Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Cemburu


__ADS_3

Letta tidak tau jika sedari Cakra mendekati dirinya tadi Carmon melihat semuanya, dengan klien yang sibuk menjelaskan semua masalah hotel tadi matanya terus berpusat pada titik Cakra yang duduk di bangku antara Letta dan Baron. Entah kenapa Carmon tak suka meliihat hal itu. itu terlihat menganggu dimatanya. Itu dedikit menyakitkan mata miliknya.


“Bagaimana menurut bapak pak?” Carmon tak bergeming, terus menatap Letta, sampai ia tidak mendengar pertanyaan dari klien yang sedang meminta pendapatnya. Klien terlihat menatap Carmon gugup dan juga bertanya Tanya., Ia Melirik Virgo yang sedari tadi mencatat untuk meminta jawaban dari apa yang ia Tanya, tapi Virgo terlihat gugup melirik Carmon yang melihat arah Letta dan juga Baron.


Ia kembali bertanya mengenai pertanyaan klien.” Pak Carmon, bagaimana jawabannyua pak??”


Carmon kaget, seakan keluar dari dunia pikirannya menuju dunia nyata. Melirik Virgo yang menatapnya professional, tapi siapa yang tau hati dan jantungnya sedang terguncang., salah sedikit saja ia bisa kehilangan masa depan yang cerah.


Carmon melirik virgo berdehem.”Bisa diulangi pertanyaannya Virgo?” Tanya Carmon dingin.


Virgo melirik klien yang diam saja. Lalu berdehem sejenak menetralkan rasa serat yang ada di tenggorokannya.,”Begini pak. Tadi klien sudah menjelaskan jika tempat yang bapak ajukan itu dinilai kurang kondusif atau kurang strategis. Dikarenakan kan bukit aza ini adalah bukit yang baru jadi wisata, wisata disini itu biasanuya hanya akan terkenal beberapa tahun saja, selebihnya nanti akan kurang peminatnya dan akan kurang orang yang datang kesana. Jadi beliau menyarankan untuk ambil di dekat pantai suci saja. Katanya disana lebih banyak peminat dari pemudi untuk menginap secara ilegal.” Jelasnya secara singkat. Nafas Virgo tersendat karena menjelan secara cepat.


Carmon mengangguk pelan. “Tapi dibukit Aza saya mau bikin villa atau penginapan biasa dikarenakan disana pemandanganya yang bagus, itu diperuntukan untuk pengunjung luar kota ini. disana masih asri, segar dan jauh dari polusi, jika di pantai suci juga bagus, tapi hhawa dan udaranya beda, disana panas sedangkan di bukit aza saya ingin buat kolam renang untuk santai di area pemandangan, lalu membuat taman. Sepertinya itu bagus untuk dijadikan penginapan.” Ujar Carmon mengenai pendapatnya.,


“Tapi pak. Bukit Aza itu juah dari lalulintas masyarakat kan, jadi nanti akan sedikit sulit untuk memperkenalkan kepada masyarakat. Apalagi kota kita ini kota kecil, sangat jarang jika orang luar kota masuk kesini dan dijadikan pasaran target. Pastinya orang orang itu lebih memilih tinggal dikota saja, hotel kota yang sudah memadai, mulai dari grab makanan, sinyal dan listrik, disana akan sulit mendapatkan listrik, apalagi ada beberapa jalan belum diperbaiki.” Jelas klien sabar.


Carmon mengangguk pelan kembali melirik Letta, entah kenapa rasaya otaknya sedikit mampet.”Baiklah. Saya akan lihat lokasinya dulu baru bisa ambil keputusan. “Ujar Cramon. Klien terlihat mengangguk saja karena memang itu sudah jadi jawaban dari atasan.


“Tapi surat izin di desa wisata sudah kami minta pak, jika tidak dibangun nanti mereka akan menganggap kita PHP dio desa mereka, atau kita juga akan disalahkan akan hal ini.” Ujat Virgo kesal. Meminta izin dengan orang desa itu cukup menguras waktu dan tenaga, mudah sekali tuannya mengubah hal lain, jika diubah lagi pasti nanti akan banyak memakan waktu lagi.


Carmon menatap Virgo, mengangguk-angguk membenarkan, Cramon memijit pelipisnya yang terasa berat, kenapa otanya tiba tiba beku seperti ini. ia berdehem sejenak dan berkata.” Jika begitu ganti rugi saja.”Ujar Cramon ringan. Itu salah satu jalan lagi.


