Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Pulang


__ADS_3

Haloooo semua... Apa kabar?


.


.


.


Hari ini dihabiskan dengan bersenang senang oleh Letta dan mereka semua tadi. Tapi sempat terjadi keributan saat menaiki Bananaboot. Saat itu seharusnya bananaboot memang diharuskan mencebur penumpang tapi dengan kesepakatan dari yang menaiki.


Jesika disana mengatakan jika ia mau dijatuhkan dan bisa berenang. Ternyata tidak, saat mereka dijatuhkan Bara yang bisa berenang meski tidak jago segera menepi sebisa mungkin, sedangkan Jesika yang tidak tau berenang hanyut ketengah.


Untung saat itu dibelakangnya adalah bapak bapak berjengot baik hati menangap dan membawanya mendarat. Carmon sangat marah pada Jesika yang berbohong. Jadilah Jesika tidak dibolehkan lagi saat berenang dilaur lepas ditengah yang memang di sediakan unuk pengunjung berenang. Airnya disana tenang dan jerni, dibawah air ada banyak ikan dan beberapa ubur ubur tidak berbahaya.


disana juga ada tempat terjun langsung, di kedalaman ketinggian 5 meter, 10meter, dan 15meter. menyesuaikan kedalaman laut. dan Carmon memilih ketinggian yang 15Meter.


Dengan berbekal kepercayaan diri, ia melompat dan membuat orang lain terpukau, Carmon tidak bisa berkata selain menangis dalam hati.


Telinganya masuk air, dan lagi hidungnya kemasukan air. mungkin karena ini pertama kali baginya jadi membuat ia kurang persiapan.


Ia tidak mengatakan apapun tapi yang pasti seusai itu ia kesulitan dalam mendengar sedikit..


Bara? ia mau, geregetan tetapi ia dilarang oleh Letta, dikarenakan Aletta tidak bisa menjaga. Bara hanya bisa gigit ujung jari. sadar jika ia hanya bisa berenang pemula saja.


Jesika? tentu saja tidak, jangankan melompat dengan ketinggian tersebut, dibiarkan berenang biasa saja tidak. sebab sangat berbahaya sekali itu.


Letta tidak mau mandi, dia hanya menatap dari kapal yang mereka sewa, mengawasi merekka yang berbahagia berenang. Bukan tanpa alasan mengapa Letta enggan turun berenang, ia tidak membawa pakaian ganti dari rumah dan tidak mau basah sampai rumah.


Sedangkan jesika hanya mencebokkan bibir kebawah ingin rasanya berenang juga. Ingat diri tidak bisa berenang ia hanya duduk diam.


Berakhir pulang jam 4, mereka menepi sejenak di salah satu air terjun yang memang disediakan untuk membersihkan diri. Mereka membersihkan diri disana dan Letta menunggu sembari membeli Pop mie dan pop ice, saat mereka usai bersih bersih mereka bergabung membeli mie. Bawaan seusai berenang pasti lapar.


Jam mereka sudah mendarat di pinggir pantai, merekapun bergegas pulang dengan pakaian basah karena hari sudah mau malam, taka da matahari terbenam sebab hari ini awan cukup tebal. Baik Jesika,. Bara dan Letta sangat bahagia hari ini. sayang sekali letta tidak berenang batin mereka.


Mereka pikir Letta mungkin tidak bisa berenang.


Memasuki mansion dijam 8 malam, letta bergegas membawa Bara membersihkan iri, memberikan vitamin dan teh hangat. Jesika tidak ketinggalan ia beri, sampai mereka lupa makan malam dan tertidur. Letta melihat semua sudah tidur menghela nafas, menatap kelangit malam, hari ini ia menghabisi hari bahagia, apa kabar Ragiel?


Ia melangkah menuju balkon, menatap kebawah disana sudah tidak ada penjaga, ia segera meluncur di tiang dan melompat, ia dengan cepat menuju tembok, sebenarnya tembok Samuel dibuat sangat susah dilewatkan, diatasnya diberi paku paku yang tajam menancap. Tapi Letta tau ada jalan cela disana, ia sgera melangkah menuju lorong yang memang disediakan untuk anjing lewat. Ia bisa lewat sana., benar ia bisa masuk dari sana meksipun sedikit susah.


...----------------...


“Apa yang kamu lakukan letta?”


Ragiel kaget saat Letta tiba tiba sudah ada di ruangannya, duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


Letta yang sudah duduk Sedari setengah jam menatapp Ragiel datar. aletta memutar kursi dan berkata.”Mencoba kursi yang akan aku duduki kelak."


Ragiel mendengarnya terbahak kencang., letta sampai mendenggus melihatrnya.”Kau bear benar yah letta..!!!” ia duduk di sofa membiarkan Letta duduk disana tak minat melarang. Ia juga tidak keberata dengan ucapan letta padanya. Letta memang penerusnya kelak.


