Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Dapat


__ADS_3

Semua terdiam menunduk tak ada yang mengakui. Samuel menatap Baron” Periksa semua tubuh mereka jangan ada yang mencurigakan dai mereka..!!!!” Tegasnya. “Biak tuan..!” Baron mengangguk memeriksa semua pelayan dan penjaga. Melirik Samuel yang diam saja. Ini terlalu banyak tapi Baron mengajak temanya satu lagi sampai semua diam taka da yang mencurogakan.. tiga penjaga lama juga keluar dari kamar dan ruang penyimpanan penjaga dan pelayan.


” Lapor tuan, kami tidak menemukan apapun..!!”! Tegasnya.


Samuel mengepalkan tangan mencari keberadaan Letta yang sudah membuat keresahan pagi ini. di arah dapur terlihat Letta menarik satu pelayan wanita, terlihat pelayan berkali kali memohon tapi Letta hanya diam saja.


Letta melempar pelayan itu dihadapan semua orang, pelayan itu tergeletak menatap Letta meringis, rambut yang ia susun rapi sudah beracak acakan.”Periksa kamar yang berada di samping dapur dan dibelakang miniatur, dibelakang bingkai foto.” Tegas Letta.


Penjaga yang disuruh melirik satu sama lain, mengangguk mereka berempat melangkah menuju ruangan yang Letta suruh. Pelayan terlihat panik menatap Samuel memohon.”Tuan ampun, itu itu hanya obat sakit biasa bukan apa apa.” Ujarnya menelungkup kedua tangan di depan dada, memohon untuk dipercaya.


Letta melipatkan kedua tangan di depan dada menatapnya mencebik.”Siapa yang bertanya mengenai obat obat tu? Kami tidak ada yang bertanya.” Ujar Letta. Pelayan terlihat semakin gugup, tangisannya menderai bercepatan dengan keringat sebesra biji jagung.


Samuel diam menatap Letta yang mendekati wajah pelayan tersebut, berali pada name teg yang ia miliki.” Marsya?? Hemm.”Letta mengangguk pelan.” Nama itu terlalu keren untuk wajahmu yang kampungan. Kau merubah namamu?”Tanya Letta pelan.


Pelayan bernama Marsya menggeleng pelan.”Ti tidak, ini pemberian orang tuaku. Memang salah jika wajah jelek namanya bagus?”Tanyanya terisak taks nenag.


Letta menggeleng.” Memang salah, soalnya nama kamu terlalu mustahil untuk dimiliki wanita sejelek kamu... “ Bisiknya Letta terkekeh


Pelayan mengepalkan tangan hendak mencakar wajah Letta tapi rasa takut menggetarkan tubuhnya. beberapa menit penjaga yang disuruh datang dengan semua botol dan juga HP yang berbentuk versi lama, yang hanya bisa menelpon seseorang atau mengirim sms singkat saja. “ Lapor tuan. Kami mendpatlkan ini.” ia memberikan barang barang tersebut pada Samuel bukan kepada Letta.


Samuel menerimanya tenang, disana ia bisa melihat satu kotak bubuk putih dan juga berbau busuk. Ia mendengus menatap lagi kearah hp. ia membukanya tapi kakinya ditarik paksa oleh pelayan Marsya.” Tuan tolong itu bukan milik saya. Saya dijebak wanita ini, dialah pengkhianat sebenarnya, itu bukan milik saya tuan..”Ia menatap Letta garang dan juga melawan, menuduh Letta adalah satu satunya jalan yang ada di otak kosong miliknya.


Letta menatapnya mengangkat satu alisnya. " Dan kau tau dari mana jika aku pengkhianat?"


Marsya menatap Letta tajam.” Bukan, aku tidak berkhianat akh..” ia menjambak rambut sendiri. Samuel menatap hp yang berisi beberapa pesan yang berasal dari nomor asing. Tangan Samuel terkepal melihat beberapa info rumah ini dikirim oleh pelayan tersebut. Mata Samuel menandai gadis itu dan menendang kepalanya kuat.


Bugh arghh

__ADS_1


Semua terpekik kaget. Samuel mencekik pelayan bernama Marysa dengan kuat menatap manik mata Marysa, pipinya bengkak, matanya masih terpejam menikmati rasa sakit, tapi sepertinya Samuel tidak membiarkan Marsya merasakan dan menikmatinya. Samuel mencengkram leher Marsya kuat dan menatapnya tajam.’Katakan siapa yang menyuruhmu ha?”Tanyanya marah. Marsya terlihat diam menepuk tangan Samuel yang bertengger dileher miliknya merasa tak bisa bernafas.


