Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
52


__ADS_3

Hay guys. Maaf yah udah hampir 3 hari up, soalnya kemarin aku ada banyak kesibukan, salah satunya bikin tugas artikel dan Alhamdulillah diterbitkan juga disalah satu situs berita, terus ada juga acara bikin kue untuk lebaran berakhir capek dan juga bikber.. masyallah barakallah meskipun aku jadi Flu aku tetap up buat kalian. Semangat semua.


...


Sepulangnya Letta dirumahnya itu ia diikuti oleh seseorang. Ia sadar dikalah itu tapi ia memilih untuk santay dan juga ingin meladeni siapa yang berani mengusiknya. Ia merindukan darah saat ini karena terlalu banyaknya masalah.


Sosok dibelakangnya tak sadar jika Letta sekarang sadar dengan keadaannya yang tau dirinya mengikutinya. Hingga mobil Letta berhenti didepannya. Letta keluar dari mobilnya dan menatap mobil dibelakangnya. Letta memilih bersandar dipintu mobilnya dan menyalahkan punting rokoknya dan menghembuskannya. Ia menghela nafas dan menatap ke lain lebih tepat ke arah mobil itu.


Sosok didalam mobil hitam yang bermerk sport dan juga harga yang milyaran itu tersenyum smirk. Lalu menatap ke Letta dengan tatapan kagumnya. Tak lama setelahnya sosok Letta mendekatinya dengan putung rokok ditanganya.


Toktiok.. tok.. kaca mobilnya diketok oleh Letta, Sosok lelaki itupun tersenyum dan membuka kaca mobilnya. Nampak Letta menatapnya datar dan juga tak berekspresi. “ Kau mengikutiku?”Tanyanya disana dengan datar dan tak bisa ditebak. Namun dengan hal begitu mampu membuat supir dan satu bodyguardnya lelaki itu mendadak dingin.


Lelaki berjas hitam menatap Letta dengan tatapan sok bingungnya, “Nona anda percaya diri sekali. Jalanan ini sangat luas dan arah dan tujuan yang berbeda, mungkin kita hanya satu arah mangkanya kita beriringan dan nampak mengikuti anda. Lagian siapa kau yang harus ku ikuti hmm?”Tanyanya dengan dingin menatap Letta didepannya tak memiliki kegugupan sama sekali.


Letta mengangguk menatapnya dan menghembuskan asap ke lain arah.”Tapi sayangnya saya tidak pernah percaya jika ada kata kebetulan atau kata ‘mungkin’ dari mulut seseorang.”Ujarnya Letta dengan mengangguk dan menatap sosok itu tajam. “Jadi apakah suatu kebetulan pula saya melihat tuan mengikuti saya meskipun sedari tadi saya memutari jalan dan keliling asal?”Tanya Letta terkekeh. Hari sudah malam ia belum makan dan ia belum apapun sedari pagi.


Sosok itu tersneyum dibuatnya dan mengangguk.”Oh nona. Kau sangat tak tertebak.”Ujarnya terkekeh dan bertepuk tangan.”Jadi apa maumu hm?”Tanyanya dan mengeluarkan pistol dijasnya mengarahkan kepada Letta. Dan sosok supir dan bodyguardnyapun mengajuhkan kepada Letta. Letta malah tersenyum dibuatnya. “Mundurlah.”Ujarnya.


Letta mengangguk dan mundur disana,, sosok itu keluar dari mobilnya dan mendorong Letta kedalam mobilnya. Namun Letta sudah lebih dulu menendang pistolnya dan berputar serta membuang putung rokoknya asal.

__ADS_1


Hingga plak.. ia menendangnya kasar hingga pistol itu jatuh. Letta segera menginjaknya hingga hancur. dua penjaganya pun menatapnya kaget hingga.


Dor... Door. Dua peluru meluncur bebas kearahnya. Dengan tak salahnya Letta salto meskipun tangannya sedang bermasalah sekalipun. Itu membuat mereka kembali menembaknya dibawah. Namun Letta segera mengelak dengan salto tinggi tubuhnya.


Letta segera melakukan rol dan .


Bugh. Ia menedang salah satu bodyguard yang tadi menyetir mobil dan berputar.. Bugh. Ia melakukan guntingan pada bodyguardnya.. bodyguard itu segera melakukan ancang-ancang menembaknya namun Letta segera menepisnya dengan tangan lain hingga Letta menarik kepala lelaki itu dan krak.. argh. Ia memituknya hingga patah.


