
Nio tahu semua masalah Letta, tak jarang juga Letta meminta bantuan padanya untuk membunuh beberapa tikus kecil yang menghalangi jalan kerikil miliknya,, ia juga pernah membunuh teman teman dari Zaxi karena membully pria tersebut. Iya Letta tak segan membunuh siapapun yang melakukan tindak asusila pada kakak-kakak nya.
Setiap orang yang membully Zaxi akan hilang besoknya, siapa yang membully Areta maka besoknya ia tak akan melihat matahari, itu salah satu alasan mengapa ia tau jika sesungguhnya dalam sikap cuek Letta ia memiliki banyak kepedulian.
Ada saat dimana Zaxi dan Areta dijauhi karena di anggap monster atau manusia pembawa kematian, itu satu sekolah yang melakukan hal tersebut termasuk para guru yang memandang kedua kakak Letta dengan tatapan permusuhan, dan mengeluarkan keduanya, setelah satu bulan berikutnya sekolah itu habis terbakar satu malam. Zaxi dan Areta pernah menjadi tersangka, tetapi dibebaskan karena tidak ada bukti dan saksi yang kuat.
Jelas. Letta selalu melakukan pekerjaan nya secara bersih tanpa meninggalkan jejak.
Letta termanu menatap kedepan, malam ini ia mengimap dirumah kumuh dan juga buruk ini, menikmati hutan yang sangat sunyi, kamar ini sangat bersih, tempatnya ada di lantai paling atas, semua ruangan memang sangat kotor dan tidak ada yang membersihkan, tetapi jika bagian kamar, dapur dan juga ruang berkumpul akan cukup bersih, seperti milik Letta.
Tempat ini juga sangat tak nyaman, kadang Letta mendengar ada yang menangis, ada yang tertawa. Meski tidak melihat wujudnya Letta tau itu hal mistis.
Oke kembali pada pikiran Letta.
Ragiel tidak pernah curiga saat ia kesini, sebab Ragiel hanya tau jika Letta kesini, ia hanya akan membalas siapa yang mengusiknya dan akan membunuh seseorang, Ragiel akan cukup lengah, di sini juga sangat jauh dari sinyal dna jalan besar, hanya berjarak beberapa kilo dari rell kereta api jika mau kesini harus berjalan selama satu jam, bisa menggunakan motor tapi siapa yang berani masuk kerumah milik pembunuh bayaran? Mereka datang hanya untuk meminta bantuan atau menggunakan jasa mereka biasanya, selebihnya tidak ada yang berani.
Letta menghela nafas menyesap sampanye miliknya, merasa matanya memberat, memejamkan mata, siapa sangkah mata yang tertutup itu berbeda dengan pikirannya yang berkelana menjelajahi apapun. Letta sudah kehilangan Ziko, Diki dan Ando. Ziko yang begerak di bidang IT miliknya, Diki tangan kanannya dan Ando bagian yang menghancurkan adik bungsu Carmon.
Letta tidak punya pilihan lain selain melepaskan mereka, membuat mereka membenci Letta, Letta tidak ingin kehilangan lagi, cukup Ziko, ia kecolongan, Letta tidak ingin mereka pergi juga karena dirinya. Biarkan mereka membenci dirinya, itu lebih baik. Mereka pergi , hidup dengan baik, jauh dari bahhaya. Letta lebih senang akan hal itu. meskipun ia harus kehilangan orang orangnya, sungguh Letta lebih memilih sendiri dengan kebencian ketimbang sendiri dalam kerinduan dan rasa bersalah.
Yah setidaknya mereka bisa hidup tenang dan nyaman.
Dring... telepon darurat, itu telepon yang Letta buat hanya untuk telepon HP dengan orang kepercayaannya. Letta membuka mata mengangkat telepon. ‘malam nona, maaf mengangguk waktu nona, saya ingin menyampaikan tugas saya.” Ujar dari seberang.
Letta berdehem sejenak menginyakan pertanda diseberang boleh melanjutkan perkataannya. “Begini nona, tugas sudah berhasil, besok kabar nya akan kami gemparkan berita ini,.”
