
“aku pasti akan membunuh Samuel..!!!”
“Tuan terus berkata begitu speerti sangat membenci mereka. Tapi tidak pernah memberi kami alasan yang sama, “ Tanya sekretaris nya Hera. pada sang tuan.
Sudah hampir delapan tahun ia bekerja sama dengan tuannya, tapi ia sama sekali tidak tau apa pokok permasalahannya pada keluarga Samuel Hotman.
Apalagi asumsi publik mengatakan keluarga itu adalah keluarga malaikat dan keluarga diberkati, pastilah tuannya memiliki hak yang sulit dilewati karena keluarga Hotman yah kan?
sekretarisnya juga memiliki dendam pada Samuel, itu membuat ia berada di sisi lelaki tersebut. Ia akan menghancurkan Samuel. Lebih tepatnya mereka berdua berniat membunuh Samuel.
Sekretaris lelaki tersebut bernama Eko, dia adalah satau satu rekan kerja Samuel dulu, tetapi tidak tau bagaimana, mereka ternyata ditipu oleh Samuel, perusahaannya bangkrut dan ia jatuh miskin. istrinya saat itu tidak terima suaminya bangkrut memintah pisah..
Eko sendiri tidak mau tapi karena tekanan istri membuat ia berusaha meminta lagi bantuan Samuel, tapi Samuel acu tak acu.
Eko sendiri memiliki dua anak kembar saat itu yang berusia dua taun. Istrinya membawa anaknya pergi dan menikah lagi. Itu puncak kebenciannya terhadap Samuel dikalah itu. saat dimana kesusahan dirinya yang tidak punya rumah, tidak punya uang dan ditinggal istri dan anak anak. Ada lelaki yang menyambut tanganya agar bangkit. Ia pun menerima uluran tangan itu dengan senang hati.
Lebih lagi dimana ia mengajaknya bekerja sama dalam membunuh Samuel, ia juga dipekerjakan menjadi sekretaris olehnya.
Gajinya sekarang cukup besar dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia ingin menjemput istrinya lagi tetapi ternyata istrinya sudah menikah lagi dan kabar paling buruknya ia juga menjual anak anaknya. itu sangat membuat ia marah jadilah ia membunuh istri dan suami barunya. Saat itu ia tidak ketahuan karena Ia membuang mereka dilautan, tapi dendamnya pada Samuel tetap sama dan akan ia bayar tuntas.
Tuannya bernama Pradipta atau dipanggil Dipta, itulah yang sering orang panggil, ia masih muda, jauh diatasnya., Dipta tuanya berusia 32tahun dan dirinya berusia 47tahun, sudah tua dan ia juga memilih tidak menikah lagi saat ini,.
Dipta mengeriutkan keningnya.” Alasanku karena dia jahat.”Gumam Dipta pelan.
Eko mengatup bibirnya rapat. Berulang kali menanya mengapa dipta ingin membunuh Samuel, jawabanya tetap sama seperti ini. ia berambisi membujuh manusia manusia jahat padahal jika dilihat ambisinya membunuh Samuel sangat besar, terlihat kebencian meruak dirongga dadanya. “Tuan ada rapat hari ini diperushaaan mereka..!!!”
Dipta mengangguk.”aku tau, sepuluh menit lagi kita berangkat, aku mau duduk sejenak.” Dipta menghela nafas dan Eko mengangguk paham. Dipta pun kembali berdiri dan mulai memauski mobil. Hari ini mereka akan mengadakan rapat investasi diperusahaan Hotman, dan ia salah satu nasabah.
Langkah Dipta memasuki perusahaan Hotman memancing kaum hawa menatapnya, siapa yang tidak kenal pengusaha muda kaya raya tersebut? Kabarnya ia anak tunggal sang pewaris besar diluar negri , ia terkenal akan ketampanannya dan juga kecerdasannya. Ia juga terkenal sudah bisa membentuk perusahaan sendiri di Indonesia sangat besar,. Mengalahkan rekor pebisnis lain saking cerdasnya ia dalam mengatur perusahaannya.
Tatapan dpta jatuh pada sosok gadis yang berdiri di depamn pintu dengan datar. Ia melangkah mendekat kearah gadis tersebut tanpa sadar, beberapa gadis disana berteriak menatapnya kaget, mereka pikir Dipta akan mendekati mereka. Dipta tersneyum lebar kepafa Letta saat sudah dekat.
Tatapan mereka bertemu dipta langsung menyapa. Tapi Biasa dilihat jika tatapan Letta awalnya sangat kaget sehingga katanya sedikit melotot selama lima detik dan selebihnya kembali ke setingan awal, datar. Itu sangat lucu dimatanya dipta.”Halo nona. Kita bertemu lagi akhirmnya. Apa kabar?”ia mengukurkan tangan ingin menjabat tangan Letta.