Virgo hanya bisa diam dan mengangguk, kesal karena usahanya sia sia saja selama ini bukan masalah uang ganti ruginya toh yang bayar perusahaan. Tapi dia kan sudah mengatur kesana kemarti, ke dinas dinas lainnya. Menegosiasi kepada pemilik tanah penduduk. Itu memakan perjuangan, waktu dan juga banyak hall.. tidak segampang yang tuannya katakana,

__ADS_1


“Kita sampa sini saja yah.” Carmon berkata ditengah rapat yang bagi meka belum clear. Mereka saling lirik menatap Carmon yang sudah bangkit. Klien hendak angkat bicara tapi Carmon sudah lebih dulu bicara.” Sudah malam. Kalian saja yang bahas,, besok kasih kesaya yang mana baiknya kita diskusikan lagi.” Carmon pergi tanpa berucap salam,


Klien menatap Carmon menganga, henak berteriak dan memaki, tapi Carmon adalah sumber pundi pundi uang. Uang yang Carmon tanam bukan main besarnya.. dan itu sudah diberi sepertiga jadi ia hanya bisa menelan kembali kata umpanan yang ada, sadar saat ini ia hanyalah bawahannya Carmon,


Virgo meringis melihat Carmon yang pergi tanpa kata pada klien, karena tak enak ia berdehem sejenak untuk mencairkan suasana.”Maaf tuan. Tuan lanjut dengan saya saja yah. soalnya tuan Carmon kurang suka rapat malam. “ mana ada, Ia hanya berbohong, pasalnya biasanya Carmon malah berhadang untuk menyelesaikan masalah perusahaan. Mau bagaimana lagi?? sedangkan klien hanya mengangguk pura pura setuju dan menutupi rasa ingin mengutuk Carmon. Baik mari kita kubur dalam dalam karena tau ego tidak menghasilkan keuntungan.


semua demi uang,


Langkah kaki Carmon cepat menuju meja Letta. Terilihat lelaki itu tersenyum menatyap Letta. Letta tidak pernah selembut itu tatapannya.. Cramon berdehem ditengah mereka yang masih bercakap cakap dan Letta yang diam menatap makannya. Carmon berdehem menarik perhatian Baron dan Letta. Baron segera berdiri berbeda dengan Letta yang menatapnya dengan alis yang terangkat. Ia berdehem lagi sejenak.”Kita pulang sekarang, rapatnya sudah selesai.,” Ujarnya tegas.


Letta menatap Carmon dengan alis terangkat, ada yang aneh di tatapan itu, seperti tatapan kesal dan marah padanya? Hey dia tidak melakukan kesalahan sedari tadi, apalagi salahnya??? Carmon yang melihat Letta tidak bangkit berdecap.”Hey mau pulang tidak? Atau mau tinggal disini saja bareng teman lelaki kamu itu.?”Tanyanya dengan kesal menatap letta melotot.


Letta berdehem melirik Cakra yang mengamati dalam diam sedari tadi. Letta berkata.” Bukannya kamu ada rapat lagi nanti jam 9, dan seharusnya rapat ini selesai tiga puluh menit lagi?”Letta tau semua jadwal Carmon karena dialah yang harus mengingatkan Carmon akan jadwal yang ia miliki.


Letta menghempaskan tangan Carmon, tapi tangan Carmon seperti ada lemnya disana, sangat kuat dna menempel. Letta berdehem menatap Cakra.”Lian kali kita bicara lagi. saya pulang duluan.,.”Ujar Letta dengan pelan.


Cakra mengangguk paham, Carmon melirik Cakra yang terlihat tidak senang. Kenapa seperti dirinya ketahuan berselingkuh dengan istri orang? ohhh iya ia lupa bertanya. Apakah Letta sudah memilih kekasih atau suami? Dan lelaki tadi apakah kekasihnya perti novel novel, bodyguard yang jatuh cinta pada tuannya sehingga mereka menjalinkan perjalanan cinta yang amatir?? Cakra jadi tidak enak jika memang benar begitu.


Carmon dan Letta sudah sampai di kamar mereka, tadi Letta dan Carmon hanya diam di dalam mobil dan tak ada yang membuka suara sampai di kamar. Letta memilih mandi duluan tapi ia dikagetkan dengan Cramon yang menerobos masuk duluan. Letta mengernyitkan dahinya memilh mengalah, duduk di sofa dan memainkan hp miliknya.


Tring...


“ Haloo Are.. aku sudah pulang, nanti kamu harus menjengukku lagi di rumah membawa bubur daging seperti kemarin dengan porsi doble sebagai hukuman kamu tidak menjemputku pulang, dan terimakasih karena sudah membantuku dalam kasus Jastin dan Agatha.. aku sayang kamu.. kembaranku..”

