
Tiger tersneyum menduduki pantatnya dihadapan Agatha, membuka tas miliknya dan mulai sok sibuk dengan apa yang bisa ia gunakan. Tiger tidak mau membuat Agatha ilfil sebelum tugasnya berhasil. Akan sulit mendekati wanita jika nanti ia salah langkah.
Agatha terdiam sesaat menatap bunga bawar yang ada diatas meja, bunga yang sangat cantik membuat ia tersenyum culas membayangkan, andai Jastin memberikan ia bunga mawar seperti ini. Ah tapi faktanya jangankan bunga mawar, bunga t4i ayam saja tidak pernah haha ..
Agatha mengutuk dirinya sendiri yang bodoh, Bahkan saat seperti ini saja ia masih mengharapkan Jastin suaminya memberikan ia bunga seperti secara romantis, apa si yang diharapkan dari Jastin.
“ Ini untuk siapa?”Tanya Agatha menunjukan bunga yang ada diatas meja milik Tiger,
Tiger tersenyum miring dalam hatinya, Mematikan Hp miliknya dan melirik Agatha tersneyum.”Untuk kekasih saya. Tapi dia sudah meninggal setahun yang lalu, tepat dimana hari dan tanggal yang sama di hari ini. “Ujar Tiger menambahkan tampang sedih di dalam wajahnya, terlihat sangat menyedihkan di mata Agatha saat ini. Kenapa lelaki yang setia dan tulus harus di sakiti sedalam ini,.
Kebanyakan yang terlalu tulus mencintai ditakdirkan untuk merasakan sakit hati secara dalam dan akan menjadi pihak tak baik di akhir cerita kan,, hahaha iya hidup memang sebercanda itu, yang tulus di sia siakan dan yang main main mendapatkan ending yang happy ending.
Agatha disana tersenyum mengusap tangan miliknya sendiri tak enak.” Maaf, kamu pasti sangat merindukannya.” Ujar Agatha tak enak.
Tiger mengangguk mengusap sudut matanya yang sudah menitihkan air mata.”Sangat. aku sangat merindukan dia... “ Jawab Tiger lirih menghela nafas. bagus seperti nya aku harus mengikuti casting Atris besok batinnya.
Agatha mengangguk sendu menatapnya. Tiger melirik Agatha dengan tersenyum culas memberikan satu tangkai bunga mawar yang ia punya. Agatha mengerjabkan mata menatapnya.” Ini buat kamu, karena kamu sudah mau mendengar cerita saya.. “
Agatha menatap Tiger kaget, menggeleng menolak.”Maaf tidak usah, saya hanya mendengar saja kok tidak melakukan apapun.” Agatha tersneyum tak enak. Tiger menatap Agatha sendu dan sedih.
Agatha meringis dalam hati menerimanya berkata.”Terimakasih..” Tak enak menolak pemberian Tiger.
Tiger disana tersenyum mengangguk.” Btw Kamu cantik, mirip seperti kekasih saya..!!!!!” Agatha mendengarnya tergegun menatap Tiger.
Tiger disana tersenyum mengusap pipi Agahta lembut, sampai pada titik biru ia temukan. "Andai dia ada disini, pasti akan aku bahagiakan...." Bisiknya, titik biru semakin melebar menampilkan lebam yang dicari. Agatha terdiam merasa hangat menatap tatapan lembut dari Tiger. lelaki yang tak ja kenal.
Tiger tersenyum menyeringai dalam hati. Dapat.. baik ia harus mendapatkan hal lebih kan?? tunggu sejenak ia akan mendapatkannya.
__ADS_1
.......
Ziko mengendarai mobil dalam suasana hati yang buruk, tatapanya sangat tajam dan bengis. Menghela nafas beberapa kali hanya untuk membuat hatinya lebih tenang. Di perjalanan menuju salah satu perusahaan tempat ia bekerja ia harus memberi langsung file yang diminta, sebab ini file cukup rahasia dan penting tak bisa lewat internet atau seseorang untuk menghantarkan nya, harus dirinya sendiri.
Diperjalanan Ziko terdiam sejenak menatap didepan jalan ada beberapa orang yang menghadangnya. Ziko berfikir sebentar menghentikan mobilnya, beberapa orang yang sudha menungu di sana menatap Mobil Ziko berhenti pun begerak dari arah mobil Jef yang dinaiki. Ziko tertegun melihatnya, ini mereka memang menepi atau sedang menunggu seseorang?. Ziiko memundurkan mobil miliknya dan beberapa dari mereka berlari ke arahnya. Zuko tertegun sejenak, jadi mereka mengincarnya??
“Berhenti..!!!”
Ziko sejenak melirik beberapa tenpat, jantung Ziko cukup terpacuh cepat, tempat ini sangat sepi, tak jauhj dari sini ada dermaga yang. Posisi mobil Ziko juga sangat tidak menguntungkan, yang tak lain adakah ditepi jurang dan kelokan tikungan.
