Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
kantor


__ADS_3

“ carmon..!” teriak Samuel yang juga memasuki rumah kaget melihat Carmon menampar dan memukul sang anak perempuannya sampai pingsan.


Samuel mendekat dan menahan tubuh Viona. Menatap Carmon nanar. Carmon menghela nafas mengusap wajah kasar, merasa kesal dan bersalah.”kamu keterlaluan Carmon, kamu taukan kondisi adik kamu gimana?” Tanya Samuel dingin.


“Iya. Dia gila kan?”Tanya Carmon dingin.


“ Iya.. dan kamu harus paham hal itu.” ujar Samuel lirih. Carmon mendengus memasukinya kamarnya.


Tapi rumahnya terdengar suara orang yang berseru kepada mereka.


“ usir mereka..!!!” Samuel segera keluar dari rumah melihat apa yang terjadi. Carmon dan Samuel kaget melihat ada banyak warga yang kesini membawa banyak obor dan spanduk di siang hari.” Usir mereka..” teriakan teriakan bergema.


Carmon cepat cepat kearah teras dan menatap para warga yang menatapnya menghakimi. Samuel memauski Viona kedalam kamar dan mulai mengunci sang anak sebelum keluar.” Ada perlu apa kalian kemari membawa banyak orang begini?”Tanya Carmon melihat mereka tak senang. Ini sudah zaman modern mengapa banyak orang yang mash seperti hidup di zaman purbakala?


“ Kalian.. Kalian melakukan perzinahan dan Puteri kalian sudah meresahkan masyarakat sampai sampai anak anak kami jadi korban pak. Anak anak kami dilecehkan..!” teriak salah satu ibu bengis menggunakan daster.


Samuel yang baru keluar dari kamar bungkam mendengarnya. “Benar, bahkan saya hampir diperkaos pak sama beliau pas saya keluar.”: teriak bapak bapak lagi.


“ ditambah suara teriakan, tangisan dia yang tengah malam benar benar mengganggu masyarakat pak..!! kami enggak bisa lagi istirahat dengan nyaman, suara laknat dimana mana. Kalian ini benar benar manusia kotor bisa bisanya kalian melakukan hal bejar sesama saudara. Bisa bisa daerah kita kena kutukan jika begini terus.” Teriak lagi dari mereka,


Carmon menatap Samuel yang terlemas.” Itu hak kami dan kalian tidak bisa membicarakan hal hal begitu, lagi pula anak saya tidak pernah yah melakukan hal bejat begitu, anak saya memang gila jadi saya kurung dikamar jika kami keluar atau saya kunci rumah jadi itu tidak mungkin. Malah banyak dari remaja warga yang memanfaatkan kegilaan anak saya seperti kemarin. Mereka memasuki kamar anak saya dan melecehkannya..!” teriak Samuel kencang, dirinya tidak terima difitnah oleh warga begini.


“Bohong... mana ada. Anak anda gila tetap gila kenapa pula warga yang disalah. Emang siapa yang berani melecehkan orang gila? Kami masih waras pak.” Ujar mereka


“ kalian tidak berhak yah memfitnah dan mengusir kami. Kami sudah menyewa tempat ini dan membayarnya.” Tekan Jastin yang juga keluar dari dalam rumah, terlihat benar benar kunyu wajahnya akibat Viona yang terus menyerangnya semalaman malam tadi.


“ itu hak kami sebagai warga kami enggan menerima manusia pendosa seperti kalian. Lebih baik kalian pergi atau kalian kami bakar saja dari sini agar kalian tidka lagi hidup.” Teriak mereka. “ ayo bakar..!!” teriakan lagi menyahut.


Carmon terbelalak kaget mendengarnya. Menggeleng.”oke kami pergi..” ia masuk diikuti oleh Samuel dan jastin.


” Bagaimana ini?”Tanya jastin mengigit kuku gugup.


“Kita harus pergi, jika benar benar di bakar kita bisa mati.” Ujar carmon lagi dingin.


“tapi kita harus kemana? Kita enggak punya uang.” Ujarnya dengan lirih lagi.


“Itu masalah nanti, tunggu sebentar lebih baik tidur di kolong jembatan di banding kita dibantai oleh mereka.” Jawan Carmon.


Samuel terduduk lemas di lantai. Carmon menyiapi pakaian mereka dan Jastin yang juga menyiapi peralatan mereka. Samuel diam mengepalkan tangan.” Ini pasti ulahnya lagi.” gumam nya.

__ADS_1


Prang..


Samuel kaget saat kaca mereka dilempar sesuatu. Ia mendekat dan melihat batu yang di bungkus dnegan kertas.” Ada apa pa?” dari dalam carmon kaget mendengar suara keras dari luar seperti pecahan kaca. Apa warga melakukan keburukan lagi?


Samuel menggeleng dan membuka kertas yang dirinya temukan. Carmon dan Jastin mendekat melihat kertas tersebut membaca isinya dengan benar.


