Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Mati


__ADS_3

“kakek mari ke neraka bersama.” Ujar Letta terkekeh mengambil pistol di tangan Ragiel nanar. tubuh kita benar-benar tidak bertenaga saat ini, semua tulang-tulangnya terasa sangat lemah tidak bisa digerakkan. kali ini bukan karena jantungnya dikontrol oleh Ragil tapi karena kematian Ragil merenggut separuh dari hidup yang menjalani saat ini.


Leta mengarahkan pistol itu ke arah jantungnya, tetapannya tertuju pada Ragil yang sudah terkapar tidak bernafas '' kakek, maafkan Aku aku salah telah berpikir jika kamu adalah salah satu orang yang buruk dan orang yang paling aku benci selama ini. ayo kek kita mati bersama. "Leta meminjamkan matanya dan mengarahkan pistol itu ke arah jantungnya..


Dor...


suara ledakan itu menggema di seluruh ruangan, Leta memejamkan matanya merasa perih di bagian bahu belakang. pistol miliknya yang mengarah pada jantungnya tadi oleh dan terjatuh akibat rasa sakit yang nyaris merenggut nyawanya saat ini. bukan dirinya yang menembak dirinya tapi arah lain yang menembaknya yang tepat berada di belakang.


Letta menarik nafas di dalam dan terkapar samar-samar menatap Leta yang berada di bawah kakinya tidak berdaya. Letta menatapnya dengan tatapan menyeringai dan juga tak tertekan.


lelaki tersebut adalah Samuel. Letta terkekeh melihat Samuel yang menatapnya tajam. Samuel menarik rambut Letta dan berkata " Wah wah. Rupanya kucing ini yang mencuri ikan tuannya.." Bisiknya Samuel tajam. Iya ia Samuel yang mengetahui jika selat ini dalam dari semua yang menimpa mereka adalah leta.


dibelakang Samuel ada Peter dan juga Carmon menatap Letta tidak menyangka, sedari awal saat dimana diberi tahu Peter dirinya tidak percaya sebab selama ini Letta lah yang membantu mereka salam kesusay. Tapi ternyata Letta dalangnya. Carmon tidak menyangkal sama sekali.


kematian Putra memang dikarenakan oleh Peter, Peter menjadikan Putra sebagai kambing hitam di mana letak membunuh Ragil. Peter melakukan semua hal tersebut karena dia ingin Leta semakin hancur karena kehilangan orang-orang yang ia sayang.


Letta terkekeh pelan. " aku bukan kucing kecil nakal, aku hanya kucing liar dan tidak memiliki Tuan. jadi jangan merasa kamu di atasku." Ujar Letta dengan sinis.


Plak. Samuel memukul kepala Letta kuat hingga kepala Letta tertoleh kekanan. Letta masih tetap diam dan terkekeh. " Sialan. saat sekarat kau masih melawan. Letta kamu benar benar buruk." Ujar Samuel.

__ADS_1


Aletta terbahak mendengarnya, rasa sakit ditubuh kian membuat tubuhnya mati rasa kali ini tubuhnya bukan lagi sakit tapi lemas. Bersyukur Letta dilatih oleh Ragiel dulu dimana ia harus tetap bertahan meksipun dalam keadaan luka sekalipun. "


" Ohhh Samuel Samuel. kamu yang bodoh, kamu yang bodoh. " Letta menyeringai dengan mata yang sayu.


Plak


Pak


Letta menyeringai menatap Samuel yang menamparnya tapi tetap ia tahan. Samuel menatap Letta bengis dan tatapan marah. Letta terkekeh pelan melihatnya " Lihatlah bajingan satu ini. saat aku sudah lemah bahkan tidak mampu mengalahkan Ku. Samuel Samuel.." Gumam Letta pelan.


Tubuh Letta dibanjiri dengan darah tapi Iya masih bertahan dengan sangat kokoh dan tangguh. Bukan Tanpa alasan, dulu saat bersama dengan Ragil, ditusuk ditembak itu adalah hal yang biasa baginya ditampar digambar atau bahkan dipukul lebih dari 20 orang itu sudah menjadi hal biasa baginya dan saat ini ketika ia merasakan hal yang serupa maka ia merasakan biasa saja seperti sebelum-sebelumnya.


