
Zaxi tidak paham apa yang dibicarakan letta. Zaxi diam menatap pintu tertutup nanar.
Tujuh belas tahun menjadi kakak tunggal untuk kedua adiknya Zaxi tau jkika dirinya adalah alasan mengapa letta memilih hidup sendiri, tanpa adanya dirinya. Zaxi sedari dulu jahat dan selalu menyalahkan letta, lebih tepatnya kecewa pada dirinya sendiri yang tidak bisa membantu Letta apapun sedangkan letta membantu dan melakukan tugas dirinya sebagai kakak tunggal.
Zaxi membenci dirinya sendiri.
Zaxi kecewa pada dirinya sendiri
Fares menepuk bahu Zaxi dan tersenyum sendu. Zaxi menatap Fares nanar.” Kita bakal balik lagi dan bujuk Letta lagi lain kali. Loe tenang aja, jangan Sedih. Mungkin letta lagi banyak pikiran jadi pikiran dia masih singkat.” Ujarnya. Zaxi hanya diam dan menikmati usapan dibahunya. Areta pun memeluk bahu Fares haru. Tidak pernah terpikir dan terbayangkan jika kakak keduanya ini masih hidup dan masih bisa dirinya gapai.
Sungguh ini mimpi terindah miliknya.
Dan jika ini mimpi, Areta harap ini mimpi abadi.
Hari berlalu begitu saja bak tak meninggalkan jejak kecuali kenangan. carmon mengusap kepalanya yang berkeringat sebab ke kantor vano teman nya membutuhkan tenaga. Sudah satu minggu ia mengirimi pesan kepada para teman temanya untuk meminta bantuan, memberikan pinjaman untuk modal usaha baru, tapi mereka mengabaikan pesan dan permohonan dirinya. Selama ini apa sih dirinya bagi mereka sampai sampai dirinya tak ditanggapi begitu sadisnya?
“ VANO..!” Teriak Carmon memasuki kantor milik Vano terdengar jelas. Matanya mencari sudut sudut kantor. Tapi tubuhnya ditahan oleh security yang menjaga di depan.
” Maaf pak, ada yang bisa kami bantu?” tanyanya dengan sopan. Kali ini Carmon mendatangi kantor pusat Vano, soalnya selama ini dirinya tidak pernah kemari.
Carmn dengan nafas yang naik turun menatap scurity dengan tatapan murkah.” Panggil atasan kalian, secepatnya..” tekannya dingin.
Security menggeleng dan berkata.” Maaf sebelumnya apakah bapak sudah ada janji?” tanyanya lagi.
Carmon menganga tak percaya. baru kali inoi dirinya dibeginikan, “Panggil saja, bilang jika ada Carmon temanya menunggu atau kamu antar saya ke ruangannya dia.” Ujarnya Carmon tegas kepada scurity.
__ADS_1
scurity terlihat tak enak mendengarnya. Menggeleng berkata.” Baik kami hubungi dulu. Bapak tunggu di ruang tungu dulu.” Ia memberikan ruang untuk Carmon menunggu dan Carmon ikut saja.
Tak berselang lama Vano datang dengan wajah pongah mendekati Carmon. Carmon segera berdiri mendekati Vano. “ Van...”
Vano mengangguk mengajak Carmon menuju ruangannya" Kita ngomong di ruangan gue aja... Yuk.".
Carmon pun ikut sebab memang ada banyak yang harus dirinya bicarakan dengan temannya ini. dirinya adalah satu satunya harapan kali ini.
Sebab banyaknya teman selama ini itu tidak ada kabar sama sekali. Bak Hilang ditelan bumi.
Vano membuka pintunya, menyuruh Carmon duduk disofa.” Sorry bro, gue enggak dateng pas pemakaman mama loe, gue kemarin lagi di London, baru sekarang balik, kemarin gue ke rumah elo tapi disana tertulis udah di sita bank Oh iya terakhir gue hubungin loe loe enggak aktif.” Ujarnya sembari mengambil dua Cola yang ada di lemari es ruangannya. Ia duduk berhadapan dnegan Carmon.
