Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
hilang


__ADS_3

Letta melepaskan tangan Diki.”Hidup gue enggak kayak yang loe bayangin, kali ini gue bener bener enggak bisa lagi ngelindungin kalian, bahkan ngelindungin diri sendiri gue ngerasa berat.. jadi tolong buat mikir ulang kalo loe mau ada di dekat gue, gue enggak bakal mau ngulang rasa sakit yang sama Diki.” Tegas Letta.


Yang dimaksud Letta rasa sakit kehilangan teman yang paling ia sayang, kehilangan orang orang berharga dihidupnya,


Diki tidak habis pikir, apa yang ada dipikiran Letta sampai sampai ia terlihat enggan meminta bantuannya meksipun dirinya ingin membantu. “Letta kalo ini masalah berat itu artinya loe butuh bantuan bukan malah mendam dan nerima sendiri. Letta loe butuh orang lain. Jangan egois, kalo tetap mikir loe bisa nanggung sendiri, loe bakal tetap kehilangan orang.” Tegas diki.


Letta menghela nafas, hendak menjawab tapi telepon menghentikanya. Letta ,mengambil hanpone di sakunya, menatap siapa yang menelponnya. Letta menekan tombol hijau dan mengangkat tenang.


“hiks hiks. Letta.. letta kamu dimana?”tanyanya diseberang sana penuh isakan.


” Sabar Bun. Buna lagi hamil.. biar ayah aja yang telepon Letta.”


Suara sajutan lelaki di belakangnya. Letta mendengarnya mendadak cemas dan gunda. Ada apa ini? letta mengepal erat HP miliknuya mendengar penuh panggilan. sedangkan diki yang melihat perubahan wajah letta mendekat dan menguping apa yang dibicarakan sampai letta berubah pucat dan cemas ditenga perseteruan mereka.


“Halo.. Halo letta. Ini Letta kan?” suara yang tadinya lemah lembut dan juga rapuh tergantikan dengan suara tegas milik seorang lelaki, tapi suara isakan masih terdengar lemah dan penuh kekhawatiran.


Letta merasa hatinya muram dan juga kusut. Apa yang terjadi,? Jangan bilang apa yang dirinya pikirkan itu benar?


Tolong Letta tidak akan sanggup kali ini.


“Iya.. ada apa?”Tanya Lerta setenang mungkin.


Diki mendekat dan memepetkan tubuh dengan letta. Letta menjauh sedikit karena tidak nyaman. Diki mencebik masih memfokuskan pendengarannya dari telepon letta.


Tapi jangan bilang Diki akan berhenti, ia semakin gencar dan mendekat kepada Letta kembali untuk ia menguping pembicaraan antara Letta dan lawan di seberang sana. Diki tidak tau, suara itu tidak ia kenal. Diki sangat penasaran siapa gerangan yang membuat Letta secemas itu?

__ADS_1


“ Letta ini ayah Putra. Yohanes... “ Ujar dari seberang.


Letta semkain muram, hatinya masih berdenyut tak karuan.” Ada apa Hanes?”Tanya Letta tanpa sopan santun, memanggil Hanes dengan paman atau om, sebab bagi letta usia mereka tidak rerlalu jauh.


Hanes terdengar menghela nafas, mengusap bahu istrinya yang terus menangis.” Itu Putra ada di rumah kamu tidak? Soalnya sedari kemarin dia neggak pulang pulang. Teleponnya enggak aktif. Ini kami khawatir.” Jawab Hanes lirih.


Hato Letta semakin berdebar, ini debaramn yang takut, sangat takut. letta pernah setakut dan sekalut ini dalam suatu hal. Dan itu artinya ia akan kehilangan lagi.


Letta mengepalkan tangannya.” Aku akan kesana,” Ujar letta lalu mematikan teleponnya. Pikiran letta berkelana kemana mana saat inio.


“Letta ada apa?”Tanya Diki melihat wajah letta memucat. Diki khawtaur dan juga penasaran apa yang terjadi pada Letta. Letta menatap Diki nanar dan seggera pergi tanpa menjawab.


“Letta.” Diki menahannya.


“Gue ikut..!!” Teriak diki. Letta tak menjawab, langsung mengambil kunci mobil dan pergi dari sana. Diki tak tau malunya ikut kemana Letta pergi., ia bahkan memegang ujung belakang jaket Letta bagian bawah karena takut di tinggal. Diki seperti anak polos yang takut ditinggal. Letta juga membiarkan saja Diki sebab pikirannya yang rusak.


