
Purnama menggeleng, menggerakkan tubuhnya secara paksa, tapi tidak bisa. ia menatap letta bengis dan tajam. Letta menggeleng menusuk pipi Purnama dengan ujung gelas yang pecah.” Sayang sekali tubuhmu sudah ku buat lumpuh total, bahkan aku pastikan jika semua organ dalammu sudah rusak nyonya... “ Ujarnya tersenyum melihat darah Purnama yang menetes . ia menjilat darah itu dengan berbinar. Letta bukan lah pesikopat yang menyukai darah, tapi jika itu darah keluarga Hotmanm ia bersumpah akan memakannya agar mengobati dendamnya,. Iyaa dendam.
Purnama meringis, memejamkan matanya merasa perih dipipinya, ingin menjambak rambut Letta tapi tangannya seakan tertimpa batu besar hingga tukang tulang nya sudah tak berbentuk, letta terkekeh.” Ayolah.. kau lupa bagaimana suamimu buat kepada keluargaku tujuh belas tahun yang lalu? Mau aku ceritakan dan praktekkan Nyonya Hotman?”Tanya letta dingin., Purnama meneguk Saliva keringnya, menatap letta nanar. Air mata sudah jatuh karena takut.
Tolong bagaimana cara menggerakkan tangannya... " Berteriak lah jika kau mampu." Ujar Letta melihat mulut Purnama yang terbuka seakan minta tolong.
Letta menatap Purnama dan kembali menusuk pipinya lagi, mengukit di pipinya.” Dulu Samuel membunuh semua keluargaku. Aku punya keluarga bahagia, memiliki orang tua yang baik hati, kakak kakak yang saling mencintai. Seketika semuanya lenyap karena kedatangan hama dikeluarga kami.” Ujarnya dingin. Purnama memejamkan matanya menahan rasa skait dna nyilu di p[ipinya, tapi ia masih mendengar smeua cerita dari letta.
Letta mengambil tali yang sudah ia siapkan.. mengerjan pelan memasang tali dibagian bagian sisi kamar itu.
” terus hama itu mengaku jika ia hamil anak ayahku, padahal dia yang menjebak ayahku dan ia meminta pertanggung jawaban ayahku. Ayah dan ibuku hampir bercerai dikala itu, tapi karena ayah kekeh mengatakan jika ia tak bersalah dan akan bertanggung jawab pada anak itu dan akan membesarkannya tapi tidak menikahi perempuan itu membuat perempuan itu depresi dan bunuh diri. Menurutmu siapa yang salah Nyonya Hotman? Ayahku atau pelakor itu?”Tanya Letta lemah di hadapan Purnama. Purnama ingin berteriak jika yang salah adakah pelakor. Tapi sisi lain ia juga ingin berteriak agar Letta menghentikan kegilaannya.
“aku tau kau pasti mengatakan jika pekaor itu yang salah kan. tapi tiba-tiba kakak pelakor datang dan Bomm. Ia menyalahkan ayahku karena adiknya mati dan bunuh diri akibat depresi, ayahku dan ibuku mati dicambuk, di siksa dan setelahnya.. dor.. kepala mereka ditembak hingga darah muncrat dimana mana, aku bisa melihat mata ayahnya biasanya mencurahkan kasih sayang dikala itu berubah menjadi darah.” Cerita Letta sembari mendekati Purnama. Ia menarik kaki Purnama kuat hingga Purnama terjungkal dan terbentur marmer. Dengan kepala dibawah dan kaki diatas. Purnama merasa klakinya diikat secara paksa. Seusainya barulah takaki kiri dan tangan. Kepala Purnama seperti mati rasa.
“ kakakku ditembak di depan mata, kakak satunya lagi dibunuh di depan,. Dan parahnya lagi kakak kembaranku ia suruh dilecehkan tiga orang sekaligus padahal kakak ku masih berumur lima tahun.,”Ia terkekeh menatap nanar Purnama yang ikut menangis mendengar cerita bersamaan rasa takut ditubuhnya berlebihan.
"Kembaran ku mengalami trauma berat, sampai ia depresi dan gila selama hampir sepuluh tahun, mendapatkan penyakit yang tak ada obatnya sampai detik ini, menjalani hidup tak normal, menjadi hypers3x dan harus melakukan hal tak senono pada kakak keduaku agar tubuhnya tidak di jamah oleh orang lain. Kau tau??? Keluargaku hancur untuk kedua kalinya kali itu.” bisik Letta marah.
