Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Minta maaf


__ADS_3

Keluarga Samuel, mereeka sudah memiliki tempat tinggal lagi, mereka memilih rumah satu dan mengurung Viona di kamar sendiri tidak dibuka sama sekali seperti sebelumnya, ia juga memilih rumah yang jauh dari rumah warga agar jika ada yang teriak tidak lagi di usir. Mereka agak trauma diusir oleh warga seperti kemarin.


Untunglah bertemu dengan Letta tadi pagi, jika tidak mereka tidak tau akan tinggal dimana lagi kelak. Samuel membereskan semua barang barang yang berdebu ditemani oleh carmon, jastin ia sedang membersihkan bilik kamar mereka yang akan ditempati. Ini rumah yang memiliki tiga kamar dan juga cukup besar. Uang sewanya juga sekitar 800ribu untuk satu bulan.


Jastin menghela nafas. sedari pagi sampai malam baru selesai bersih bersih. Ia mengelap kepalanya yang penmuh keringat. Bersanfdar di sofa yang using sudah ada disana. “ Gilak. Capek banget.” Gumamnya. Ia memjijit pelan bagian kakinya. Kakinya belum benar benar sembuh. Tangannya yang bagian kiri yang di patahkan pun juga masih nyilu. Oh apa kalian ingat tanganya patah? Tapi ia juga harus bantu bantu keluarganya. Samuel yang juga baru selesai duduk di sisi sang anak. Keadaan Samuel sangat sangat kacau. Baju yang penuh kotoran dan juga wajah yang bercucuran keringat.


Carmon menyusul duduk di dekat mereka,. Menghela nafas mengusap pipinya yang terkena debu,. Samuel hanya diam lemas menatap anak anaknya. Apalagi Jastin., melihat Jastin yang terlihat lemah dan kunyu sangat menyakuti hatinya.”kau bisa istirahat terlebih dahulu, jangan memaksa keadaan sebab tanganmu masih dalam masa pemulihan.” Ujar Samuel pelan.


Jastin menggeleng plan.” Aku jika tida ada kerjaan akan teringat dengan anak dan kekasihku. Lebih baik begini.,” jawab Jastin jujur. Jastin memejamkan martanya enggan menatap sang ayah yang bertanya pada nya dada Jastin akan selalu sesak saat sendirian, tiba tiba kesalahan dirinya yang menelantarkan anaknya, tak memperhatikan dan tak mencurahkan waktu untuk anaknya menjajahi otaknya. Hatinya dipenuhi kabut penyesalan yang mendalam.


Ia juga sering mengingat kekasih tercintanya yang sekarang enggan menatapnya. Jastin tau dirinya salah tapikan sebagai lelaki ia memiliki nafsu dan juga nafka batin, ia digoda oleh sekretaris barunya kala itu, sebagai kucing,. Kucing mana sih yang tidak menerima jika diberikan ikan? Sama seperti dirinya, meksi begitu Jastin tidak pernah berpaling jadi sang kekasih. Hahaha hidup jastin benar benar hancur tak memiliki siapapun yang ia cintai.


Samuel memalingkan wajah, anaknya sekarang hancur, tak lagi bisa berteriak dan juga sombong. Akan selalu menangis ditengah malam, kadang juga berteriak bak kesetanan. Jastin butuh ke pisikologi tapi mereka belum ada uang untuk kesana. Kedua anak Samuel gila. Hanya carmon yang waras kali ini. bahkan Carmon juga sudah hampir gila mungkin.


“ pa... Carmon mau nanya, “ ujar Carmon mendapatkan perhatian ayanya dan juga Jastin kakaknya. Keduanya menatap carmon dengan tanda Tanya. Carmon berdehem sejenak meyakinkan diri untuk bertanya.” Aku sudah tau jika sebenarnya ini ulah musuh papa, dimulai dari hancurnya keluarga. Viona, perusahaan. Papa bisa jelaskan mengapa dia benar benar dendam kepada papa? Kami sebagai anak yang menmdapatkan dampaknya, kami tidak tau menahu tentang itu ingin tau pa. kami tidak ingin seperti orang bodoh yang hanya ikut saja.” Tegas carmon kepada Samuel.


Samuel mengepalkan tangan. Samuel emang belum menceritakan silsilahnya kepada carmon dan Jastin. Samuel juga bingung harus menjelaskannya dari mana.


Tenggorokan Samuel bahkan tercekat..” Papa membunuh satu keluarga dan memperkaos salah satu putrinya kan? aku sudah tau pa, aku sudah tau tapi aku hanya tidak tau apa dalang papa nelakukan itu.” tegas Carmon mendesak ayahnya untuk menceritakan kebenarannya.


Samuel menundukk meremas tangannya. Ia ragu menceritakan kepada anaknya.” papa tidak ingin kalian membenci papa. Mereka yang bersalah karena telah membuat adik papa mati bunuh diri.” Ujar nya. Samuel menceritakan smeua apa yang terjadi, dumulai dari sang adik yang mencintai Damian, hamil dan ia takmau dinikahi dan adiknya bunuh diri. Samuelk yang dendam pun memunuh satu keluarga dengan keji dan memperkaos anak perempuan satu satunya.


