
Purnama menggeleng mendengar perkataan suaminya.”:Kau itu laki-laki, jadi memang seharusnya tugas kau untuk memberikan kami yang terbaik, gunanya jika bukan untuk bersenang senang, lantas apa guna hartamu yang menggunung itu? Mau kau kasih ke panti asuhan? Aku tak yakin kau sebaik itu jadi manusia.” Cerca Purnama pedas pada Samuel kesal.
Samuel menatap istrinya tak percaya bercampur tak terima. “ Kau... kau seharusnya menjadi istri yang berguna, cih boro-boro berguna, masak saja tidak bisa, tidak punya apa-apa untuk dibanggakan, setidaknya bisa membantu suaminya, bukan malah meminta ini dan itu, menghabisi uang sesuka mu. Sekarang Carmon sakit jadi kau yang harus membantuku.” Tekan Samuel pada istrinya.
Purnama menatap suaminya tak percaya, mengeleng cepat.”Kau mau perusahaan ini hancur ha? Aku mana paham tentang perusahaan, saham atau apapun itu.. jadi jangan libatkan aku, kau saja sendiri..Lalu apa tadi? masak? hey ibu ku Aja dulu melarangku untuk menyentuh dapur, jadi apa hak mu?” Ketusnya pada Samuel bengis.
Samuel mengepalkan tangan menatap Purnama.”jika tidak ingat kau perempuan, sudah ku pukul mulutmu, sekali lagi kau menjawab pertanyaanku, aku nggak akan segan Purnama..” Tekan Samuel, auranya menggelap dan otot otot tubuhnya seperti mengerat satu sama lain, sangat kencang pertanda ia sangat marah kepada istrinya. Purnama diam menatap Samuel tak terima tapi rasa takut menahannya untuk kembali menjawab
“”Udah udah..!!!”
Letta memurar bola mata malas saat Carmon bangun mererai keduanya padahal ia sedang asik menonton, Letta menghela nafas padahal tadi drama yang sangat bagus.. ohoo ho oke Letta memiliki sesuatu rencana untuk saat ini.
Cramon mengusap kepalanya yang terasa nyeri.”Ma, pa,. aku lagi sakit jadi tolong lah jika mau berantem kalian pulang saja.”Bisik Carmon serak, sangat eksal kepada ayah dan ibunya yang sama sama keras ini. Samuel yang tidak mau kalah dan ibunya yang pembangkang.
“Ayahmu itu Carmon, egois banget.” Samuel menganga mendnegar penuturan istrinya.
Purnama melirik Samuel bengis. Carmon menghela nafas pelan mendengar perdebatan kedua orang tuanya yang sepertinya akan berlanjut. Cramon menbatap ayah dan ibunya.”Aku baik baik saja, aku hanya butuh istirahat, jasi kalian boleh pulang saja.” Usir Carmon secara halus.
Purnama melirik Carmon tak senang.”kau mengusir kami? ayah dan ibumu?” Carmon mendongak menatap ibunya yang menatap Carmon tak senang.
”Hey kami kesini mengkhawatirkannya, tapi kau malah menyuruh kami pulang. Kamu sangat tidak sopan Carmon.” Lanjut Purnama tak enak.
“Bukan begitu..!!” Carmon menghela nafas melirik Letta meminta bantuannya. Leta seakan-akan bisu dan tak peka tak membalas apapun.
Carmon berdecap kesal melirik ibu dan ayahnya secara bergantian.”Aku butuh istirahat yang cukup, dua hari ini aku hanya bisa tidur dua jam karena proyek besar ayah yang sudah berjalan setengah tidak boleh digagalkan, jika tidak maka petusahaan kita akan bangkrut. Jadi tolonglah ibu, ayah. Kalian pergi saja aku mau istirahat dulu yah.. “ Ujar Carmon memelas, suaranya terdengar lirih dan juga sedih.
Purnama mendengus mendengar Carmon.”Mama kesini mau bantuin ngerawat kamu loh Carmon. “ Bisik Purnama tak ingin pergi, Melirik Samuel” Papa kamu ajalah pergi, soalnya dia kan sibuk, mama biar disini kalo kamu butuh apapun mama disini.”
__ADS_1
Samuel menatap istrinya datar. “ Emang kamu bisa apa? Mau kompres Carmon,? Seingatku kamu bahkan tidak pernah mewarat anak kita satupun saat sakit, kau hanya duduk dikamar anak kita dan main hp, selebihnya hanya pelayan yang kau suruh suruh..!! Mending kamu saja yang pergi!” Tegasnya tak senang.