Purnama menggeleng. Ia sudah tak sanggup dalam kondisi ini. Letta memngambil cambuk yang ia sembunyikan dibelakang punggungnya. “ dan kakak keduaku harus kehilangan ginjalnya saat itu karena jatuh melindungi kedua orang tuaku padahal mereka tetap meninggal. Aku rasa semua hidup kami dibuat menderita.,” Gumam letta,.
Mendekat berbsiik di telinga Purnama.”Dan kau tau, pelakunya adalah suamimu. Samuel.” Bisiknya terkekeh.
Purnama kembali bergetar kaget. Ia tidak tau apa yang terjadi pada suaminya. Apakah iya suaminya sekejam itu? purnama menggeleng tak percaya pada letta.
__ADS_1
Letta malah terkekeh melihatnya.”yah suami yang kau lihat baik itu menghancurkan keluargaku secara kejam, bahkan lebih kejam dari pada memperlalukan anjing. Padahal itu kesalahan adiknya sendiri yang ingin menghancurkan keluarga orang lain kan Nyonya? Karma untuk adiknya sebagai pelakor.” Gumam letta tersenyum culas,.
Purnama memejamkan mata., letta terkekeh.,” kemarin aku sudah membalas dendam rasa sakit kakak kembaranku pada anak perempuan kalian. Mau melihat bagaimana dan apa saja yang dirasakan oleh Viona anak kalian? Aku akan menunjukan kepadamu. “ Letta terkekeh. Belum melakukan aksinya, ia mengeluarkan HPnya, memberikan video dihadapan purnama.
Purnama menonton semua vido yang Letta berikan secara saksama. Dimana Viona yang awal masuk ospek sudah dikerjai oleh kakak tingkatnya, Viona yang sendirian, tak ada satupun orang teman, kepalanya disiram jus, ditampar, di tendang dan di pukul. Dirundung, sampai pada ia dilecehkan oleh sesama wanita di dalam toilet. Purnama menangis histeris tapi tak bisa mengeluarkan suara.
Sampai tirik anaknya di runding, melakukan hal tak wajar pada lelaki, ia dilecehkan ditempat umum, terakhir anaknya diiperk0sa secara kejih dan bergiliurt oleh tiga lelaki, mereka menggunakan alat alat menjijikan. Viona terlihat depresi dan purnama hendka berteriak melihat anaknya melompat dan darah muncrat kemana mana Purnama menangis histeris menatap letta yang tersenyum dihadapannya.’ Dasar wanita iblis. Lepaskan aku..!!!” batin Purnama melihat letta keji.
Letta terkekeh melihat ekpresi itu.”Iya aku wnaita iblis, aku menjadi begini juga karena suamimu.. “ seakan paham letta kembali memasukan HP nya di dalam saku. Menatap Purnama yang amsih menatapnya geram dan tak senang. " Dan itu yang di rasakan oleh kembaran ku, kembaran ku yang malang, tak tahu apa apa menjadi korban. Bukankah impas nyonya??" Tanya Letta dingin.
Plas.. agh. Purnama kaget saat punggungnya terasa perih dna kebas akibat cambukan Letta yang secara tiba tiba.” Sekarang tiba waktu dimana kau harus merasakan apa yang ibuku dulu rasakan, apa yang Samuel lakukan pada ibuku. Bukankah aku harus membalasnya kan??” Tanya letta berbisik sebelum terkekeh.
“ lepaskan aku br3ngsek..!!” Teriak Purnama dalam barin.
Letta kembali mencambuk bagian depan tubuh Purnama, sampai wajahnya pun ia cambuk kuat. letta tak tanggung tanggung, ia menggunakan tenaga dalamnya mencambuk, membayangkan bagaimana Samuel memperlakukan ibunya dulu. Letta mengambil pistol miliknya,, menarik pelatuknya, tepat mengenai lengan Pirnama.
Purnama menangis terisak merasa sangat perih di sekujur tubuhnya. Letta tersenyumlah mengambil lagi cambuk. Sekali lagi ia mencambuk Purnama.” Ini belum saatnya kamu mati, kamu harus tetap hidup hmm, sebelum aku Menginginkan mati.” Letta mengambil gelas tadi danm clak.. argh.. purnama berteriak merasa sakit ditenggorokannya yang di tusuk oleh Letta.
