Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
49


__ADS_3

"Saudara mungkin terlihat cuek dan tidak peduli. Namun sebenarnya, saudara selalu ingin tahu segala tentangmu dan selalu ada di sisimu." - Catherine Pulsifer


“Apa? Letta terluka? Bagaimana bisa?”Tanya Zaxi membentak Bovi ketika mendengar kabar yang mengejutkan dipagi ini. matanya membulat menatap sumber informasinya itu.”Bagaimana bisa coba jelaskan kepadaku..!! bagaimana keadaanya saat ini dan mengapa kau baru bicarakan ini padaku ha? mengapa kau tidak mengabari ku secepatnya? Apa saja yang kau lakukan selama ini?!!” Bentaknya lagi hingga ia mencengkram kera bajunya Bovi erat, sampai Bovi merasa tercekik.


Sebenarnya kakaknya siapa si? Dia yang kakak, saya yang dimarah.-- Batin Bovi.


Bovi disana meringis namun ia harus tetap bersikap Cool. “ Keadaan nona tak terdeteksi sebab nama dan ruangannya disembunyikan rumah sakit, bahkan kami tak menemukan dia dirawat dirumah sakit mana. Dan keadaanya terlihat parah jika dalam informasinya, sebab mobil yang ia bawa jatuh kejurang dan katanya lagi ia terkena tembakan ketika itu. Sebab informasi mengatakan jika disana terdengar beberapa ledakan, bahkan Bom.”Ujarnya disana jela.


Brak.


hati Zaxi nyeri mendengar kabar Letta, Zaxu mendorong Bovi hingga Bovi terjatuh menabrak meja di dalam ruangan. Ia sangat khawatir hingga ia tak tau harus apa.” Cari dia sampai ketemu. Dan beri aku kabar bahwa dia baik-baik saja CEPAT..!!” Teriaknya kuat hingga urat dilehernya menonjok.


Bovi disana mengangguk,” Sekarang kami sudah melaksakanya, kita hanya tunggu kabarnya saja.”Ujarnya. Zaxi ingin memaki dan membunuh dirinya saat ini. bagaimana bisa ia kehilangan sang adik nya satu itu.


Ketika itu pula hapenya Bovi bordering membuat panasnya itu sedikit terobati. Disana Bovi menatap hapenya yang berdering dan menatap Zaxi.” Siapa itu? Beraninya kau menerima pesan ketika dihadapanku.”Ujarnya Zaxi dingin.


Bovi memberikan layar hapenya.” Itu informasinya nona Letta, dia sudah berada diapartemenya saat ini karena tidak betah dirum—“


“Kita kesana sekarang..!” ujarnya disana dengan membentak hingga membuat Bovi mengangguk saja. Membantahpun tak berani.


Langkah Zaxi terdengar jelas dengan langkah kaki yang sangat cepat menuju mobil membuat siapapun akan tunduk. Ia memperbaiki jasnya.


“Kakak mau kemana?”Tanya seseorang dari arah sampingnya. Namun Zaxi disana tetap berjalan.”Kakak mau kemana?”Tanyanya lagi.


Zaxi tak mendengar. Are disana hanya diam melirik kakaknya nanar. Bagaimana bisa kakaknya mengabaikanya begini membuat ia segera mendekati kunci mobilnya dan mengikuti kakaknya dari belakang. Ia ingin mengetahui apa yang membuat kakaknya mengabaikannya hingga sebegitu nya, mengabaikan dirinya separah ini.

__ADS_1


----------------


“Momss.... Bangun yok.. Bara masakin moms loh bareng Om Diki.”Ujarnya anak kecil disisinya Letta yang masih tidur. Ia menarik selimut Letta dan menggoyangkan tubuhnya.”Moms bangun.. masakan sudah siap.”Teriaknya membangunkan Letta.


Letta meringis disana membuat Bara ingat jika tangan ibunya itu tak bisa disentuh membuat ia reflek mengangkat tangannya.” Oh moms sorry. Bara lupa.”Ujarnya disana.


Letta disana pun memijit pelipisnya dan mencoba bangun, sangat sakit tangan dan kepalanya.” Jam berapa sekarang? Kamu tidak berangkat sekolah?”Tanya Letta serak kepada Bara yang menatap dirinya takut.


“Jam 10 moms. Bara tidak sekolah karena hari ini libur moms.”Ujarnya Bara semangat.”Barra mau main sama moms, mau main ke ancol seperti yang moms bilang kemarin.”Ujarnya melompat lompat bahagia disana. Letta diam mendengarnya. Kenapa dia bisa kebablasan sejauh ini tidur? Ia tak pernah begini membuat ia menatap kejam mengingat apa yang terjadi.