Letta sedikit tegas menerima saliman itu dan menjawab.” Hii sir, saya baik. Anda?”tanya letta dingin.
Dipta terkekeh mengangguk.” Saya baik, jauh lebih baik seusai persepakatan kita kemarin, sampai mana anda sekarang menjalankan tugas anda?” ia to tge point sekali membuat letta kaget.
__ADS_1
Letta melirik sekitar dan benar mereka sedang menatapnya. Letta berdehem.” Lancar... kau mau kemana?”Tanya Letta berusaha mengalikan pertanyaan lain.
Dipta tersenyum menatap letta. “ Sudah sampai Mr, Blone?”
Letta menoleh melihat Carmon yang menegur Dipta. Dipta tersenyum menjabat tangan Carmon, mengangguk.”Mari ikuti saya, saya juga akan masuk ke dalam rapat.. sekalian saja.” Ujar Carmon ramah.Tadinya Carmon ingin keluar memanggil Letta, tetapi saat melihat keduanya berjabat tangan dan lelaki menepuk bahu Letta membuat Hagi Carmon memanas dan tanpa ia sadari ia mendekat dan memisahkan keduanya tanpa sebab. seperti tubuhnya dikendalikan oleh orang lain.
tidak... Dia tidak cemburu, ia Hanya merasa tidak senang akan yang ia lihat tadi.
Jadi berhentilah mengatakan dirinya cemburu oke. Letta tidak secantik itu dan buka tipe nya.
Dipta mengangguk.”baik sir.” Ujarnya melirik Letta sejenak.”saya duluan, nanti kita bicara lagi diluar.. “ Lanjutnya pada Letta dengan tenang dan lembut.
Carmon mendengarnya tak bisa mengendalikan kening nya yang mengerut.”Kalian saling kenal?”Tanya Carmon tak bisa ditahan.
Dipta mengangguk, Letta hanya berdehem menatap Carmon dan Dipta. “Hanya kenalan biasa, tapi kami cukup dekat.” Jawab Dipta kepada Carmon. Carmom diam menatap Dipta dalam, ada gurat tidak senang. Tapi Dipta abai, mereka memasuki ruang rapat meninggalkan Letta menunggu diluar ruangan
Eko mengikuti langkah Dipta. Melirik Letta sekilas lalu segera masuk. Letta melihat Eko yang seperti menghindar darinya menyernyit pelan. apa mereka saling kenal?
Nyatanya eko sangat takut pada Letta dikarenakan dulu ia hampir mati ditikam oleh Letta. Ia hampir buta karena Letta mengincar matanya. iya Letta sllau mengincar mata dari lawannya dan Eko paling takut akan hal itu.
Letta sangat mengerikan Dimata Eko.
...----------------...
Samuel menatap anaknya dalam.”Hari ini kau akan keluar, bereskan semua pakaianmu.” Ujar Samuel dingin.
Jastin mendengar ayahnya menatap ayahnya berbinar.” Papa tidak bercanda kan? memangnya pihak keluarga Agatha membolehkan?”Tanyanya berbinar.
Samuel berdehem.” Mereka butuh uang untuk kasus Agatha, tapi untuk Agatha papa tidak bisa berbuat banyak, sebab yang melaporkan dia sepertinya memiliki orang dalam juga. Kasusnya tidak bisa dicabut dan dia tetap akan dihukum. Mungkin jalan satu satunya yah seperti biasa.”Menyogok.. ia bisa menyogok dengan alasan jika Agatha masih punya anak kecil untuk dirawat dan lain lain. Atau bisa juga jika Agatha orang baik dan memiliki banyak panti asuhan.
Jastin mencebikkan bibirnya.,”Papa kasih berapa banyak mereka uang?”
Samuel meliik jastin, ingin sekali menepuk kepala anaknya keras.”Kau pikir dengan uang sama mereka tunduk. Sudahlah jangan memikirkan itu. sekarang kau siap siaplah kita pulang..!!!”
Jastin mengangguk.”Iya iya., lagian aku tidak punya barang selain baju dalam, dan lagi jika bisa tidak usahlah Agatha dikeluarkan., aku mau dia sengsarah dan aku bisa menikahi wanitaku.”Ujar jastin malas.
“Jastin..!!! aku mengeluarkanmu dengan susah paya dna kau seenaknya meruntuhkan tugasku ,” Jastin memutar bola mata malas. Ia bersiap untuk pulang. Kepulangan jastin adalah buah hasil dari kerja keras Samuel. Ini kasus terlama yang Samuel kerjakan.
__ADS_1
...----------------...
