunjingan. Karena dulu saat mereka sudah selesai mengadakan perpisahan sekolah, mereka langsung menikah.


Ditambah usia muda dia harusnya masih main, bersenang senang tapi tidak untuknya.


Di usia 18tahun Bulan sudah hamil, tepatnya sebulan seusai mereka menikah langsung di karuniai kehamilan, Dan itu semakin memancing pemikiran orang lain jika mereka memang menikah karena kecelakaan. Kalian Taukan maksud kecelakaan disini?


danujung usia 18trahun juga anaknya lahir, awalnya Bualan pikir memiliki anak itu menyenangkan, ternyata tidak. Anaknya lahir premature, ukuran tubuh yang sangat kecil dan memiliki banyak penyakit. Yah itu Putra.

__ADS_1


Putra memiliki imun yang sangat kecik di waktu bayi, setiap harinya akan sakit dan rewel, timbangan pertama lahir hanya 2,3kg dan selama tiga bulan timbangan Putra sama sekali tidak naik, usia yang harusnya anaknya sudah bisa merangkak atau berjalan tapi anaknya tidak. Anaknya masih tetap sakit. Bulan dan suami masih usaha ke dokter dalam atau luar negri, setiap malam menangis meminta pertolongan kepada Tuhan.


Ditambah ekonomi yang belum stabil membuat Mereka masih bergantung pada kedua orang tua mereka untuk membantu pengobatan sang anak. Maluuu sudah pasti, tapi mereka mengapik Raza malu itu demi kesehatan anak mereka.


Untung lah orang tua dari Bulan dan suami tidak pernah mengolok mereka malah ikut membantu dan kadang juga ikut menenangkan Putra jika putra sedang mengisap dirumah mereka.


Suatu hari doanya dikabulkan, dia dan suami nya diarahkan kesalah satu rumah warga di desa untuk meminta bantuan obat herbal kepada sang anak. Tapi awalnya suaminya menolak, tidak percaya akan obat obat seperti itu, ia pikir itu adalah tempat dukun. Tapi karena sudah putus asa, setiap hari Putra terus saja ingin kehilangan nyawa membuat mereka mencoba.


Saat kesana mereka harus ke suatu desa yang cukup dalam dan jauh dari kotanya, disana salah satu pengobat terkenal besar dan juga pengobatannya cukup manjur, bahkan ada banyak Review dari orang orang jika penyakit dalam seperti kencing batu, kencing manis dll sembuh berobat dengannya.


Bahkan hari pertama Bulan datang ternyata ibu si pengobat sudah diboking oleh orang lain dan tidak di rumah, jadilah mereka pergi dan mencari penginapan, hari kedua rumah sang pengibat banyak orang sehingga mereka harus meinta jadwal malam. Saat malam barulah mereka bertemu dan Putra bisa dilihat apa sakitnya. Pengobatannya cukup aneh. Tubuh Putra dibuka dan diketuk bagian punggungnya, dipegang tangan dan si pengobat sudah tau apa sakitnya. Awalnya Bulan dan suami sangat tidak percaya mulai husnuzon, mereka berniat cukup sekali ini saja datang kemari.


Tapi eh tapi si ibu mengatakan jika sang anak mengidap penyakit sisik, itu bahasa dari desa, penyakit yang tak lain adalah penyakit dalam, penyakit yang menyerap zat dan vitamin sang anak, itu ada banyak alasan mengapa terjadi salah satunya karena faktor makanan saat ibunya hamil dulu, kata si ibu juga dulu Bulan pernah makan racun dan itu mengendap ditubuh Putra mangkanya harus dibuang dari darah sang anak agar bisa sehat.


Semakin tidak percaya mereka hanya mengangguk saja seolah paham dan percaya, tapi dalam hati mereka tidak berniat untuk kembali lagi kesana. Malam itu si ibu memberikan mereka obat balur yang katanya supaya sang anak tidak rewel atau menangis malam. Dan air putih yang dibacakan ayat. Semakin tidak percaya bulan dan suami pulang.


Malamnya Putra semakin rewel dan menangis histeris, selama dua tahun Putra tidak pernah tidur nyenyak dan terus menangis, bahkan mereka berdua bergantian menjaga Puutra dimalam hari, mereka sangat lelah. Seperti mala mini Putra sangat rewel, bahkan nafasnya sudah tak beraturan.


Sang suami pun mengambil obat yang untuk dibaluri. Dan membaluri tubuh sang anak. Sangat tidak dipercaya, anak mereka tidak lagi menangis, malah menatap mereka dengan mata sebab dan mulai tidur kembali. Kedua pasutri tercengang melihat sang anak, biasanya jika rewell begini anak mereka sangat susah untuk di obati, tapi ini ia cepat tidur. Dan lebih bagusnya lagi saat anaknya bangun, anaknya tidka rewel, malah tenang dan tidak menangis. Mereka semakin tidak percaya tapi itu nyata. Akhirnya mereka yang awalnya ingin pulang melanjutkan pengobatan. Mereka diberi kan beberapa daun yang harus dicari, merekapun menyuruh orang desa mengambil daun daun, anak mereka dimandikan dengan beberapa jenis daun selama tujuh pagi, harga pengobatan tidak semahal kepada dokter tapi anaknya sehat total.


