
Putra mengantar letta pulang dengan aman dan nyaman. Meski menggunakan motor matik biasa tapi smeua kebahagiaan benar benar tak luput atau berkurang. Dingin malam merusuk semua kulit, tapi hangat tetap menjalar dalam dada Letta. Satu jam mereka telah sampai ke apartemen milik Letta.
Putra menghentikan motornya di besment dan menatap letta yang turun dari motor. Letta membuka pengaitnya helm dan memberikan helm berwarna pink itu pada Putra. Letta tidak tau itu helm siapa, yang pasti Putra memberikannya saat mereka bertemu tadi. Putra tidak sadar jika Letta menaruh sesuatu di bagian saku celananya saat dijalan tadi.
Letta memberikan helm itu kepada Putra dan tersenyum tipis, Putra menerima dengan pelan, tapi wajah putra tersenyum, senyum kecut dan sedih, siapapun bisa melihat' itu senyum paksa. “Terimakasih.” Ujatr Letta kepada Putra. Mata letta bergerak menatap mata Putra yang sedikit enggan menatap wajahnya. Letta tau jika Putra sedang menormalkan dirinya.
Putra mengangguk, terpaksa tersenyum menyedihkan di hadapan letta.”Iyaa.. aku juga. Terimakasih karena sudah mau menerimaku dan berlkaku biasa saja satu hari ini. aku ajdi tau jika sebenarnya kamu orang biasa yang memiliki ribuan perasaan.”ujarnya tersenyum tipis. Di hidup Putra ia tidak pernah melihat letta berekspresi banyak kecuali hari ini. putra terlampau penasaran apakah letta sellau membentang diri atau dirinya memiliki karakter dingin begitu.
Letta menghela nafas. Putra kembali tersenyum.”aku akan pergi, jaga diri baik baik, aku harap kau akan benar benar hidup bahagia. ingat jika kamu merasa tidak mood kamu bisa makan seblak level 8, kamu bisa beli bakso bakar dan sosi jika kamu sedang kesepian. Kamu juga bisa bersenang senang dimanapun. Kamu harus ingat bahagiamana caranya menikmati hidup.” Ujar Putra tersneyum. Putra tidak bsia menahan diri untuk tidak menjatuhkan air mata, padahal dirinya sudah menahannya sedari tadi, tapi tiba-tiba saja air matanya jatuh.
Letta melihat Putra menangis sambil tersenyum terenyuh, letta tidak tegah, bagian hatinya tersentil. Letta tidak pernah tau bagaimana mengekpresikan diri, apakah dirinya mencintai orang lain? Apakah dirinya menyayangi orang lain. Pernah mencintai orang lain dan pernah menyayangi orang lain, tapi itu hanya sesaat sebelum orangnya mati. Letta dibiasakan untuk tidak memiliki perasaan dan kasih sayang. Letta tidak pernah haus akan kasih sayang, benar benar kosong bak robot.
Tapi letta tau jika kehilangan orang yang menyayangi kita itu benar benar menyakitkan, ditambah tau jika ia hilang dan pergi itu karena dirinya. Melihat sendiri mereka mati secara mengenaskan dan dirinya harus me akh lupakan, jangan membahasnya, letta benar benar muak pada dirinya. Letta benar benar membatasi diri agar tidak mencintai, menyukai atau bahkan membiarkan orang lain mendekati dirinya. Begitu juga perasaanya dengan putra, kosong, tidak ada debaran apapun, yang ada hanya selalu takut, takut jika nanti orang sebaik dirinya juga harus mati karena dirinya. Takut jika nanti manusia sebaik Putra berakhir tragis seperti lainnya. Letta benar benar takut.
Putra melihat Letta yang diam dengan kening yang mengerut menjadi mengusap air mata, menatap langit yang hari ini benar benar cerah. “Haha, maaf yah sudah memaksa kamu menerima aku, aku bener bener tulus selama ini. terimakaish udah enam bulan ini mau memberikan aku warna dan juga hari hari baik.” Ujarnya bergetar.
Letta menghela nafas, mengangguk, tatapannya benar benar tak bisa diartikan selipan keningnya yang mengernyit dan bibirnya yang menahan sesuatu. Tangan letta terulur ke pipi Putra. Putra terdiam merasa tangan dingin nan kasar Letta menempel dipipinya yang basah. Mata putra mengerjab lalu menatap wajah Letta yang diam menatap dirinya. Putra tidak tau arti tatapan itu,
“ Terimakasih karena sudah mau menyerah, terimakasih karena sudah mau menjauh. “ bisik Letta.
