Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Kenyataan


__ADS_3

Letta mengangguk pelan.”Yah. aku pedendam yang sangat akut.”Bisik Letta menatap langit bitu tanpa menatap Carmon yang bertanya.Jika dendam itu belum truntas maka aku tidka akan memboiarkan diriku mati, bahkan jika aku sudah mati lebuh dulu, ku pastikan di kehidupan keduanya akan ku teriakkan dendam itu harus terbalaskan.” Bisiknya. Carmon tertegun mentap kilat amarah dimanik mata Letta.


“Tapi orang yang dendam itu adalah orang yang menyedihkan asal kau tau.” Ujar Carmon dengan gamblang. Letta melirik mata Carmon dingin. Carmon menjadi gugup ditatap seperti itu oleh Letta, Letta seperti tersinggung. “Yah emang menyedihkan kan, soalnya dendam adalah bagian dari kesedihan, jika orang normal akan menganggap kesedihan adalah sebagian dari perjalanan hidup, kesusahan adalah sebagian dari perjuangan bukan penuntut balasan.”Ujar Carmon polos.


Letta diam menatap Carmon tak menjawab. Tak senang dikatakan menyedihkan tapi ia juga tau rasa tak senang itu hadir karena mersa tersindir. Carmon yang melihat mata Letta yang menyiratkan tak senang semakin gugup.


Carmon mengibas ngibaskan tangannya.”Oke jangan melototi ku. Aku berkata sebagai teorinya. Kesedihan ada lima tahap, ada


1, penyangkalan, menyangkal jika hidupnya menyedihkan, ada


2, marah, ia akan marah ketika merasa sedih, malah kepada takdir yang membuat ia sedih atau marah kepada sang pembuat kesedihan, ada yang


ke3 yang berandai andai, berandai andai jika ia tidak melakukan keceronohan itu dari awal sehingga tidak melakukan kesalahan yang fatal, biasanya ini terjadi pada orang orang yang melakukan hal fatal, dan yang ke 4


ke 4 ini adalah defresi. Orang yang bersedih akan menjadi defresi, mangkanya ada yang gila dan tidak bisa mengotrol diri.


dan yang ke 5, ada penerimaan, puncaknya manusia yang ikhlas dan tabah, tak ada harapn hanya bisa pasrah. Banyak yang bilang puncaknya kesedihan yah ini, penerimaan secara ikhlas.” Ujar Cramon menjelaskan secara panjang tentang teori yang ia ketahui agar Letta tak salah paham.,


“Tapi dalam kasus ini ada penambahan, yaitu dendam, piuncak kesedihan yang teramat dalam, dendam tumbuh akibat tidak adanya penerimaan atau pengikhlasan. Rasa sedih itu sangat besar sampai tidak bisa dikendalikan lagi, bahkan depresipun sudah melampaui batas. Mangkanya tadi aku bilang jika orang yang dendam adalah orang yang paling menyedihkan.”Lanjut Carmon membasahi bibirnya yang terasa kering akibat terlalu banyak bicara.


Letta menarik sudut bibirnya menatap Carmon remeh, nengambil air mineral yang ada didepan miliknya, mneneguknya sejenak kembali menatap langit.”Bukankah justru orang dendam adalah yang paling kuat??? tidak pernah menyangkal jika dirinya bersedih, tidak pernah berandai andai untuk hal yang sudah terjadi, menerima dengan pasrah padahal kadang ia tak melakukan kesalahan sekalipun, atau pun depresi. Ia bahkan tidak defresi sama sekali. Ia berfikir secara infuinsif, memiliki plan rencananya sendiri sampai tagetnya ia dapatkan, berbeda dengan amarah, atau marah yang meledak saat itu juga, mengandalkan otot atau otak kosong saja, tapi biasanya orang yang dendam akan melancarkan rencananya sampai selesai. “ Jelas Letta.

__ADS_1


“tapi tetap saja yang dendam adalah manusia paling menyedihkan sampai ia harus memiliki dendam. Toh juga hal yang sudah terjadi ngapain juga dipikirkan kedepannya, hey hey orang yang dendam itu bukan orang yang kuat, tapi orang yang lemah, lemah tak bisa menerima kenyataan, lemah karena tidak bisa mengendalikan emosi dan juga akal dehat. Memang benar orang yang dendam biasanya selalu menang dalam tugas akhirnya, tapi pada dasarnya itu adalah awal kehancuran miliknya. Jarang orang yang dendam memiliki hidup yang tenang dan nyaman. Hidupnya akan di hantui oleh rasa tak mengenakkan , dituntut dendamnya sendiri. Dia orang yang pedendam adalah orang orang yang paling menyedihkan di antara lima pase kesedihan...!Dia gagal di pase terendah sekalipun.” Tegas Carmon pada pendapatnya.