Samuel melepaskan cengkaramannya dan memukul kepala Marysa, menatap tajam Marsya. “Katakan siapa?!” Tanyanya kuat. Marsya diam merasa kepalanya mengeluarkan darah sangat banyak.” Ahg lepas,,!” Biisk Marsya tak bisa berkutik.


Uhukkk. Uguk. Marsya memuntahkan darah, maranya memerah hendak muntah. Samuel menjauh menatapnya tajam. Mencengram kepalanya kuat tapi Marsya tetap diam, diam karena setia atau diam Karena menikmati rasa sakit Samuel tidak paham. Carmon? Ia hanya diam menatap ayahnya mengalihkan atensi pada HP yang tergeletak.


Carmon hendak mengambil HP Milik pelayan tersebut tapi tangannya kaget saat tangan Letta lebnih dulu menjauhkan tangannya menggunakan tendangan pelan, terasa seperti ada angin melintas di balik tangan miliknya.


Duar.. Carmon kaget saat ledakan itu menimpa guci besar dibelakangnya. Jadi angin tadi adalah peluru? Carmon tertegun menatap tangannya.


Letta menatap arah peluru yang ada. Dan beberapa saat setelahnya semua lengah pada Marysa, Marsya diam mengambil pil dalam balik bajunya dan menelannya. Sebelum itu terjadi kepalanya sudah lebih dulu tertendang kuat oleh Samuel. Pelayan tersebut tertendang dengan pil yang hampir ia makan.


Samuel mengepalkan tangan,”Dari pada kau mati bunuh diri mending aku saja yang bunuh.


Carmon mengeluarkan pistolnya dan Duaar.


Letta diam menatap HP yang terjatuh, hendak mengambilnya tapi rasanya masih ada penjaga yang disini berkhianat. Saat hendak menyentuhnya. Letta tak sadar HP itu meledak menjadi bom. Carmon kaget segera menarik tubuh Letta dan terjatuh memeluk Letta dibawahnya. Semua orang juga ikut kaget dan Samuel yang masih Menyiksa Marysa terdiam melirik kebelakang. Melihat hp sudah meledak kencang menyebabkan beberapa orang kaget dan terluka. Untungnya tegangannya cukup kecil,.


Carmon reflek memeluk letta, bahkan ia tak berniat melindungi Letta sedari awal. Itu hanya reflek. Letta menepis tangan Carmon seperdetik mereka pelukan, bersamaan dengan Letta memutar tubuhnya. Dor...


tembakan diruangan kembali terdengar dari Letta menuju ujung ruangan. Semua kaget terdiam melihat tubuh penjaga yang terjatuh dengan mata yang pecah sudah mengeluarkan darah bercucuran. Tepat terkena bola mata kanan.


Carmon tertegun melihat hal tersebut. Marsya tak tahan karena siksaan Samiuel. Samuel mengeluarkan pistol hendak menembaknya tapi Letta menahann Samuel..”Tahan saja dia ., jangan sampai ia mati. Klita masih butuh imformasi dari dia..” Tegas Letta.


Dor.... semua terkejut saat perempuan ittu mati setelah kepalanya ditembak. Bukan Samuel yang membunuh nya.


Letta berbelok menatap kedepan pintu, semua juga segera melihat disana. seseorang berlari meningalkan bayangan. Letta hendak mengejar tetapi Cramon menahan tangan Letta.” Jangan, dia sudah jauh. Dan itu hanya akan membahayakan, kita tidak tau seberapa banyak orang mereka di luar sana.” Ujar Cramon tegas.

__ADS_1


Letta mengangguk dalam batin. Benar yang dikatakan Carmon, kita tidak tau apa yang telah mereka siapkan diluar sana, ketika Letta mengejarnya itu artinya ia begerak tampa persiapan, lagi pula Letta hanya ekting menjadi pahwalan tidak setulus itu menjadi pahlawan setulusnya. Letta kembali melihat Marsya yang sudah mati tergeletak tak bernyawa. Samuel diam mengepalkan tangan, tatapan mata Samuel memuncarkan amarah sangat dalam.