“Terus gunanya pelayan apa jika tidak di suruh suruh???”Purnama menatap suaminya tak kalah sengit.”Kau pikir kita membayar mereka pakai apa? Pakai daun ha??? Pakai uang Sam, kalo mereka nggak kerja rugilah kita, kalo aku ngelakuin semuanya ngapain punya pelayan.” Lanjut Purnama.
Samuel menghela nafas.”Te------”
“Ma., pa udah. Kepalaku sakit. Letta bawa mereka pergi dari sini.kepalaku tambah sakit dan meledak lama lama jika begini..!” Tegas Carmon meski siaranya terdengar putus putus dan habis. Letta yang dari tadi melihat perdebatan mengangguk menatap kedua porang tua Carmon.
Purnama melirik suaminya tak senang.”Ini gara gara kamu.. cih.”Ia melangklah pergi. Samuel menghela nafas melihat Istrinya. Memang benar istrinya itu kurang ajar.
Setelah Purnama Pergi, Samuelpun ikut pergi. Meninggalkan Carmon berdua dengan Letta. Letta diam menatap Carmon tak berekspresi. Carmon menggigil merasa panas dingin. Melirik Letta yang berdiri terus pun menylirik Letta untuk duduk di sofa. Letta yang memang lelahpun duduk di depan sofa yang ditiduri oleh Carmon.
Carmon diam memejamkan matanya. Letta terus diam menatap Carmon yang diam saja, Carmon lelah tertidur meningalkan Letta dengan pikirannya. Letta melirik HPnya, ia belum menjenguk Bara hari ini, ia harus berjauh dengan anak itu. Letta sudah merasa jika Bara bagian dari harapan miliknya, jika Ragiel mengambil Bara darinya, maka Letta tidak tau harus apa lagi. lebih baik menyuruh Bara bersama dengan Bambang beserta istrinya dulu, ini lebih baik.
Letta melirik Craon, Carmon tidur ia menghela nafas, keluar menemui Siti dan juga Virgo, Virgo sekretaris satu dan Siti sekretaris dua milik Cramon. Melirik sejenak di depan adsa Virgo.” Kamu..!!” Virgo yang focus menoleh pada Letta.
Virgo mengangguk mengiyakan. Letta berbalik meninggalkan Virgo yang sejujurnya menggerutu.
Letta menatap Carmon datar dan menggendongnya, Carmon tidak bangun sebab ia diberi obat tidur dari dokter tadi, Letta menggendongnya ala pengantin baru, tubuh Carmon sangat berat, Letta akui itu. tapi beban ini sudah biasa ia rasakan.. Letta melangkah meninggalkan ruangan mendekati Baron yang menunggu diluar.
Baron, Virgo kaget melihat Letta membawa Carmon dengan seperti itu. Baron cepat ceat mendekat.” Biar aku saja..”Ia meneguk Saliva kering melihat tubuh Letta yang berotot dan juga kuat menggendong Carmon. Seorang laki laki meskulin tegap.
Letta menggeleng sejenak.”Kau bukankan saja pintu liftnya.” Letta melangkah lagi meninggalkan Baron yang menggigit bibirnya nanar. Di sisinya ada Virgo yang menggeleng cepat. “Gila.. dia keknya transgender deh,.”Bisik Virgo.
Semua bisik bisik dikantor sangat mengusik telinga Letta. Letta keluar menuju lobil oara petinggi perusahaan, ia memasuki Carmon kedalam mobil yang sudah Baron buka. Letta duduk di sisinya Carmon dan Baron yang menyetir, mobil melaju dan Baron tetap melirik Letta, terlihat Letta mengusap keringat miliknya yang jatuh karena lelah. Baron bergidik ngeri, ia saja tidak kuat menggendong Carmon, tapi gadis ini? selain tinggi seperti lelaki, kekuatannya tak bisa diragukan.
Mobil sampai kerumah Carmon, Baron segera keluar.”Biar saya saja Let.” Bisik Baron. Letta berdehem mengangguk. Baron cukup malu saat Letta yang menggendong Carmon, seharusnyakan dirinya, ia laki laki disini, tapi malah seorang gadis yang menggendong. Itu cukup tidak adil, dan mencoreng dirinya sebagai lelaki.
