
Haloo semua.. maaf yah lama Up lagi, soalnya sebenarnya ini udah aku tulis udah lama baru ku publishing. Aku nggak tau sekarang sistem NT gimana yah, soalnya levelnya bukannya naik.malah turun haha. bikin nggak mood nulis. tapi memang udah akhir yah jadi aku lanjut untuk tetap sampai akhir. Doain saja Mood aku baik agar akhirnya juga baik.
.
.
.
.
.
Diki berlari menuju apartemen Letta untuk mencarinya. Ia ditinggalkan di penginapan dan dia tidak tau dimana Letta berada sekarang. dengan nafas naik turun ia menaiki lift dan segera kekamar milik Letta.. tidak, ia menemukan kakak kakak letta yang sedang berkumpul di depan apartemen Letta bersama lelaki kekar bertubuh besar di sana.
Diki merasa sangat cemas. Mereka melihat Diki yang naik dan mendekatinya mereka dengan raut cemas tidak bisa tidak bertanya.” Dimana Letta?” Tanya Zaxi lebih dulu bertanya.
Diki menelan saliva yang serat.” Dia.... dia sedang mencari Putra.. aku tidak tau siapa Putra, kemarin aku bersamanya tapi aku ditinggal olehnya. Aku ditinggal, sekarang aku sedang mencarinya dia dimana.” Ujarnya dengan tidak focus lagi.
Zaci mendengarnya sangat kaget sedangkan Rizal disana mendengar jawaban Diki melebarkan mata.” Ragiel berulah kembali?” tanyanya.
Diki diam dan tidak tau menjawab apa. Zaxi menatap Rizal dan bertanya.” Maksud mu apa? Maksud mu apa jelaskan padaku apa yang terjadi.” Ujar Zaxi cemas dan tidak mengerti.
Rizal berdecih.” Ragiel itu melarang Letta dekat dengan siapapun, dan Putra ini yang aku tau adalah lelaki yang dekat dengan Letta akhir akhir ini. Kita harus cepat menemukan letta. aku takut dia sudha di batasnya dan melakukan hal yanmg tidak dipikirkan dua kali.” Rizal pergi dari sana dan mereka di sana ikut kemabap Rizal pergi. Diki juga ikut kemana mereka pergi dan berakhir dimobil letta tinggalkan.
Diki menghubungi dimana Ando dan Tiger.” Halo loe kenapa Dik?”Tanya Ando dengan pelan dan serak. Seperti baru bangun.
Diki disana mendengarnya hanya membiarkan saja.” Suruh anak anak ikut GPS gue cok. Dan jangan lupa bawa polisi sekarang juga. “ tegasnya disana.
__ADS_1
dan segera mematikan telepon. Ando segera berdiri dan menatap dimana Diki sekarang berada. Apa Diki sedang dalam bahaya? Segera ia telepon semua anak lain untuk ia hubungi..
Letta sudah penuh dengan darah Carmon sudah terkulai tak berdaa di dekatnya. Samuel melijhat semua ini terjadi terdiam nanar dan juga tidak percaya. Semuanya hancur, semuanya hancur dan dia penyebabnya. Letta memejamkan mata lemah. Kali ini Letta sudah tidak lagi bisa bertahan, semua arus dan rohnya di tarik secara paksa leh Tuhannya. Mungkin ini sudah akhir dari perjuangannya, ini akhir dari apa yang ia tuai.
Letta sama sekali tidak menyesal mati dalam kesengsaraan seberat ini. Letta tidak pernah menyesal hidup dalam naungan penderitaan. Letta juga tidak menyesal jika nanti ia mati dan masuk neraka karena balas dendam yang ia lakukan. Bagi Letta ini harga pantas yang memang seharusnya miliknya. Memang harga pantas dimana ia dapatkan. Tidak ada yang tau kan bagaimana sakitnya ia menjalankan hidup? Baik kehilangan orang tua, tekananan hidup dan tekanan Ragiel.
Letta tidak masalah asal ia bisa mati dan mendapatkan kedamaian yang nyata.
Zaxi dan rombonganya sudah berada di depan rumah Ragiel., tapi saat di depan rumah Ragiel, mereka di tahan oleh beberapa yang tidak Rizal ketahui. Rizal mengeluarkan Desert Eagle dan mengacuhkan kepada kepala yang menjaga gerbang.” Buka atau kau mati kali ini.” ujar Rizal dengan dingin.
Mereka ketakutan segera menmbuka gerbang, itu orang orangnya Carmon dan Samuel. Diki kembali menyetir memasuki perkarangan rumah seusainya dan Rizal tidak melepaskan pistolnya. Areta disana sudah menangis gemetar di pelukan Zaxi. sangat takut dan juga penuh kecemasan yang tinggi,.
Zaxi mengusap pelan bahu sang adik. Rizal dan juga yang lain keluar, di belakang mereka di susuk Nio dan Milo yang sudah dihubungi oleh Rizal, “ Dimana?” Tanya Milo dingin.
Zaxi tidak paham dan tidak mengetahui mereka hanya diam. Rizal melirik ke dalam, ada banyak menahan mereka tapi ketiga lelaki ini adalah pembunuh bayaran dengan harga fantastis, belum mereka menyerang mereka sudah lebih dulu menyerang. Semua soter dari semua susunan teknologi Rafiel segera mereka tembak dan juga rusak. Sepertinya sudah di rusak orang lain sebelum mereka.
Disana ruangan terkunci. Rizal melirik Nio yang sudah memerah. Rizal mengebrak pintu kuat tapi pintu tetap tidak terbuka. Nio dan Milo mendekat. Membantu mendobrak. Sekali saja dan brak..
Pintu terbuka menampilkan ruangan yang sudah penuh darah, semua berkas dimana mana.