Letta menelpon seseorang. “Halooo Bovi.. bovi gue minta tolong sekarang.” Ujar Letta cemas sembari menunggu lift terbuka. Diki diam hanya mengamati saja bagaimana kalutnya Letta saat ini, tidak seperti letta biasanya.


“halo Let kenapa? Ada apa?”Tanya bovi ikut panic mendengar Letta yang terlihat khawtair dari suaranya.


“Tolong lacak dimana Ragiel sekarang dan cari tau dimana dia sekarang..” Teriak Letta lalu mematikan HPnya. letta meremas kuat hpnya memauski lift terbuka. Menemui Ragiel itu tidak semudah yang dibayangkan. Dia seperti hantu,. Entah kapan datang dan kapan pergi, jika menemuinya pun itu butuh waktu dan Letta tak punya waktu.


Letta melangkah cepat menuju Mobil miliknya, menekan hatinya yang berdenyut. Diki berlari mengikuti langkah letta yang lebar, memasuki sisi mobil Letta. Letta hanya diam membiarkan diki saja. Mobil melaju dengan cepat di keramaian yang ada. Diki tidak lagi banyak Tanya karena melihat wajah khawatir Letta.


Satu jam berlalu mobil letta melaju sampai memasuki perkebunan sawit dan memasuki perkarangan rumah yang terlihat asri dengan bangunan kayu. Letta kluar dan memasuki rumah tersbeut. Diki mau tak mau juga ikut memasuki rumah tersebut. Letta mengetuk pintu pelan disana menatap cemas pintu.

__ADS_1


” Letta..” teriak Bulan disana meringis memeliuk letta segera.,


Letta terdiam nyilu mendengar suara tangis Bulan, tangannya dengan kaku membalas pelukan Bulan. “ Letta. Putra enggak pulang dari kemarin hiks hiks. Kami udah nyari kemana mana dan nanya sama temenya ternyata kemarin dia bolos Letta.” Cerita Bulan.


“ Bun ajak masuk aja lettanya dulu yuk. Jangan gitu.” Hanes menarik istrinya agar memasuki rumah. Letta terenyah lalu mengeleng kepalanya. memasuki rumah dan duduk di sofa. Bulan terus menangis memeluk Hanes. Diki ikut dengan kaku duduk di sebelah Letta. Hanes dan Bulan menatap letta nanar.” Oh jadi alasan kamu enggak nerima lamaran Putra karena kamu udah ada calon?”Tanya Bulan kecewa.


Letta menggeleng.” Kenalkan, ini diki teman saya sejak smp, dan alasan saya tidak menerima Putra bukan karena dia.” Jawab letta lugas.


Diki melotot menatap Letta penuh penasaran.” Loe dilamar let?”tanyanya dengan pelan menyenggol lengan letta.


Bisa bisanya ada yang melamar letta, setahunya tidak ada yang berani mendekati Letta, jika ada yang berani sudah pasti langsung di usir oleh Letta. Mereka saja teman letta iru selalu di usir dan kena semprot. Kalian tau kan ucapan buruk letta kepada mereka?


Letta menghela nafas.” Ini bukan saatnya membahas hal itu.” jawab letta tegas.


Diki terdiam mengangguk, meringis karena tau dirinya salah. Letta menatap Bulan dan Hanes yang paham aklan jawabannya. “ kalian sudah lapor polisi kan?”tanyanya Letta,.


Bulan mengangguk.” Udah, tapi belum ada kemajuan letta. Kami nelpon kamu buat nanya apa putra semalem ke apartemen kamu. Biasanya kalo dia telat kan di apartemen kamu.” Jawab Bulan mengusap air matanya nanar.


Letta mengangguk pelan.” dia semalam main sama saya, kami ke alun alun kota sampai jam 9 malam, terus dia pulang. Saya tidak tau jika setelahnya dia enggak pulang pulang.” Jawab Letta jujur kepada Bulan dan juga Hanes.,


Hanes dan Bulan tersentak.”kamu beneran?”tanyanya nanar.


Letta mengangguk.”Iya mangkanya saya kaget tadi mendengar kalian bertanya mengenai Putra. Karena memang kemarin dia seharian main dengan saya dan berkata jika dia akan pergi tidak akan menganggu saya lagi.” Letta bicara dnegan lemah.


Bulan terlihat semakin menangis. Hanes mengusap kepala istrinya lembut.” Sayang jangan nangis. Nanti anak kita didalam perut kamu ikutan nangis. Bahaya loh kamu lagi mengandung.” Ujarnya lirih pada Bulan yang sudah hamil besar.

__ADS_1


__ADS_2