
Letta menatap lama Teh yang ia pegang. Ada yang beda dari suhu yang ia rasakan. Ia berdehem sejenak merasakan aneh dan curiga.
Letta memegang bagian bawah Teh yang terasa dingin seperti es, lalu memegang bagian atas gelas, ternyata masih hangat. Menatap Uap yang terbentuk lurus tidak menyeruak seperti biasa.
Carmon melihat Kelakukan Letta menaikan satu alisnya bertanya " Kamu ngapain? Mau jadi tukang gelas ngukur kepadatan nya??" Tanya Carmon pelan mengejek.
Letta menghiraukan Carmon yang mengejek, kembali pada yang ia lakukan, Letta mencium tehnya menatap carmon yang menyantap makanan yang ada. Letta mengerjab meletakkan lagi teh di atas meja cukup kuat sampai Carmon menatapnya lagi heran seakan beratanya 'Ada apa si??",
Letta menatap makanan dihadapannya ini, tadi ia pesan burger tapi yang datang malah roti berisikan daging tipis saja bukan burger seperti biasa,, ia diam menatap Carmon yang masih menyantap makanannya.
Letta menepis sandeok yang Carmon kenakan hendak kembali menyuap makanan miliknya. Letta mencium nasi goreng yang Carmon makan.
Carmon menganga masih mengunyah menatap letta heran.”Apa yang kau lakukan si Letta. Kamyu ma-yuu?” Suaranya meracau tak jelas dan tak terima. Salah sangkah jika Letta hendak ansi goreng miliknya.
Letta terdiam mencium makanan lain. Ia menaruh nasi goreng di atas meja lagi dengan kasar sampai nasinya berserakan dan menatap Carmon dingin.”Muntahkan makanan itu..!!!” Carmon tidak paham menatap Letta tak terima.
Tapi Letta bangkit dan menepuk pundak Carmon. " Muntahkan!!!"
Carmon mau tak mau memuntahkan makannya dengan tak senang serta memaksa makanan yang dimakan agar keluar.
Letta bangkit menelpon dokter untuk datang. " Sekarang kesini, aku kirim alamatnya!!!"
Carmon menatap heran akan pergerakan Letta. Letta menatap Carmon yang diam menatapnya heran. Letta menatap arah lemari es, disana ada susu kotak murni., ia mengambilnya dan menyuruh Carmon meminumnya. Carmon menatapnya enggan.,
” Minum susu...!" Suruh Aletta memberikan Carmon susu kotak dingin.
" Nggak. Saya tidak suka..,!!!!”Tegas Carmon menjulak susu yang di beri padanya.
" Minum!!!" Wajar Letta sangat datar menegaskan jika yang disuruhnya adalah perintah mutlak.
" Saya tidak mau..." Carmon pun menolak tegas.
Letta menatap Carmon datar, membuka susu tersebut dan meminumnya dengan mulut yang mengembung, ia mendekati wajahnya dengan wajah Carmon tampa aba aba ia mencium bibir Carmon.
Carmon melotot kaget melihat pergerakan letta yang cepat sekali. Hendak menolak tapi baru merasakan jika susu yang Letta minum mengalir ditenggorokannya tadi. Carmon memejamkan mata mual. Tapi letta malah menekan bibirnya saat bibir mereka dijauhi oleh Carmon serta menekan tengkuk Carmon agar tak menjauh. agar minuman itu memasahi tenggorokannya.
Letta mekepaskan bibirnya saat susu dalam rongga mulut nya sudah habis, mengusap bibirnya dengan kasar merasa liur Carmon menyangkut. Menatap wajah Carmon yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
Carmon malu, marah dan mual secara bersamaan.
Letta mengusap ujung bibirnya dan Carmon berdecih.”Kau. kau mencuri kesempatan..!!!”
Letta mengerjab pelan.
__ADS_1
Ketukan dari luar menyadarkan Letta dari perbuatannya. Diluar ada dokter yang dipanggil. Carmon menatap Letta heran. Tapi Letta malah menyuruh orang tersebut memeriksa keadaannya.
“Apa apa yang kau lakukan letta?? Aku tidak sakit loh.” Ujar Carmon bingung, sebenarnya ia sedikit yakin jika makanan yang ia makan mengandung sesuatu hal yang buruk. Tapi ia tak bisa menebak secara benar sebelum kebenaran didengar sendiri olehnya.
Letta tetap diam membiarkan dokter memeriksa Cramon.
" Biar saya periksa dulu tuan, biar nanti saya jelaskan....Ini hanya dugaan saja dan demi kebaikan tuan..."
Dokter melirik Letta lalu Menyuntik Darah dari Carmon melakukan pemeriksaan, menghela nafas menatap makanan diatas meja yang berantakan. Berselang beberapa menit hasil keluar.
”Benar nona. Darah tuan muda mengandung racun. Ini memang tidak bereaksi dengan cepat,, tapi nanti akan ada efek yang luar bisa yang bisa mematikan syaraf jantung tuan muda. “Ujar dokter memberikan hasil pemeriksaan pada Letta.