Tapi tatapan mereka berada di titik satu, dimana Letta yang terkulai lemas bersama Ragiel di sebelahnya yang sudah mati, ada Carmon yang dipeluk oleh ayahnya dalam keadaan meringis dan menangis.
“ Letta.” Jantung Zxai mencelos jatuh melihat keadaan adiknya yang benar benar buruk. Air matanya tidak bisa ditahan. Langkah lemas seperti tidak bertulang ia paksakan mendekati Letta. Tubuhnya bergetar hebat, sama sekali tidak bisa dikendalikan. Trauma.
Rizal dan juga Nio dan Milo menatap Peter, peter melihat mereka segera berlari dan keluar,” mau kemana kau? Kejar..!!!!” teriak Nio. Nuo dan Milo mengejarnya sangat kuat dan juga menerobos kemana Peter berlari. Peter terlihat sangat cepat.
Menyisahkan Rizal dan Diki yang menangkap Samuel dan Cramon yang terkulai lemas.
__ADS_1
Zaxi menyentuh pipi Letta yang sudah tidak berwarna bersih lagi. ia menaruh kepala Letta di pangkuannya dan mengusap kepala sang adik.” Letta...kamu denger kakak dek? Kamu denger? Maafin kakak dek maaf hiks hiks,. Akak minta maaf. Kamu baik baik aja kan?” tanyanya mengusap pipi sang adik.
Letta membuka mata sayu dan menatap Zaxi yang menatapnya menangis pilu. Diki juga ikut mendekati Letta dan menatapnya penuh derai air mata. Letta dipeluk erat oleh Zaxi. Zaxi menangis benar benar sesak.” Kita ke rumah sakit sekarang. Hiks jiks kita kerumah sakit hiks.”
Letta tersenyum tipis mendengar ucapan dan pelukan kakaknya. Hangat...
“ letta.” Areta juga mendekati sang adik dan memeluknya erat.” Letta maafin kita dek hiks hiks. Kita nggak tau apa apa tentang kamu selama ini hiks hiks. Maafin kami yang udah nggak tau apa apa tentang kamu. Letta.” panggil mereka nanar dna takut. sangat takut.
Tusukan diperut letta memuncratkan darah hingga baju Letta tidak lagi berwarna juga menyatuh dengan baju yang dikenakan oleh mereka. Mata Letta sayu, bahu Letta juga basah. Bau anyir menyeruak kentara di udara. Areta sangat sedih melihat Letta begini.
Hujaman tajam tidak henti hentinya menyayat luka lama di hati dan perasaan Zaxi dan Areta. Selama ini prasangka buruk benar benar menghujam mereka, menganggap letta tidak mencintai dan menganggap mereka ada itu hanya dusta. Bahkan letta berdarah dan mati perasaanya demi mereka hidup baik baik saja dan bahagia. areta dan Zaxi merasa menjadi manusia paling berdosa saat ini.
Letta memejamkan matranya dan menitihkan air matanya sejenak.” Udah lama kita tidak berpelukan yah kak Zaxi. Kak Reta.” Gumam Lteta pelan dan bergetar.” Terimakasih dan tidak usah bawa aku ke rumah sakit, sebab mati tidak begitu pahit dari pada hidup tapi mati.” Bisik letta pelan.
Mau hidup pun Letta merasa sudah hampa dan tak berguna, sudah terlalu banyak dosa dan penyesalan salam kehidupannya. Sudah terlalu kotor untuk ia jalankan.
Zaxi menggeleng nanar bersama Reta. Diki memalingkan wajah tidak bisa tidak menangis. Diki menggigit bibir bawahnya. Diki terduduk lemas di sana, tidak sanggup melihat keadaan letta yang buruk. Zaxi menggeleng.” Nggak kamu harus hidup buat kakak. kakak janji bikin kamu bahagia dek. Kakak janji. Maafkan kakak dek., maaf.” Bisiknya lirih mencium tangan Letta. Zaxi tidak kuat. Zaxi tidak bisa menghentikan sayatan sayatan dihatinya. Tangannya bahkan gemetar menguap rambut letta yang sudah banyak darah beku. Letta terlalu banyak luka batin dan fisik. Zaxi tidak bisa bernafas karena terlalu sesak.
Reta menggeleng juga dan memainkan jari jari letta satunya lagi.” letta maafin kakak. kamu harus sembuh yah. mari kita ke rumah sakit. Kamu harus sembuh, maaf,” bisiknya dengan nanar. Areta memejamkan mata menjatuhkan wajahnya ke tangan letta mencium telapak tangan itu dalam diam,.
Areta sangat menyesal dan juga sedih. Zaxi berdiiri dengan lemas hendak membawa Letta kerumah sakit. Tapi terlihat Letta mengerang kesakitan membuat Zaxi tersentak khawatir.
Letta disana menahan diri, “ kakak. maafkan aku, aku tidak bisa. aku bahkan tidak punya waktu banyak untuk bicara dengan kalian, aku masih bisa bernafas berkat Chif yang diberi oleh ragiel, jika tidak mungkin aku sudah tidak bernyawa., jadi tolong dengarkan aku kali inii.” Bisik letta kesakitans ata Zaxi mengangkat tubuhnya,.
Zaxi semakin tidak berdaya melihat letta kesakitan. Zaxi menatap luka di perut letta semakin banyak darah. Ternyata punggung letta juga terluka. Gigi Zaxi bergemertak tak kuasa. Nafas Zaxi kembang kempis menahan tidak menuerit sakit. Yatuhan adikku.
Zaxi mengepalkan tangan dan menggigit tangannya sendiri. Sedangkan Areta memeluk Zaxi erat. baju Zaxi sangat erat ia pegang. Keduanya tidak mampu.
__ADS_1