Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
hilang


__ADS_3

“Apa??? Gimana bisa anak itu belum balik sampai jam segini?” Samuel melotot geram kepada orang orang rumahnya yang mengatakan cucu perempuan satu satunya tidak pulang sampai sekarang. Padahal hari ini sudah larut sampai jam 11malam.


Sebagai pengasuh Jesika. Kartini maju, “ maaf tuan, tapi nona sudha tidka ada di sekolah saat kami jemput, kami pikir dia sudha pulang tapi ternyata dirumah dia juga nggak ada tuan. Kami mencoba menghubungi tuan Jastin dan tuan besar tapi nomor kalian nggak ada yang aktif."


Samuel memegang dadanya,. Rasanya ia sangat lelah. mengapa masalah menimpanya di waktu bersamaan begini. Sebagai manusia ia merasa sangat lelah.


Samuel ingin menangis, mengutuk pencipta nya saat ini. Tapi ia tak bisa berbuat apa apa.


Tulang tulang seperti tak lagi mampu berfungsi, setiap saat hatinya bergemuruh sakit. Bahkan memejamkan mata saja sudah tak sanggup. Samuel ingin menangis.


”Tuan..” bodyguard dibelakangnya memegang lengan Samuel. ia khawatir melihat tatapan tuannya yang kosong dan linglung.


Samuel terduduk memegang kepalanya mendadak pusing. Samuel memijit pelipisnya.” Hubungi jastin, dan kalian, cari anak itu sampai ketemu, jika tidak kalian akan tau akibatnya .!!” Tegas Samuel. Mereka mengangguk meningalkan Samuel sendiri.


Beberapa dari mereka menatap Samuel prihatin. Takut juga terjadi apa apa kepada Samuel. Samuel tampak bak manusia tanpa nyawa. wajahnya sangat pucat dan linglung. bersamaan dengan kantong mata yang melebar di bawah matanya.


" Damian.... Darah itu terus saja membunuh kebahagiaanku." Gumam Samuel lirih.


Samuel diam memijit pelipisnya. Jantung Samuel seperti tak baik beberapa minggu ini, keadaan Viona yang jauh dari kata baik. Ia sudah bangun tadi sore. Tapi keadaannya benar benar kacau, ia berusaha bunuh diri lagi menggunakan pecahan guci, tapi untunglah ia diselamatkan oleh beberapa suster menjaganya. Lalu saat udah di obati ia kembali berulah. Ia ingin melompat dari jendela. Viona terus menggumamakan kata ingin mati. Ia depresi berat hampir menuju gila. Samuel tak sampai hati melihat keadaan anaknya seperti ini


sebagai seorang ayah, ayah mana yang ingin melihat anaknya gila seperti ini? ayah mana yang Sudi melihat anaknya begini,,?


Sampai Viona tak bisa di kendalikan, sekarang Viona malah dipancung dan di kurung di ruangannya. Sangat mengenaskan, tubuh kurus, Viona terus menangis mengutuk dirinya kotor. Samuel merasa sakit melihat anak perempuan satu-satunya hancur, gila dihadapannya. Samuel benar benar membenci situasi macam ini.


Ditambah keadaan istrinya yang bak mayat hidup, tak ada perubahan darinya, ia masih kritis belum bangun semenjak ia ditemukan dalam keadaan mengerikan. Tubuhnya juga mengalami keropos tulang, bahkan kata dokter kemungkinan purnama hidup normal sekarang tidak ada lagi. ia akan lumpuh sampai mati.


Samuel ingin mencekik dirinya sendiri jika begini.


Perusahaan diambang kehancuran, yang menjadi penopangnya hanyalah orang dalam miliknya. Jika tidak sudha pasti perusahaan miliknya sudah hancur., iya orang dalam. Samuel mengerjab pelan mengingat hal tersebut. Ia mengambil HP nya,. Ia ingin meminta bantuan.


Tangan Samuel gemetar mencari nomor yang di tujuh. Saat menemukan Samuel mencoba menghubunginya.. sambungan tersambung.


“ha.. halo” sambungan sudah terhubung, tapi suara Samuel bergetar. Ia rasa ingin menangis saat ini.


Hahahaha.. suara kekehan jahat di seberang membuat bulu kuduk Samuel merinding.


“ ada apa menghubungiku? Bukankah kau sudah tobat?” tanyanya diseberang. Samuel bisa membayangkan wajah serius dari orang di seberang.

__ADS_1


Ia berdehem bicara.” Aku meminta bantuanmu tuan..” tegas Samuel meski ia gugup, Samuel juga malu sebab sudah menjilat ludahnya sendiri. sebagai laki-laki ia memiliki harga diri cukup tinggi. Tapi ia sudah tak ada lagi pilihan sekarang atau keluarganya benar benar hancur.