Samuel menatap Letta bengis. Carmon mendekati Letta dan menatap Letta nanar. " pa..." Bisiknya kepada ayahnya. Samuel diam di tempat tidak melakukan apapun.


Letta menatap Carmon sayu dan juga sesak. Letta sudah sangat tidak terkendali, semua tusuk di tubuhnya seakan tidak berfungsi, sakit ditembak tidak ada rasanya sama sekali, seperti tubuhnya sudah mati rasa. " Ini benar. aku yang melakukannya." Bisik Letta.


" Letta bilang ini bukan kamu yang melakukannya...!" bapak carmon kepada Leta dengan nanar tidak bisa membayangkan apa yang harus dia lakukan kepada letta, selama ini ia selalu memendam perasaannya, selalu merasa untuk melindungi Leta, sedangkan letta menghancurkan keluarganya dari luar maupun dalam. letak adalah penghancur keluarga nya.


Letta terbahak dan duduk menatap Carmon dalam. " Carmon.... ini memang aku." Jawab Letta menyeringai.

__ADS_1


" Kenapa??" Tanya Carmon sendu.


Letta menaiki satu alisnya. " Kenapa apanya??" Tanya Letta pelan.


" Kenapa kau melakukan ini pada kami??" Tanyanya lirih. sangat lirih.


Letta melirik Samuel dan mendatarkan wajahnya. " Kau tidak bertanya pada ayahmu Carmon??? Semua ini di mulai oleh ayahmu. " Bisik Aletta kepada Carmon.


" Diam kau sialan!!!" Teriak Samuel.


" Kau yang sialan..! yang yang memulai bajingan!!!" Teriak Letta di hadapan Samuel. Samuel reflek memukul pipi Letta tapi Letta menahannya dingin. " Kamu yang memulai duluan, kau membunuh ayah dan ibuku di depan mataku sendiri, kau memperkosa kakak kembaranku, tak kau yang membunuh kakak-kakakku dan kau juga yang menghancurkan seluruh kehidupanku. hidupku hancur karena kau karena kau. Kau yang memulai. Kau yang penghancur duluan!!" Teriak Letta nanar.


Letta menarik nafas dalam dan berbisik penuh penekanan. " Demi Tuhan Samuel, bahkan yang kau rasakan saat ini belum seujung kuku sakitnya hidup kami. kamu hanya merasakan sedikit." Bisik Letta menatap Samuel dingin.


" Kami harus menyakitkan kematian kedua orang tua kami, kedinginan di luar sana karena kami tidak punya rumah, tidak punya keluarga ataupun orang tua, masa kecil kami menjadi lebih suram bahkan kami tidak lagi memikirkan bagaimana caranya kami untuk makan tapi kami berpikir bagaimana caranya untuk bertahan hidup. usiaku saat itu masih 5 tahun tapi aku dipaksa untuk paham dengan keadaan kehidupan. Jika kamu berfikir ini hanya tentang kamu membunuh orang tuaku kamu salah besar. karena setelahnya neraka kehidupan lebih membuat ku pedih dan menderita. " Bisik Letta lagi nanar.


Samuel hendak bicara tapi tertahan. " Kamu awal dari kehancuran hidup ku, mau salah atau benar ayahku dalam permasalahan kalian. Tapi kamu awal kehancuran segala-galanya. Kamu memulai dan aku yang akan mengakhiri." Bisik Letta tersenyum sadis.


Plas.... Guci besar hancur menimpa kepala Letta dilakukan oleh Carmon. Carmon menatap Letta nanar. " Kau yang membunuh ibu dan ponakanku???" Tanyanya nanar. " Kau yang membuat adikku gila!!!' teriaknya menggema diruangan

__ADS_1


Letta masih terbahak dengan kepala yang penuh darah dan oening mendesah. '"Hahahaha kalian hanya kehilangan dua nyawa. sedangkan aku kehilangan segala-galanya, tidak ada tersisa apapun. Tidak ada siapapun yang aku punya karena kalian!!! "Teriak Letta tercekat pada Carmon. Carmon menahan diri sebab rasa sakit dirinya yang menyakiti wanita yang ia cintai. lihatlah betapa menyedihkan Letta di hadapannya. Carmon ingin memeluknya. menciumnya... Carmon ingin Letta bersama nya.


Tapi rasa sakit dan kecewanya tak kalah besar.


__ADS_2