Carmon membelalak kaget mendengarnya, jadi benar dugaannya?. Carmon menatap letta yang diam mengangguk pelan, dokter bangkit “Aku akan mengirim utusanku untuk menghantarkan obatnya nona, segra diminum. Saran saya nona tidak usah pulang dulu hari ini dikarenakan efek nya nanti siang atau nantu malam tuan muda akan sakit, jika berangkat sekarang pastilah keluarga akan kembali menyalahkan anda yang tidak becus padahal tuan muda mereka yang ceroboh dan bodoh.” Tentu saja kalimat terakhir diucapkan dalam batin saja.
“hey kau mengatai orang dihadapan orangnya langsung..!” Carmon tidak terima, ia tau jika yang dikatakan dokter asing dihadapannya ini benar. Tapikan sisi kelaki lakiannya speerti dihempas dimuka bumi yang sangat buruk. Itu menyakitkan harga dirinya.
Dokter melirik Carmon datar,.”Memang benar bukan?? Andai anda lebih berhati hati, anda keracunan bukan hanya sekali dua kali, harusnya anda belajar supaya tau mana makanan yang bisa anda makan dan mana yang tidak bisa anda makan.”Ujar dokter menghela nafas panjang
" Memang anda tau dari mana jika saya sering keracunan???" tanya Carmon mendelik.
Dokter melirik Aletta" Bahkan kau bangun siang saja akan disorot media... Apalagi jika kau sakit...!" Ujarnya dingin.
Carmon ingin menjawab. Tapi suuara Letta lebih dahulu menghentikan perdebatan-perdebatan agar tidak semakin panjang.
Dokter menggeleng melirik Letta.”Efek sampingnya tidak bisa saya prediksi tapi biasanya akan muntah darah,kepala pusing. Menggiil dan lain lain, bahkan bisa kejang kejang. Saya tidak bisa berbuat apapun sebab racun itu sudah dimakan semenjak kemarin sepertinya, “ Letta terdiam melirik Carmon kaget.
Carmon pun ikut kaget, duduk menatap dokter.” Dari kemarin?” Carmon ingat kemarin ia dan Letta memang tidak pernah makan satu meja sedari lagi. Carmon mengambil makanan nasi kuning dengan ayam bkaar sedangkan Letta mengambil sayur bumbu kacang. Siang dan malam ia makan dikantor dengan bawaan bawahannya yang sudah ia pesan.
Carmon membulatkan mata melirik Letta.” Siapa yang hendak meracuni ku??”
Letta mengerkab pelan menatap dokter.” Jadi tidak bisa dinetralisir? Tadi sudah minum susu dia.”ujar Letta pelan.
” Hey aku bertanya. Jawab aku..!” Carmon menyelah Letta dan dokter yang bicara. Tak senang dikacangi oleh keduanya.
Dokter terlihat tidak mengindahkan Carmon.” Justru karena itu nona, karena barusan sudah aku suntikan mematikan racun tersebut akan membuat syaraf-syaraf yang terkena akan menjadi beku, darah yang sudah tercemar akan dikeluarkan agar tidak membuat efek lebih berbahaya dan menyebar lebih parah. Efeknya itu akan menyakitkan. “ Ujarnya pelan. Letta paham.
Carmon berdecak.” Sialan kalian sialan..!!” yak suka diabaikan Carmon jadi mendengus menatap keduanya tajam.
“Baik. Terimakasih dokter, aku harap obat segera datang.”Ujar Letta pelan.
dokter mengangguk memilih undur diri membawa beberapa makanan yang Letta suruh untuk di selidiki. Letta keluar menyuruh baron masuk kekamar mereka dan Carmon yang diam menatap Letta diam duduk di sisi ranjang. Carmon berdehem.
“Jadi kita tidak jadi pulang nona?”Tanya Baron pelan., letta menggeleng membuka laptop miliknya, melirik Baron yang berdiri di sana.”Aku ingin kau geleda semua barang Virgo, ambil semua yang mencurigkakan darinya. Kau suruh dia pergi membeli sesuatu terlebih dahulu, atau kau bisa membelikan obat tidur untuk ia makan, saat ia tidur kau bisa memeriksa dia..” Ujar Letta dingin.
__ADS_1
Baron mendengarnya kaget.”apa? apa yang terjadi nona? Kenapa Virgo harus aku geleda?” Letta melirik Cramon.
”Lakukan saja yang saya perintahkan, atau kau mau ku penggal?”Tanya Letta dingin.
Baron gugup mengangguk dan pergi melakukan tugasnya. Tapi sebelum ia keluar ia melirik letta sejenak. "Nona bagaimana dengan tiketnya? “
Letta melirik Braon.”Hangus. nanti pesan lagi.”
" Uangnya?" Tanya Baron polos.
Letta menatap Batin dingin membuat Batin gugup. " nanti Carmon transfer....! Baroin mengangguk dan barulah pergi.
Carmon duduk menghela nafas,. merasa tubuhnya mulai terasa panas, membuka dua kancing atasnya.” Jadi aku kembali diracuni?? “Ia berdcap kesal.”AKu heran mengapa sedari kecil aku terus jadi sasaran pembunuhan musuh papa??? Apakah menjadi orang kaya memang banyak yang benci dan di iri?”Tanya Carmon dengan meremehkan musuh musuh.