Carmon menerima minuman kaleng tersebut, membukanya dan meminumnya sejenak, dirinya benar benar haus. Carmon berjalan kaki dari rumahnya menuju kantor ini, tadi dirinya hendak membayar angkot atau angkutan umum tapi dirinya belum pernah naik dan tidak tau caranya, mau baik taksi tapi mereka sedang krisis moneter, Benar benar krisis uang jadi dirinya harus berfikir dua kali jika menaiki taksi yang menguras cukup banyak uang.
Kalo ini Carmon akui jika dirinya benar benar miskin.
“ nggak apa apa, semua terjadi terlalu mendadak juga, Dan masalah HP, HP gue udah di jual buat modal cari kerja tapi belum dapat juga..” Ujarnya pelan menatap Vano sendu.
Vano mengangguk pelan mendengarnya." Gue turut berduka yah bro.. “ gumamnya ikut sendu, " Btw kabar bokap loe dan adik loe gimana?" Tanya Vano.
Carmon menggeleng pelan dan tersenyum. " Asik gue gila. " Bisiknya, Vano menatap Carmon kaget " Kalo papa kelihatan bener bener terpukul sih, apalagi kemaren pas mama dibunuh di depan mata papa. " Jelasnya lagi menerawang cerita dari ayahnya.
Vano melotot" Serius bro???'
Carmon mengangguk. " Semua yang terjadi sama keluarga gue itu karena seseorang yang emang dendam Van. dan kita lagi nyari sekarang.." Jawab Carmon serius. Vano mengangguk paham mendengar nya.
__ADS_1
Carmon mengangguk pelan, agak canggung ingin memulai dari mana, “ Gini, sebenarnya gue mau minta bantuan sama loe.” Ujar Carmon pelan.. Vano mengangguk paham melihat Carmon yang bergelagat kaku.
Carmon berdehem lagi.” loe tau kanapa yang terjadi sama gue dan keluarga van?, keluarga gue bangkrut Van. Dan gue enggak tau lagi mau minta bantuan sama siapa lagi.” ujarnya lirih. Vano mendengarnya diam menatap Carmon dengan wajah tak enak hati. Carmon menghela nafas lagi mengusap kepalanya.
Memilih bersandar dikursi dan berkata.” Gue udah berusaha buat ngehubungi teman kita yang lain, dan mereka menolak, soalnya kata mereka mereka lagi krisis moneter, karena perusahaan gue salah satu investor besar mereka perusahaan mereka ikut mendapatkan kerugian cukup besar, gue enggak tau lagi mau minta bantuan kecuali sama loe Vian. Tolong bantuin gue. kakak sama adik gue sakit. Mereka butuh pengobatan.” Gumammnuya lirih.
Vano diam lagi tak menjawab. Carmon memnghela nafas lagi karena memang ini butuh tenaga besar dan juga butuh keberanian dan mengesampingkan ego, sedangkan dirinya berego tinggi.” Gue udah minta bantuan sama beberapa klien lain, tapi mereka sama sekali enggak bisa bantu gue, bahkan enggak nerima gue. gue enggak tau lagi mau kemana Van., gue enggak punya apa apa lagi selain duit lima putuh ribu, ini aja buat pegangan gue. gue milih jalan kaki kesini tadi biar duitnya bisa beli makan buat keluarga gue. kami bener benerr enggak ada apa apa kini. “ curhat Carmon dengan wajah penuh kepasrahan. Benar yang dirinya bicarakan.
Kemarin uang miliknya menjual mobil sudah habis buat bayar ini itu, beli keperluan rumah, baju mereka yang sudah habis terbakar jadi harus dibeli lagi, makan biaya kontrak dan lain lain. Ditambah dua minggu ini mereka belum ada pendapatan membuat mereka benar benar tidak ada pemasukan lain selain menghabiskan uang.
