
Dan Guar.... mobil yang Letta bawa menabrak gapura yang berbentuk bunga disana, dan itu memang ditengah jalan untuk perkelongan. Ia tak mampu hingga ia merasakan kepalanya terantuk keras dengan dasbort.. ia merasakan pening dikepalanya namun ia tetap bangun..
Kepalanya berdarah..!! kepalanya mengeluarkan darah dan hidungnya mengeluarkan darah. Ia meringis dan tak hanya disitu...
Bram...... Mobil yang ia bawa itu ditabrak dari belakang..
Bram... mobilnya kembali ditabrak membuat tubuhnya terlontang lantung didalam mobil yang hampir hancur.. ia tak tau harus apa selain berfikir. Berfikir supaya bisa keluar.. Dan.
Bam.... ia ditabrak mobil yang ada disisinya, samar-samar ia mampu melihat plat mobil yang ternyata ia kenal..
Ia segera membuka pintu mobil yang memang tak dikunci di siapkan dari tadi dan meloncat tak tau dimana asal bisa keluar dengan keadaan yang lema saja.. disisi lain ada Ziko dan Ando yang menatap mobil Letta nanar.”Letta..!!!!” Teriak Ando. Air matanya jatuh dengan Bara dipelukannya.
“Mama..!!” Teriak Bara memberontak mau menemui Letta. Namun ditahan Ando.
”Mama..!!!!!” Teriaknya lagi.”Mama tolong huaaaa mama..!!” Teriak Bara kuat hingga sangat parau.
Ando disana pun terlemas menatapnya... mobil itu menabrak mobil Letta hingga hancur meremuk dan mereka taunya ada Letta disana. Kaki mereka lemas hingga terjatuh bergetar.
Pipi mereka banyak darah akibat luka. Kaki mereka juga namun tak parah, hanya terkilir. Ada juga kepala Ando yang berdarah dan bengkak akibat terkena runcingan batu tajam dan juga rerumputan. Bara tak apa-apa karena tadi ia dilakukan Ando.
“Letta..!!!!” Teriak Ziko berlari mendekati mobil-mobil yang masuk dalam tragedi tabrakan menuju mobil Letta, kakinya bergetar dan memohon menghentikan mobil itu yang menabrak sampai mobil Letta hendak dijatuhkan kejurang. Ziko menangis dalam diam menggigit lidah kelu menatap mobil kian menjauh.
”Letta.. jangan... tolong Berhenti..!!” Teriaknya Ziko nanar. Ando disana pun memeluk Bara kuat sampai Bara disana tak bisa bergerak. Ia akan menjaga Bara saja.
“Mama..!!!” Teriak Bara dikala mobil Letta itu masuk kedalam jurang membuat derai air matanya Bara tak terhentikan. Ando terjatuh menatapnya dengan air mata yang jatuh. Bara terlepas akibat tangannya yang melemah. Ia memukul kepalanya sendiri merasa bersalah, ia tak mampu menahan diri untuk ikut berlari. Baru tadi ia bicara, mengobrol bahagia dengan Letta. Namun sekarang apa?
Ketika mobil itu jatuh Ziko hanya mampu memandang dari atas saja, kakinya jatuh menatap nanar jurang..
Sampai sosok didalam mobil belakang. Mobil paling bagus itu keluar. Ia menatapnya dengan tajam.. siapa dia?
Ragiel.. Dan disana Letta pun keluar dari bawah mobil Ragiel tempat ia sembunyi membuat Ragiel tertawa terbahak bahak.
” Hahaha kau tetap Letta terkuat milikku..” Ujarnya bertepuk tangan bangga.
__ADS_1
”Mama..!” Teriak Bara bahagia menatap Letta yang disana, Letta terlihat keluar dari jurang dengan merangkak pada pohon-pohon kecil disana... Letta duduk lemas menarik nafas nanar menatap Ragiel. Ia selamat.
Tangan Letta terangkat menyuru Bara berhenti, dan Ziko cepat-cepat menahanya dan memeluknya lagi.
Letta disana sangat kacau. Wajahnya penuh darah dan juga luka, tubuhnya pun penuh tanah. Namun ia disana terkekeh menatap Ragiel dan bertanya.”Sudah bermain-mainnya kakek?”Tanyanya disana dengan sendunya.
Ragiel disana mengangguk menatapnya. Ia mendekat dan mengusap kepala Letta dengan senyum.”Ini hanya sedikit saja permainannya.. dan kamu taukan akibatnya jika terlalu jauh bermain denganku?”Tanyanya,
Letta disanapun menghela nafas dan menatap lain arah. Ragiel disana malah tertawa terbahak-bahak dan keluarlah beberapa bodyguardnya.
Ia menjauh dan berkata.,” Jika kau tak mau. Silahkan kau ikuti permainanku Letta.!!” Ujarnya disana dengan dingin.
“Jangan sakiti mereka..!!” Ujar Letta disana, ia mengusap darah dibibirnya. Tangannya sudah penuh luka akibat kaca kaca yang ada... kakinya bisa dipastikan terluka dan juga seluruh tubuhnya. Matanya menatap Ragiel disana dengan tatapan datar.”Mereka tak berarti bagiku jadi jangan melakukan apapun.”Ujarnya disana.
