Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
40


__ADS_3

Bara tidur di pelukan Letta. Dan itu sangat-sangat membuat mereka menatap Letta horor, bahkan mereka mengikuti Letta dimana Letta meletakkan Bara di kamarnya. Bahkan diatas kasur keramatnya..! padahal tak ada siapapun yang boleh masuk ke dunia privasinya itu..!! semua orang diam sampai pada Letta mencium kepala Bara dan keluar. Hal yang langkah bukan?


Hey Anak kecil itu menggunakan pelet apa si? bisa minta sedikit saja tidak yah?


Letta disana menatap mereka dengan tatapan tajamnya.”Kalian enggak mau pulang? Udah malem loh.”Ujarnya Letta disana.


“Loe ngusir kita?!” Tanya Ando disana dengan tatapan tajam kepada Letta.


Letta pun mengangguk.”Iya si, soalnya cape liat kalian.”Ujarnya.


“Sialan loh.”Ujarnya membuat Letta disana tersenyum tipis, sangat tipis sampai tak ada yang mengetahuinya.


“ Lagian kita sekarang satu apartemen aja bertiga. Diki, Gue dan juga Ziko,. Dan apartemen kita di samping apartemen loe kok.”Ujarnya membuat Letta membulatkan mata menatapnya.


“Sejak kapan? Ngapain disini si?”Tanya Letta disana tak terima.


Ando dan Ziko malah berjalan.”Yah kita mau selalu ada buat loe meskipun loe enggak pernah ngangap kita ada dan berharga. Siapa tau kan loe bisa ngehargain kita sedikit aja gitu.”Ujarnya. Letta disana diam sembari berjalan. Ia menuju keruang tamu mengajak ketiganya dibelakangnya itu.


“Loe tau nggak si Let?”Tanya Diki disana.


Letta masih diam menatap kedepan.”Hati gue masih sakit loh.. karena loe enggak bilang masalah tadi.”Ujarnya. Letta disana diam tak menjawab “ Dan meskipun begitu gue tetep mau loe bahagia.”Ujarnya disana.”Gue tetep mau jagain loe dan buat loe tau kalo didunia itu ada yang sayang loe dan ada yang mau hidup loe bahagia.”Ujarnya menghentikan langkah Letta. Ia menahan tangan Letta.


Letta diam disana mendengarnya. “Bener kata Diki. Kita sepakat pindah buat jagain loe Let. Kita enggak mau loe nyakitin diri sendiri dan ngerasa enggak ada orang yang peduli sama loe didunia ini.”Ujarnya Ando menambah disana. Ia menahan tangan Letta disana membuat Letta menatapnya.”Kita memang nggak tau apa-apa tentang loe, kita juga memang enggak sedarah tapi kita sayang sama loe. Sangat malah jadi jangan ngerasa sendiri lagi yah.”Ujarnya disana kepada Letta.

__ADS_1


Mata Letta terpejam menahan sesak di dadanya, ia terbiasa hidup sendiri, berjuang sendiri dan sekarang ada yang mengatakan ada yang menyayanginya? Mencintainya dan juga ingin melindunginya? Ada rasa senang didadanya hinga ia merasakan pelukan hangat.. yang sudah hilang sedari 17tahun yang lalu. Bayangkan 17tahun yang lalu..


Diki memeluknya erat,. Yah Diki. Ziko menepuk pundak Letta.


”Lepasin Let. Kita memang enggak tau apa yang loe lakuin dan loe lewatin selama ini sampek loe jadi manusia hidup tapi kek mati gini. Lupain semuanya dan liat kedepan, jangan liat kebelakang, ada kita sayang loe. Plis liat kita jangan kebelakang. Kita mau loe baik-baik aja.”Ujarnya disana. Diki semakin memeluk Letta dna menangis. Ando memeluk Ziko saja.


Letta disana pun mau membalas pelukan Diiki namun tangannya kelu, bibirnya kelu, air matanya mau jatuh namun tersekat, tak ada yang jatuh. Hanya hatinya saja yang mencair. “Kita sayang banget sama loe Let. Plis jangan gini yah. Ayo liat kita. Kita nungguin loe.”Ujarnya Diki disana nanar.


Letta disana pun menatap mereka dan berkata.”Gue sayang kalian. Hanya aja gue enggak tau gimana cara bilangnya.”Ujarnya Letta. Semua disana menatap Letta nanar.”Kadang gue terlalu takut buat kehilangan orang lain. Gue takut buat berharap lebih sama orang lain. Kalian enggak tahu aja kalo dada gue sakit banget. Kayak mau ditusuk pakek pisau.”Ujarnya disana membuat semua terdiam. Baru kali ini mereka mendengar ucapan Letta penuh pilu dan keharuan. Ternyata selama ini Letta juga membalas rasa sayang mereka kan.


"Kadang gue mau nangis sampek teriak-teriak kayak orang gila, tapi diri gue kayak ada magnet yang ngebuat gue diem dan menelan semuanya sendiri sampai pada jantung gue mau meledak saking lelahnya gue. gue mau mati tapi enggak mati. Gue sayang kakak-kakak gue tapi mereka yang ngehancurin gue.”Ujarnya disana dengan nanarnya.”Gue sayang orang tua gue tapi mereka jahat ninggalin gue didunia ini.”Ujarnya lirih. Diki semakin memeluknya erat.


“Sampai pada kakek Ragiel bilang.. ‘Jangan sampai gue bisa sayang sama orang lain,, katanya gue enggak boleh membuat kelemahan pada diri gue, karena cinta, sayang dan juga semuanya itu adalah kelemahan', gue bersikap cuek sama kalian bukan karena gue enggak sayang tapi ada sesuatu didiri gue yang kalian enggak tau. Gue takut kalian mati."Ujar Letta disana lirih.