Putra terkekeh. Dirinya berfikir apa sih sampai mau ke geeran karena letta menyentuh pipinya dan mengusap air matanya? yah karena bersyukur dirinya ingin jauh darinya, alias menjauh dari Letta. Nyatanya dirinya menganggu Letta dan Letta mensyukuri hal itu. letta menghela nafas lalu mengusap mata Putra yang terpejam dan menjatuhkan air mata lebih banyak.
“Kamu hanya boleh membenciku, tidak untuk mencintai atau bahkan dekat. Kamu harus pergi sejauhnya. Sangat sangat jauh,. Ingat jangan kembali, karena aku lebih senang kau pergi jauh dari aku.. berbahagialah.” Bisik Letta lalu berbalik meninggalkan Putra yang masih memejamkan mata menikmati elusan Letta yang bahkan masih terasa meski orangnya sudah jauh.
Putra menangis terisak melihat Letta menjauh. Putra mengusap air matanya dengan lengan jaketnya, mengusap dadanya yang sakit. Cintanya benar benar tulus pada Letta, sejauh dan sebesar itu tapi Letta mendorongnya sangat jauh.
__ADS_1
” Iya aku akan pergi sejuah mungkin, sampai kau tak akan bisa menemuiku lagi, jadi kamu harus bahagia.”bisiknya pelan, menghidupkan motornya dan berlalu dengan mata yang basah. Putra pulang dengan perasaan sakit.
Letta melangkah dengan air mata yang menetes pelan. tidak menoleh kebelakang, kedua tangannya terkepal dan menghapus tetesan air mata yang, memburamkan matanya. hati Letta hampa, kesepian, sedih, semua bercampur. Sulit hidup seperti dirinya yang harus merelahkan orang orang yang dirinya sayangi. Sangat sangat sulit.,
Letta segera mengirim pesan pada orangnya. Entah mengapa Letta merasa ada hal buruk yang terjadi pada Putra. Letta tidak ingin Putra kenapa napa. Letta khawatir jika nanti Putra akan menjadi orang yang dikorbankan berikutnya.
Tatapan Letta terhenti pada sosok yang berdiri di depan kosannya,, letta mengernyit melihat siapa itu,
dugh. Jantung Letta berhenti berdetak melijhat siapa itu. ragiel, letta melangkah lebih cepat mendekati si tua Bangka tersebut. Saat letta mendekat Ragiel berdiri menatapnya dan tersenyum,” wah wah. Apakah sudah pulang dari bersenang senangnya tuan Putri?”Tanya Ragiel pelan dan menyeringai kepada Letta,
Letta mengepalkan tangan di dalam kanton jaket, menatap lain arah “ mau ngapain ke sini?”Tanya Letta tanpa mengindahkan pertanyaan Ragiel.
Ragiel terbahak dan menepuk bahu Letta dua kali.” Oh ayolah. Kakek mau berkunjung dengan cucu kesayangan kakek ini dan kamu tidak menawarkan kakek masuk. Kau kejam sekali cucuku.” Raggiel menatap Letta seperti kakek yang terkena diskriminasi cucunya sendiri. Sangat sangat menjijikan di mata Letta.
Letta membuka pintu miliknya dan membiarkan Ragiel masuk, Ragiel masuk tanpa membawa pengawalnya. Letta duduk di sofa membiarkan Ragiel duduk di sofa depannya. Ragiel menatap sekeliling apartemen Letta dan berdehem.”tidak ada yang berubah. Apa kau tidak bosan? Oh iya aku lupa, kau kan sudah bahagia dan senang main bersama bocah tengil yang umurnya jauh dibawa mu itu kan?”tanyanya dengan meremehkan kepada Letta.
Raiel malah terkekeh.” Usia 17 18 itu sudah benar benar tau Letta, dia pasti sangat mencintaimu. Oh apakah kau juga? Aku dengar dia bahkan melamarmu dengan kedua orang tuanya. Bukankah nyalinya benar benar besar?”Tanya Ragiel menaiki alisnya.
Letta mendongak menatap Ragiel dengan tatapan tajam. “ Kek. Cobalah lihat suatu hal baik, dia sudah pergi dan tidak akan mengangguku lagi. jangan berulah lagi, aku minta tolong.” Tegas Letta dingin.