...’ Bagaimana keadaan kalian Samuel? Saya harap kalian benar benar buruk. Kelaparan dan hidup penuh kedukaan. Hahaha.. dulu saat kau lenyapkan orang tua ku, kau bakar rumahku dan kau ambil semua harta keluargaku. Aku dan kakak kakak ku juga lontang lantung. Di usia lima tajun aku harus bekerja untuk menghidupi kedua kakakku yang sakit karenamu. Apakah sekarang kau merasakan apa yang dulu aku rasakan? Bedanya saat ini kau sudah tua dan mampu mengimbangi diri sendiri bedanya diri kami dulu yang kecil dan dipaksa menderita. Oh ayolah Samuel. Kau tau? Kembaran ku dulu juga mengidap penyakit seperti Viona. Setiap hari aku harus melihat hal menjijikan dilakukan oleh kedua kakakku, dan itu memuakkan. Sekarang apa kau bisa merasakan apa yang aku rasakan saat melihat saudara sedarah ku melakukan dosa besar? Haha aku harap kau juga merasakannya. Sedikit demi sedikit kau bisa merasakan rasa sakit yang kau lakukan dulu yah Samuel. Aku harap kau benar benar menderita... salam D.”...


Samuel mengepalkan tangannya, meremas kertas itu dengan kuat. mengerang dan memejamkan matanya. Samuel benar benar buntu. Amarah Samuel meledak ingin sekali rasanya Samuel menghancurkan siapa dalang dari kesakitan dirasakan saat ini. tapi siapa? Samuel harus memaki siapa dan dimana orangnya? Samuel harus marah dengan siapa?


“ papa ada banyak hal yang harus kau jelaskan dengan kami tentang kasus ini. kami berhak tau setelah tertimpa masalah yang papa buat dulu.” Sahut carmon tegas.


Kemarin ingin rasanya ia bertanya pada ayahnya tapi tidak memungkinkan waktunya dan dirinya lupa. “Benar. papa harus menjelaskan semuanya tanpa terkecuali. Kami terikat dan terseret dengan apa yang papa lakukan dulu. “ tegas Jastin kesal.


Jastin marah kepada ayahnya.” Karena papa aku kehilangan putriku,. Karena papa aku kehilangan apapun yang aku miliki.” Tegasnya dan masuk lagi ke kamarnya. carmon menghela nafas dan meninggalkan ayahnya seorang diri.,


Aapa benar dirinya harus menceritakan kebajingan dirinya dulu kepada putra putra nya ini? Samuel merasa pening sekali dikepalanya. Memejamkan mata menyiapkan mental untuk memberitahu sebenarnya kepada mereka semua.


Seusai berkemas. Mereka keluar dari rumah, di sorak oleh banyak warga di sana. Mereka juga melempar mereka batu dan juga sadisnya mereka melempar telur pada viona. Viona berteriak histeris memeluk Samuel.


Samuel merasa benar benar sakit mendapatkan penghinaan ini. Samuel menggenggam erat tangan sang Putri dan pergi dari sana dengan angkuh


Samuel diam menggenggam tangan Viona kuat. menyakitkan rasa sulit dihatinya. “ Iya penginapan yang murah aja lah.” Ujar carmon menghela nafas.


“ Emang loe punya duit?” Tanya Jastin ketus pada Carmon,


Carmon menggeleng dan menatap tangannya.” Gue Cuma punya ini sih. Mungkin bisalah dijual buat dapat duit..” ujarnya pelan. Samuel diam menatapnya nanar. Itu jam kesukaan carmon sedari remaja karena diberikan oleh dirinya dan sekarang harus dijual.


Samuel benar benar kehilangan kata kata.” Carmon enggak bisa. loe taukan kalo jam ini harus di outletnya. Kita butuh duit kesana dan kita sama sekali enggak punya duit. Gue aja bahkan belum makan dari tadi pagi.,” Tanya Jastin lemah kepada Carmon dan Samuel.


Carmon tertegun, benar juga mereka butuh itu semua untuk menjual ini.” Kita jual biasa aja disini. Pasti laku kok.” Ujar carmon ragu.


“Enggak Car. Disini kan bukan perkotaan. Jadi mereka liat yang loe jual dengan harga fantastis enggak bakal ada yang mau beli, paling paling mentol di harga satu juta enggak lebih.” Tegas jastin.


“Gila aja sejuta. Ini gue beli 1M.” Pekik carmon tidak terima.


“ kan udah gue bilang, disini mana ada yang ngerti merk." Tegas jastin dan carmon terdiam nanar.


...----------------...

__ADS_1


Letta memasuki kantor miliknya, sudah lama tak ia kendalikan, semua diambil alih oleh paman Nionya dan Milo, mereka yang mengatasi semua masalah. Letta berdehem saat beberapa orang menyapanya karena tau dirinya salah satu pemilik saham perusahaan tanpa tau dirinyalah pemiliknya. Letta memasuki ruang kantor miliknya, di sambut dengan Milo yang duduk di kursi sekretaris luar. Miolo melihat letta datang pun segera mendekat “ apa yang kau lakukan disini Letta?”Tanya Milo.