Letta disana menatap Ziko dengan matananarnya.”Dulu gue punya temen, sangat dekat yang mampu gue percaya dan gue sayang, tapi temen gue dibunuh sama kakek Ragiel karena dia enggak mau temen gue jadi kelemahan gue. dan itu terjadi beberapa kali sampek gue enggak berani buat sayang sama seseorang lagi dan nggak bisa nunjukin rasa sayang gue ke orang lain.”Ujarnya disana menggigit bibir bawahnya.


“Didepan mata kepala gue Ragiel motong kaki temen gue matanya dia congkel, tangannya dia potong. Bahkan Ragiel nyuruh gue makan jantungnya dia. Katanya supaya gue tau apa akibatnya kalo ngebantah. Gue enggak mau dan gue benci diri gue sendiri. Karena gue mereka mati, gue dipaksa minum darah mereka, makan jantung dan hati manusia yang gue sayang.”Ujar Letta disana nanar.” Gue enggak bisa sayang dan deket sama siapapun. Kalo pun gue deket kalian bakal tau sendiri akibatnya. Hidup gue kacau. dan lebih kacau dari yang kalian bayangin,.”Ujarnya Letta datar. Wajah Letta memang datar, tetapi jika diteliti lagi wajah itu menunjukan percampuran antara rasa sakit, kecewa, duka dan sedih secara bersamaan.


“Letta kenapa loe enggak cerita ke kita?!!!?” Tanyanya Ando disana membentak. Ando si lelaki yang humoris berubah menjadi serigala menatap Letta garang.” Maafin kita enggak tau, tapi kenapa loe enggak bilang? Kita bisa bunuh Ragiel.”Ujarnya disana dengan tatapan nanar pada Letta.


“Enggak bisa.”Ujar Letta disana dengan helaan nafas. Letta tersenyum disana dan menaruh tangan Ando diatas dadanya tepat dengar deguban jantung. Namun Ando terdiam dikala merasakan dada Letta tak memiliki detakkan membuat ia kembali mencarinya namun tetap nihil. "Kok bisa?? " Tanyanya nanar.


Letta disana diam dan berkata.” Jantung gue udah dikontrol sama Ragiel, kalo gue ngelakuin kesalahan gue bakal ngerasain sakit disana. Bahkan apa yang gue lakuin dia tau. Gue memang manusia tanpa kehidupan yang kayak kalian bilang, gue robot.“Ujarnya disana. Air matanya tak jatuh namun senyumnya yang lirih membuat Diki semakin tak kuat memeluk Letta.

__ADS_1


Diki disana Letta erat semakin erat. Air matanya tak bisa dihentilkan, isakannya terdengar sama dengan Ando dan Ziko yang memeluk Letta nanar. Letta disana tersenyum dipelukan mereka.


”Letta kenapa loe enggak bilang Let? Kenapa?”Tanya Ziko disana nanar, ketiganya sudah menangis tak bisa mengendalikan diri lagi, menatap Letta penuh amarah sekaligus sedih.


”Apa yang harus kita lakuin supaya loe bisa balik normal ? apa kita harus bunuh Ragiel hiks hiks.?” Gumam Diki tak terima disana, dada mereka sesak mendengar cerita Letta.


Letta memutuskan untuk cerita karena merasa ada ketulusan didiri mereka bertiga. Dan masih ada banyak rahasia milik Letta yang lebih sakit dari pada ini. Letta tak cerita saja.. Karena resiko yang harus ia terima tak berbentuk manusiawi


“ Gue enggak tau. Kalo pun Ragiel mati itu tandanya kalian mau bunuh gue,, Karena Ragiel bilang dia sayang banget sama gue, dia enggak mau mati sendiri, dia mau mati berdua, otomatis dia bakal ngendaliin jantung gue dan gue juga bakal mati. “Ujar Letta membuat Diki dan lainnya kembali menangis.


Letta memang sangat dijaga ketat oleh Ragiel, dia tak boleh punya teman seperti yang Letta ceritakan, jika tidak ia akan dibunuh didepan mata Letta, dan yang paling parah Letta dipaksa memakan jantung mereka semua dan hati mereka.. Hidup Letta jauh dari kata baik-baik saja karena kejadian yang mengerikan itu. Letta hancur, membenci diri sendiri, harus mengontrol diri agar tak ada yang jadi korbannya.


Letta harus merasakan hal itu..! Ketika letta umur 12 tahun Letta diopeasi oleh kakeknya Ragiel karena Ragiel tak mau Letta kembali kepada kedua kakaknya itu, ia takut ditinggalkan seperti istri, anak dan cucunya.., ia tak mau sampai pada hidup Letta semakin terkekang dan tak bisa dikontrol. Hidup Letta semenyedihkan itu. Sangat.


Diki disana mengusap kepala Letta gemetar.”Kita bakal jagain loe. Jangan merasa sendiri”Ujarnya mencium kening Letta sampai Letta merasa bulir bening mengembun dimatanya. Ternyata ia bisa menangis. Dan tangisannya karena rasa sayang dan haru..!!


Ia menggeleng dan menjauh membuat semuanya terdiam nanar .”Gue enggak bisa, gue sayang kalian mangkanya kalian enggak bisa terlalu deket sama gue. gue enggak mau kalian mati..”Ujar Letta membuat Diki semakin mendekat lagi mendekapnya erat. Diki dan lainnya menggeleng mendengarnya. dan Letta memejamkan matanya erat menahan sakit didadanya..


Ini salah ..


Iya ini salah, jika Aleta tetap egois maka ia akan kehilangan mereka lagi. Letta tak sanggup, sangat sangat tak sanggup sungguh!


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan dia yah...


__ADS_2