Sampai saat ini Bulan, atau suami sama sekali tidak menayangkan jika Putra bisa sepanjang ini umurnya, mereka pikir Putra dulu tidak panjang umur, setiap malam mereka menangis dan berkata jika anaknya memang tak bisa bertahan lagi mereka ikhlas, tapi berkat mukzizat Tuhan anak mereka semakin sehat dan hebat seperti sekarang, itu adalah alasan mengapa Bulan sedikit trauma memiliki anak selain Putra. Sangat sulit dilupakan tragedy buruk itu. itu juga salah satu alasan mengapa Putra sangat disayangkan oleh ayah dan ibunya, dekat dan sangat menyayangi mereka.


...----------------...


Bara menatap HP miliknya, melihat pesan dari dirinya untuk Letta sudah dibalas sangat senang. wajahnya sangat cerah saat ini.


“ Hay..”

__ADS_1


Bara mendongak menatap siapa yang menyapanya. Matanya menyipit menatap siapa pelaku. Matanya sedikit berubah saat ingat, dia kakek Letta Ragiel. Tapi Letta sangat mengajari Bara untuk menghindari sang kakek, dan bersikap seolah pura pura tidak tau.


” Kamu anak Lettakan? Cucu saya?”Tanya Ragiel pelan dan tersenyum ramah pada Bara.


Bara menatap Ragiel mengerjab pelan, mengepalkan tangan agar tidak takut, senyum ragiel sangat menyeramkan.


Bara menggeleng,” Cucu anda sudah membuangku. Lagipula siapa yang mau jadi anaknya? orang yang kejam dan sudah membuangku.” Ketus Bara. Mata Bara terlihat emosi dan bergerak kesana kemari, ia bicara sesuai arahan dari Letta. Ujarkan kebencian jika Ragiel menanyakan soal dirinya. Dan katakana hal buruk buruk. ‘ Maaf moom.” Gumamnya dalam hati lirih.


Ragiel terkekeh mengusap kepala Bara. Bara menegang mendongak lagi menatap ragiel.” Oh iya? bukankah anakku sangat menyayangimu hmn?”Tanyanya Ragiel pelan. berjongkok agar wajah mereka sama dan bara tidak perlu mendongak.


Bara menggeleng cepat.” Dia memukulku.” Bara menunjukan bahunya yang memar.”Dia juga tidak menyayangiku, buktinya aku dibuang. Aku tidak mau membas dia., aku benci dia.”Bara memilih pergi seusai berteriak dihadapan Ragiel. Tapi siapa sangka jika tangannya bergetar memegang botol minuman,


Ragiel menyeringai melihat mata Bara yang penuh kebencian. Menghela nafas dan pergi, sedangkan bara? Kakinya sedikit loyo, melangkah menghindar Ragiel lebih jauh. Letta bilang dia harus mencari tempat ramai jika bertemu Ragiel, jangan sendiri dan usahakan agar tidak sendirian. Beri kata kata jahat tentang dirinya. Bara melakukan semuanya karena dirinya percaya.


Dengan tangan gemetar Bara menghubungi Letta. Mengatakan jika Ragiel menemuinya. Mata Bara memindai sekeliling, belum ada Diki atau Ando yang menjemputnya. Tapi tatapan bara teralih pada satu mobil yang sangat dirinya kenal. Mobil kuning mencolok di seberang jalan. Bara melihat sekeliling berlari menuju mobil.:”Moms..” teriaknya.


Yah. itu letta. Letta melihat semuanya, semenjak kejadian jesika Letta lebih ketat menjaga Bara. Dan semua yang tadi terjadi tidak lepas dari pandangan mata. Letta membuka pintu mobil membiarkan bara masuk. Bara menatap Letta berbinars egra menerjangnya.”Moms... Bara kangen.”Lirihnya pelan.,


Letta yang mendapatkan pelukan tertegun., dirinya memang belum mengendarai mobil, yang mengendarainya adalah bambang. Dan letta yang dapat pelukan sendiripun menegang sedikit kaku. Tangannya takut takut membalas pelukan dari Bara. Bambang melihatnya sedikit geregetan. Menarik tangan letta hingga membalas pelukan bara. Letta melotot tapi Bambang sudah menatap lain arah pura pura tak melakukan apapun.


Letta menepuk bahu bara dan mengusap kepala Bara. Bara melepaskan pelukan, ternyata wajah bara sudah terlihat kusam dang kumal. Letta tersenyum tipis.”tadi ada kakek yang moms bilang. Dia keliatan menyeramkan.” Ujar Bara mengingat wajah Ragiel. Bahunya bergidik ngeri.


Letta tersenyum tipis.”Bagus.. lain kali kamu bisa melakukan hal sama untuk menjauhinya. Kamu ingatkan apa pesan moms selama ini?”Tanya Letta tegas. Bara mengangguk pelan menatap letta gugup.


Letta menghela nafas.”Belajar yang rajin, jadilah anak yang cerdas agar moms bangga. Tapi jangan terlalu keras pada diri sendiri, sebab jika nanti moms tau kamu sakit. Moms tidak akan ingin bertemu denganmu lagi. paham?”Tanya Letta tegas.


Bara mengangguk lagi tegas. Mengerjab takut melihat letta. Letta mengusap kepala Bara, mengambil plastic yang ada di sisinya.”Ini Es krim. Makanlah sampai menunggu Diki dan ando menjemputmu., “Ujar letta.

__ADS_1


Bara menerima senang, es rasa Macha, ia tersenyum semangat.”Makasih moms. Cup.” Bara mencium pipi Letta.


Letta sedikit menegang. Merasa pipinya merona. Letta mengerang menatap Bara yang makan es krim dengan semangat, sesekali menawarkan menyuapi Letta. Letta hanya menggeleng dan terus menatap Bara. Melihat bara senang seperti ada hal yang merasuki hatinya, seperti kebahagiaan?


__ADS_2