Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Berhasil


__ADS_3

" Sialan... siapa yang berani beraninya bermain main dengan keluarga ku....!!!" Samuel mengepalkan tangan merasakan permasalahan yang ia hadapi.


Kejadian pagi tadi sangat menggemparkan gosip sana-sini, hampir seluruh stasiun televisi menyebar berita tersebut, itu berita yang menjadi huru hara yang buming di semua kalangan, keluarga Samuel itu bukan keluarga sembarangan, kekayaan yang sangat melambung pesat seusai merebut perusahaan utama keluarga Ricart tak tertandingi akan kekuatan nya. Semua orang menghormatinya, bahkan perekonomian keluarga Samuel mampu menggoyangkan perekonomian perserikatan negaranya.


Samuel tak habis fikir, ia merasa sudah membereskan masalah ini agar tidak masuk ke stasiun televisi dan majalah agar tidak diperluas, tetapi ia dikagetkan dengan gemparnya masalah ini di mana mana. apa mereka tidak ada yang menghormati nya lagi?


Samuel Mengepalkan tangannya, menatap tajam pada televisi yang sedang menyiarkan masalah yang ada. " Dia. Pasti bukan sembarang orang." Bisik Samuel. Sebab jika kekuasaan nya tak lagi terbantu, berarti ia adalah orang yang cukup kuat dan berambisi


Samuel sangat pusing, jika begini maka kasus yang dihadapi oleh Jastin tidak akan bisa lolos dengan mudah, jika netizen tau Jastin keluar dari masalah dengan mudah maka reputasi keluarga nya yang berbudi leluhur, baik hati dan bijak saja itu akan hancur. Samuel tetap mempertimbangkan pandangan orang lain terhadapnya kelak.


Dan berita itu cukup menambah kadar kebangaan pada Letta, ia bisa membuat perusahaan Samuel beberapa minggu ini kelimpungan mengurusi beberapa orang yang memutuskan kontrak, dan ada juga beberapa yang membatalkan investasi dan proyek. Diperkirakan kerugian sampai berkisar Puluhan triliun. Letta menyeringai.


Letta tau, sesungguhnya kejadiannya ini hanya akan menurunkan potensi petusahaan, dan Jatsin tidak akan masuk penjara, kalian tahukan jika kekuasaan dan uang mampu membeli segalanya? Iya Letta tau, jadi kemungkinan besar ini kasus hanya sampai satu minggu kedepan akan selesai, selebihnya Jastin akan keluar dengan dugaan tidak bersalah, atau saling memaafkan satu sama lain, alis berdamai. Letta tidak naif, ia tidak bodoh. Letta sangat tahu bagaimana hidup di dunia kalangan atas.


Karena itu ia lebih ke arah memperluas kan masalah ini pada di awak media, dengan ini keluarga Samuel tidak akan bisa bergerak terlalu bebas, dan hukum tidak terlalu mudah untuk di putuskan. Setidaknya ini akan menambah kadar gertakan dari Letta.


Setidaknya mengertak sedikit demi sedikit keluarga ini adalah jalan yang Letta gunakan. Letta mampu membunuh Carmon dalam satu waktu tapi itu bukan opsi yang tepat, atau membantai semua keluarga ini akan cukup memakan waktu dan terlalu bahaya, Tetapi Letta memiliki rencana lain, semua keluarga yang bermarga Hotman harus sengsara sebagaimana dirasakan oleh dirinya dan adik-adiknya selama ini, Terutama ayah dan ibunya.


Letta tidak akan membiarkan mereka mati dalam sekejap mata, setidaknya bagaimana cara ibu dan ayahnya dulu dibunuh, seperti itulah ia memperlakukan mereka semua kelak saat menemui ajal.


“ Hey..!!!!” Letta kaget, ia memejamkan mata sesaat menghela nafas melirik siapa pelakunya. Disana ada Baron yang menggaruk tengkuk yang tidak gatal menatap tatapan Letta sedikit tidak berani. “Emmm kamu bisa bikin kopi? Pak bos minta tolong bikinkan kopi dengan buatanmu.” Ujarnya pelan.


“AKu tidak bisa.” Letta berkata jujur, ia tidak pernah membuat kopi siapapun, paling ia hanya membuat kopi pahit, atau teh tawar atau teh yang kata orang manisnya itu tidak terlalu manis, manis jambu kata orang, kadang ada juga yang berkata jika manisnya hanya samar.


Baron menatap Letta memelas.”Bos menyuruhmu, kau buatlah dulu sebisamu, aku tidak mau kena amuk.”Baron mendorong tuhuh Letta untuk pergi. Letta malas menatap Baron, tapi Baron malah menatap Letta dengan kedua tangan mengepal seperti memberikan semangat di depan dada. Mata yang mirip seperti anjing. Ia tidak imut tapi lucu karena tubuhnya yang kekar. Ia seperti hemmm banci? hohooo.


