
Karena ada yang minta jadi aku kasih yah hehe.
Flashback...
Makan makan tiba, dimana sudah ada kepala keluarga yakni Yohanes, ayah dari Putra dan ibunya Putra yang baru saja duduk disamping suaminya, suaminya sudah segar bugar baru saja mandi. Pulang kerja tadi istrinya segera menyiapkan semua peralatan mandi dan baju ganti untuknya. Yohanes memang setiap pulang selalu mandi dahulu.
Maklum suaminya pekerja kebun, tapi kebun sendiri.
“Ayok makan.” Hanes melirik istri dan anaknya agak heran, biasanya keduanya tidak diam diaman begini saat sudah di siapkan makanan. Biasanya juga langsung merengek, eh tunggu biasanya dirinya yang memulai makan duluan, tapi tidak secanggung ini.
Tangan Hanes yang ingin mengambil nasi agak ditepis oleh Bulan. Hanes menatap istrinya sedikit tak senang.” Ono opo toh?” Tanyanya pelan. terdengar lembut. Tubuhnya agak dicondongkan menatap dalam sang istri,.
Bulan diam, melirik kebelakang Hanes, Hanes terdiam tak paham, sampai kursi berderet. Hanes menatap siapa yang ingin duduk, agak kaget melihat seorang perempuan dewasa duduk disana datar, kulit sawo matang tapi sangat cantik..!!! seksi dan menggoda. Lengannya yang ter...
“ ayah.. matanya mau Buna colokin pakek garpu..” Hanes segera menutup matanya buru buru karena di ancam oleh istrinya. Bulan melotot memegang garpu erat menatap suaminya yang menatap letta melotot.
Putra pun mendengus, kembali melirik Letta yang diam menatap Bulan dan Hanes. Letta sangat beda dari sebelumnya, jika tadi letta menggunakan celana dan baju hitam, kali ini beda, ia menggunakan dres yang berwarna kontras dnegan kulitnya. Warna putih, tapi itu tidak mengurangi kecandikan kulitnya, justru terlihat lebih bersinar dan lebih menawa.
Lengan bajunya hanya sebatas ketiak menampilkan keanggunan yang sungguh mempesona, luar biasa. Rambut yang berwarna silver ia geraikan saja karena masih agak basah, taka da make up, bibir merah alami dan kulit hitam yang dihiasi bintik bintik indah di sekitar hidungnya, tidak mengurangi kecantikan maka wajahnya Letta semakin unik dan menarik, bagian pelipis ada bekas luka yang masih terlihat dan bagian dagu juga ada, bagian hidung. Yah jika begini Putra bisa melihat semuanya..
__ADS_1
Letta melirik Putra yang terus mentapnya risih. Emang kenapa dengan wajahnya? Tak lupa pula dirinya agak menarik rok dresnya yang terasa sangat singkat, lebih singkat dari biasanya. Pahanya agak terepokpost untung dirinya pakek Hotpant. Jika tidak Letta tidak tau lagi harus apa. Apalkagi taka da make up, dirinya tak pernah membawa make up, biasanya ada di mobil tapikan dirinya tak membawa mobil. Jadilah dirinya hanya menggunakan dres yang diberi oleh Bulan. Itru dres yang Bulan pernah beli tapi sizenya kjebesaran jadi tak pernah terpakai, agaks esak ditubuh letta karena Letta jarang atau bahkan tidak pernah menggunakan dress jadi agak kurang nyaman. Tapi Letta bisa kok pakai dress dia wanita tulen. Hanya saja dirinya agak kurang nyaman.
Hhemm “ mata kamu mau copot tu Put.” Ujar Hanes melirik Putra yang bahkan tak berkedop melihat letta di hadapannya, yah sebab dia duduk di samping Bulan dan di jadapannya Putra. Bulan terkikik melihat ekpresi bodoh anaknya. Putra tertegun,. mengerjab pelan meringis agak malu karena tertangkap basah menatap letta sangat dalam,.
Putra terkikik geli agak malu menatap letta yang diam saja.” Ayang sih cantik banget. Jadi aku nggak bisa berpaling barang sedetikpun. Uwaw... gemerlap. Menawan dan berkilau..” Ujarnya berbinar binar kepada Letta yang dihadapannya ini lebay.
