
“ Diki udah Diki, Letta nggak salah Dik...!!”Ando menahan tubuh Diki. Diki memberontak tetap menarik kera jaket Letta. Menatap bengis Letta. Ando sudah menangis lemah menahan Diki.
“Diki udah dik. Hiks hiks, Ziko bisa sedih liat kalian berantem saat dia udah pergi gini....” Ando melirik Letta nanar, tersirat kekecewaan yang mendalam.
“Nangis Let nangis..!!!! Bagus Let.. gue Cuma butuh loe nangis, setetes aja nggak apa-apa sebagai tanda kalo Ziko berharga buat loe LRT, biar dia bisa liat kalo loe nangisin dia... Argh..!” Diki berteriak memukul dadanya sendiri melepaskan kera jaket Letta.
Letta diam menatap Diki diam, tak berubah Dalam ekpresi apapun. Diki menangis memukul dadanya.
Hahaha mereka tidak tau Aja jika Ziko meninggal karena dirinya. Bagaimana jadinya jika mereka mengetahui fakta itu?
”Nnagis Let. Biar Ziko tau loe peduli sama dia.” Bisik Diki pelan.”Lettaa hiks hiks... loe nggak tau kalo sebenernya Ziko suka sama loe, cinta sama loe kan sedari SMP hiks hiks.” Bisik Diki pelan.
Letta yang tadi diam membuka mata kaget menatap Diki. Dikit melihat wajah Letta yang berubah terkekeh pelan dan tertawa terbahak bahak. Letta tetap diam menatap tak tau. “Loe kaget hahaha.. iya Ziko suka sama Loe sedari SMP, mangkanya kita mau main sama loe, dia ajak kita buat temenan sama loe juga biar dia bisa deketin loe. Dia suka sama loe udah sepuluh tahun Let.”Gumam Diki pelan.
“ DIKI UDAH..!! INI RAHASIA DIA... “
“Dia berhak tau b4ngsat..!!!” Teriakan Ando dan Diki bershaut sahut, Diki menatap Letta bengis.”Dan dia harus tau, biar dia tau kalo Ziko suka sama dia, tapi kalian liat? Dia nggak bersuara apapun, diam kayak patung nggak ada tangisan. Kalian liat, apa Ziko nggak seberharga itu buat dia? Ziko yang selalu ada aja nggak dihargai apalagi kita. gue nggak butuh Letta loe anggep kita atau nggak, senggaknya hari terakkhir Ziko loe kasih wajah loe dikit aja kesedihan, atau tangisan loe. Loe manusia berhati batu Let. Gue muak, gue benci sama loe Lett. Pergi loe dari sini...!!!” Teriak Diki dihadapan Letta.
Letta mengepalkan tangan menatap Diki. Diki mengepalkan tangan menunjuk jalanan. “Pergi Let..!!! gue bilang pergi atau loe gue hajat disini.” Bisik Diki mengerang.
Bara melihats emuanya diam dipelukan Tiger. Diki terkekeh.”PERGI,..!!!” Teriak Diki sekali lagi lenih kuat dari sebelumnya.
Letta membuang muka sejenak, siapa yang tahu jika dadanya saat ini seperti diremas, “Gue ngak pernah minta buat kalian sayang atau ada di samping gue sedari awal, kalian yang maksa dan kalian yang mau, dan sekarang kenapa kalian marah sama gue??” Tanya Letta berbisik.
__ADS_1
Diki melebarkan matanya menatap Letta. Letta tersenyum miring menatap Diki, Ando dan juga Tiger.”Kalian memang nggak seberharga itu di kehidupan gue sampai gue tangisin pas kalian pergi. Jadi mulai detik ini pergilah dari hidup gue, gue nggak butuh kalian. Dan gue Cuma ngangap kalian babu gue, menyusahkan.. “ Letta terkekeh.
“B4jingan loe..!!”
Pugh. Letta merasa pipinya kmbali basah oleh darah, ia terkekeh. Kali ini Ando yang memukul wajahnya. Ando menatap Letta dengan bengis.
Letta menaikan satu alisnya.” Hahaha iya gue b4jingan.. Kalian bodoh, mau aja jadi budak gue,. dan temen skarang sekarang udah mati, nggak ada alasan lagi buat kalian ada di samping gue kan??? silahkan pergi semau kalian..!!”
“ Gue nggak nyangkah Let.”Biisik Tiger menahan Ando yang hendak menghajar Letta lagi.
Tapi Ando sekeras baja Bugh....
Letta menahan tangan Ando yang memukul bagian perutnya, menarik tangan yang di tahan.. Bugh... suara keras menghantam tanah talak.
" Ando....!!!"
.”Pergi loe. Gue ngak sudi ketemu sama loe lagi. mulai detik ini kita ngak ada hubungan apa apa... sampai ujung dunia bakal gue umumin kalo sekarang gue Diki pranata benci sma loe Aletta. Wajar aja kalo kakak kakak oe ngejauhin loe. Ternyata loe sebejat itu jadi orang, loe emang nggak pantes buat di sayang....” Ujar Diki dalam. Tatapan yang tadinya penuh kesedihan sekarang penuh dendam dan juga rasa benci. Sangat terpancar. Urat dilehernya bahkan menonjol kekar seakan menantang untuk adu kehidupan..