Letta diam menatap Batin jijik, itu sangat tidak cocok dengan tubuh dan wajahnya yang hitam, Tapi Letta memilih mengangguk sejenak, melangkah kearah dapur, tersenyum sinis menumpahkan gula dua sendok supaya manis dan kopi, setelahnya memberikan air panas sedikit dan air biasa sedikit.


Melangkah membawa kopi yang ia bikin, melewati Baron yang di depan ruangan tersenyum pada Letta. Letta diam membawa kopi yang ia bawa menuju ruangan Carmon.


Terlihat Carmon berpenampilan sangat kusut, ia diwanti wanti untuk menahan saham dan kontrak dari orang orang penting oleh ayahnya, semua tugas Jastin ia yang urus, Carmon sampai tidalk bisa tidur dengan cukup selama beberapa hari ini. tubuhnya terlihat kunyu dengan kantung mata yang terllihat coklat, rambutnya bahkan terlihat berminyak karena tidak mandi.,

__ADS_1


Ting. Carmon mendongak menatap Letta yang meletakkan kopi, Carmon menghela nafas mengambil kopi tersebut. " Kau yang buat???" Tanya Carmon.


" Ennn..." Letta mengangguk samar.


Letta diam menatap kopi yang dibuat, meneguknya dalam ukuran besar. Wekk... Carmon memuntahkan kopi yang ia minum di sisi kirinya. Letta diam melirik Carmon yang menatapnya tajam.


”kau mau membunuhku ha?”


Letta mengernyitkan dahi, Letta merasa ia belum menaruh racun rumput, atau racun tikus diminuman itu, atau bahkan sianida yang lebih ampuh membunuh Carmon. Carmon yang melihat Letta menatapnya mengernyit tak menjawab menggeprak meja, terlihat kopi berceceran di lantai. Ia menatap Letta dengan tatapan tajamnya.


“ Kau.. kau taukan aku alergi gula pasir biasa?” Tanyanya meredam.


Carmon memang alergi gula pasir biasa, biasanya ia akan merasakan tenggorkannya sangat sakit dan ada yang menganjal, ia tidak bisa makan dan minum selama tiga hari, terlebih ia akan terkulai lemas dan tak bertenaga. Terakhir memakan gula pasir biasa ia masuk rumah sakit selama satu minggu, dan hanya makan bubur sangat cair. Ia juga pernah sampai hampir mati saat kecil karena tidak sengaja makan sembarangan di jalanan yang mengandung gula.


Sial.. jika tau aku pasti akan menambah kadar gula sebanyak mungkin.’ Batin Letta pelan.


Letta melihat Carmon yang sudah memegang tenggorokannya terasa nyeripun berdehem.


Carmon menunjuk arah lemari ujung ruangan. Letta segra kesana mengambil obat yang dimaksud, ada banyak, Letta mengernyitkan dahi sejenak merasa bingung, melirik Carmon. Carmon sudah tidak kuat membopong tubuh miliknya, terasa sangat pusing. Letta segera beranjak ditempatnya dan melangkah di dekat Carmon.


Saat Carmon jatuh ia memejamkan mata erat takut merasakan sakit di marmer. Tapi ia merasa tangan membelit tubuh tengah miliknya, Carmon meringis merasa sosok itu membimbing dirinya menuju sofa. Carmon terdiam sejenak merasa kelu di lidahnya. Letta membaca saksama obat yang ada.”Obat anda yang mana?”Tanya Letta lagi.


Carmon kesulitan bermafas, ia sesak nafas menunjuk wembarang obat.”pink.” Letta segra mengambil sirup berwarna pink dan obat.


Entah Letta tidak paham tapi yang pasti ia mengambil air putih menyuruh Carmon meminumnya sejenak., membantu Carmon meminum obat. “Cepat sekali reaksi penyakitmu.”Gumam Letta mengernyitkan dahi melihat keadaan Carmon saat ini.


Carmon diam meraa tenggorokannya pekat,, ingin sekali memaki wanita di hadapanya ini, tetapi suaranya trasa sangat nyeri jika dikeluarkan. Carmon hanya bisa diam merasa tubuhnya menggiil. Letta segera memanggil Baron untuk menggubungi Dokter. Tapi tangannya ditahan oleh Carmon. Carmon menggeleng sejenak membuat Letta paham. Ia tidak mau dipanggil dokter.


“Panas... bisa kau buka baju ku?” Carmon mati matian biicara sangat sakit. Letta mengangguk membuka baju milik Carmon. Carmon diam merasa dadanya terekpos dan Letta membukanya dengan pelan dan telaten. Kepalanya terasa semakin pening.