Sosok sang tuan menatapnya segera menendang Letta. Letta segera menahannya dengan betis hingga lelaki itu merasakan sakit dikakinya. Letta yang letih segera mengambil cambuk dijaketnya dan menyeringai. “Wellcome to my Hell.”Ujarnya menyeringai dan clas...


Ia mengibas-ngibaskan kejalanan dan berkali kali menghabisilkan suara yang pekat. Dua bodyguard itu gemetar melihatnya dan sang tuan menatap letta ngeri. Baru kali ini melihat manusia tanpa ekspresi bahkan gerakanya saja tak mampu dibaca saking tertutupnya mata itu.


Letta tak segan-segan mengibasnya dan melabit mereka hingga ia puas. Berkali kali mereka jatuh dan kalah hingga Letta dapat menarik kaki lelaki itu dengan cambuknya dan clas..


Letta tertawa iblis membuat siapapun melihatnya bagai raja neraka yang gila..!! bahkan dengan tangan yang digift sekalipun.


“HENTIKAN..!” Teriak lelaki itu kepada Letta. Letta diam menatapnya dengan datar. Lelaki itu menarik turun nafasnya lelah karena ulah Letta. Tubuhnya banyak luka akibatnya. “Stop. saya hanya mau melakukan kesepakatan kepadamu tidak lebih.”Ujarnya menjelaskan lagi.


“ Kesepakatan apa? Kau jadi korbanku dan aku jadi malaikat mautmu hmm?”Tanyanya disana dengan tatapan polosnya dan tersenyum mematikan. “Atau kesepakatan kau jadi mainan ku selanjutnya hm?”Tanyanya disana lagi. wajahnya menunjukan kata ‘mainan’ itu sudah sangat mengancam kehidupan.

__ADS_1


Sosok lelaki yang berparas tampan nan dewasa itu tersenyum tenang menatap Letta. “Aku tau kau musuh dalam selimut Samuel kan? Kau menjadi bodyguardnya untuk membunuhnya. Aku tau dan aku memiliki buktinya. Aku mau kita bekerja sama mengghancurkan keluarga itu, tidak lebih. Jika kau tak mau maka akan ku sebarkan hal itu, sebab aku memiliki buktinya. Dan jika kau tak juga mau maka tak ada cara lain selain membunuhmu.”Ujarnya mengancam dengan dingin dan juga tak terbantah.


Hahaha... tawa Letta disana sangat menyeramkan. Ia memainkan cambuknya dan mengangguk remeh.” Lakukan saja. “Ujarnya tersneyum manis.” Bunuh aku sebab aku sudah lama mau mati tapi tak juga mati-mati, terus mau apa hm? Mau membuat siapa membenciku? Seluruh dunia? Aku pun tidak peduli sebab aku tidak membutuhkan siapapun didunia ini.”Ujarnya datar dan tak terbaca. Ia mendekat membuat sosok lelaki itu mundur.


“Tapi dengan kata jika kau bisa.”


Sosok itu bisa mentap mata Letta yang tanpa beban mengatakkan itu. Ada orang yang ingin mati didunia ini? lalu apakah ada manusia yang tak membutuhkan orang lain? Ia berkata.”Jangan sok kuat. kamu hanya perempuan lemah.”Ujarnya disana dengan datar.


Hahaha.. Letta tertawa lebih keras membuat bulu romanya meremang. “ Aku lemah? lantas kau apa ha? Mengalahkanku yang tanganya cacat saja tak mampu, bahkan bertiga...!!!” Ujarnya disana membentak.


Wajah nya pias. Ia menatap lagi ke penjangannya tadi yang siap dengan pistol yang ada diskau mereka. Ia menggeleng dan menahan tanganya menandakan jangan. Mereka diam menatap Letta.


“Oh lanjutkan saja. Tidak usah ditahan.”Ujar Letta disana dengan dingin dan memainkan lidahnya didalam. “ Aku tak sabar melihat neraka.”Ujarnya terkekeh dan sangat menyeramkan.


“Plis berhenti. Aku hanya mau kita kerja sama, aku tadi hanya mengetesmnu saja.. Aku tau kau kuat sungguh. Ayo berkerja sama dengan baik, aku bisa membantumu banyak hal termasuk membunuh Ragiel..!!!”


.


.

__ADS_1


Jangan lupa bantu suport ya. melalui apapun itu..


__ADS_2