
..
“ Eh yayangnya Putra makan juga hehe itung-itung belajar jadi mantu.” Ujar Hanes mengedipkan satu mata pada Letta. Bulan mendengarnya melotot kepada suaminya.
Apa suaminya sudah memberi restu? Kok bisa secepat itu?
Apalagi wajah putra yang berbinar binar melihat ayahnya yang tidak memiliki masalah dengan apa yang anaknya lakukan...
Padahal dalam benak Hanes saat ini berfikir jika yang dilakukan putranya paling hanya sesaat dan akan berubah dengan waktu yang berputar, biasa cinta monyet saja. Letta juga terlihat tidak suka putranya kan? emang siapa si yang mau sama anak ABG,? kecuali Tante Tante girang kurang belaian. Letta dilihat lihat tidak seperti Tante Tante kurang belaian. Malah terlihat Dingin dan santai saja.
Istrinya menatap suaminya lebih sinis Tapi hanes tak melihat, melanjutkan makan dengan damai dan nyaman. Putra pun sedari tadi mendengarnya agak malu. Putra pura-pura tak mendengar saja, letta diam saja mengangguk mengambil nasi dan juga sayur yang ada diatas meja. Berusaha tetap tenang.
“Oh iya aku loh yang masak. Cobain deh ini sayur yang kita beli tadi.” Putra menambahkan sayur selada dan udang balado di piring Letta yang sudah berisikan sayur tauco dan ayam goreng bumbu.
Letta mengangguk saja memakan makanan dari Putra berikan. Putra tersenyum lebar menatap letta penuh harap.” Enak kan?”Tanya Putra.
Letta mengangguk lagi sebagai jawaban dengan mulut yang berusaha mengunyah. Putra semakin melebarkan senyumnya manis. " Jawab dong... Iya kan???" Tanya Putra lagi penuh harap
Bulan melirik putra agak malas. " Letta lagi makan Put." Ujarnya.
" Iya..." Letta memotong putra yang hendak menyahut ucapan ibunya.
Putra melirik Letta yang berbicara heran. " Iya apa???"
Letta berdehem." Masakan ini enak." Bisik nya pelan sebagai jawaban. Putra pun berdehem menyimpan senyumnya yang sedikit malu malu keluar. mengunyah makanan miliknya.
" Iy-iya. makasih." Jawab Putra agak kaku. Bulan dan Hanes menggeleng tak menyangka. mengapa anaknya seperti kucing kecil?
Letta makan dengan khidmat. Benar yang dikatakan letta. Masakan Putra benar benar enak loh. Ada manis, asam, asin dan pedas. Pas dan membuat ketagihan. Begitu juga dengan tumisan satur selada. Sayur ini banyak pakai bawnag putih dan letta suka. letta pecinta bawang putih. Baginya bawang putih itu harum dan menenangkan.
Masakan ini mengingatkan dirinya pada masakan ibunya dulu...
Hanes mengangguk.” Biasa aja tu masakan Putra. Kamu harus nyobain masakan calon mama mertua kamu juga. Makanya nggak ada duanya. The best pokokne. Yang jual di restoran aja kalah tok... tapi yah karena calon mertua kamu ini lagi mengandung dan neggak bisa cape capek ajdi yah gini.. hehe bentar lagi adik ipar kamu lahir loh. Kemarin di cek perempuan.” Cerita Hanes padahal tidak ditanya.
__ADS_1
Letta melirik Bulan yang tersipu dan Putra yang mendelik tak senang. Letta tersenyum tipis,.” Baik Bulan ataupun anda. Kalian sama sama saling beruntung karena berjodoh. Sama sama saling mencintai dan baik hati. Pasti anak kalian sangat bahagia memiliki keluarga sehangat ini.” lain dari yang lain. letta bahkan berkata jujur.
Hanes mengerjab menatap Letta. “Emm maaf. ?” Tanya Hanes agak salting,. Letta hanya melirik dan tersenyum, melanjutkan makan tampa bicara. Hanes yang di abaikan agak tak senang “ Emang orang tua kamu ngak harmmonis? Aawww,, stttt ”
Pahanya di cubit oleh Bulan.. Hanes meringis menatap istrinya memelas. Bulan menghela nafas menatap Letta yang tak berepskresi apapun.”Maaf yah. ayahnya Putra ini emang bicara suka ngelantur. “ rasa bersalah karena pertanyaan suaminya itu sangat tidak bagus.
Letta terkekeh.” Santai saja. Saya baik baik saja kok.” Ujar letta. Mengambilk minum dan menyelesaikan makanya. Menatap Hanes yang menatap Letta redup karena merasa bersalah” Saya punya keluarga bahagia, punya empat kakak dan orang tua yang hangat, saling mencintai dan menyayangi..” Lanjutnya tersneyum tipis. Bulan menghela nafas legah. ia pikir keluarga Letta tidak baik baik., semacam, anak broken home?.