Letta hendak masuk menatap Milo datar. “ Yah emang kenapa? Ada yang salah hmm?”Tanya Letta biasa saja.


Milo terkekeh pelan.”Enggak sih. Cuma agak aneh aja. Soalnyakan kamu enggak pernah kesini, malah nimpahin semua berkas itu ke Nio. Kamu tau jika karyawan mu sudah banyak meninggal dan mengundurkan diri.” Ujar Milo.


Letta yang kaget mendengarnya segera mendekati Milo. Milo segera menatap sekeliling dan berdehem. Letta menatap Milo penasaran.”Emang kenapa dibunuh?”tanyanya lagi penasaran.


Milo terkekeh.” Mereka ada yang membocorkan data kita soal keluarga Samuel kemarin, ada yang korupsi dan ada juga yang kerjanya enggak becus. Kamu tau sendiri Nio itu gimana orangnya.” Ujarnya dengan kekehan mengingat Nio yang sangat sangat tidak berprikemanusiaan.


Letta mengangguk pelan mendengarnya.”Lalu apa ada kabar penting hari ini?? aku mau lihat laporan laporan satu tahun belakangan ini.” Ujar Letta memasuki ruangan Nio.


Ternyata Nio ada disana. dibelakangnya Letta ada Milo." Ehh Letta. Kamu kesini.” Nio bangkit dari kursinya dan melepaskan kaca matanya, mengusap matanya yang berair.'' Aku lebih baik membunuh orang saja dibandingkan menyelesaikan berkas berkas itu Letta. Ini benar benar menguras umur.”ujarnya menghela nafas kesal.


Letta terkekeh pelan, duduk di sofa menatap Nio dengan tatapan geli.” Berhentilah membunuh, mungkin membunuh menyenangkan tapi membunuh bukan hal yang bagus. Kalian bisa bekerja secara halal dan mulailah bertobat. Hitung hidung sebagai pegangan kalian sebelum meninggal.” Ujar Letta santai.


“sialan kau.,” Ujar Milo dan Nio.


Letta terkekeh mendengarnya.” Kau bicara seperti itu, aku seperti melihat kau sedang bercanda Letta,. Kau sama sekali tidak cocok menasehati kami.” Lanjut Milo lagi.


Letta menarik bibirnya kebawah dan menatapnya mencebik.” Lalu mau sampai kapan kalian di dunia gelap begini? Sekarang mungkin kalian selamat dari mereka, tapi esok dan kedepannya? Kalian tidak selamat drai mereka, atau bahkan kalian tak selamat dari Tuhan. Celakalah kalian.” Tegas Letta lagi menasehati mereka berdua.


“Letta kamu tidak cocok bicara begitu. Aku sedikit merinding.”ujar Milo mengusap tengkuknya., Letta terkekeh dan Nio yang menggeleng.


Letta menghela nafas.”bagaimana kabar perusahaan kita?? aku mau melihat dong.”ujar Letta mendekati Nio yang duduk di kursinya.


Nio menjauh sedikit,. Memberi ruang agar Letta bisa duduk. “ini data data, pemasukan, data karyawan mu yang berbuat masalah tapi udah di Kick. Terus banyak deh. Banyak data yang kamu Tinggalkan sampai rambutku rontok. mari kau baca agar rambutmu juga rontok.” Ujarnya lagi membuat Letta terkekeh.


Mata Letta menelusuri nama nama dari karyawan nya yang bermasalah, sekitar dua puluh dua orang., “ Sembilan orang dari mereka ternyata banyak yang melakukan beberapa pemalsuan berita dan menambah nambah sehingga membuat instansi kita buruk, beberapa lagi ada yang korupsi dan lain lain. Au ah pusing loe liat sendiri aja.” Ujar Nio. Letta menggeleng geleng melihat Nio yang menggerutu. Padahal wajah seram dengan banyaknya tato ditubuhnya membuat dirinya sangat sangat sangar tapi lihatlah mengeluh saja seperti perempuan, dia benar benar lucu bukan.


Letta kembali meneliti file karyawan karyawannya.” Mereka sudah kau beri pelajaran?”Tanya Letta pelan.


“ ya jelas lah.. manusia manusia sampah kayak mereka enggak pantes buat bernafas dengan udara yang sama kita. takutnya mereka nebar virus dan polusi. Kadi yah karna gue baik hati gue sedikit kasih pelajaranlah yah.,” ujarnya Nio pelan menatap kuku kukunya,


" Sedikit loe bilang???" Tanya Milo dengan tatapan tak percaya pada Nio. santai sekali ia bilang sedikit padahal sedikit yang dimaksud adalah memuasnakan yawa orang loh bukan nyawa ayam.


Nio mengangguk. " Yahhh. Mereka hanya serangga jadi tidak usah berlebihan." Jawab Nuo malas.


Milo memutar bola mata malas. Nio menolak sadar diri

__ADS_1


__ADS_2