Vano berdehem sejenak. Meremas tangan nya pelan dan menatap Carmon gugup.” Sebenarnya gue mau bantu loe.” Jawabnya pelan. Carmon menatap Vano agak kecewa, dirinya paham apa yang dimaksud Vano, yang artinya dirinya ditolak kembali kan? Vano menghela nafas.
” gue kemarin udah dapet ancaman dari salah satu yang ngehancurin keluarga loe, gue enggak tau dia siapa, gue udah cari siapa dia,,, loe liat dulu.” Vano mengambil laptopnya dan mendekat dengan Carmon. Carmon diam menatap laptop yang Vano buka.
Vano membuka beberapa bowser dan sleuler. Dirinya memberikan laptop itu pada Carmon. Carmon diam menatap garis garis. Dan beberapa hal yang dirinya tidak paham. Matanya menatap vano dnegan tatapan tanda. Vano menggeleng. “ dia ngirim file darurat kami sebagai ancaman agar gue enggak bantu loe sama sekali. Atau bahkan perusahaan lain. Gue yakin ini juga alasan kenapa yang lain enggak nerima loe. Dia sabotase perushaan kami. Kalo dia jual, atau bahkan lapor sama aparat gue juga bakal hancur car. Demi apapun gue bukan enggak mau bantuin loe, tapi gue bener bener udah di ancam.” Jawab Vano dengan tatapan merasa bersalah.
Carmon diam menatap beberapa tulisan yang dirinya tidak paham, tapi yang pasti itu adalah ancaman. ‘ jika anda membantu salah satu keluarga Samuel, maka keburukan yang lebih dari keburukan akan kamu dapatkan..!!!” Carmon benar benar tidka paham lagi melihatnya.
Vano mengambil alih laptop itu dan membuka beberapa file.” Gue enggak tau gimana dia bisa dapet data data penting kantor gue, dimulai dari beberapa aset dan file penting. Ini bener bener enggak bisa gue abaikan lagi, dia udah nunjukin file filenya sama gue. Carmon maafin gue. gue bener bener enggak bisa bantu loe dikitpun.” Ujarnya dengan penuh penyesalan, wajahnya bahkan terlihat putus asa dan tak enak hati kepada teman karibnya ini. dimana temannya sedang butuh dirinya tapi dirinya tak bisa membantu.
Carmon mengepalkan tangannya. dirinya tau siapa pelakunya. Pasti dia yang membuat keluarganya hancur. Carmon memejamkan mata.
” Argh “ Carmon mengusap wajah frustasi. Vano mendekati carmon menguap bahu temannya. Vano prihatin dengan Carmon yang benar benar jatuh sekarang.
“Loe punya masalah sama siapa sih Car? Loe salah banget cari masalah sama dia.. “ gumam Vano agak kesal kepada temannya satu ini.
__ADS_1
“Gue engak cari masalah sama dia. Loe sendiri tau kan kalo dari dulu emang banyak banget musuh dari bokap gue yang mau bunuh gue?”tanyanya dengan nanar dan tidak berdaya kepada Vano. Yang dikatakan Carmon benar, dirinya jarang bermasalah dengan siapapun, bahkan SMA dia tidak pernah melakukan hal buruk semacam memasuki geng motor, berteman dengan anak urak urakan. Dia tipe anak sof boy tapi suapa sangkah jika mau bagaimana baiknya dirinya, dirinya tetap memiliki musuh yang hendak membunuhnya.
“tapi kenapa dia kayak dendam banget sma keluarga loe? Gue enggak tau apa yang terjadi sama keluarga loe. Tapi dengan adanya ini gue jadi paham kalo sebenarnya kalian punya musuh yang bener bener bahaya Car. Dia bener bener genius dan licik.” Vano mengingat bagaimana akunnya yang benar benar terjaga diretas, jika itu orang jahat atau orang yang tamak, sudah pasti file dan arsipnya dijual dan dia punya uang banyak sedangkan dirinya bangkrut. Tapi dia tidak, dia hanya mengancam. Itu artinya dia punya dendam benar benar besar kepada keluarga Carmon.