Letta meremas botol mineral miliknya. Semua yang dikatakan Carmon kebenaran, ia manusia paling menyedihkan, hidup dalam kesedihan akut akibat luka yang ia lewati, marahpun ia tak bisa karena keadaan kalah itu, Letta benar benar menyedihkan, karena dendam ia harus kehilangan hidupnya selama tujuh belas tahun untuik mempelajari semua hal yang menyakitkan untuk perjuangan dendam. Hidup tak tenang, tidur tak nyenyak. Semua terasa snagat berat.


“ Dan jika aku balikkan di kau, kau lebih memilih gila karena tak menerima kenyataan atau dendam karena kau punya pencapaian hidup?”Tanya Letta pada Carmon dalam,.


Carmon yang ditanya melirik Letta yang terlihat tenang. Carmon mengernyitkan alisnya dan berdehem.”Hemm lebih baik gila si, jika aku gila mungkin hidupku akan tenang dan damai tanpa harus memikirkan hal gila untuk balas dendam yang hanya merusak diri sendiri. Mending rusak dari awal kan?”Tanya Carmon terkekeh.


Letta tertawa hambar. Carmon menatap Letta yang tertawa hambar, melunturkan kekehannya karena merasa aura yang tak enak dari Letta.


Letta melirik Cramon yang terdiam.”Dan pertanyaan terakhirnya, hal apa paling menyedihkan yang kau lewati sampai kau bisa segamblang itu untuk memilih takdir dirimu sendiri? “ Tanya Letta pelan.


Dari pertanyaan itu Caron sadar jika perkatananya benar benar salah, salah karena selama ini hal yang paling menyedihkan ia miliki selalu dibalas dendam oleh dirinya atau ayahnya, semua orang yang membuat ia seidh meregang nyawa tanpa belas kasih, conth seperti ia yang beberapa kali hampir mati karena di lakukan olh musuh musuh ayahnya, semuanya diselidiki sampai ia ditemukan dan dibunuh tak berperasaan. Caron hanya berucap tapi faktanya adalah hal lain.


Perjalanan menjadi sunyi seusia percakapan itu. Carmon yang sudah tak menjawab atau Letta yang tak lagi bertanya. Dua duanya diam dalam pemikiran masing masing, letta yang menyadarkan diri jika dirinya adalah manusia yang menyedihkan. Dan Carmon merenung jika dirinya adalah manusia yang munafik, manusia pedendam tanpa ia sadari.


Tak sadar keduanya sudah memasuki gedung tahanan sementara. Pintu Carmon dibuka oleh supir dan Lettapun keluar seusai Cramin keluar. Keduanya berjalan dengan aura dingin. Carmon berjalan didepan Letta dan Letta mengikuti dari belakang secara dingin. Beberapa penjaga luar menyapa dan juga memberi ruang untuk keduanya menuju tempat arahan. Mereka menuju tempat penulisan nama pengunjung tamu.


Lalu keduanya diperiksa oleh para pihak berwajib, tak ada penyeludupan dan sebagainya, Letta sampai jengah dibuatnya. Mereka snagat berhati-hati. Seusai melewati semuanya mereka di duduki diruang yang berisikan pembatas antara pengunjung dan juga tahanan, pembatasnya adalah kjaca yang menampilkan orang yang sedang di ajak bicara. Didepannya diberi cela lubang yang memberi ruang kelihatan wajah saja., kaca itu juga Benning jadi cukup bagus,


Letta berdiri di belakang Carmon. Jastin sampai dengan baju tahananya, terlihat biasa saja malah menguap pelan menatap Cramon. Carmon terlihat khawatir pada kakak pertamanya itu.”Kak? apa kau baik baik saja? Apa kau diperlakukan baik di sini?” Tanya Cramon pelan khawatir.

