Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
bertemu lagi


__ADS_3

” Hanes... kamu tidur diluar,.,” tekan snag istri. Hanes hanya terdiam nanar ditempat. Bujukanya tidak berhasil. Susah paya ia minta saran dari pelayan agar sang istri tidak jadi marah. Eh malah tetap marah. Ia jadi menyesal membeli bunga jika begini. istrinya tetap marah marah dan dirinya tetap tidur diluar


" Yang jangan marah dong... Tadi cuma bercanda beneran...! " Hanes berlari mengejar sang istri.


...----------------...


Sudah satu minggu kejadian naas menimpa keluarga Samuel, keluarga mereka juga menjadi bual bualan dari banyak nya netizen. ada yang kasihan, ada yang menghujat dan ada juga banyak lain lain.


Dan kini keluarga Samuel bangkrtut total. Mereka menjual mobil untuk membeli rumah baru yang akan ditempati, tapi uang jual mobil tidak cukup, jadilah ia menyewa satu rumah yang akan ditempati oleh keluarganya.


Mengenai keadaan Samuel? Ia terus memaki siapa pelaku dari penghancur keluarganya. Samuel menjadi sangat emosian seusai iitu. Carmon sudah mendnegar kejelasan dari ayahnya jika semua ini bukan kecelakaan. Semua terjadi karena disengaja seseorang. Dan sekarang sedang di selidiki oleh polisi.


“ kamu beneran Carmon buat ngajak kita tinggal disini?” jastin menatap adiknya tajam, tidak terima dengan rumah yang akan mereka tempati sekarang. jauh lebih buruk dari rumah inap para pelayannya dulu.


Oh ya jastin sudah sadar setelah dua hai pingsan. Jastin juga masih menggunakan kursi roda karena tulang kakinya patah.


Mengenai wajahnya? Bisa diikatakan buruk. Awalnya ia sangat marah dan juga tidak terima, tapi ia harus apa?


Mereka sudah jatuh miskin, mau oprasi lagi butuh duit. Tidak jauh beda sih dengan wajahnya sebelumnya tapi Jastin sendiri tidak tau mengapa wajahnya beberapa Minggu ini ditumbuhi jerawat dan iritasi sehingga membuat wajahnya semakin memburuk.


Carmon mengangguk. Melihat Samuel yang mendorong kursi roda Viona. Viona dibawa pulang karena sudah tidak lagi punya uang untuk membiayai sang anak dirumah sakit. Jadilah dalam keadaan anak gila ia harus membawa kerumah mereka. Samuel hanya diam menatap kosong rumah mini tersebut.


“Yah mau gimana lagi kak? Uang kita Cuma cukup buat rumah ini, “ ujat Carmon dengan tak enak.


“loe jual mobil kemarin dapat duit satu miliar carmon. Dimana duitnya? Masa beli apartemen aja nggak mampu?” Teriak jastin kesal. Kesal sekali rasanya kepada sang adik, masa uang sebanyak itu sudah habis.


“menurut loe rumah sakit yang kalian tempatin tu enggak bayar?”Tanya Carmon malas kepada jastin.”dan oprasi tulang rusuk, tulang ekor dan beberapa bagian loe yang lain itu gratis?? Ruang prawatan ayah dan autopsi. Semuanya butuh uang oyy. Semua harus dibayar. Itu aja nggak cukup dan kita masih ada utang dua ratus juta karena pengobatan Viona yang udah lama di rumah sakit nunggak, diruangan VIP pulak.” Ketus Carmon. Carmon setelah kehilangan ibunya ia harus menjual mobil, merawat kakak, ayah dan adiknya.


Andai rumah mereka masih ada pastilah setidaknya mereka masih ada pegangan saat ini. Tapi apa daya rumah mereka bahkan sudah menjadi abu.


Jastin mendengar adiknya mendelik. Carmon menghela nafas,.” oprasi loe udah habis enam ratus juta btw. Biaya Viona 300, dan mama 20juta, Papa 40juta Loe pikir pikir aja yah.” ketusnya lalu membuka rumah berwarna kuning itu meninggalkan Jastin yang terdiam ditempat. Apa ia harus tinggal dirumah kecil ditengah rumah komplek ini?? Jastin tidak mau, pasti disini sangat buruk.

__ADS_1


tapi jika ia tidak tinggal disini dia harus tinggal dimana?


Samuel diam saja karena suasana hati yang buruk. Dari tinggal di istana menuju tinggal dirumah rakyat jelata. Ini mimpi nuruk Samuel.


” Ini rumah Cuma punya dua klamar, satu buat Vio dan satu buat kita. “ ujar Carmon.


“ Gila loe. Yakali kita tidur bertiga..!!” jastin menyanggah ucapan Carmon yang belum selesai ketus.


Carmon menatap kakaknya malas.” Yah kalo nggak mau yaudah. Kakak tinggal tiidur di kamar mandi aja sekalian, “ ketus Carmon.


“ kita enggak bisa sewa rumah yang agak lebih besar dari ini car?” Samuel angkat bicara menatap sang putra sendu. Melihat kondisi rumah ini kurang baik. Pelapon rumah yang sudah sedikit hambras, memang cukup lah tapikan mereka berempat masa harus tingal disini yang dimana ruang tamu dan ruang dapur di satukan saja. Ini sangat buruk.


Carmon menghela nafas. menggeleng pelan.” di kota sewa rumah mahal mahal banget pa,. rata rata 7juta perbulan, kalo pun ada dibawah 4juta itu yang isinya kamar aja, sedangkabn kita Cuma punya uang lima puluh juta sisa uang jual mobil, kalo kita boros dan kita belum bisa dapet kerja di bulan berkutnya kita masih bisa makan samet tiga bulan berikutnya. Jadi kita harus hemat.” Tegas Carmon kepada Samuel.


