
Sisi lain ada Letta yang tersenyum menyeringai menatap video yang diberikan oleh Diki, dimana Leona kembali dimasalai dan dibully oleh teman-temannya. “Tidak akan ada ampun untuk kalian.. aku akan membuat seluruh keluarga kalian sengsara sebagaimana yang aku rasakan dan membunuh kalian sebagaimana kalian membunuh keluargaku..!!” Gumamnya dalam hati lirih menatap hal itu. Letta itu tak suka dendam, tapi sepertinya siapapun yang ada diposisinya pasti akan dendam bukan?
Lalu matanya menatap kepada Carmon yang sedang mengerjakan tugasnya itu, ada tumpukan dokumen-dokumen disana.. ia menyeringai menetapkan hukuman apa yang cocok untuk Carmon ini.. Tapi itu nanti, ia akan melakukan banyak hal kekacauan dan keonaran nanti.. Carmon yang ditatap tajam dan lekat itu menatap Letta dengan tatapan bingung. “Ada apa hm?”Tanyanya.
Letta disana tak mengalihkan pandanganya dan menatapnya semakin lekat. “Kau tampan.”Ujarnya membuat Carmon terdiam menatapnya. Tak mampu dipungkiri oleh Carmon jika ia salting dan malu. Bisa-bisanya Letta seblak-blakan itu...
“Aku tau.”Jawabnya memudarkan kegugupan dan malunya. “Tapi pipimu merah. Kau malu?”tangannya Letta disana datar namun masih mampu membuat Carmon tambah salah tungkah. “Kau belajar menggombal dari mana Letta?”Tanya Carmon sok-sok mengalihkan pembicaraan..
Letta disana memilih duduk dishofa dan berkata. “Aku tidak gombal, aku berkata apa adanya. Kau memang tampan..”Ujarnya disana santay.. Carmon kembali terdiam membuat Letta tersenyum tipis. “Dan aku tidak suka menggoda orang lain. Aku membicarakan fakta.. asal kau tau..”Ujarnya disana.
Carmon diam disana melirik Letta... ia masih ingat dimalam saat itu, dimana ia terbangun dengan keadaan bugil dan Letta yang babak belur san juga berjalan mengangkang. “Kau datang bulan belum bulan ini? Haid?”Tanyanya mencicit. Ia tak tau mengenakan penggaman atau tidak jika mereka melakukanya, tapi ia bahkan tak mengingat apapun.
Leytta mengernyit dan mengeleng. “Belum si. Aku juga bingung, aku juga suka mual belakangan ini, susah makan..”Ujarnya disana dengan santai dan datar.. Carmon memmbulatkan mata mendekatinya cepat.. Letta diam menatapnya.
Carmon mendudukan diri disisinya Letta dan mengusap perutnya Letta namun segera ditepianya.”Mual? belum datang bulan? Muntah muntah? Susah makan?”Tanyanya. letta mengangguk membuar Carmon merasakan jantungnya merasa jatuh.. Ia harus bagaimana membuat ia panic.,
“ Coba kita cek ke dokter saja yuk.”Ujarnya disana panic kepada Letta.
Letta mengernyit menatap Carmon.”Ngapain kedokter ? aku itu tidak sakit mungkin hanya sekedar masuk angin karena menemanimu lembur dan asam lambungku naik karena selalu harus menunggumu makan dan menyelesaikan semua pekerjaan baru aku bisa makan.. “Ujarnya disana menyindir. Memang Carmon setega itu, jika ia tak makan maka Letta pun tak boleh makan, harus ada didekatnya hamper 24jam, hanya tidur saja yang tidak.
Carmon menatap perut datar Letta nanar dan menatap Letta lagi.. “ Begitukah?”Tanyanya.
__ADS_1
Letta mengangguk saja, sebab memang ia tak tau, ia sudah melupakan rencananya dan juga kejadian sebulan lalu dihotel itu, dimana dirinya ingin menjebak Carmon namun digagalkan oleh Zaxi kakaknya. Kakaknya memang sekasar itu sekarang. tidak lagi lembut. Mengingatnya membuat Letta ingin memukul Carmon.
Letta disana menghela nafas. Carmon diam, ia menatap Letta lagim ia yakin jika tragedy dimalam itu membuat Letta hamil, liatlah sekarang. Letta mendadak marah, tadi biasa saja.. ‘Aku harus mencari tahu, apa dia sakit atau hamil anakku. Aku tidak mau anakku nanti lahir cacat jika memang ia mengandung anakku.”Gumamnya lirih dan memejamkan matanya.
Letta yang tak merasa ada pergerakan disisnya itu menatap Carmon.”Kenapa duduk disana,,? Sana gih, duduk dikursimu.”ujarnya menjulak Carmon hingga Carmon jatuh.