Setelah kejadian itu, seluruh ruangan rumah Samuel di tandai untuk membasmi semua penyusup, dimulai dari penjaga dan pelayan, semuanya diperiksa baik dari asal usul sampai ke pada seluruh kamar milik mereka., jadi siapa yang sering mencuri bahkan ketahuan saat itu juga.


Samuel sangat marah, ia kesal. Mereka sedikit lengah hingga hampir saja mencelakai Carmon.


Tubuh Cramon kembali diperiksa dan makanan yang dikatakan Letta pun di masuk kedalam leb. Benar saja, semua makanan itu mengandung racun yang melumpuhkan, untung Carmon baru makan dua kali dirumah karena selama ini sibuk mencari Letta membuat ia tak sempat pulang. Sama hal dengan Samuel, jadilah mereka harus control beberapa hari ini.


Senjak hari itu Letta dinobatkan sebagai orang kepercayaan keluarga Samuel, bukan hanya bekerja sama dengan Cramon ia juga bekerja sama dengan Samuel, ia menjadi tangan kanan dan kepercayaan. Letta juga sudah membawa Bara sedari dua hari yang lalu kerumah Samuel. Letta sekarang juga sudah bukan lagi bodyguard nya Carmon tetapi sudah merangkap menjadi tangan kanannya Carmon.


Kasus Jastin dan Agatha semakin tersebar luas, sampai kepada Samuel yag dipanggil oleh pengadilan negri atas laporan yang menyurutkan mereka. Samuel dikabarkan melakukan tindakan pengancaman kepada pihak majalah milik Letta beserta para wartawan. Semua semakin memperbincangkan seusai berita menampilkan chat pribadi antara Samuel dan juga pemilik pencetak berita.


Samuel menghela mnafas, meremas kuat rambutnya, tidak pernah sesulit ini ia melakukan atau menyelesaikan masalah dari hukum, baru kali ini ia terjerat. Samuel sangat khalaf saat ini. ia tersesat dan juga tertangkap dalam permainan orang lain. Saham keluarga semakin menurun dan semakin membuat Samuel menahan nafas., semua ini terkjadi secara tiba tiba.


“Ini Tuna berkasnya,." Ujar Letta memberikan berkas yang di minta Samuel. Samuel mengangguk membuka berkas yang ia minta dari Letta tadi. Berkas milik profil keluarga Aretta, selingkuhan Jastin. Ia meminta Letta untuk mendapatkannya.


Disana terdapat daftar nama Areta yang hanya hidup sebatang kara, beberapp profil Areta sekolah disalah satu sekolah ternama di jepang dan lain lain. Samuel menaikan satu alisnya menatap Letta.” Aku sudah menyuruh orang mendpaatkan data, tetapi semua bertolak belakang dengan apa yang kamu beri. Jadi bisa kau jelaskana kepadaku Letta?” Tanya Sauel heran.


Letta diam menatap Samuel, memang benar, semua data Areta sudha pastinya ditutup rapat oleh Letta., bahkan begitu juga dengan Zaxi kakaknya, dan Letta tidak mungkin menyebarkan berkas kakak-kakak tersayangnya bukan?


Letta berdehem sejenak.” Data yang didapatkan oleh orang lain hanya profil singkat, aku mendapatkan data secara menyeluruh milik Arin, jadi tuan bisa lihat sendiri data asli miliknya.” Smeua foto milik Areta yang berseragam di sekolah kora diedit, semua berkas kelulusan dan juga tahun pendaftaran, semua sudah dirancang semenyakinkan itu oleh Letta.


Samuel sampai terkelabui, mengangguk menatap Letta.”kau sangat keren, kami bahkan sangat sulit mendapatkan semua profil lengkap miliknya.”Bisiknya membuka berlembar lembar.


Letta mengangguk menatap Samuel. Menyeringai menatap semua album Areta. Samuel diam sejenak menatap semua foro.” Kamu bisa bantu saya untuk membangun kembali ini perusahaan?? Saya sedikit tidak mampu mengendalikannya saat ini.”Ujarnya sam.


Letta menggeleng.”Saya tidak bakat dalam bisnis. “ Jawab Letta. Samuel menghela nafas memijit kepala yang terasa sakit, ia pikir bisa memanfaatkan Letta..

__ADS_1


Letta melangkah keluar dari ruangan milik Samuel, tersenyum .


__ADS_2