“ apa membunuh satu keluarga besar lagi sam? atau membuat satu pesawat meledak dan terjatuh hingga banyak nyawa yang mati karena keserakahan dendam mu?” tanya di seberang meremehkan. Iya. Dia salah satu yang terlibat di bagian menghancurkan keluarga Damian dulu, tepatnya Letta sekeluarga. Ia juga berpengaruh besar dalam hal itu.


Samuel menggeleng meski ini hanya telepon.” Bukan. Aku ingin meminta bantuanmu untuk menemukan pelaku pengkhianatan kepada keluargaku.” Ujar Samuel.sudah tujuh belas tahun Samuel memili tidak banyak berutrusan dengan orang ini, tapi hari ini ia kembali meminta bantuan, hari ini ia melewati lagi janji yang ia ingkar. Manusia mengerihkan ini tidak mungkin menerima tanpa ada balasan. pasti ada tumbal nantinya.


Hahahaha...” Baik, aku menunggumu di Cavlehotel di ruangan 189 dua jam dari sekarang. Dan kau sudah ingatkan apa kosequensi yang jarus kau dapatkan nanti?”tanyanya dingin.


Samuel mengangguk kaku dan ragu” Baik. Aku segera kesana.” Ujar Samuel gugup. Memilih berdiri dan segera pergi menuju tempat yang dibilkang oleh orang tersebut suruh. Telepon dimatikan tanpa balas. Samuel menghela nafas memegang ujung meja,


Samuel merasa hatinya sangat hancur, berat. Kepalanya berdengung memintanya berhenti untuk berfikir. Tapi Samuel tidak bisa berhenti berfikir untuk keluarganya. Samuel tidak bisa tidak menderita nelihat anak dan istri tercintanya mengalami hal buruk.


Hati Samuel kacau, tak nyenyak untuk sekedar tidur. Samuel tidak pernah selemah dan serapuh ini sampai mengabaikan tekatnya yang mengatakan tak akan berkerja sama kembali dengan manuslia licik ini. sial Samuel kembali terikat..


Di sisi lain Letta yang melihat semuanya menyeringai. Letta sendiri di ruangannya seusai Putra dan Cramon pergi dari sini. Putra yang pulang mengganti baju, dan Carmon yang pergi karena urusan perusahaannya.


Letta bangkut dari tempatnya tidur, membuka infus pelan, letta tidak bodoh membuka infus tanpa hati hati. Ini cukup menyakitkan.


Terlebih Letta sangat sulit saat menggerakkan bagian lengannya. Letta menjadi ragu, apalagi kakinya terkilir. Letta harus meminta bantuan orang lain. Letta tak jadi melepaskan infus miliknya,, memilih menelpon Zaxi di seberang sana,


Di sisi lain zaxi yang sibuk dengan kerjaannya karena stress memikirkan ketidak bergunaannya makin membuat ia bertekat untuk berusaha agar lebih unggul dari letta.


Dreett,,. Dret.... hp milik Zaxi bergetar di atas meja. Zaxi mengernyitkan dahi melihat siapa yang menelpon. Zaxi menyambut hp miliknya menatap layar hp miliknya. Tumben Letta menelponnya, ini pertama kalinya dan itu mengguncang hati Zaxi. Tak lama Zaxi berfikir ia segera mengangkat telepon. Berdehem sejenak tak tau harus bicara apa.,


“Haloo. Lagi ngapain kak?” suara di seberang terdengar pelan tak seperti biasa.


Zaxi mengernyitkan dahi mendengarnya. “ nggak ngapa ngapain kok. Kenapa?” bohong..! lihat saja didepannya file yang harus ia periksa ada sekitar tiga tumpukan setinggi 10centi. Sialnya ia tak bisa jujur.


“Gue ada misi buat loe kak. Gue bukan mauu manfaatin loe, tapi gue baru udah kecelakaan.. gu...”


“Kecelakaan..!! lo kecelakaan dimana Letta? Kenapa baru bilang.” Zaxi bangkit dari duduknya kaget, rasa panik menjalat di hati nya. Nyaris melompat dari tempatnya duduk,.


Letta yang tak juga menjawab membuat zaxi meledakkan amarahnya. Tangan zaxi terkepal sangat erat melampiaskan amarahnya.


Terdengar hembusan nafas di seberang.” Gue baik baik aja, tadi ada tragedi yang nggak diinginkan. Tapi ada hal yang lebih penting dari ini kak. Gu..”


“gue tanya Loe dimana sekarang?”Tanya zaxi dingin. Rasanya ingin sekali ia menepuk bibir Letta yang bicara jika ini bukanlah hal penting. Ini bukan hal yang bisa diremehkan, menyangkut nyawa tidak bisa di bawah amain main.

__ADS_1


“Gue sharelok. Tapi jangan lama kak.” Telepon ditutup. Zaxi segera mengambil jas miliknya, keluar dari ruang kerja. Saat keluar ia bertemu dengan Bovi yang membawa file lain mengernyitkan dahi.”Nggak jadi lembur?”Tanyanya melihat jas yang Zaxi pakai.