Carmon menggelengkan kepalanya pelan. carmon sudah menebak apa yang terjadi.” Aku enggak nyangkah sebenarnya ini karena ulah papa.” Jastin menatap ayahnya dingin, benar benar dingin.


Samuel mengeleng menatap jastin.” Papa tau papa salah,. Tapi jika kau ajdi papa kamu juga akan melakukanya, kau lihat Viona? Kau bahkan berkata akan menghabisi satu keluarganya kan..!! tapi kita saja belum tau siapa pelaku sebenarnya. “ Tegas Samuel.


“TETAP PAPA YANG SALAH, KARENA PAPA AKU KEHILANGAN PUTRIKU.” Teriak Jastin menggebu gebu mengingat putrinya mati.


Samuel menatap jastin sendu.” Papa tidak berniat menghancurkan keluarga kita.”


“tapi karena papa kita hancur.” Ujar carmon dingin.

__ADS_1


Samuel menunduk memejamkan matanya, Jastin mendenggus marah,. Mendengar cerita ayahnya ia muak sekaligus tak tau harus bicara apa. Mereka memilih diam satu sama lain.


...----------------...


Tok.. tok.. tok... Letta baru saja selesai mandi, ia mendapatkan ketukan di apartemenya. Letta segera ke pintu dan melihat siapa yang datang. Letta mengerjab pelan. Diki. Letta bingung ingin membuka atau tidak, tapi rasa penasaranya cukip besar. Letta takut ini berita menyangkut Bara. Letta membuka pintunya pelan dan menatap si pelaku dingin.


Diki menatap Letta tersenyum, Diki mengusap kepalanya yang tidak gatal.” Letta aku butuh bicara.” Gumam Diki tegas.


Setelah bertemu dengan Letta kemarin dirinya semalaman tidak bisa tidur, memikirkan apa yang ia harus lakukan. Diki awalnya tidak ingin meminta maaf, tapi raa penyesalan menghantui dirinya sampai tidak bisa tidur.


Letta berdehem sejenak.” Membicarakan apa?”Tanya Letta terkesan biasa saja, hanya saja memang wajah letta yang tidak ada ekspresi itu membuat menjadi seidkit dingin.


Diki menerjab menatap Letta.” Kita bicarakan di dalam saja?” Tanya Diki pelan,


Letta mendengarnya menatap diki lebih dalam, menatap mata yang menatap penuh penyesalan dan rasa bersalah. " Nggak. Mending loe pergi dari sini." Jawab Letta datar hendak menutup pintu.


" Letta pliss... kali ini aja gue butuh bicara sama loe." Ujar Diki menahan pintu yang ingin di tutup oleh Letta. Diki memberikan wajah nanar dan


Letta menghela nafas membuka pintu lebih supaya Diki bisa lewat. Diki tersenyum tipis menatap letta dalam.


Diki tercengang, menatap Letta yang kini menatapnya, diki menggeleng dan hendak bicara.” Tapi Lat.”


“Cepat, aku antar biar tidak ada barangmu yang tersisa dan tidak kembali lagi kesini.” Tegas Letta menarik tangan diki. Diiki menatap letta penuh kebingungan sampai letta dan dirinya memasuki walkinClosed, letta menutup pintunya rapat dan menatap Diki yang mentap letta linglung.


Letta menghela nafas menatap diki memijitkan pelipisnya. “ Apa mkaksudmu Letta? “Tanya Diki kehilangan kata kata.


Letta menggeleng, “ di semua ruangan ini ada cctv dan penyadap suara dari Ragiel. Dan aku sudah tau tujuanmu kemari Diki,, aku tidak menyangka kamu sudah tau lebih awal dari yang aku bayangkan.” Bisik Letta.


Diki menjadi semakin linglung, menatap letta dengan tatapan rumit.” Kau terlalu banyak menyimpan rahasia Letta. Bisakah kau jelaskan kepadaku semuanya? Letta aku tidak ingin kau menjadi tidak menghargaiku sebagai teman. Dan maafkan aku, aku tidak tau jika smeua yang kamu lakukan untuk kebaikan kami, maafkan aku yang sudah memojokmu berkali kali setahun terakhir ini.” ujar Diki lirih


Letta memejamkan matanya sejenak.” Diki aku harap kamu mendengar semua penjelasan dariku.” Tegas Letta.

__ADS_1


Diki mengangguk, letta duduk lesehan dibawah diikuti Diki. Diki menatap letta penuh dan dalam. “ Ziko meninggal karena Ragiel, aku terlambat membantunya saat itu.” letta menatap lain arah lalu menatap diki yang menatap penuh dirinya. “ saat itu aku ditelepon oleh Ragiel dan saat aku datang keadaan Ziko sudah sangat buruk, aku berusaha untuk membantunya tapi Ragiel tidak melepasnya sama sekali, maafkan aku aku tidak bisa membantu teman kita.” bisik letta merasa bersalah.