“bagaimana kabar kakak kakak Mu Leta?”Tanya Ragiel berbaa basi pada Letta.


Letta malah menunjukan senyum miringnya, menatap ragiel malas. “ Sepertinya kakek sudah tau jauh dari apa yang aku ketahui.” Jawab letta sinis.


Ragiel kembali terbahak mendengar jawaban Letta. Letta sangat mengenal dirinya. “Cucuku, aku kan sangat memperhatikan kamu, jadi aku pasti akan melakukan hal terbaik untukmu.”


“Terbaik untuk dirimu sendiri. Jangan membalikkan fakta.” Letta menajawab cepat.


Ragoel terkekeh mendengar Letta. Mengangguk pelan.”Kau cucu yang kurang ajar. Atau aku beri guru sekali lagi untukmu agar bisa menghormatiku hmm?” Ragiel berkata dengan suara bercanda, tapi siapa yang tau isi hatinya.


Letta menaiki satu alisnya.” Boleh, tapi sepertinya pelajaran tidak akan cukup mengubah karakterku, apalagi dengan kamu kek.” Letta bangkit dari duduknya. Ragiel menatap letta dengan sendu.


” Aku tidak mau berbasa basi, aku kesini ingin mengatakan berhentilah melakukan sesuatu sesukamu kepada kakak-kakak ku. aku sudah melakukan apapun yang kau mau. Atau aku akan menjadi mata pisau.” Ujar letta dingin.


Ragiel terkekeh mengangguk menatap Letta santai.” Aku menantinya mata pisau ku..!!! aku rasa mata pisau tidak akan bisa membunuh badannya sendiri, kecuali membunuh orang lain bukan?”Tanya ragiel melipatkan kakinya keatas satu kaki lain,


Letta mengepalkan tangan.” Mata pisau bisa membunuh tuannya. “


"Dan kau mnengaku kau peliharaan ku?” Ragiel terkekeh.


Letta mengangguk tegas menatap Ragiel.” Bahkan sampah saja tidak pernah diatur, aku memang peliharaan kamu kan? tapi ingat peliharaan bisa membunuh tuannya kok.” Letta terkekeh.


Ragiel mengeraskan rahangnya menatap letta menjauh. Ia menatap ke kursi yang di duduki letta, ia sgera mendatangi kursi, menatap berkas, ta ada yang berubah dan juga beda. Ia menghela nafas. syukurlah letta tidak menemukan apapun disana tadi.


Iya... kejadian Areta hampir dibunuh membuat Letta harus memperingati Ragiel agar tidak terjadi lagi, jika kemarin Areta selamat entah untuk esok harinya.


Letta diam melangkah menuju rumah Carmon, menaiki gerbang dan memasuki kamar dengan menaiki balkon, ia menghela nafas saat melihat kedua anak itu masih tidur, sudah sedari awal Letta bilang, Letta tidak suka orang memasuki kamarnya. Letta memijit pelipisnya pelan, ia sudah tidak punya privasi sekarang.


Ia memilih keluar dari kamar nya dan menuju kea rah dapur, saat dijalan ia bertemu dengan Carmon, Carmon mengucek mata membawa teko berisi air yang sudah tidak bagus. Letta melihatnyapun mengikuti dari belakang.


Carmon sadar menoleh.,”Eh kamu belum tidur?


Letta menggeleng.”aku bisa minta satu kamar lain tidak?”Tanya Letta pelan.,”kamar yang kecil juga tidak apa apa, yang penting kamar sendiri. Aku tidak bisa tidur dengan orang lain, apalagi dua anak sekaligus.”Ujar Letta pelan.


Carmon membuka matanya lebar, rasa kantuknya hilang.” Ada si, diatas di dekat kamarku...” Ujarnya pelan menggaruk lehernya tidak gatal.


“Tidak ada CCTV atau apakan? Aku tidak suka privasiku terganggu.” Tegas Letta.


“Tenang saja. Kami tidak akan melanggar privasi orang lain kok.”Tegas Carmon.


Letta berdehem menuju dapur memgambil satu botol air mineral jiga. Mengikuti Carmon menuju kamnar atas.”Eh kamu mau sekarang?”Tanya Carmon mengerjab melihat Letta mengikutinya.

__ADS_1


Letta mengangguk.”Tapi kamarnya belum dibersihin loh.”Tegas Carmon.


”Terakhir kalo nggak salah satu bulan lalu diberesinnya.” Lanjutnya ingat kapan terakhir dibersihkan.


Letta menggeleng.”tidak masalah. Aku hanya butuh kasurnya saja yang bersih, itu aku bisa sendiri. Aku hanya butuh tidur sekarang.”jawab Letta pelan.