Letta berdehem menatap semua file yang ia dapatkan dari kediaman ragiel kemarin, saat ia artikan kedalam bahasa Indonesia, ia bisa membacanya. Itu surat berisikan kesepakatan antara Samuel dan Ragiel, inilah yang membuat letta penasaran kemarin, ada nama Samuel di dalam kertas tersbeut.
Letta menghela nafas, mengisap kepalanya. Disana ada tanda tangan dan berkas kontrak keduanya. Letta mengerjab pelan, ia tidak bisa menemui penyokong keluarga Samuel, jika ia hancurkan keluarga ini saja bagaimana caranya agar meeka bisa didalam rumah ini.
Letta kekurangan orang dalam, orang orang Samuel adalah orang orang terlatih. Dipta dan Zaxi? Tidak cukup. itu alasan letta harus mengetahui seberapa besar kekuatan milik Samuel, ia harus mengetahui dulu agar bisa membandingkannya kedepannya. Jika sudah bisa menyokong barulah letta bisa menekan kemenangan mereka kedepannya. Ia butuh data valid.. jangan sampai yang ia lakukan sia sia dan dirinya mati sia sia.
Menghela nafas sejenak Letta menunggu Carmon yang sedari tadi rapat. Saat sudah jam 12 siang ia baru keluar ingin makan siang, saat dijalan ia bertemu Dipta yang mendekat kepadanya. letta pun mendekat kepada.” Letta... mau kemana?”
Letta berdehem,”Makan.” Ujar Letta.
Dipta terlihat tersneyum lebar menatap letta. " Mau bergabung? Aku juga ingin makan di dekat sini bersama Eko. Kita bisa membahas urusan kita disana.” Ujarnya pelan. letta mengangguk pelan saja, tidak masalah sebab ini menyangkut rencana kedepan.
Keduanya pergi menuju restoran untuk makan siang, tapi saat hendak pergi suara Carmon menghentikan langkah letta.”Letta... aku ingin makan nasi Padang, tolong pesan untukku..!”
Letta mendelik melirik Carmon yang tak jauh dari mereka melangkah mendekat dan tersenyum manis pada Dipta, tapi liat senyumnya sangat culas dan terpaksa.,
Letta memejamkan mata sejenak.”Oh maaf tuan Carmon, tapi kami berniat untuk makan siang bersama, aku akan menyuruh asistenku untuk membelikan makanan tuan bagaimana? " Dipta angkat bicara kepada Carmon masih dengan keadaan ramah.,
Carmon menekukkan keningnya, menjawab secara tegas.” Tidak bisa tuan, aku tidak berani menyuruh orang lain membelikan aku makanan, dan Letta adalah pengawal pribadi saja, sudah menjadi tugasnya untuk membelikan aku makanan dan memastikan keamanan ku.” Tegas Carmon menolak Dipta.
Dipta mendengarnya mengerjab paham, melirik Letta yang terlihat tertekan. Carmon melirik letta yang diam tak menjawab sedari tadi.”Buruan letta. Saya sudah lapar. Kau tidak lupakan jika kau takut aku terkena racun lagi, aku ingin kau membelikan aku makanan..!” Tegas Carmon.
“ Biasanya juga yang beli Baron tuan., tuan bisa mempercayai dia dan dia juga tau dimana yang serring tuan makan.” Jawab letta masih mempertahankan kewarasannya.
Carmon mengepalkan tangan,”Letta semenjak saat dimana aku hampir mati keracunan itu, aku jadi takut menyuruh orang lain membelikan aku makanan. Aku hanya mempercayaimu saat ini, Baron, dia harus membuatkanku kopi. Iya kau harus pergi yah hehe. Ayo..” Carmon mmegang bahu Letta menekannya agar Letta menuruti apa yang diinginkannya.
Leta menatap Dipta yang mengatup rapat bibirnya. Ia menghela nafas.” Tuan, lain kali kita akan menjadwalkan pertemuan kita. sekarang aku harus bekerja.” Ujar Letta terkesan lembut tidak tegas dan juga datar kepada dipta
Carmon mendengus.” Dengannya saja kau lembut, coba denganku. Suaranya bahkan mampu meruntuhkan tulang tulangku saking dingin dan juga sinisnya.” Ia melirik Letta kesal dan mendenggus pelan seperti anak kecil.
Dipta terkekeh mendengarnya, menepuk bahu Letta dua kali.”Baiklah. jika begitu aku akan mengirim pesan kepadamu kelak nona, sekarang aku harus pergi dulu yah. selamat siang, jangan lupa makan.” Ujar Dipta dengan lembut. Letta mengangguk dan Carmon melotot mendengarnya. Hey hey,. Apaapaan tadi? Mengapa dipta sangat perhatian? Apa mereka memiliki hubunghan?.
.
.
__ADS_1
.
.