“Tapi.. semuanya hancur karena hama. Keluarga saya hancur. ibu dan ayah saya meninggal bersama dengan kedua kakak saya. Sedangkan kedua kakak saya masih hidup tapi merela sudah berbeda, sangat jauh... jadi keluargaku pernah bahagia tapi itu dulu.” Ujar Letta lagi. bulan terdiam, suaminya juga terdiam merasa bersalah.
Putra.?Putra meremas sendok makanya marah. Marah mengapa Letta hidup penuh derita.
Letta terkekeh melihat ekpresi kedua orang tua Putra yang iba kepadanya.” simpan wajah iba kalian, sebab hidup saya jauh lebih baik ketimbang anak yang diluar sana. Kalian lihatkan badan saya sehat.., fisik saya tetap utuh dan setiap orang memang bakal tetap pergi. Entah pergi menghadap tuhan atau pergi menghadap takdirnya. Kita memang dilahirkan sendiri dan mati dengan kesedirian. Takk ada yang harus kalian sedihkan dari saya.” Tegas Letta. Wajahnya melunak tak terlalu kaku.
Hanes mengunyah pelan, makan ini makanan mereka agak kurang nikmat seperti malam biasanya. Aura Letta benar benar menyeruak.
Hanes hanya mengangguk pelan.” benar semua orang akan mati pada waktunya., lagi pula kami akan jadi keluargamu nanti kan, jadi santai saja kamu punya kami kok.
dimasa depan” Ujart Hanes lembut. Letta mengangguk saja.
Letta mengeleng.” Sudah cukup.” jawabnya.
" Kamu makan dikit yah..." ujar Bulan mengangguk menyesaikan makan bersama dengan Yohanes yang menyelesaikan makannya.
“Oh iya kamu masih kuliah atau kerja?” Tanya Hanes pada Letta.
Letta menggeleng.” Saya sudah lulus,.” Ujar Letta kepada sang Hanes hanes melirik letta sambil mengunyah.
” Lulusan apa?”Tanya Hanes lagi.,
Letta melirik sejenak. “ S3 biologi.” Ujarnya.
Hanes terbatuk batuk karena tersedak nasi. Bulan menepuk bahu sang suami kaget, ada apa? Mengapa suaminya begini. Hanes melirik letta.” Doktor?” Tanya hanes melotot.
__ADS_1
Letta berdehem. Hanes melotot lagi menatap Putra yang juga kaget tapi tak sampai tersedak. Gila. Bahkan dirinya saja hanya lulus s1 tidak lagi mau kuliah karena pusing.
Tapi Letta bahkan sudah mendapatkan gelar doctor di usia yang masih muda, berarti Letta sangat pintar. agak insecure juga jika begini.
Tapi ini putranya agak gimana yah cari calon istri. Jika cari yang setara lah yah pendidikanya jangan gini. Putra saja belum tamat SMA. Boro boro mau kuliah, ucapannya aja mau nikah muda.
Haduhhh putranya kok malu maluin yah.
"Jadi kamu kerja?”Tanya Bulan lagi. agak kaget juga soalnya Bulan dulu berhenti kuliah akibat Putra yang sakit sakitan. Jadi bisa dikatakan jika dirinya hanya tamat SMA saja, itupun tak ada prestasi yang bisa di banggakan.
Letta mengangguk.” Sempat jadi bodyguardnya orang tapi sudah tidak lagi soalnya..--“ Uhukk Uhu.
Henes lagi lagi tersedak minuman. Bulan egra menepuk bahu sang suaminya ikut kaget.
Hanes Melirik Letta melotot, sekarang matanya sudah berair karena kaget.” Kamu bodyguard?”
Letta mengangguk pelan. yohanes melirik lagi putranya yang semakin pias. Sialnya mengapa putranya mendapatkan perempuan begini.
Bukan... bukan masalah Letta hanya sebagai bodyguard, tapi masalahnya putranya ini agak lemah dibidang bela diri, untung untung bisa jaga diri. Nanti jika anaknya melakukan kesalahan kepada Letta apa tak patah tulang anaknya?
Syukur syukur hanya patah tulang, jika sampai mati bagaimana?
Hanes memijit pelipisnya sakit. Mendadak selera makanya tak enak lagi. Putreanya benar benar yah...!!!...... Seleranya tidak ngotak... Sudah dewasa, jauh usianya, Pintar, banget malah dan bertitel, Jago bela diri. Jangan jangan dari anak konglomerat juga ini? Haduh haduh sepertinya iya sih lihat saja wajah Letta .
Habislah kesadaran putranya ini, Hanes mau menangis saja dipojokan.
Sedangkan Letta tidak tau apa yang mereka pikirkan melenceng dari yang ia pikirkan. dipikiran Letta jika keluarga ini tidak menyukainya karena dirinya susah dewasa...
Iya keluarga ini memang jauh dari pikiran orang lain yah, wajar saja putra jadi begitu sikapnya hahaha.
.
.
__ADS_1
.
Halooo semuanya, terimakasih sudah meninggalkan jejak, jangan lupa yah kasih jejak trus. insyallah aku bakal selesaikan ini dan lanjut novel aku yg kemarin belum ku selesai kan,