Ziko dan lainnya menatap Letta nanar. Mereka tak berarti?
Ragiel disana tergelak.”Aku bukan orang bodoh sayang.. bukan..!!” Ujar Ragiel disana. “Mau ku buktikan?”Tanyanya. Letta disana mengepalkan tanganya dibuatnya.. Ragiel disana pun tersenyum.”Mau ku sakiti dirimu saja atau mereka?!!” Tanyanya disana.
Namun sebelum itu bodyguaradnya sudah lebih dulu mengeluarkan senapannya dan mengarahkan pada Ziko.. dan disitu Ziko hanya bisa memejamkan mata dan..
Duar....
Ia terdiam tak merasakan apapun,, namun disaat itu ia bisa tertegun dikala itu menatap siapa yang ada didepannya. Letta..!! disana Nampak lengannya meneteskan darah membuat bibirnya kelu.. sangat kelu namun disana ia hanya mampu menatap punggung Letta saja yang Nampak tegar dan tak bisa diulas apapun.
Dan setelahnya ia bisa melihat jika Letta mengeluarkan satu pistol dibalik kakinya dan Doar....
Ia menembak bodyguard yang menembaknya tadi hingga bodyguard itu terkapar dengan mata yang terkena tembakan. Darah memecir kemana mana membuat Bara Disana berteriak dipelukan Ziko.. Ziko terdiam, ia baru ingat ada Bara dipelukkannya.
Crak. Ada lima bodyguard mengarahkan pistol dengan Letta dan lainnya. Ando disana tak tau harus apa-apa membuat ia menghubungi pasukan gengnya. Dan disana ia menghubungi Diki.
“ Hallo loe ngapain si nelpon gue—“
“Plis bantuin kita. Letta diserang dijalan ini. gue sharelock sekarang juga..!! bawa pasukan kita cepat..!!!” Teriaknya disana dan mematikan teleponnya. Ia tak mendekat bukan karena pengecut. Tapi karena berakal.
__ADS_1
Letta disana pun terkekeh, ia mau melawan namun ia tau sia-sia saja. Jantungnya ada ditangan Ragiel membuat ia menatap ragiel. Tanganya menetesi darah, pelipis dan juga bagian tubuh dirinya lainnya semakin menambah kadar kengerian di dirinya.”Kau sudah tau kan apa yang aku pikirkan?”tanyanya membuat Ragiel terkekeh.
Ia mendekati Letta dan memeluknya. Letta diam dan membalas pelukannya. Ia tak mau menambah masalah hingga ia merasa dicium dikeningnya.”Anak cerdas... kau sudah taukan apa yang harus kau lakukan?!!!” Tanyanya.
Letta disana hanya menatapnya.”Sekali ini saja.”Gumamnya lirih,
Ragiel disana menggeleng lalu pergi meninggalkan Letta. Letta disana menatapnya datar dan menatap lain arah. Maksudnya sekali ini saja tadi itu’ sekali ini saja ia memiliki teman’ namun tetap tak bisa, ia mengepalkan tangannya, dadanya sesak ia menatap Ziko dan lainya yang sudah diam tak tau harus apa. Namun ia disana hanya tersenyum membuat semua tau jika Letta tersenyum itu tidak baik-baik saja.
“ Boleh. Tapi jika mereka bisa melewati permainanku satu ini..!!”Ujarnya Ragiel berteriak dengan mobil yang melaju.
Letta disana terdiam menatapnya, apa maksudnya? Sampai pada letta menatap jika ada sesuatu yang dilempari ditempatnya Ziko dan Ando.. ia terdiam disana.. itu Bom..
“ Lari..!!” Teriak Letta. Ziko dan lainnya lari dari sana sebisa mungkin, sedangkan Letta mendekat dan kakinya meloncat dan menendang bom itu kuat hingga bom itu meluncur lain arah dan..
Buam.... satunya lagi pun itu ditepis oleh Ando hingga menuju kelain arah. Tepatnya dijurang bawahh sana hingga mereka tiarap.
Letta segera memeluk Bara dan Ando hingga asap mengepul.. bahkan sampai disana asapnya masih ada bersama apinya.
Setelah semuanya selesai Letta menatap lain arah, ternyata disana masih ada Ragiel yang melihatnya dibalik mobil.. ia memegang dadanya yang sakit. Jantungnya ditekan oleh Ragiel hingga ia tak mampu bernafas. Ia tersenyum dengan mata yang berembun. Ini adalah resiko yang ia pikir ketika ia menyayangi orang lain, ia memeluk Bara dan Ziko lebih erat merasakan siksaan yang lebih erat.
“Loe enggak apa-apa Let?”Tanya Ando yang datang khawatir kepada Letta.
“Peluk gue plis.”Gumam Letta dengan berat membuat mereka memeluk Letta dalam. Letta tersenyum., jadi beginikan rasanya ketika merasakan sakit tapi ada yang memeluknya? Hahah ternyata rasa sakit itu tak berkurang, namun satu hal yang berkurang. Luka..! luka dihatinya membuat ia lebih bisa menerima sakit ini.,
l
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yah
__ADS_1