Letta mengangguk berkata.”Gue sbenarnya juga ngak sudi jadi teman kalian, kesini juga formalitas. Dan iya, mulai sekarang kita nggak kenal lagi satu sama lagi, dan gue bakal senang hati dengar kabar kebencian dan permusuhan dari loe. Hehe..”Letta terkekeh bangkit dari duduknya, menepuk debu yang melekat di celananya,. Melangkah pergi meninggalkan semua orang disana.
Smeua tatapan menatap Letta tidak percaya.” Moms.”Bara berteriak berlari mengejar Letta.
Semua diam menatap Letta menjauh. Ando terduduk merasa kakinya lunglai dan lemah. Melirik Diki yang juga diam. Tapi sejenak semuanya tertegun saat Letta berbalik.
__ADS_1
Letta diam melewati semua orang. berjongkok sejenak menatap foto Ziko yang menggunakan jas didekat liasan miliknya, menaruh bunga Lili putih dan tersenyum sejenak. Melangkah mundur pergi meninggalkan semua orang. dibelakangnya ada Bara yang mengikutinya, melangkah mengejar jalan Letta yang cukup cepat di kakinya yang pendek.
Diki mengepalkan tangan, menatap bengis Letta. Padahal tadi ia hanya berharap Letta mengatakan jika ia juga sedih atau apapun itu, tetapi lihat. Letta malah pergi meninggalkan mereka, meninggalkan mereka disaat sosok Ziko pergi. Terasa nyilu mengingat ucapan Letta. Sadar jika tdiak seharusnya ada harapan diantara rasa yang tertanam dalam hati. Salah mereka karena sudah membiarkan rasa harapan begitu besar untuk Letta. Salah mereka karena mengangap jika Letta juga menyayangi mereka,
Letta membawa mobil cukup diatas rata rata. Bara diam mengepalkan tangan memegang sabuk pengaman di mobil erat. Wajah Letta sangat datar, tatapannya lebih tajam dari biasanya, tangannya penuh dengan gengaman yang erat, rahang yang mengeras. Semua bisa lihat jika ia sedang tidak baik baik saja. Bara menelan Saliva kering merasa sedih.”Moms... “ Bisiknya.
Letta tidak mendengarnya, membawa Bara menuju satu kantor. Bara diam sejenak menatap Letta yang menjauh, “Kamu tunggu disinis ejenak.”Bisik Letta dingin. Bara diam mengangguk melihat Letta memasuki kantor yang cukup besar.
Letta diam melangkah cepat menghela nafas. aura dirinya snagat suram, siapapun bisa melihat itu. kaki jenjangnya melangkah lebar memasuki ruangan yang ada. Menatap sepenjuru ruangan, tatapanya terhenti di sosok yang sedang berdiri di dekat lift sembari tersenyum, barisan tempat penjaga. Langkah Letta mendekat dan menelisik orang yang di cai. Ia terlihat kaget meihat Letta datang dengan celana yang penuh tanah kuning. Matanya melebar.” Bisa bicara sejenak?”Letta bicara padanyakan?
Ia menunjukan dirinya. Letta mengangguk menarik tangan pria tersebut dengan cepat. Bambang tak bisa mengimbangi, diam sejenak melihat Letta mengajaknya di posisi paling sudut. Bambang diam menatap letta yang didepannya. Gadis yang kemarin naik lift kan? “Hemmm kenapa mbak?” Ia agak sedikit tak enak. Terlihat jika saat ini gadis didepanya sedang tak baik baik saja, seperti habis pulang dari kuburan.?
“Bekerjalah denganku.” Jawan Letta. Bambang terlihat diam mentap mata Letta yang dingin, jika dilihat lembut dalam dan kecemasan dan kesedihan didalamnya. Bambang Hendarso menjawab tapi suara Letta lebih dulu menghentikan ucapannya. “ Saya akan menggajikanmu dua kali lipat.” Balas Letta sebelum ia menjawab.
Bambang mengeleng menatap Letta nanar.”Bukan soal gaji, tapi kenapa tiba tiba? Apa ada masalah?”Tanya Bambang mengerjab.
Letta mengangguk.”Aku tidak bisa menceritakan hal lain, tapi aku butuh kau untuk menjaga anakku,” bsiik Letta. Bambang diam merasa suara Lett terdnegar sangat lirih, dingin dan tak beretika, tetapi terdengar permohonan.
Bambang mengeleng.”Aku sudah taken kontrak. Tidak bisa, nanti bisa kena denda.” Ujarnmya pelan menolak tak enak.
Letta mengangguk.”Tulis berapa dendanya akan ku bayar,” Balas Letta.
Bambang mendengar terkaget.”Tapi ijazaku tertahan.”
__ADS_1
“Jangan hiraukan. Akan ku ambil, sekarang siapkan barang barangmu dan .” Letta memberikan kunci mobil miliknya. Bambang tertegun melihatnya.” Didepan mobil BMW berwarna kuning, didalamnya ada anak berusia tujuh tahun sedang menunggu. Temui dia dan ajak ia pulang di apartemen angkasa Pura. Nanti malam aku akan kembali apartemen, kau bisa menjaganya sejenak untuk hari ini, untuk gaji, hari ini akan aku kasih lebih.”Ujar Letta sebelum pergi..
Bambang terdiam tersirat rasa tak percaya diri dan juga rasa bimbang.