" Kalo dikamar ku saja bagaimana??" Tanya Carmon ragu. Letta menggeleng tegas membuat Carmon mrngatup bibirnya rapat.


Carmon mengangguk melirik jam masih pukul 2 pagi,. Pasti Letta sangat mengantuk. Ia memberikan satu ruangan. “kamu disini saja yah.. aku duluan.” Carmon meninggalkan letta didepan kamar. Letta menatap pin kamar yang belum di kunci. Letta memasuki kamar dna membuat pin kamarnya.


Letta menghidupkan lampu kamar, menghela nafas, tidak terlalu kotor, lebih besar dari kamar Letta dan Bara letta membuka jaket miliknya, lalu menghempaskan seprai kusur yang terasa berdebu. Ia membalikkan seprai yang dibagian dalam nya, seprai berwarna putih itu pun sudah tak berdebu. Letta pun menetap bantal yang juga terasa berdebu di sisi lain. Sata bersih ia pun merebahkan diatas kasur. Nyaman, ia butuh istirahat..


Tapi ingtnnya tertuju saat ia memasuki ruang Ragiel tadi, saat ia masuk menyelinap dan juga menatap semua berkas Ragiel, Letta menggantikan posisinya tidur menjadi duduk, mengambil remot ac karena merasa panas, ia mengaktifkannya sejenak.


Mengambil HP miliknya, tadi ia sudah menyalin file yang ia dapatkan lewat file foto, Letta diam menatap semua file tersebut., ada yang janggal tadi ia lihat. Sebenarnya file itu berbahasa Jerman dan itu agak sulit untuk Letta baca. Letta tidak terlalu pandai berbahasa Jerman. Letta hendak mengurus file tersebut dan menerjemahkannya. Tapi mata Letta sangat berat, ia mengantuk sekali. Letta mengusap lehernya dan menidurkan dirinya.


“Huaamm...” Letta menguap memijit lehernya sejenak yang terasa nyeri, ia menegakkan punggungnya terasa nyeri juga. Saat ia lengah ternyata ia tertidur dengan HP yang masih aktif dan jatuh. Ia tidak jadi melihat file itu.


Di sisi lain Carmon yang tadinya hendak kekamar letta memberikan selimut dan seprai baru diam menatap kamar letta rumit. Apakah letta sudah tidur? Ia takut membangunkannya, saat ia membuka pintu ternyata sudah di kunci. Carmon menghela nafas memilih masuk kekamarnya saja. Sudah malam sekali pasti letta sangat lelah batinnya.


Pagi ini Letta bangun seperti biasa, tapi mala mini ia sedikit lamban dalam bangun, jika biasa jam empat pagi ini jam setengah lima, letta pun mengerjab heran, mimpi malam ini mimpi anehh. Ia mimpi saat dimana kedua orang tuanya dan dirinya hidup bahagia, tapi anehnya semua itu seperti di dalam mimpi, seperti mimpi di dalam mimpi, dan ia pun terbangun lagi.


Letta melihat kesamping. Hpnya..!!! ia ingat semalam ia melihat file itu, tapi. Ia malas, ia memilih memiringkan tubuhnya membuka hpnya.. saat ia buka ia mengernyitkan dahi melihat ada sepuluh panggilan dari Zaxi dan dua puluh panggilan dari Areta.beberapa pesan masuk, tapi yang pasti mereka berterimakasih dengan hadiah yang letta beri.


Letta tersenyum tipis melihatnya, tidak berniat mereadnya, ia memilih membuka foto Areta dan Zaxi. Ia merindukan kakak kakaknya. Letta berjanji sebentar lagi ia akan hancurkan keluarga Samuel.


Pagi ini Letta memilih tidak joging, tidak seperti biasa. Mood Letta lagi baik hari ini.


...----------------...


“Benar tuan, nona tersebut semakin memasuki keluarga Samuel dan menjadi terpercaya nya. “ Tegas dari orang tersebut tegas kepada tuannya.


Tuannya mengangguk paham menatap sekretarisnya” Tapi dia belum ada kompirmasi lagi seusai pertemuan itu.” Tegasnya lirih.


Sekretarisnya berdehem. "Mungkin belum saja tuan, sebab kita maish menunggu aba-aba dari beliau, susudahnya kita baru bisa bergerak lagi. “ ia mengangguk paham pada sekretarisnya.


“aku pasti akan membunuh Samuel..!!!”


“Tuan terus berkata begitu seperti sangat membenci mereka. Tapi tidak pernah memberi kami alasan yang sama, “ sekretarisnya juga memiliki dendam pada Samuel, itu membuat ia berada di sisi lelaki tersebut. Ia akan menghancurkan Samuel. Lebih tepatnya mereka berdua berniat membunuh Samuel.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak yah!


__ADS_2