Zaxi menggeleng.” Letta kecelakaan." jawab Zaxi singkat.


Bovi kaget, “gimana bisa??” Tanyanya hampir memekik.


Zaxi memejamkan mata malas. “ teriak sekali lagi gue tampol kepala loe yah. “ Zaxi pergi meninggalkan Bovi.


Bovi ditinggalkan segera mendekati zaxi.”Gue ikut.” Ia memberikan berlas pada salah satu penjaga. Penjaga mengernyitkan dahi menatap file.


Berselang tiga puluh menit mereka sampai dirumah sakit, rumah sakit yang ditempati oleh Letta cukup dekat dengan kantir milik zaxi, zaxi dan Bovi sedikit berlari menuju ruangan milik Letta. Pintru dibuka dengan cepat oleh Zaxi saat menemukan ruang adiknya. Saat masuk ia bertemu dengan adiknya yang bersandar dengan mata yang terpejam.


Zaxi mendekat, rasanya ingin menangis tapi ia tahan, wajah adiknya terluka padahal dia perempuan. Zaxi menahan laju air mata yang hendak meledakk.”Letta..” ia berbisik lirih, sangat lirih di dekat letta. Bovi ikut dibelakang zaxi meringis melihat keadaan letta yang jauh dari kata baik.


Letta hanya menggunakan baju satu lengan, satu lengan lain di taru kain kasa cukup tebal, bagian bahu dan setengah dada, wajah letta tak kalah mengenaskan, beberapa tempat luka tak diberi plaster atau kain kasa terlihat jelas ,merah dan menebar di wajahnya. “ Yaampun let. Loe kenapa bisa gini?” bovi lebih mengekspresikan emosinya melihat keadaan letta.


Letta membuka matanya, ia sudah menunggu kakaknya datang. Ia menghela nafasnya “Gue nggak ada waktu buat jelasin ini sama kalian sekarang. gue ada hal yang lebih penting buat kalian lakuin.” Ujar letta pelan. ia langsung pada intinya.


Zaxi menatap adiknya mengepalkan tangan, “ hal apa yang lebih penting sih Let?”tanyanya pelan.


Letta menatap Zaxi datar.” Samuel. "


“ Samuel Samuel Samuel terus diotak loe. Letta ada nggak si di hidup loe enggak mikirin dendam dendam dan dendam. Seneggaknya nyawa loe. Nyawa loe lebih berharga bangs4t.” Teriak Zaxi parau melihat Letta. Zaxi berusaha keras agar air matanya tidak mengalir.


Zaxi mengepalkan tangan. “Loe egois.. sampai lupa kalo hidup nggak Cuma tentang dendam kita Letta. Loe punya nyawa yang harus loe jaga. Lihat sekarang loe kayak gini, itu karena ambisi loe nggak ngotakk letta,..” Zaxi menatap letta mengepalkan tangan, memukul kepala Letta diinginkanya saat ini tapi ia tak sampai melakukannya. Zaxi terduduk lemas menatap adiknya nanar.


Letta melihat emosi zaxi tentang kekhawatirannya merasa hangat, tapi wajahnya tetap datar tidak berubah.” Samuel ketemu sama orang yang bekerja sama dengan kematian orang tua kita. dan dia target yang kita cari selama ini. gue udah nunggu lama hal ini, tapi gue enggak bisa kesana. Gue butuh loe yang kesana buat cari informasi.” Ujar letta tenang.


“Letta..” zaxi menatap letta nanar. Apa yang ia bicarakan bak angin lalu, Letta bahkan sama sekali tak mengindahkan ya, masih kekeh dalam apa yang ia inginkan. Zaxi merasa sangat sangat kecewa sekaligus sakit. Apa adiknya begitu inginnya membunuh dirinya sendiri?


Letta menatap zaxi nanar.” Gue baik baik aja.” Uja letta pelan. zaxi mengusap wajahnya datar, mendekat dan mencengkram baju letta.


Letta diam mmjamkan mata, meringis pun tak ia lakukan.”Nangis Let nangis..!!! meringis meringis..!!! sakit kan?”bentak zaxi. Tapi letta hanya diam saja bak itu bukanlah hal apa apa.


Zaxi meihat letta tak menunjukan kesakitan pun lebih mencengram bahu Letta lebih keras.”LETTA..!!!” Teriak zaxi. Tapi Letta tetap diam.


“Loe gila b4ngsat. Lepasin..!!” teriak Bovi menghempas tangan zaxi dari vahu Letta. Letta menghela nafas menatap zaxxi dan Bovi. Zaxi menangis menatap Letta,. Dengan air mata yang jatuh merengkuh tubuh adiknya nanar. Tangisannya menderai bak hujan yang sudah lama tak turun. Bak gurun yang sudah lama tak dihujani, gersang.

__ADS_1


" Letta jangan gini. Lo manusia harus bisa nangis Letta..." Lirih Zaxi nanar. " Loe harus bisa nangis..."


__ADS_2