
“Kamu tidak tau apa apa tentang saya Bovi..” Tegas Zxai pening. Merasa tersudut akan ucapannya Bovi. Zaxi sadar yang ia lakukan memang salah, tapi ia hanya emosi, ia hanya benci akan kenyataan adiknya sudah bilang dalam hidupnya.
Bovi terkekeh.”Berhenti buat selalu dimengerti tuan. Emang tuan aja yang harus dimengerti di dunia ini? emang tuan pikir dunia berpusat sama tuan saja??? Sadar, kalo nggak selamanya orang ngerti sama sikap egois loe ini..!” Bovi mengepalkan tangan meninggalkan Zaxi uang diam mengepalkan tangan. Merasa ucapan Bovi mengiang ditelinga nya. Bovi terlalu emosi melihat tuannya yang sangat sok.
Berita masih tersebar dimana mana, penyelidikan terjadi sangat intensif karena yang terlibat bukan orang sembarangan, Jastin penguasa dunia bisnis keluarganya dan keluarga Agatha adalah keluarga yang menguasai tambang terbesar di negaranya. Siapa yang tidak kenal dengan keduanya??? Apalagi berita terbaru jika Agatha juga dipanggil kepolres akibat melakukan penganiayaan.
keluarga Samuel sangat kacau, Letta hanya menikmati saja, lihatlah Agatha yang mati matian membela diri, mengatakan ia punya bukti, saat di cari buktinya di kamar miliknya, sudah tidak ada lagi, satupun Foto itu tidak ada lagi, lalu mencari di CCTV perusahaan, tak ada, sebab sudah disabotase oleh sesoerang.
Siapa lagi jika bukan Letta??? Lalu CCTV di sekitar perusahaan juga menampilkan beberapa Jastin dan Areta tapi semua terlihat normal, tidak ada yang aneh. Hanya begitu begitu saja mereka formal.
Itu sangat mengguncang jiwa Agatha yang terancam masuk penjara. “ Pa??? bagaimana ini? aku minta papa buat cari bukti Jastin selingkuh pa tapi kenapa aku yang masuk penjara.”Lirih Agatha pada ayahnya, sudah dua hari menjalankan penyelidikan pada kasus Agatha, matanya seperti tidak tidur selama berbulan bulan. Di depanya ada ayahnya.
Yah bulan lalu ia melapor apa yang Jastin lakukan padanya, di sana juga ia menunjukan luka luka miliknya pada ayahnya, mereka berencana untuk mengancam Jastin, agar tidak melakukan hal yang sama lagi, tetapi entah bagaimana Jastin dilaporkan ke penjara dan itu orang lain yang mereka tidak ketahui, ternyata itu kakaknya Agatha, mereka tidak tau mengapa kakaknya Agatha melakukan hal tersebut padahal tau jika yang ia lakukan bisa merusak nama Agatha, lalu tak berselang lama Agatha juga di jemput dengan panggilan penganiayaan terhadap seseorang ditempat umum.
Ayah Agatha terlihat menatap ayahnya prihatin.”Papa juga nggak tau nak. Papa udah cari dimanapun, Bahkan nyabortase CCTV kantor, rumahnya Jastin bahkan dikamar kamu yang katanya ada fotonya tetapi memang nggak ada satupun bukti. HP jastin pun mendadak hilang.”Bisik papanya resah. Agatha mengusap kepalanya yang terasa ingin meledak.
Agatha ingin berteriak rasanya, memaki siapapun dari keluarga Areta yang sudah merusak rencana nya. “Papa awasin perempuan busuk itu terus sampai kita punya bukti kuat, kita bakal cari cara supaya aku bisa keluar. Aku nggak mau disini terus.” Bisik Agatha lirih.
Papanya mengangguk.”Kamu tenang saja, kamu akan keluar dari sini.” Bisik papanya mengecup kepala sang putri. Agatha menghela nafas membuang muka, rasanya sangat kalut, perasaan dan hati ingin meledak, kepala nya terasa berat untuk kembali berfikir.
...----------------...
“Letta buatkan saya bubur..”
Carmon berbisik lirih pada Letta yang duduk di sisi kasur miliknya, sudah satu jam ia bangun tapi Letta hanya diam menatap jendela kamar yang terbuka, Letta terlihat tak mengubah mimik wajahnya, berekreasi apapun. Carmon lapar.
Letta tau Cramon bangun sedari tadi, tapi ia tak peduli. Kepala Letta menoleh pada Carmon mengangguk.”Baik, aku akan menyuruh pelayan.”
“Aku nyuruh kamu yang bikin.”Bisik Carmon melihat Letta uyang baru bangkit dari duduknya.
Letta menghentikan langkah menatap Carmon dingin.” Aku bodyguard bukan Pelayan. Dan Aku tidak bisa masak.” Bisiknya pelan, ia merasa kesal jika di suruh suruh.
