Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Korban ayah


__ADS_3

“ Gue enggak tau Van. Gue bener bener enggak tau apa apa.” Gumam Carmon frustasi, keningnya berkerut dengan mata yang memelas mengingat apa yang terjaid pada keluarganya. Semua yang terjadi pada keluarga nya tiba-tiba saja


Ayahnya Samuel seringkali mengingatkan mereka jika harus berhati-hati diluar rumah, ada banyak musuh Samuel yang ingin membunuh atau menjatuhkan keluarga mereka.


Salah satunya seperti Carmon, dia yang selalu menjadi orang yang di incar untuk dibunuh namun umurnya masih di panjang kan oleh Tuhan yang maha Esa.


Samuel bilang mereka itu dan dengki akan penghasilan dan pencapaian keluarga, tapi apakah iri mereka bisa sejauh ini? bukankah jika orang lain iri itu akan mengincar Hatta dan perusahaan bukan malah menghabisi keluarga dengan sangat tidak manusiawi nya? Mereka terlalu gila jika melakukan semua ini hanya karena iri dan dengki.


” Tiba tiba aja kami enam bulan lalu nemuin mama kami dalam keadaan buruk di dalam kamar, dia tiba-tiba struk dan dalam penampian yang bener bener buruk., terus adik gue Viona loe taukan? Dia ditemukan dalam keadaan yang bener bener diluar manusiawi, dia di akh gue enggak mau menjelaskan hal yang menjijikan menimpa adek gue, gue yakin loe udah denger kan? adek gue sampai bunuh diri dan gila, gue yakin yang ngelakuin pasti bukan manusia, dia punya hati iblis. Bukan itu aja Ponakan gue ditemukan mati di pohon, loe tau kan kalo Jesika anak bang Jastin itu masih suci enggak ada sangkut pautnya dengan manusia serakah itu tapi tetap kena imbas dan berakhir buruk. Dan trakhir kemarin papa gue ditelpon sama Mbak Maya yang bilang kalo kondisi mana gue darurat Tapi pas papa gue kesana dia malah di siksa dan harus nyaksiin pembunuhan atas mama gue dia dibunuh di depan mata kepala papa gue Van dan rumah gue dibakar bersamaan sama mayat mama gue, rumah gue dibakar, Terakhir loe liat sendiri gimana keadaan gue.. gue enggak punya apa apa sekarang dengan bapak, adik dan kakak trauma berat. Gue enggak tau apa lagi Vano. Gue disini bener bener nggak tau dosa apa yang dilakuin sama keluarga gue sampai dia sedendam itu.” tegasnya dengan nanar.


Vano mengangguk.” Tapi gue inget kata letta. Letta pernah bilang kalo sbenarnya kalo bukan gue yang punya musuh, itu ulah bapak gue atau atau emak gue. mereka yang ngelakuin kejahatan besar sampai ada yang mau balas sama besarnya. ” tegas Carmon lirih.


Vano mengangguk paham,.” Tapi bener juga si. Loe udah nanya sama bapak loe belum?”Tanya Vano lagi.


Carmon menggeleng pelabn.” Gue enggak berani, gue takut nanti papa gue drop lagi. bapak gue sekarang banyak bengongnya dan enggak ngomong apa apa semenjak mama gue meninggal dan Jastin yang sekarang bener bener temperamental, dia enggak mau keluar karena wajahnya yang bener bener rusak.”


“ muka kakak loe rusak gimana?” Tanya Vano agak kaget. Sebab ia tidak tau apa yang terjadi sama jatsin.

__ADS_1


Carmon meneguk saliva keringnya.” Kami nemuin dia di hotel dalam keadaan yang bener bener buruk, kami pikir dia itu mau dibunuh atau digebuk sama orang. eh enggak taunya dia mau memperk0sa kekasihnya, dia ngelakuin kekerasan, untung banget pas itu si cewe enggak nuntut Jastin, dna kami juga enggak bisa nuntut. Kami Cuma bisa bawa Jastin pulang. Keadaan Jastin bener bener buruk, tulang ekpor, pipi, leher. Geraham, hidungnya patah, bahkan mata sebelah kananya kena sarafnya dan sekarang blur enggak jelas ngeliatnya. Kami mau buat oplas tapi udah enggak ada biaya apapun. Jasin bener bener sayang sama kekasihnya itu sampek setiap hari dia nangis kadang nangisin anaknya dia yang udha meninggal, kadang nangisin kekasihnya, kadang nangisin keadaannya dia. Doa bener bener menyedihkan sekarang.” Jelas Carmon lelah.,


“Gila, hancur banget keluarga kalian.” Gumam Vano kasihan kepada temannya ini. bibirnya Vano mendadak kelu. Vano tidak habis pikir dengan pikiran pikiran buruk yang melakukan hal sekejam itu


Carmon memijit pelipisnya.” cuma gue yang masih ada kewarasan sekarang. gue enggak tau lai van sumpah. Mana tetangga sebelah sering marah marah denger jatsin, viona ngamuk., mereka nyuruh gue buat ngirim mereka ke RSJ tapi kami udah engak ada uang, “ Carmon benar benar lelah dengan keadannya saat ini. benar benar berat.


Vano mengangguk ngangguk.’" Gue enggak bisa bantu apa apa Car. Tapi gue ada usulan. Gima kalo loe kerja di bar gue punya aja jadi bartender, gue punya salah satu usaha yang atas namanya itu adek gue, gue yakin yang buat keluarga loe hancur enggak mungkin tau kan? gue bener bener kasihan sama loe sekarang.” Ujar vano sendu dan tak tau lagi mau membantu temannya satu ini bagaimana selain cara itu. jika tidak perusahaannya juga jadi taruhan.