Letta menyeringai mendengar kabar itu.
“Lakukan yang terbaik, “
“Baik Nona..”
Hp itu dimati oleh Letta, lettta meremas hp miliknya menatap langit kelam dalan tatapan datar, mengepalkan tangan, tersenyum miring.
__ADS_1
“Oke, sepertinya semua harus dipercepat. Oke Letta berjanji akan membunuh semua orang yang sudah membuat ia menderita sejuah ini. Aiiiissk jika mereka yang tidak mati, maka Letta yang akan mati. Itu saja..
Apalagi sekarang Letta hanya berjuang sendiri, ia tidak punya partner lagi.... Tapi ingatan Letta seperti ada yang janggal. Ia ingat, ia melepaskan salah satu musuh Samuel dimalam itu kan? Ia mengajak nya bekerja sama. Hemmm apa ia terima saja?
Letta kembali menyesap sampanye miliknya.. ia akan pergi pagi ini kerumah Carmon, melihat langsung pertunjukan yang ia buat.
...----------------...
Pagi pagi smeua televisi melakukan penyiarans erentak, kabar keluarga Samuel terlihat kasus KDRT terhadap istri, dan kamar sang suami melakukan perselingkuhan kepada wnaita lain. Itu membuat semua orang geger dalam wkatu satu pagi.
“ Jastin.,,..!!!! hentikan semua berita memuakkan itu..!!!!” Teriakan Samuel membahana diruangan, siapa yang tak bisa mendengar suara yang mencekam terdengar nyaris meruntuhkan mansion megah ini?
" Pa udah pa. anak kita bisa mati..!!" Purnama sudah menangis memegang lengan suami yang memegang tongkat Golf kesayangan miliknya yang untuk memukul Jastin.
Jastin sudah jatuh babak belur di lantai akibat pukulan Samuel., Samuel mengepalkan tangan.”Papa tidak pernah mengajarkanmu bersikap tidak terpuji dan juga memukul seorang perempuan, terlebih lagi itu wanita. Dosa apa papa kepadamu sampai kamu menjadi lelaki bajingan begini?!!!!” Teriakannya membahana kembali menghiasi ruangan yang berisikan Jastin, Tangannya kembali terangkat ingin memukul sang anak tetapi ditahan istrinya yang terus menangis di sampingnya.
" Pa usah hiks. jantung papa nangi kumat..." Bisik Purnama Lirih, sebagai ibu ia sama seperti ibu lain. tak ingin melihat anaknya sengsara dan dibunuh
Samuel berdecih mengusap kepalanya yang terasa sakit.” Perusahaan kita pasti sangat tidak stabil sekarang. Kita harus ke kantor sekarang..!!”
Samuel pergi meningalkan Jastin yang diam mengepalkan tangan menatap Agatha. Agatha mengepalkan tangan takut, sunguh tidak tau apa yang terjadi. Mengapa semua orang tau ia disiksa oleh Jastin.
Letta menyeringai mendengar teriakan membahana dari rumah besar yang baru saja ingin ia injak ini.
Letta melangkah lebar menuju rumah Carmon, menggunakan baju khas miliknya berwarna hitam, kaca mata hitam, memasuki ruangan, sebelum masuk ia berpapasan dengan Samuel yang keluar dengan raut ajah masam. Letta menyeringai memasuki ruangan. Ini cukup membuat mood Letta membaik lagi ini.
Saat memasuki ruangan Letta bisa merasakan aura lebih suram dari biasanya.
Ruangan terlihat sangat sunyi dan kelam meski banyak cahaya. Letta enatap Carmon yang turun dari tangga langsung menatap Letta. Ia memutar bola mata malas.”Aku suruh kau datang kemarin, tetapi malah hari ini. kau ini pemberontak sekali si.” Carmon langsung mencercah Letta dengan omelannya.