__ADS_1
Carmon menatapnya dengan heran.”Kau tak bisa masak? Bagaimana bisa?”Tanyanya Carmon heran.
Letta menggeleng.." Bisa saja,."
”Pokoknya aku mau kau yang membuatnya.” Tekan Carmon.
“Pilihlah, aku tidak masalah memasakkan mu makan, tapi aku tidak jamin kali ini au selamat.” Bisik Letta.
Carmon merasa merinding menelan saliva kering,”iy iya,., suruh bibik saja yang bikin, kamu tetap diisini temani saya.” Jawan Carmon.
Letta mendengus mengangguk pergi. " Terus menurut mu pelayanan bisa mendengar telepati ...!!"
Carmon mendelik.”Gunanya apa si jadi cewek? Dandan ngak bisa, masak nggak bisa. bisanya cuma di ranjang doang keknya mangkanya udah punya anak tapi nggak ada bapaknya.” Bisik Carmon kesal,
“Saya dengar..!!!”
Mata Carmon nyaris melompat dari sarangnya, melirik Letta yang sudah didekat pintu,, kok bisa? padahal jaraknya sangat jauh. Cramon merasa bulu kuduknya merinding. Letta kok serem sekali.
Letta menoleh menatap Sanuel yang datang dengan wajah kusut, baju yang terlihat sudah tak rapi dan juga jas yang sudah berada di lengan kananya ia jinjing.
Letta mengangguk.” Carmon meminta saya kembali berkerja.” Jawab Letta tak kalah dingin dan tegas.,
Samuel mengangguk paham menatap Letta, menghela nafas sejenak dan berkata.”Saya juga ingin minta maaf, karena kesalah pahaman kemarin saya menampar kamu. Terlebih lagi kamu tidak salah apa apa. Maaf. “ Samuel melunakkan perkatananya menatap Letta sayu.
Letta mengerjab menatap Samuel, tidak menyangkah lelaki keras seperti Samuel meminta maaf kepadanya. dalam hati Lretta berdecih, meminta maaf sampai bibirnya berbusa sekalipun tak akan ada kata maaf baginya.
“Baik, itu hanya kesalah pahaman.” Jawab Letta mengangguk sejenak.
Samuel menatap Letta dalam. Letta juga menatap Samuel tak kalah tajam.” Saya melihat kamu seperti mengingat seseorang. Tapi saya lupa siapa, “ Samuel terrlihat merenung menatap wajah Letta yang terlihat tak asing dimatanya. Wajah yang mengingatnya dengan seseorang,tapi ia sendiri lupa siapa.
Leta mengangguk pelan.” Mungkin, saya juga tidak tau, tapi saya rasa orang yang anda ingat tersebut orang yang sangat berpengaruh pada hidup anda mungkin.” Jawab Letta menyeringai. Ia ingin Samuel mengingat dosa-dosa miliknya.
__ADS_1
Samuel menipiskan bibirnya.”Saya lupa siapa,. Tapi mungkin Ragiel kakek kamu.”Jawabnya mengedikan bahu.
Letta mengangguk.”Oh yah dimana anak lelakimu? Tak kau ajak kemari?” Tanyanya lagi.
Letta menggeleng.”Besok dia kemari dengan penjaganya, “ Ujarnya. Samuel mengangguk paham menatapp Letta.
“Carmon bagaimana? Apa dia sudah baik baik saja?” Tanya Samuel lagi.
Letta mengangguk.”Dia sudah jauh lebih baik, suaranya juga tidak seserak tadi siang.” Jawab Letta jujur.,
" Syukurlah jika begitu..." Sam mengangguk paham merenung sejenak menatap Letta.
Letta mengangguk. " Jika begitu saya duluan...!!!" Letta membungkuk sedikit hendak pergi.
" Tunggu dulu..m!" Langkah Kaki Letta baru saja hendak melangkah suara Sam mengehentikan nya. " Aku ingat....!!" Letta melirik Samuel yang terlihat cerah.
Samuel menipiskan bibirnya lagi menatap Letta. “Akhhh. Oh aku Ingat Kau mirip dengan sekretarisnya Jastin, sekretaris Jastin itu wajahnya sedikit Cuby dan kamu tirus, kulit dia mulus dan putih sedangkan kamu sawo matang, saya baru ingat.” Balasnya lagi.
Letta tertegun sejenak, selepasnya mengendalilan diri kembali, tersenyum mengangguk merilekskan diri menatap Samuel. Samuel mendekat menatap Letta lebih dalam.”Yah kalian mirip, saya baru sadar.. tapi nggak mirip banget si. Kalian suadara yah?"
.
.
.
.
.
Hayyy jangan lupa jejak y ...
__ADS_1