Letta melirik kantong miliknya, menghubungi Baron. “Baron. Panggillah dokter keluarga San. Tuan Carmon sakit. Tut.” Letta segera mematikan telepon sebelum dijawab selesai diseberang. Tak berselang lama Baron memasuki ruangan panic. Melihat tatapan Letta yang menatap tuannya datar ia mendekat.” Bagaimana? Kenapa tuan sakit?”Tanyanya tkhawatir.

__ADS_1


Letta menggeleng”Aku tidak tau dia alergi gula pasir, kau juga tidak mengatakan apapun. jadi pegilah jemput dokter agar kepalamu tetap ditempatnya.” Ia mendelik tapi tetap menuruti Letta.


Baron mengangguk " Sudah..."


Berselang beberapa menit dokter datang memeriksa Carmon, diikuti dengan Sam dan juga Purnama yang di beritahu oleh Baron., saat itu Letta hanya berdiri menatap semua orang datar. Terlihat wajah Samuel yang lelah menatap anak lelakinya itu tak tenang.” Bagaimana keadaan anak saya dok? kenapa dia bisa begini?” Tanya Purnama saat dokter sudah memeriksa Carmon.


Letta berdecih dalam hati, mengepalkan tangan, melihat anaknya sakit saja mereka sudah secemas itu? lalu apa kabar kedua orang tuanya yang harus melihat anak anaknya di habisi di depan mata, bagaimana dengan mental dirinya melihat semua keluarganya di bantai. Letta adu nasib tapi semuanya nyata. Mereka seakan manusia paling tersakiti padahal mereka adalah duri dalam daging.


Dokter terlihat angkat bicara tetapi Carmon lebih dulu bicara.” Tadi Carmon memesan kppi lupa memberitahu mereka untuk tidak memberi gula ma. Carmon salah.”Carmon terlihat melirik Letta yang juga menatap Carmon. Carmon tersenyum meskipun wajahnya memerah ruam.


Letta menyeringai. Carmon pikir dengan ia yang di bela atau di lindungi ia akan tersipu dan berterimakasih? Jangan harap..


Sampai kiamat pun tidak akan pernah.


Purnama mengusap kepala Carmon lembut.”Sayang kenapa bisa? kamu biasanya orang yang berhati hati, tidak sembrono seperti ini.” Lirihnya, matanya kembali meneteskan air mata karena sedih melihat keadaan anaknya.


Carmon melirik dokter untuk meminta bantuan. Dokter yang paham mengangguk.” Tuan muda juga kelelahan sepertinya, ia kekurangan istirahat dan dehidrasi sehingga kondisinya cukup tidak stabil. Nyonya dan tuan tenang saja, tuan Cramon sudah saya tangani, hanya saja butuh beberapa hari untuk mengobati tenggorokan beliau. Saya lihat tadi bengkak dan akan terluka. Butuh beberapa waktu untuk mengobatinya.” Ujar dokter.


Purnama menangis mengangguk. Samuel memijit pelipisnya pelan menatap anaknya yang terkapar.” Baik jika begitu saya permisi tuan nyonya.. tuan muda. Saya juga memiliki urusan lain diluar, jika ada apa apa silahkan hubungi saya lagi.” Ujar dokter. Samuel dan Purnama berdehem mengingatkan. sang dokter keluar dengan wajah masam miliknya.


Samuel menghela nafas duduk di sofa dekat Carmon ditidurkan. Memijit pelipisnya yang terasa nyeri entah karena apa. Samuel melirik Carmon yang diam memejamkan mata. “Jika begini siapa yang membantu menyetabilkan perusahaan? Jastin masih ditahan, sedangkan Viona, dia bahkan masih kulia.”Bingung nya.


“Perusahaan sedang sangat kacau sekarang, kita harus menyelesaikannya dan mengeluarkan jastin dari penjara.. “Bisiknya lagi melanjutkan keresahan hati.


Purnama melirik suaminya dengan tangisan.”Tapi ini gara gara kamu yang terlalu keras kepada Carmon, dia sampai tidak istirahat dengan baik hiks hiks, sampai ia juga dehidrasi dan kurang fokus Sam”Salah Purnama pada suaminya.


Samuel mendengar perkataan Purnama menatap istrinya tak pervcaya, mengeraskan rahangnya menjawab. “Kau pikir aku minta bantuan dengan siapa lagi ha? Dengan dirimu? Kamu hanya bisa menghabiskan uang, menghambur hamburkn uang bersama putrimu itu. otak kalian hanya bisa bersenang senang. “Tekan Samuel marah pada istrinya.


Purnama menggeleng mendengar perkataan suaminya.”:Kau itu lelaki, jadi memang seharusnya tugas kau untuk memberikan kami yang terbaik, gunanya jika bukan untuk bersenang senang, lantas apa guna hartamu yang menggunung itu? Mau kau kasih ke panti asuhan? Aku tak yakin kau sebaik itu jadi manusia.” Cerca Purnama pedas pada Samuel.


.

__ADS_1


. Hay tinggal kan jejak yah....


__ADS_2