__ADS_1


Jastin terlihat bugar menatap Carmon.” Hey kau tidak usah khawatir. Kau lihat apa aku terluka?? Disini cukup menyenangkan tidak seperti yang kau bayangkan adik.”Ujar Jastin terkekeh menatap adiknya yang terlihat sangat khawatir padanya. Carmon dan dirinya memang tidak terlalu akrab tapi jika ditanya akur atau tidak ya pasti akurlah. Mereka masih satu darah dan saling menyayangi satu sama lain,


Carmon terlihat tidak paham menaikkan satu alisnya menatap kakaknya.”Maksud kakak apa??? Disini menyenangkan ? kakak suka di penjara?”Tannya Carmon tak paham. Kakaknya ini memang aneh, ada ada saja yang membuat heran. Siapa yang bilang penjara menyenangkan sekalin kakaknya? Letta dibelakang Carmon juga terdiam menyimakk secara saksama.


Jastin menyeringai mendekati wajahnya di lubang wajah menatap Carmon secara dekat.”Kau harus tau,, disini aku sangat menikmati hidup, hanya makan, tidur. Main hp dan nonton televise. Disini diluar ekpetasiku untuk bersenang senang, beda jika dirumah, aku akan berurusan dengan kertas kertas membosankan. Itu sangat memuakkan.”Ujar Carmon menguap pelan.


Letta mendengarnya mengepalkan tangam sudah ditebak, dimana lagi yang harus letta percayakan., disini Jastin malah bersenang senang pada situasi miliknya. Carmon mendengar ujaran kakaknya mendengus.” Emang disini semuanya ada?”Tanya Carmon.


Jastin mengangguk.” Kau hanya bersenang senang, selebihnya kau bisa main sepuasnya, malampun aku bebas keluar masuk di sini untuk main ke club malam atau sekedar bersenang senang. Hidup disini adalah impian setiap orang.” jawab Carmon dengan wajah yang sangat cerah bagai pemenang lotre besar.,


Letta semakin meremaskan tangannya, merasa sangat muak akan yang dikatakan Jastin, baik ternyata hal ini tidak membuat Jastin merasakan neraka dunia, pantas saja Samuel tidak terburu buru mengeluarkan anaknya dari sini, ternyata anaknya bersenang senang ditengah hukumannya. Dimata orang lain Jastin sedang melakukan tugas hukumnya, tetapi kenyatannya? Lagi lagi, kekuasan dan uang adalah segalanya. Semua bisa di atur sebagaimana yang mereka inginkan.


“Ku pikir kau hidup sangat menyedihkan disini Jas.” Tanya Carmon kesal melihat wajah kakaknya”Makan tak enak, tidur kedinginan, dan tak bebas. Tapi lihat apa yang kau dapatkan. Ini sangat memuakkan Jas.. kau curang, melempar semua tugasmu padaku sampai aku kualahan. “Tegas Carmon kesal. Sangat kesal dipermainkan kakak pertamanya.


Jastin terbahak menepuk nepuk dadanya sendiri.”Oh adikku yang malang, maafkan aku hahaha... kau lihat diluar sana sangat tidak aman jika aku keluar. Kita harus terlihat mematuhi hukum jika tidak maka keluarga kita akan dihujat habis habisan. Itu lebih merugikan kita loh. Sekarang tugasmu akan mengabil tugasku dulu sampai semua urusan selesai.. sampai semua amarah mereka meredam dan aku akan menapatkan cara agar keluar dari sini tanpa mengotori nama keluarga.”Ujar Jastin dengan senyum manisnya.


“Jadi semua ini setingan?”Letta angkat bicara dengan santai tapi siapa yang tau isi hatinya?


Jastin terkekeh.”Kau pintar..” Jastin terkekeh melirik Letta.” Kami ini orang orang sembarangan, ada banyak langkah yang harus di telaah, satu langkah salah maka sekejab akan hancur. “


" Kalian licik." Ujar Letta gamblang.

__ADS_1


Jastin tergelak melirik Letta. " Iya...Aku mengakuinya...!"


Seusai pembicaraan bersama Jastin dan juga Carmon semakin membuat Letta mengerang marah, mengepalkan tanganun tak mampu karena berhadapan dengan musuh. Letta kembali harus mempertimbangkan masalah langkah yang ia ambil kedepannya. Jika dengan memasukukan Jastin kedalam penjara tak memberi efek jera atau efek menyakitkan, Letta harus mengambil langkah lain..


__ADS_2