Diki mengepalkan tangannya. Letta menatap nanar lain arah, mulai menggigit bibir bawahnya sejenak.”saat itu aku dipaksa seperti biasa, meminum d4rahnya dan memakan hatinya haha.” Letta terkekeh pelan.” Maafkan aku, aku benar benar tidak pantas menjai teman kalian. Maafkan aku.” Bisik letta pelan, tapi matanya sudah berkaca kaca, sangat sesak setiap kali membicarakan hal ini.


Diki tetap diam menatap letta nanar,, air matanya sudah memenuhi kelopak mata, hanya tinggal menunggu kapan jatuhnya.


Letta menatap lagi Diki.” Aku memang pembunuh Ziko, jadi pantas kalian membenciku. Benci aku sebesar besarnya.” Bisik letta lelah.


Diki berbisik pelan.” Mengapa kau tidak bercerita sejak awal.” Bisik Ziko.


Letta menatap Ziko lirih.”bahkan belum aku ceritakan kalian sudah benar benar membenciku kan??” Tanya letta pelan.


Diki diam dan juga menatap letta sendu. Diki bingung harus marah atau sedih?


Letta mengusap kepala nya lagi agak kasar kebelakang” Diki plis gue nggak tau harus ngomong apa lagi sama kalian. Tapi yang pasti gue engak mau kalian juga mati, gue enggak mau kalian Jadi target nya Ragiel. Gue hidup penuh dalam penyesalan, tapi kalo kalian tetap terus sama gue gue lebih baik mati.” Tegas Letta nyelekit., memang dari hatinya mengatakan itu.


Diki menatap letta nanar.”Loe bisa cerita Letta. Loe punya gue. Punya gue dan juga yang lain.” Tegas Diki nanar.


Letta tertawa mendegarnya.” Kalo gue bisa udah dari dulu Diki, udah dari dulu... “ tegas Letta nanar. Diki memejamkan mata, hendak menyahut lagi.


"Plis kalo loe mau mojokin gue berhenti, gue tau gue masalah, gue buat kalian mati, jadi loe lebih baik jauh jauh dari gue, itu lebih baik.” Tegas Letta lagi nanar kepada Diki.


Diki menggleng. Bukan ini yang dirinya ingin tadi, bukan ini.” Letta gue Cuma kasih saran.” Diki hanya ingin Letta terlepas dari jerat mematikan ini, membelenggu hati kian membusuk dan berakhir melebur menjadi mayit busuk.


Letta menggeleng.”Gue paham maksud loe, tapi loe yang enggak mungkin paham sebelum loe jadi gue,” jawab letta. Sudah sedari dulu dirinya mencari jalan lepas dari ragiel, tapi Ragiel lebih licik dari siapapun.


Letta terlihat bebas tapi siapa sangka ada rantai yang memegang kendali dirinya? Lehernya dicekik begitu erat, tangan dan kakinya diikat dnegan tali tak kasat mata. Bahkan nyawa Letta menjadi santapan manusia manusia serakah itu.


Diki terdiam mendengar ucapan letta, benar dirinya tidak akan paham sebelum mencoba. Diki terlalu gegabah mengatakan dirinya benar. Diki sadar jika setiap manusia memiliki kesulitan tersendiri hidup, kita hanya mampu mengomentari tapi tidak dengan solusi nyata. “Maaf.” Ujar Diki tatapan redup, tidak seperti sebelumnya yang lebih ambisi.


Letta mengangguk, tetap menatap Diki dalam.” Gue minta buat loe paham kali ini Diki, gue enggak tau sampai kapan gue bertahan, karena gue ngerasa hal buruk bakal menimpah gue lebih jauh. Kalo loe dan yang lain tetap di sebelah gue, kalian bakal terkena dampaknya.” Jelas Letta menggebu, sekarang emosi Letta meninggi mengingat Peter, Samuel, Ragiel.

__ADS_1


“Kenapa? Siapa? Ragiel??” Tanya Diki lagi penuh sesak. “Letta gue bakal jauhin loe tapi gue bakal tetap bantu loe. Kita bisa ketemu diam diam dan gue bakal bantu loe.” Diki memegang tangan Letta dingin, sangat dingin dan itu membuat Diki menatap tangan letta yang penuh bekas luka.,


Letta melepaskan tangan Diki.”Hidup gue enggak kayak yang loe bayangin, kali ini gue bener bener enggak bisa lai ngeliundungin kalian, bahkan ngelindungin diri sendiri gue ngerasa berat.. jadi tolong buat mikir ulang kalo loe mau ada di dekat gue, gue enggak bakal mau ngulang rasa sakit yang sama Diki.” Tegas Letta. Yang dimaksud Letta rasa sakit kehilangan teman yang paling ia sayang, kehilangan orang orang berharga dihidupnya,


__ADS_2