Mata Carmon membulat menatap Letta,”:Hey aku bosnya..!” Teriaknya disana tak terima. Lututnya sakit, untung ia cepat sadar tadi.
Letta memutar bola mata malas.” Semoga saja kau tidak lupa jika perjanjian dibar itu, dimana siapa yang kalah akan menjadi budakku.”Ujarnya disana. Carmon diam mengingatnya, dan ternyata ia mengingatnya..! bodoh sekali, bagaimana bisa ia mengingat hal itu?
“Kapan? Ti-tidak ada kita membuat perjanjian begitu.”Ujarnya disana mendelik.
Letta disana mendekatinya dan menarik dasi Caroin membuat wajah Carmon mendekati wajah Letta. “Mau ku ingati lagi jika kau meminum minuman dan membuat perjanjian itu belum mabuk hm?”Tanyanya.
Dan. Bagaikan hipnotis, bibirnya reflek mendekat namun dengan senang hati Letta disana menaruh sepatunya didepoan mulut Carmon dan bangkit. Carmon yang merasakan benda kasar itu membuat ia tertegun. apa yang ia lakukan. “Sudah puas hmm? kalian cocok..”Ujarnya terkekeh.
Carmon yang sadar jika ia mencium sepatu itu mengepalkan tanganya, rasa malu dann harga diri yang tubuh membuat ia meledak.”Letta sialan kau..!! mati kau..!” Teriaknya melemparkan sepatu kepada Letta.. letta malah terkekeh menghindarnya..
Dan tar,,,... Busghhh, mereka berdua kaget dikalah kursi kebesaran Carmon itu terpelanting dan juga terjungkang diikalah ledakan itu terjadi.. itu tembakan.. itu berasal dari gedung sebelah membuat Letta menjulak Carmon dan berlari melihat siapa yang melakukan itu. Carmon diam melihat itu, jika ia tak kesini berarti ia sudah matikan?
Dan tanpa kata lagi Letta disana berlari “Kau mau kemana ha?!! Jangan pergi..!” Teriak Carmon disana panic melihat Letta berlatri.”Jangan berlari. Anakku bisa mati.”Teriak Carmon lagi cemas. Bisa bisanya hamil muda begitukan?
__ADS_1
Letta tak paham namun diam saja... ia berlari kelantai atas lagi dan sampai kebalkon, dibelakangnya ada Carmon dan empat bodyguard lainnya yang mengikuiti mereka.. Letta disana melihat mengenakan tropong yang ia siap disisi bajunya.. ia sudah melihat pergerakan seseorang berlari mengenakan baju abu abu itu menuruni gedung itu mengenakan tali dan sangat cepat.
“Siapa dia?”Gumamnya disana.. lalu ia berlari dan memasang tali ditanganya dan perutnya .”Kau mau kemana?”Tanya Carmon menahan tangan Letta yang memasang tali ditubuh dan ditanganya. Melitllitkn tapi dipenyangga besi yang sangat kuat..
Letta menatapnya dengan helaan nafas,”Lepaskan, aku akan mencari tau siapa dia.. “Ujarnya disana. Ia ingin tau siapa karena ia ingin mengajak kerja sama hahaha. Letta memang licik yah
Carmon menahanya lebih erat lagi.”Tidak. biarkan saja, aku sudah menyuruh bodyguard ku yang lain. Kau tidak perlu repot repot.”Ujar Carmon disana. Dan disitu juga Letta membuang tali itu kasar dan menatap Carmon dalam dna tajam.,
“Gue yang disini bodyguard utamanya. Dan tugas gue itu jagain loe..! ngapain loe nyuruh orang lain ha? Gue kurang becus atau kurang baik jagain loe selama ini ha?!!” Tanyanya membentak. Caron diam dibuatnya.
“Bukan git---“
Brak.. Brak.. Letta membanting tropong tadi dan menendang tiang besi itu membuat Carmon terdiam” Setan kau.”Ujarnya lalu pergi..”Ini tugas gue, mati pun gue enggak apa-apa asalkan loe selamat..!!”Teriak Letta lagi dan pergi dengan nafas yang memburu.,
Carmon diam disana, ia salahkah? Tapi mungkin, sebab seharusnyakan Letta yang bodyguard utama jadi harusnya dia yang menjaganya dan mencari tahu kebenaran. Tapi tadi ia malah menyuruh bodyguard lain seakan tak menganggap ada Letta disana. Ia cukup salah.. tapikan ia mengkhawatirkan anaknya..
Ditambah kata kata Letta yang rela mati demi dirinya membuat ia diam disana. Ada rasa dihatinya yang tak mampu ia ucapkan. Bahagia kah? Entahlah.
Disisi lain ada Letta yang menyeringai disana.. berhasil..
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggakan jejak...