Ragiel terbahak melihat wajah letta yang bengis kepadanya.” wah eah. Kau benar benar melindunginya sampai membentak ku yah. bagaimana jika ku bunuh saj..”
“kek..!!!” tegas Letta meninggikan suaranya.
Ragiel terbahak keras.” Baik lah baiklah... aku akan membunuhnya.”
__ADS_1
Letta mengepalkan tangan dalam dan mengerjab. Ragiel menghela nafas melirik Letta yang terdiam “ mereka yang mengatakan sayang dan cinta, atau baik kepadamu belum tentu baik. Jadi aku hanya ingin kau terhindar dari manusia busuk seperti mereka.”
“bedebah. Kau yang busuk. Kau yang licik, dan kau yang jahat..!” hendak berteriak begitu rasanya di wajah Ragiel. Tapi Letta masih benar benar menyayangi orang sekitarnya.
" Jadi alasan apa yang membuat kakek ke sini menemuiku?” letta mengalihkan pembicaraan kepada Ragiel. Ragiel menghela nafas tau jika Letta mengganti topiik.
“Sejujurnya, aku hanya ingin mengucapkan selamat kepadamu karena sudah berhasik membalas dendammu kepada keluarga Hotman tersebut. Yah terlihat kau memang sangat berbakat dan cerdas sejak kecil, aku sangat senang mendengar kabar keberhasilanmu.” Ujar Ragiel serius.
Letta mengangguk pelan, menyenderkan tubuhnya di senderan sofa dan berkata.” Sebenarnya masih ada hal lain yang harus aku selesaikan. Aku baru tau ketua manusia jahat itu adalah Peter. Kau kenal dia kek?”Tanya Letta pelan pada Ragiel.
Ragoiel mendingin, menatap letta dengan tatapan dalam.” Peter?? Siapa yang tidak tau dia di dunia kejahatan Letta? Saat kau kecil juga bahkan pernah bertemu denganmu, dia yang membuat acara sulang di pelabuhan New York saat kau bersua 12 tahun,” jawab ragiel lagi dengan tegas. Matanya sangat dingin.” Tapi dia sangat misterius, tidak ada yang tau siapa sebenarnya dia, dan tidak ada yang tau wajah asli dia bagaimana.” Lanjutnya lagi.
Letta mengangguk pelan.”Bahkan kau juga tidak tau kan jika anak dan cucumu meninggal karena dia?”Tanya Letta lagi meremeh pada Ragiel.
Ragiel mendadak melotot menatap letta” Kau berkata apa?” memeriksa telinganya yang mungkin dimasuki kotoran. Ragiel bertanya lebih jelas.
Letta terkekeh.” Yah orang ku berkata jika dia yang menyabotase kecelakaan yang terjadi pada anak, istri dan sleuru keluaargamnu saat itu kek. Dia dalang dari semuanya.” Ujar Letta dengan tegas pada Ragiel.
Ragiel diam, wajah ragiel sangat kusut, disimpulan dirinya kaget mendengar kabar buruk, akh entah buruk atau bahagia./ buruk karena mengungkit masa lalu, bahagia karena tau siapa dalang sebenarnya.
Letta menghela nafas.” aku akan mencari tau dimana dan siapa Peter sebenarnya, aku akan menghabisinya. Tapi dengan syarat.” Letta memajukan tubuhnya menatap ragiel yang juga menatapnya menunggu. “ asalkan kau menjauh dari semua orang orang sekitarku, jangan sakiti areta, Zaxi, dan teman tmanku termasuk bocil pubertas itu. aku akan melakukan balas dendammu.” Lanjut Letta lagi penuh penawaran yang menguntungkan.
Ragiel terkekeh pelan “kau bernegosiasi denganku?”Tanya Ragiel remeh.
Letta mengangguk menaiki satu kakinya ke atas kakinya yang lain. “ seperti yang dulu kau ucapkan kek, tidak ada yang geratis didunia ini, bahkan kotoran diperutmu itu dikeluarkan juga harus ada bayarannya. Apalagi hal semacam ini.” jawab Letta sinis dan kejam.
__ADS_1
Ragiel terbahak lagi mendengar ucapan letta, mengangguk pelan. ragiel menimang ucapan Letta pada dirinya. Tidak tau harus melakukan apa, apa dia harus membalas dendam kepada Peter dan melepaskan orang orang yang disekeliling cucu angkatnya dan berpotensi mempengaruhi atau mengambil Letta darinya. Atau membiarkan saja dendamnya., membalas sendiri. Sepertinya ada cara lain?