Letta tersneyum manis lalu menusuk lagi mata Pirnama. Purnama meraung dalam batin, sakit tiada tara dan hingga. Letta menghancurkan kaca itu dibawah. Menatap darah menetes dari tubuh Purnama., Letta kembali mencabut kuku kuku Purnama menggunakan tang yang ia bawa.
ia menepuk tangannya dan berkata.” Sampai jumpa di penyiksaan selanjutnuya Nyonya. Aku harap kau belum mati.” Ia terkekeh meninggalkamn ruangan.
Purnama hanya terisak, hendak menutup mata dan tenggorokannya. Tapi tanganya diikat. Tubuhnya nyeri seperti dihantam batu bertonton, sayatan sayatan rasa perih menggerayangis eluruh tubuhnya. Purnama tidak kuat. ini sangat sakit.
__ADS_1
Letta terkekeh puas mengingat bagaimana wajah kesakitan yang Purnama rasakan semalam, ia menghela nafas legah, rasanya satui perstau dendmanya terangkat. Itu sangat legah. Ibunya harus tenang di surga, ia hidup dibumi harus membalas apa yang dirasakan ibunya dulu.. semua terbalas dna terwujud. Dendam Areta sudha dibalas, dendam ibunya sudah hampir tuntas, tinggal dendam kakak pertama, kedua dan ayahnya. Iya.. dan masih tersisa Carmon, Jastin dan Samuel.. bagian mana dulu ia habisi nanti untik membalas dendam
Oh tidak, tidak dengan membungi hanguskan keluarga Samuel di satu malam, membakar rumah Samuel dan mereka mati. Letta akan meminta balas setiap tusukan dan luka yang Samuel toreh pda keluarganya, secuilpun letta akan meminta balas.
“Moms..!! sudah lama datang?” Letta dikagetkan oleh Bara yang memasuki mobil dengan menutup pintu mobil keras. Letta melirik Bara yang duduk di sampingnya sembari menenteng sepatu. Terlihat kusut dna juga kucel. Letta mengangguk.
Bara melihat ibunya kaget.”aduh mom kaget yah? maaf yah Bara tidaklah tau.”Ujar bara merasa bersalah.
Letta menggeleng, menegakkan tubuhnya. “Dimana jesika?”
Bara mengedikan bahu acuh.” Dia pulang sama supirnya mungkin.” Ia memakai sabuk pengamannya, malas juga ada jesika yang selalu ingin dekat pada ibunya., Tapi Jesika selalu saja mencari perhatian. Bara tidak menyukai hal itu.
Letta tersenyum mengusap kepala Bara. Ia melajukan mobilnya, saat mobilnya melaju. Jesika keluar dari sekolah miliknya, mencari dimana Bara berada, tadi ia telat keluar karena harus ke loker dahulu untuk menimpan semua buku dan baju olahraga yang sudah di cuci.
“Bara.. dimana yah dia.,” Gumamnya mencari ke sana kemari. Apalagi supirnya juga belum ada jemputan. Jesika menatap nanar jalanan.,”apa Bara tinggalin aku yah?”Gumamnya nanar. Rasanya sangat tidak enak. Ada bagian yang nyeri di dadanya. Bara, sosok yang ia anggap teman.
Jesika memilih duduk di halte tempat tunggu yang di sediakan sekolah untuk anak anak, tak jauh Dari pos satpam. Saat itu semua anak sudah pergi meninggalkan sekolah, ada beberapa anak juga tapi mereka memilih berjalan saja dari sana karena rumah mereka dekat. Kaki Jesika menjuntai bergerak tak beriramah.
“ adek. Kenapa belum pulang??”
Jesika menoleh pada seorang lelaki yang duduk di sampingnya, jesika menggeleng pelan, mengingat siapa yang mengajaknya bicara, ia lupa na tidak ingat. Apa dia teman ayahnya yah? ia memiringkan wajahnya berkata.” Paman siapa?” ia tak mengindahkan pertanyaan pria tersebut.
Pria tersbeut tersenyum manis kepada jesika, mengusap kepala Jesika dna menjawab.”paman temannya papa kamu,. Disuruh jemput jesika karena supir Jesika sedang tidak bisa jemput. “ Ujarnya pelan dna ramah., tapi dibalik keramahan tersebut, terdapat seringaian yang ia tutupi dibibir tipis miliknya menatap jesika yang polos dan bodoh.
__ADS_1