__ADS_1
Saat mengendong Carmon, ia membelalak kaget, melirik Letta yang berdiri di sisi Mobil meliriknya. Baron meneguk saliva kering, mendadak keluh., sangat berat, ia menghela nafas menahan perutnya agar bisa membawa Carmon. Baron merasa wajahnya memerah berjalan, kakinya sampai gemetar mengangkat Carmon. Melirik Letta agar Letta hendak membantunya tapi terlihat wajah Letta tak bergeming sama sekali. Baron mengutuk dirinya sendiri yang sok ingin mengangkat tuannya. Sekarang ia malu sendiri.
Sedangkan Letta. Letta seakan tak melihat kode dari Baron, hanya berjalan di belakang keduanya dengan damai, melirik kaki Baron yang sedikit mengangkang dan gemetar, Letta menahan senyum miliknya,, itu seperti kucing baru lahir,, lucu sekali haha.
...----------------...
Di sisi lain Zaxi mengepalkan tangan, menatap berita dari sosok Jastin yang sudah masuk penjara akibat berita yang beredar, ia belum melakukan apapun, baru menuntut Agatha untuk masuk penjara setelah melakukan tindak asusila yang ia lakukan, tapi berita ini sudah muncul lagi. Zaxi senang keluarga Samuel kacau, tetapi ia cukup kalut melihat semua yang ia rencanakan tidak berjalan mulus, hanya rencana saja tapi telah dilakukan orang lain.
Sekarang ia juga pening mengingat jika ia melaporkan Agatha maka adiknya akan kena, Agatha memiliki beberapa bukti jika keduanya selingkuh. Zaxi tidak mau hal itu terjadi, tapi lihat. Agatha dengan mudahnya masuk penjara seusai ada pelaporan, dan ternyata bukan adiknya lagi yang terlibat. Ia takut Areta akan memiliki rumor buruk.
" Siapa yang melaporkan Agatha,..?"
Bovi diam melihat tuanya memijit pelipis terasa pening melirik berita berita yang ada di majalah. “Yang ngelakuin itu Letta.. karena gue udah telusurin kalo majalah itu di kelola Letta..” Ujar Bovi tak lagi mau menutupinya.
Zaxi diam menatap Bovi dengan datar.”Dia emang kurang ajar, bertindak sesukanya dia tanpa mikir apapun, liat sekarang Areta bakal kena, dan dia bisa masuk penjara juga..!” Tegas Zaxi lirih.
Bovi menatap Zaxi tercengang. Bovi poikir dengan Zaxi tau ini ulah Letta ia akan bangga dan terimakasih, tapi malah menyalahkan Letta? BOvi tidak habis pikir lagi. “ Terus tuan maunya bagaimana?”Tanya Bovi lelah.
" Gue memang mau Agatha masuk penjara tapi nggak secepat ini, seenggaknya semua nya nggak ngelibatin adek gue Areta, Bukti-bukti perselingkuhan Areta nada di dia. ini bakal jadi bumerang buat Areta, Ini nggak segampang yang dia bayangin... Nggak seharusnya dia lakuin hal sembrono ini...!!" Tekan Zaxi kesal.
Zaxi mengusap kepalanya sakit, ia mau Agatha amsuk penjara tanpa melibatkan adiknya tapi semua terasa sulit, jika Agatha masuk penjara dipastikan perselingkuhan Jastin dan Arin adiknya akan terungkap, adiknya bisa masuk penjara dan di anggap buruk oleh masyarakat. Zaxi mendengus menghela nafas” Letta sialan..!!!” Gumamnya.
Bovi mengepalkan tangan mendengar gumaman Zxai.” Dia sudah melakukan yang terbaik untuk Areta, aku yakin dia sudah memiliki langkah lain, dia sudah punya rencana tanpa melibatkan adik tersayang anda..” Rekan Bovbi digin terhadap kata ‘ adik tersayang; Zaxi.,
Zaxi sadar itu sindiran melirkk Bovi dingin.” Menurut kamu saya tidak menyayangi Letta?” Tanyanya pelan, suaranya penuh permusuhan.
Bovi menggeleng menjawab.”Jika kamu sayang, tidak mungkin semua yang dia lakukan salah dimata kamu..!” Tegasnya Bovi.
__ADS_1
“Kamu tidak tau apa apa tentang saya Bovi..!” Tegas Zaxi Kesal. Merasa tersuduut akan ucapannya Bovi. Zaxi sadar yang ia lakukan memang salah, tapi ia hanya emosi, ia hanya benci akan kenyataan adiknya Aleta yang imut sudah bilang dalam hidupnya.