Carmon menggeleng pelan.” enggak usah van. Gue enggak mau kalian kena imbas dari masalah gue juga. Gue bisa cari yang lain aja kok. Gue enggak mau loe juga melarat kayak gue.” gumam Carmon terkekeh.” Soalnya ada tu titisan iblis, gue takutnya club punya loe dibakar pas gue kerja, itu bakal bener bener ngancurin loe.” lanjutnya lagi.


Vano meringis mengakuhi itu kebenaran, siapa yang tau isi hati manusia iblis selain melakukan kejahatan? “ bahkan mereka bakar rumah gue yang ada isi mak gue aja nggak merasa bersalah. Apalagi manusia manusia yang dia enggak kenal. “ Carmon meminum lagi minumnya damai.


Vano mengangguk mengiyakan juga. Ngeri juga jika tempat usahanya di bakar, masalahnya jika hal semaca itu terjadi, dirinya sebagai pemilik yang menanggung resiko dan tanggung jawab. Dirinya terlalu enggan melakukan pertanggung jawaban hal itu, pasti memakan banyak biaya, biaya ganti rugi, tanggung jawab dll. Plis Vano tidak mau ikut ikutan dengan masalah Carmon.


“ Gue punya ini.” ia mengambil dompetnya dan memberikan uang yang ada di dalamnya sekitar satu juta.” Loe ambil ini aja yah buat pegangan loe. Gue enggak bisa bantu apa apa tapi semoga ini cukup buat pegangan loe selama beberapa hari berikutnya Car.” Ujar Vano tegas memberikan yang itu ditangan Carmon.


Carmon tersenyum masam, menerima uang dari temannya begini benar benar melukai harga dirinya, jika dirinya terima maka dirinya benar benar terlihat miskin dna tidak mampu tapi jika dirinya tidak terima dirinya akan benar benar menyesal, dirinya tak punya uang lahgi, jika dirinya menolak dirinya tidka lagi bisa makan besoknya. Vano yang melihat gerak mata Carmon yang menatap uang yang dirinya kasih menimang nimang pun berdehem.

__ADS_1


” Ambil car, enggak usha malu malu.,..” gumamnya, dirinya mengambil lagi uang di brangkas, itu uang dolar, dirinya memberi beberapa uang.


Carmon mengerjab.” Gue enggak tau ini duit cukup buat loe beberapa hari tau bisa loe jadiin modal buat kerja lain kan. tapi gue harap ini cukup, gue enggak bisa kasih banyak banyak Car, soalnya duit gue di bank, dna Bank gue udah di sadap sama si akun hack itu.” ujarnya dengan penuh prihatin dan merasa bersalah.


Carmon mengambil uang uang yang diberi, mengapik harga diri dan ego dirinya.”makasih banget yah Van. Loe mang temen gue yang paling baik. Makasih banget nanti kalo gue udah ada duit lagi gue bnakal balik lagi buat loe.” Ujar Carmon lirih penuh keharuan. Memiliki teman seperti vano benar benar di harapkan nya. Meski pun dalam jenjang paling bawah sekalipun Vano tetap menjadi kawannya yang siap membantu apa adanya saja.


Vano mengangguk.” Loe kayak sama siapa aja. Gue bener bener bakal bantu loe kalo semisal si peretas itu ngancem gue. gue ngerasa bersalah banget enggak bisa bantuin loe Car. Loe yang kuat yah.” ujarnya kepaa Carmon.


Carmon pun mengangguk merangkul Vano untuk dirinya peluk. Vano pun menerimanya dan menepuk nepuk pundak Carmon. Carmon menghela nafas.” kalo gitu gue balik yah. gue enggak tau lagi kalo loe enggak nolong gue harus cari duit dimana buat makan besok. Makasih bangat yah Van.” Ujarnya dan memilih keluar.


” Santai bro. loe udah gue anggap sodara gue." ujar Vano lembut. Carmon menganggukkan mengiyakan. terharu ternyata dirinya miliki teman yang masih di sisinya baik susah maupun senang. Vano aadalah satu satunya teman mereka dan membantunya ditengah-tengah ancaman yang berlaku.


Vano mengantarkan Carmon sampai di depan kantornya. Menghela nafas melambaikan tangan kepada temannya. Carmon pun melangkah membawa file berkas dan uangnya menjauh dengan ringan dan hati yang penuh kebahagiaan, dirinya tidak dapat kerja emang tapi setidaknya dirinya dapat uang untuk modal usaha atau untuk makan satu bulan ke depan.


Dirinya tadi di tawarkan akan di antar, sejujurnya Carmon ingin tapi dirinya ajan mencari cari lowongan kerja sembari berjalan saja. Jadilah dirinya berjalan saja,


Di tengah berjalan menmyusuri toko toko dan perusahaan siapa tau ada loker yang ada kan. tidak ada satupun. Akhirnya ia memilih pulang. Perjalanan pulang cukup menyeramkan, sampai salah satu mobil berhenti di depannya. Carmon kaget mundur melihat orang orang keluar mobil. Carmon mundur dan berlari dari sana secepat mungkin karena merasa terancam. Tapi di belakangnya sudah ada yang menghalang. Carmon terdiam dengan wajah melotot pias.

__ADS_1


Beberapa dari mereka tersenyum puas mendekati Carmon. Carmon mundur menatap mereka tajam. Jumlah mereka ada lima orang, dua dibelakang dan tiga dibelakang. Carmon terkepung oleh mereka yang menatapnya dengan tatapan remeh saat ini.


“ Mau apa kalian?” tanya Carmon mengeraskan rahangnya menatap nyalang mereka satu persatu,


__ADS_2