Letta mendengarnya tersenyumlah tipis tapi tak ada yang bisa melihatnya.”Oalah lebay kamu. Kamu kira dia berlian bisa berkilau dan bergemilap gitu, sekalian aja kamu bilang bersinap bak rembulan biar jadi penyair gitu hahaha. Sok sokan mau nyair nian Bahasa indo aja kamu Cuma dapat lima puluh Tok.” Tekjan Hanes kepada anaknya terkekeh.
Putra melotot kpeada ayahnya.” Opo to yah.. kan bener. Ayangnya Putra nih cantik banget. Liat kan.. ini calon mantu ayah loh kenalin nmnya Letta.” Putra mengenalkan letta kepada Hanes.
Nurg.. Hanes yang baru minum memuncratkan minum ke wajah Putra, Putra shok membuka mulit kaget. Hanes melirik Putra dan Letta. Sedetik usainya terbahak bahak. Bulan Letta lingling melihat Hanes yang tertawan tiba tiba.
Hanes berdehem. Melirik letta yang masih teta diam dingin menatap mereka. Hanesa agak terintimidasi.” Anu. Beneran kalian pacaran?” agak gugup.
“ Iya dong."
" Tidak..”
Putra dan letta saling lirik. Putra melotot.” Iya ayang kita pacaran ih.” Ujar Putra agak merengek. Letta memutar bola mata malas, mengambil minum dan berdehem.” Enggak.” Ujarnya.
__ADS_1
Putra berdecap melirik ayahnya.” Enggak pacarann ayah tapi dia calomn ibu anaknya Putra. Putra jamin kali ini beneran.” Ujar Putra tak ingin dibantah lagi oleh Letta.
Letta melirik Putra datar dan hendak menjawab tapi Putra menahan melotot.” Nggak usah ngebantah. Ini udha ketentuan kamu ngak bisa ngelak lagi. kalo ngelak lagi aku cium di sini.” Tegas Putra melotot kepada letta yang keras.
“He... Putra kamu ini.” Bulan mencubit perut anaknya yang berani bicara seperti itu kpeada mkereka sebagai orang tua.
Putra meringis merasa perih bagian perut yang idi cubit menatap ibunya yang menatapnya melotot. Putra tercengir berkata.” Cukma main main aja Buna. Putra mana berani.” Ujar Putra agak melirikk letta yang tak menatapnya.
Bulan berdehem. Hanes medengarkan mencerna apa yang di dengar, melirik letta yang diam saja,. Dilihat dari wajahnya saja Letta sudha jauh di atas Putra, sangat dewasa. Cantik sih Cuma anaknya tidak kelainan kan bisa suka dnegan perempuan yang jauh di atasnya? Benar benar suka kepada siapapun itu tidak ada yang bisa menghalangi atau bisa ditahan tapi rasanya agak lain saja.
“ Umur saya dua puluh lima tahun.” Hanes agak rertegun saat letta berkata dmeikian bdengan dapar padahal dirinya tak bertanya.
Tapi benar kan tebakannya. Jarak mereka hampir 7 tahun. apa tidak anaknya harus dibawa ke pesikologi,. Jika penyuka anak kecil dikatakna fedopil tapi kalo suka orang yang lebih dewasa dikatakan apa? Pedofal?
Hanes agak menaham diri untuk tidak tertawa karena pemikirannya. “ ayah ayo makan. Putra udha laper nih. Udah dong dari tadi senyam senyumnya.” Hanes agak kaget saat utra menyentuh tangannya.
“ ah,. Iya.” Menjawab dengan linglung mulai menerima nasi dari istri. Akh ternyata piringnya sudah penuh dengan nasi dan lauk. Melirik Bulan yang melakukanya. Ahhh istrinya ini sudah cantik perhatian pula. Kan ajdi tambah sayang uwu.
“ Eh yayangnya Putra makan juga hehe itung-itung belahar jadi mantu.” Ujar Hanes mengedipkan satu mata pada Letta. Bulan mendengarnya melotot kepada suaminya.
__ADS_1
Tapi Hanes tak melihat, melanjutkan makan dengan damai dan nyaman. Putra pun mendengarnya agak malu. Putra pura tak mendengar saja, Letta diam saja mengangguk mengambil nasi dan juga sayur yang ada diatas meja.,