__ADS_1


Letta segera mendellete chat tersebut, membanting HP miliknya keras, menatap tajam ke langit. Ia menarik nafas dengan dalam dan rasa darahnya berdesir hebat. Ia segra mengambil lagi hp miliknya di saku lain, menelpon seseorang dan melangkah keluar hotel. Nafasnya terasa tercekat, seakan menggerogoti tenggorokan. Tenggorokannya seakan di tusuk paku kenyataan,


Dikamar mandi Carmon kaget mendengar suara pecahan keras. Carmon buru buru keluar menggunakan handuk, ia mengerjab pelan melihat rungan suah kosong dengan HP yang tak berbentuk di lantai. Ia mengerjab mengambil HP tersebut, sudah mati total.”Letta? kamu dimana??” Carmon mengedarkan pandangan, tak ada siapapun. Carmon mendengus kembali ke kamar mandinya cepat. Ada apa dengan letta?


Dunia ini tidak adil. Anak kecil dipaksa menjalankan kejamnya dunia. Pernah kehilangan akalnya dan memilih mati saja menjemput kebahagian yang diimpikannya. Areta bukan gadis congkak atau gadis seraka yang seperti orang lain katakan. Areta sosok yang kesepian, rapuh dan juga terluka. Bak telur yang sudha retak dna juga terbuka cangkangnya. Jadi harus memiliki metode lain agar ia tak busuk dan memperburuk keadaan


luka miliknya tak akan ada obatnya, sudah menjadi candu dan melekat ruat pada dirinya. Siapa yang hendak hancur dengan penyakit mengerikan miliknya?


Ia dilecehkan di usia muda bahkan bukan dikatakan Muda, pada saat ia balita! betapa mengerikannya saat ia ingat hal tersebut, bertahan hidup sejak kecil dalam keadaan ingin bunuh diri.


Itulah alasan mengapa Zaxi kakaknya fokus pada dirinya, ia memiliki penyakit gangguan mental, fisikisnya terganggu berat


Tak hanya itu, ia juga menjadi wanita yang tidak normal seperti lain hingga sekarang. itu juga alasan mengapa Zaxi fokus padanya. Zaxi merasa Areta jauh diperhatikan dibanding Aletta yang normal.


Areta tidak membenci kembarannya atau ia tidak pernah berniat agar Zaxi selalu berada di sisinya, tak pernah pula berfikir untuk merebut apapun yang Letta miliki, melainkan ia iri. Jika orang lain berada dikehidupannya mungkin tak akan ada yang berani untuk menatap hari esok. Siapa bilang Zaxi mencintainya dan selalu membelanya.


Zxai berada di sisinya, menghangatkanya. Memberiklan kelembutan dikehidupannya, memenuhi apapun yang diinginkannya. Tapi Areta tau dihati, dipikiran dan dikehidupan Zaxi yang ia pikirkan adalah Aletta. Aletta yang ia khawatirkan.


Aletta yang sellau ia dahulukan. Areta sangat tau hal itu. tak ada alasan untuk Areta membenci Letta selain Letta yang memilih hidup nyaman dan hangat dengan Ragiel dari pada dengan mereka. Areta pun sadar jika sesungguhnya mengapa Letta memilih Ragiel agar hidup mereka terjamin dan nyaman.


Areta merenung menatap kolam di depan rumah miliknya, kola mini dibuat oleh Zaxi, Areta tau apa alasannya. sebab dulu Letta kecil sangat suka ikan hias, ia sangat suka ikan KOI dan beberapa ikan lainnya. Ia juga suka bunga teratai jadilah kakaknya membuat danau kecil ini penuh iikan Koi dan juga bunga teratai. Padahal Areta tidak suka bunga teratai yang baginya tempat ular. Hemmm seiring berjalan waktu Areta sadar jika sebenarnya Zaxi hanya menciptakan tempat ternyaman agar Letta ingin pulang dan juga punya tempat untuk ia sukai dirumah ini.


Areta duduk diatas batu memegang HP miliknya, laluvmenatap ikan ikan yang mendekat padanya. Areta sudah membaca apakah chatnya terbalas atau belum. Jadi ia mengeluarkanya dari kantung baju miliknya. Melemparkan malanan tersbeut sampai ikan terlihat berebutan makan,

__ADS_1


Areta terkekeh pelan melihat perebutan tersebut. Kembali menbaurkan makanan, melirik HPnya, pesan yang ia kirim kepada Letta belum juga dibalas, padahal sudah ia read sejam yang lalu. Areta menghela nafas, ini sudah baisa tapi kenapa rasanya sangat sulit untuk ia terima, bagian hatinya masih ada yang sakit melihatnya. " Adik... Maafkan kakak. kakak serakah!!!!"


__ADS_2