Ziko mnengepalkan tangannya menginjak pedal gas dan memutas stirnya. Tak ada cara lain selain memutar mobilnya.. beberapa dari mereka kaget mundur saat mobil melaju dan memutar,. Beberapa dari mereka terserempet.
Dam.. Mobil Ziko oleng saat ban Mobil miliknya kempes terkena tembakan. Ziko mati-matian menahan tanganya untuk menahan Stir miliknya., mobil terjungkit terlihat hampir terjungkal memasuki jurang.
Dram.. Ziko menutup kepalanya merasakan benturan kepala yang sangat keras mengenai stir mobil. Ziko tertegun merasakan mobilnya terjungkal karena tidak seimbang. Beberapa serpihan kaca memasuki kulitnya dan membuat libang cukup dalam. Ziko nyaris tak lagi bisa merasakan udara yang baik. Mobil milik Ziko terjungkir dengan Ziko yang merasakan semua tubuhnya terasa nyilu karrena luka dari serpihan kaca.
Brak... tubuh Ziko ditarik paksa dari pintu mobil, Ziko meringis merasakan sayatan dubagian punggungnya sangat Dalam akibat ditarik paksa terkena pecahan kaca yang menyangkut. Tubuh Ziko dihempas secara kasar di apsal.
Ziko mengerjab menatap para pelaku. Mengepalkan tangannya. “Siapa kalian?? Apa yang kalian inginkan?” Tanya Ziko berbisik.
Tapi entah bagaimana bisa mereka masih mendengar, jumlah hanya empat orang tapi beberapa dari mereka hanya menggunakan baju hitam biasa, sedangkan satunya menggunakan kemeja hitam panjang menatapnya tajam.
Ziko menatap datar orang tersbeut, merasa familiar, mengepalkan tangan.”BANGSAT..!!!!” Teriakan Ziko terputus bersamaan jantungnya terasa smekain melemah.
Sosok tersebut tersenyum miring menginjak leher Ziko kuat.. Ziko kaget merasakan nyilu tak mampu bernafas, pasokan oksigen yang tak seimbang menambah kadar rasa sakit sekaligus perih akibat gesekan sepatu pantofel lelaki tersebut di kulitnya. Plak.. kepalanya ditendang kuat. Ziko terdiam merasa telinganya berdengung nyaris meledak, sangat sakit smapai gendang telinga miliknya terasa nyilu.
Ziko terdiam memejamkan mata, tubuhnya sangat ngilu, tidak bisa melawan atau memberontak.. plak.. Prakkk.
__ADS_1
Ziko merasakan kakinya patah, kakinya dipukul menggunakan tingkat bissball. Ziko menatap beberapa orang yang mulai menendangnya dan memukulnya menggunakan tongkat bissball. semua terasa gelap, tubuhnya remuk meredam semkain hancur. sangat sakit dan tak berdaya, tulang tulangnya terasa patah. Tak lagi bisa berteriak ia hanya menutupi kepalanya dan wajahnya menggunakan tangan. Tak lagi mampu merasakan sakit yang ia rasakan kesadarannya menipis semakin merasa kebas diseluruh tubuhnya, tak lagi terasa sakit dan ia pun tak sadarkan diri
Huamm.. lelaki berkemeja hitam menguap peln menatap sang empu, mengerjab pelan karena bosan.”Membosankan.. ku pikir sedikit melawan, ternyata lemah.”Gumamnya.
lalu pergi meninggalkan beberapa orang nya.”Bawa dia ke rumahku.” Ujarnya dingin.
“Baik..!!!”: Tubuh Ziko yang sudah babak belur penuh darah dibawa kerumah milik pria tersebut, sangat memprihatinkan, apalagi tubuh Zuko hanya ditarik bagian kakinya sehingga kepala dan pungung miliknya bergesek kasar dengan aspal. Kepala yang berkali-kali terbentur. Bersyukurlah saat ini ia sedang tak sadarkan diri jdi tak perlu merasakan sakit terlalu jauh lagi.,
Di bagian lain Letta sudah memasuki ruang kerja Carmon sedari dua jam lalu, tetapi sosok yang sedang ia cari saat ini melakukan rapat. Jadi ia hanya menunggu di depan ruangan milik Cramon. Selama dua jam itu juga ia merasa perasaan tak enak. Jadi apa yang ia rasakan ini adalah perasaan yang malas menunggu, lelah apalagi biasanya Letta sangat on time tak suka waktu miliknya terabaikan begitu saja.
“Sudah lama menunggu?” Letta mendongak menatap lelaki yang ditunggu sudah memasuki ruangan dengan bunga mawar merah ditangan miliknya. Letta menaikan satu alisnya melihat Carmon yang tersenyum manis kepadanya.
Carmon yang di abaikan terpaksa menahan senyum miliknya agar tetap stay ditempatnya. Meremas kecil sebuket mawar yang ia bawa. Ini cukup menggores luka batin miliknya, akh tepatnya harga diri yang menyambung ke batin.
“ Sudah lama menunggu saya Nona Letta?” Carmon kembali bertanya karena pertanyaan sebelumnya di abaikan oleh sang empu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mari tinggalkan jejak...