Letta yang meretas CCTV terdiam sejenak, tangannya yang sibuk di keyboardnya terhenti, mata yang menatap layar monitor menatap Carmon dingin.
Carmon yang ditatap pun menjaid gugup.”Lah benar kan? kau tau aku sedari kecil ingin dibunuh sampai sampai aku tidak bisa begerak bebas. Apakah menjadi sukses memang harus banyak musuh begini??”Tanyanya lagi meyakini pertanyaannya.
Letta menatap Carmon sinis.” orang sukses biasanya banhak yang iri dan menjatuhkan bukan banyak yang dendam atau benci. Yang punya banyak musuh kalian orang sukses adalah orang jahat dan juga orang kejam, mangkanya mereka benci dan memusuhi kalian, tidak mungkin mereka melakukan kejahatan tanpa kesalahan dari kalian. Tanyakan kepada ayahmu apa yang dia lakukan sampai sampai memiliki musuh untuk membunuhmu..!!!! kadang bukan harta yang jadi membuat mereka dendam, tapi kejahatanlah yang mendorong mereka melakukan hal keji itu Carmon, apalagi kalian orang besar, butuh banyak nyali untuk menjatuhkan kalian yang artinya mereka memang sudah membenci kalian sangat dalam..!!!!” Suara Lettta sangat renda seperti Dep Call.
Carmon mendengarnya terdiam menata Letta dnegna tatapan tak senang. Letta seakan merendahkan ayahnya. “Apa maksudmu? Ayahku sangat baik, dia memiliki yayasan sendiri, membangun tempat ibadah, setiap bulan mengirmkan uang untuk anak panti dan membuat rumah singgah. Bahkan berita ayahku yang dermawan tersebar dimana mana..!!!” Carmon tau ayahnya baik, tidak pernah melakukan hal jelek. Ayahnya pria baik hati, mencintai keluarga dan juga orang orang biasa.
Letta mendengar perkataan Carmon ingin sekali rasanya memuntahkan isi perutnya, Letta menggeleng menjawab.”Bahkan ahli ibada yang melakukan ibadah dua puluh empat jam dihatinya masih ada harapan untuk dipuji dan meminta imbalan kepada Tuhannya. Apalagi ayahmu manusia kotor..”Lanjut Letta dalam hati dalam bait terakhir.
Car,mon memang tak senang sedari tadi bangkit menarik kera baju Letta. Letta diam menatap Carmon bertindak. Tangan Carmon terkepal menatap Letta” Andai kau lelaki. Sudah habis kau ditangan ku..!!” Kata Carmon amarah pada Letta. Carmon marah Letta merendahkan ayahnya. Carmon sangat menyayangi keluarga nya.
Letta menaikan sudut bibirnya menatap, Carmon sandai.” Habisi aku jika mampu.”Ujar Letta meremeh. Carmon tidak senang diremehkan. Hati yang panas tambah berkobar bak api disiram bensin. Tangan Carmon terangkat hendak memukul Letta. Letta diam menatap apa yang Carmon lakukan datar. Saat tangan Carmon hendak memukul tubuh letta, letta sudah siap tapi tangan itu tergenti di udara.
Uhulkk.. Carmon batuk keras, melepaskan tanganya dari baju letta. Ia merundukk memegang perutnya mendadak perih. Ia kembali batik dan memuntahkan darah berwarna gelap keluar. Ia membuka matanya lebar, perutnya seperti disayat sayat sampai hatinya terasa naik. Letta melihatnya melipatkan dada menggeleng pelan tak mau membantu.
Carmon melangkah gemetar menuju wastafel untuk kembali memuntahkan darah,. Tubuhnya oleng. Letta yang ada disana reflek memegang tangan Carmon. Carmon sangat lemah mengeratkan pegangan letta. Letta mendesis.”Menyusahkan saja..!” mau tak mau Letta membantu Carmon memasuki kamar mandi untuk memuntahkan lagi isi perutnya. Tetapi yang keluar tetap darah gumpalan yang menjijikan. Carmon gemetar merasa perutnya menyayat nyayat kecil dindingnya.
Letta menmberi tisu toilet dan juga membawa Carmon kembali keatas kasur. Letta memerahkan dia dan melangkah menuju tempat air mineral. Ia mendekti Carmon memberikan Carmon minum. Carmmon menurut menghabisi air minum tersebut.
Tingg... Letta mendnegar ada yang mengetuk pintu, yakin itu suruhan dokter. Letta keluar dan benar disana ada yang mengantar obat.
Letta kembali masuk dan duduk dipinggiran kasur Carmon. Carmon merintih menekuk tubuhnya memegang perut terasa nyilu. Letta mengeluarkan obat obat dan membukanya. Mengambil air dan menyuruh Carmon untuk bangun. Carmon ikut, ia duduk dan meminum obat yang letta suruh..
" Ini yang kau lakukan!!!Menangis dan merengek, Cuih....!" Draco Letta malas.
.
.
__ADS_1
.