Letta berdehem sejenak melirik Carmon mendekatinya. Berdecak pinggang melihat penampilan Letta.”Kenapa? apalagi alasanmu kali ini hemm???”Tanya Carmon menarik tangan Letta untuk mendekat padanya, Carmon ingin duduk. "Mulut diciptakan untuk bicara bukan mingkem....!!"
Letta segra menepis tangan Caronm, rasa jijik menyeruak ditubuhnya karena sentuhan Carmon, melirik Carkon sejenak. Carmon menganga kecil karena melihat wajah Letta yang melihatnya seperti kotoran yang menjijikan. Hey dia pria tampan loh.! banyak wanita yang ingin di tarik seperti Letta...
__ADS_1
” Temanku meninggal, aku harus melihat pemakamannya.” Jawa Letta jujur.
Carmon mendengus.”Dan kau harus seharian dipemakamanya ha?? Oh Letta yang malang. Apakau menangis sepanjang hari mangkanya kau tak datang? Aku cukup prihatin..!!!!” Ejek Carmon mendengus merasa sakit hati mengingat wajah Letta yang menatap dirinya jijik tadi.
Letta menatap Carmon datar dan Carmon menatapnya mengejek. Saat hendak bicara lagi, didepan rumah penuh kericuhan tejadi, semua penjaga terlihat menahan beberapa oranmg yang masuk. Dari belakang Purnama dan yang lain cukup kaget akan adanya Letta di sini. Tapi rasa penasaran keributan diluar lebih mendominasi.
” Ada apa ma diluar?”Tanya Carmon pemasaran.
“mana mama tau, kamu pikir mama cenayang? Kamu liatkan mama dibelakang dari tadi.” Purnama memutar bola mata malas, Jastin yang di sampingnya diam saja melirik Agatha yang masih diam meremas jarinya.” Keluar yuk liat.”Bisik Purnama.
Purnama keluar diikuti oleh Carmon, Agatha dengan langkah lebar, Langkah Letta terlihat santai tapi lebar.
“Ada apa ini?”Carmon bertaya pada penjaga yang terlihat rebut, melirik beberpa polisi yang datang. Carrmon mengernyit memberi isyarat pada penjaga untuk memberi ruang padanya dan membebaskan beberapa polisi yang ada dihadapannya. Polisi terlihat berdehem sejenak membenarkan baju miliknya yang kusut karena keributan tadi. Bajunya ditarik tak beraturan oleh penjaga yang melarangnya masuk.
“Begini tuan, kami mendapatkan laporan untuk menangkap saudara Jastin Domino Hotman dengan tuntutan melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya. Dimohon untuk truan Jastin agar mengikuti kami.” Tegas polisi menatap Carmon tegas. " Dan ini surat panggilannya, mohon dibaca terlebih dahulu bapak ibu." Ia memberikan surat yang menyatakan surat panggilan dari kantor polisi'untuk Jastin. Jastin meneguk Saliva kering dibuatnya, iNi ia dilaporkan ke polisi yah?
Carmon melirik Jastin, kaget dengan apa yang ia dengar, jatsin terlihat gelagapan melirik Agatha.” Bohong. Saya tidak melakukan apapun, siapa yang melaporkan saya dengan tuduhan palsu itu?”Tanya Jastin mengepalkan tangan tak senang,
Polisi terlihat ragu melihat Jastin.,”Kami hanya menjalankan tugas, bapak bisa mengikuti kami terlebih dahulu untuk menjelaskan semuanya nanti. Silahkan pak ikut kami.” Ujar dari polisi tegas menahan tangan Jastin.
" Ngapain saya ikut, saya nggak salah. " Tegas Jastin menolak.
" Justru karena tidak bersalah bapak harus memberikan klarifikasi. Mohon ini untuk kepentingan bersama pak."
Di sudut pintu ada Letta ang bersandar menatap semuanya dengan tatapan datar, tapi dihati, ia cukup merasa puas. oke ini baru permulaan.. tunggu sejenak ia akan melakukan kekacauan besar besaran.
.
.
.
Hyy semuanya.... jangan lupa yah tinggal jejak
__ADS_1