Samuel mengepalkan tangan. Kejadian ini buruk. “ serah deh serah. Gue di kamar loe aja di ruang tamu tidurnya,” Jastin menggerakkan kursi rodanya menuju kamar yang ada.


Carmon menghela nafas berat, melirik ayahnya yang juga melihat keadaan rumah perumnas yang ia sewa. Carmon tidak mau sebenarnya tapi keadaan memaksa.


...----------------...


“ kakak mikirin apa kak?” Areta datang dan memeluk kakaknya dari belakang. Zaxi yang tadinya memandang langit yang gelap penuh bintang tertegun melepaskan pelukan adiknya lembut.


Areta yang paham pun melepaskan pelukannya menatap sang kakak sayu.” Kakak rindu Areta. Sudah dua minggu dia tidakk ada kabar. dimana dia?”tanyanya pelan.


Areta mengerjap pelan.”Gimana kalo kita nginap di apartemen dia aja malam ini?”tanyanya semangat. Dirinya juga merindukan kembarannya itu. Zaxi mengerjab pelan. benar juga. Kan dirinya bisa menginap dan bertemu dengan adiknya. Tapi tunggu apakah letta membolehkannya nanti?


“Jangan, nanti kalo kita diusir gimana?” Tanya Zaxi pelan.


Areta menggeleng pelan.” enggak akan. Ayok..” ia menarik tangan zaxi. Zaxi mengangguk was was mengikyti jalan areta. Keduanya pergi menuju aparrtemen milik adiknya Letta. Keduanya memilih menemuinya demi menuntaskan rasa rindu dan juga sebenarnya rasa gengsi itu benar benar besar dalam batinnya.


...----------------...

__ADS_1


Letta menatap you tobe dengan serius, menatap tata cara masak telur dengan benar. Tapi letta seperti agak takut dengan api. Demi apapun letta katakana Letta benar benar tidak bisa bertemu api, api itu sangat bahaya,. Dulu ibu, ayah dan kakaknya meninggal dilahap api. Tapi hari ini Letta belajar untuk menghentikan rasa takutnya. Sampai kapan ia tidak bisa masak bahkan hanya masak telor dadar atau bahkan telor ceplok saja??


Tus tus.. letta melompat kebelakang mundur menatap percikan minyak yang kesana kemari. Letta mendekat dan ternyata telutrnya hampir gosong. Cepat cepat letta membalikkannya dan mematikan kompor.


Letta mengerjab pelan melihat hasil yang belum ia tuang di piring. Hemmm sesuai anjuran di video tapi kenapa tidak mirip yah? letta mengambil sumpit dan mulai menonbai masakannya. Letta menerjab pelan dengan ajah masam. Mengunyah dan memuntahkannya. Letta menggigit bibir bawahnya.” Anyir..”


Letta menghela nafas, tidak ada bakat, dirinya tidak ada bakat masak. Letta mencuci tangannya dan mulai mengambil jaketnya.


Paling benarkah dirinya beli saja makanan dibanding belajar memasak. Dua hari ini dirinya senggang. Tak ada kerjaan jadi yah belajar masak dirinya. Tapi hasilnya nihil. Yahh letta memilih beli sajalah. Apalagi..? memaksa keadaan?


Letta memilih berjalan menuju restoran terdekat di apartemen miliknya tapi dirinya kehujanan dijalan,.


Letta melirik ketempat yang bisa dibuat tempat berteduh.. tempat perbelanjaan, sampai di salah satu indomart, ah letta berbinar melangkah membeli beberapa makanan yang dijual. Onigiri, odeng dan beberapa makanan. Letta tersenyum tipis dan mencoba makanan makanan yang ia beli di depan indomaret. Letta sudah lama tidak makan makanan berkuah begini,. Letta mengangguk pelan menikmati makannya, ada sushi, ada anggur juga, dan semangka yang sudah dipotong potong.


“enak juga yah jadi pemalas.’” Gumam letta dengan mengunyah makanyua ringan,.


Menikmati kesendirian. Letta cukup senang karena terlepas dari dendam, iya dendam terbalaskan, semua tak ada yang harus mati yang ada hanya keluarga Samuel yang harus menderita. Selebihnya tidak. Letta ingin Samuel merasakan apa yang ia rasakan., letta hanya ingin tidak ada siapapun lagi menjadi korban.


“ Putra..!! ih jangan tinggalin aku..!!!”


Letta menghentikan mulutnya yang mengunyah. Menatap siapa yang datang memanggil nama pria yang sudah tidak pernah menganggunya beberapa hari ini. letta mengunyah pelan dan menatap pria yang berjalan dan menatapnya tak kalah kaget di sana. Bahkn langkahnya terhenti disana.


hujan turun cukup deras beberapa waktu membuat tubuhnya cukup basah tapi di tiutupi jaket. Celananya yang terlihat benar benar basah. Letta memutar bola matanya. menatap odeng yang dirinya makan, terlihat tidak peduli dengan apa yang putra lakukan bersama perempuan yang mengikutinya sedari tadi, membuang tusukan odeng yang sudah habis, ia mengambil makanan lain disana,


Putra tersenyum miris dalam batin. Bahkan Letta sama sekali tidak menegurnya bak orang asing yang tidak saling mengenal.


Putra kamu mengharap apa sih sebenarnya?


“ putra jangan tinggain aku dong. Hujan ini.” perempuan yang meneriaki nama Putra tadi berkata manja dan cemberut kepada Putra sebab bajunya benar benar basah.


Haloo semua... apa kabar? terima sudah meninggal kan jejak yah... karena dukungan kalian aku sampai di sini

__ADS_1


__ADS_2