“Diki. Ando. Ziko..!! kemari..!!” Teriaknya kuat. ia tau pasti ini ulahnya tiga manusia itu. Pasti mereka mencampurkan sesuatu keminumannya.


” What's Wrong moms?”Tanya Bara kepada Letta kaget. Letta berteriak pagi-pagi.


“ Suruh paman-paman pun itu kesini sekarang..!” Ujarnya Letta disana memijit pelipisnya


“Mati kita. Letta udah sadar.”Ujarnya Ando yang berada didapur sedang makan makanannya, ia menggigit sendok yang ada ditangannya dan membulatkan matanya. Zilko yang sedang mau makanpun membulatkan mata.


Dikipun sama.”Kabur.. cepet sembunyi..!” Ujar Diki disana membuat mereka segera bersembunyi membawa makanan mereka, ada yang dikolong meja, ada yang dilemari dan ada juga yang dibalik tirai.


“Diki.!!! Ando... Ziiko..”Teriak Letta. Bara yang tak tau ikut dari belakang saja. Letta berjalan memegang kepalanya sempoyongan namun ia tak menemukan ketiga manusia itu. “Kalo kalian enggak keluar juga, kalian bakal gue potong Jonny kalian satu persat----“


“Iya Lett kenapa?!!” Ujarnya Ando kaget mendengar jika Jony kesayangannya akan dipotong. Habislah masa depannya nanti. Ia Keluar dari balik tirai.


Letta menatapnya tajam.”Yang lain mana?”Tanyanya. ando menunjukan dimana keduanya bersembunyi.”Disana.”Ujarnya dengan polos. Di kolong meja dan lemari.

__ADS_1


Letta menyeringai dibuatnya.”KELUAR ATAU KALIAN GUE DEPAK SATU PERSATU..!” Ujar Letta mengeluarkan pistol dibalik laci disisinya.


Brak.. arghh... Ziko yang kaget mendengar Letta mengancam segera keluar namun sayangnya nasib sial sedang menimpahnya. Kepalanya terantuk meja membuat ia terjatuh.


Bstrtfghhf.. tawanya Diki dan lainya tertahan melihatnya. Ziko disana meringis memegang jidatnya yang benjol. “Auuu sakit woy Ya Allahh.”Gumamnya disana meringis. Ia memang tak suka bicara kasar Ziko, lebih suka dengan ucapan-ucapan manis. Alkhh bukan hanya tumben saja si.


“Siapa yang nyampurin obat tidur diminuman gue sampek gue gini? Dan berapa dosis yang kalian tarok?”Tanyanya Letta disana dengan dingin. Ando dan lainya segera saling menunjuk. Ando menunjuk Ziko, ziko menunjuk Diki dan diki menujuk Ziko.,


Mata Letta menajam.”SIAPA..!” Bentaknya.


“ Ando.. Ziko.. Diki...”Kembali begitu membuat ketiganya meringis dan Letta menarik senapannya.


Ketiganyapun tunduk memegang kaki Letta.”Jangan gitu Let.. ini ide gue let. Soalnya loe enggak tidur-tidur gue takut. Gue mau loe tidur dan istirahat secara loe sakit. Masa loe enggak tidur udah jam 3 hiks hiks. Maafin gue.,”Ujarnya Ando disana meringis.


“Ini juga salah gue yang dukung, gue yang beliin obatnya dan naroh banyak-banyak soalnya gue tau kalo obat tidur enggak memapan kalo enggak 3xlipat dosis ketubuh elu Let. Gue yang ngasih minum juga.”Ujarnya Diki disana membantu Ando.


“Gue juga salah Let. Gue yang buatin minumannya dan ngeraciknya. Udah itu gue juga yang nganterin loe ke kamar Let. Kita tu Cuma enggak mau loe sakit Let. Kita sayang sama loe jangan potong joni kita plis.”Ujarnya disana membujuk dengan cara mereka.


“Iss paman sudah tua tapi kayak anak kecil merengek mau es krim.”Ujar Bara disana mencibir.


“Diem kamu bocil.!” Ujar ketiganya membuat Bara kicep.


” Siapa yang diem?”Tanya Letta dingin.


”Kita." ujar mereka serentak membuat Letta disana mengulum senyumnya. Mereka disana sangat ucul dan juga manis bagai tikus god.. Bara ikut terkikik mendengar ketiga paman yang berwajah sangat tetapi malah takut dengan ibunya.

__ADS_1


“Lett.. keluar kamu..!!!!!” Teriak dari luar. Ketika itu pula hawa disana menjadi beda dari sebelumnya.


__ADS_2