
“ Demi Tuhan pa. Jastin enggak mau ngelakuin awalnya. Viona maksa., dia gila.” Teriak ajstin membela diri kepada sang ayah. Samuel ingin menangis melihat keadaan anak anaknya kacau. Tadi diriinya keluar pagi pagi hari untuk pergi ke perusahaan lamanya.
Tapi karena jarak yang jauh dirinya tak punya ongkos, dirinya diberi orang sembako oleh orang orang dijalan. Jadilah dirinya pulang. Pulang bukannya senang dirinya kalah di suguhkan pemandangan yang benar benar buruk. Anak anaknya melakukan dosa besar yang benar benar tak termaafkan.
Carmon diam memijit pelipisnya yang sakit. Jastin melijhat telinga Carmon menetaskan darah menatapnya secara lebih dekat memastikan itu benar benar darah atau bukan. Tapi tunggu wajah carmon babak belir dan bvaju yang berdarah semua.” Carmon. Kamu kenapa? Apa yang terjadi? Telinga kamu berdarah.” tanyanya berseru kaget , mendekati Carmon yang sudah terkulai. Tapi Jastin benar benar kaget melihat darah di bagian bahu baju milik Carmon yang juga penuh darah.
Carmon diam tak menjawab, kepalanya.benat benar pening karena tendangan dan pukulan orang orang tadi. Telinganya benar benar sakit kali ini. Samuel melihat Carmon lebih teliti. Matanya kaget tadi dirinya benar benar tidak melihat keadaan Carmon.
Dirinya segera mendekat dan menepuk pipi Carmon pelan.” Carmon.. kamu kenapa?” Tanya Samuel khawatir. Carmon diam mengeleng pelan disana. Sama sekali tidak fokus dengan pembicaraan mereka.
Menatap ayah dan kakaknya sendu.” Carmon nggak apa apa. Tapi di jalan tadi ada yang ngerampok Carmon. Uang yang di kasih Vano habis dirampok dan Carmon di hajar ama mereka.” Gumamnya lirih.
Samuel dan Jastin mendengarnya menatap Carmon lirih dan sedih. Jastin berdesis mengusap wajahnya kasar.” Dosa apa sih kita sampek keluiarga kita hancur kayak gini?” Tanya Jastin lirih pada Tuhannya. Tapi Carmon malah menatap Samuel sulit di artikan. Penasaran menggebu gebu tapi Carmon cukup mampu menahan diri kali ini.
Samuel tertegun mendengar Ucapan Jastin, Samuel mengepalkan tangannya erat. Samuel benar benar harus menemukan siapa si dalang semua ini,
...----------------...
Di sisi lain Letta bersiul pelan memejamkan matanya. satu bulan hidupnya sangat damai, tak ada gangguan siapapun, kejadian demi kejadian menimpa keluarga Samuel selalu berdatangan kepadanya. kakak kakaknya juga sudah satu rumah dengan Dipta alias Fares palsu, dia sudah tau dan sudah paham penyakit Areta. Letta sudah mendapatkan semua informasinya. Bahkan Dipta ikut ikutan melakukan hal bej4t dengan sang adik. Letta tak habis pikir dengan semua hal yang mereka lakukan.
“Memuakkan.” Desis Letta menatap beberapa foto dan video yang menampilan mereka bahkan melakukan dosa bersama. Alias bertiga. Atau kadang bergantian antara Zaxi atau Dipta. Letta memejam kan mata,.
Rasa panas di dadanya benar benar membakar dirinya. Mereka mengatas namakan sayang tapi melakukan kebejatan berulang ulang. Itu bukan sayang tapi nafsu..!! Letta benar benar jijik dengan keluarganya.
Sangat sangat benci pada kakak kakaknya.
__ADS_1
Fakta lain yang benar benar membuat dirinya sendiri lebih baik adalah Samuel merasakan apa yang diirinya rasakan. Vuona sellau menggoda jastin atau Carmon. Bahkan Samuel sendiri. Jastin yang paling pasrah karena dirinya yang belum bisa berjalan akibat kaki nya yang patah harus dipulihkan selama enam bulan. Pernah Samuel mengurung Viona berakhir viona hampir meregang nyawa. Sistem penyakit dari Viona dan Areta itu sama sama mematikan. Jika nafsu meeka tidak terpenuhi maka mereka akan lemas, tak bertenaga. Hingga mereka lupa bermnafas dan sesak nafas. nerakhir mereka bisa mati.
Hahaha mereka walnya kalang kabut melihat keadaan Viuona. Mereka terpaksa membawa ke rumah sakit lagi damn sih dokter ,malah memberikan ia obat penenang. Hanya sesaat dan kembali merasakan sakitnya lagi. jadi mau tak mau baik Jastin, Samuel atau Carmon melakukan dosa kepada viona. Tapi Carmon yang paling menolak. Benar benar enggan menyentuh sang adik.
Samuel bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Letta tentang kegiatan keluarga haha.
Letta menyeringai senang. Mereka memang harus mrasakan apa yang dirasakan oleh keluarganya. Keluarganya hancur dan keluarga Samuel juga hancur, sama sama hancur kan? bilang dirinya jahat dan tidka berprikemanusiaan,. Tapi Letta benar benar tidak akan rela melihat keluarga Samuel bahagia sedangkan keluarganya melarat. Jauh dari kata baik baik saja. Tenang Letta hanya membalas.
Tok. Tok tok...” suara ketukan di depan pintu menyadarkan letta. Letta menatap arah pintu. Apa itu Bambang? Letta memang tidak memberikan kata sandi untuk rumahnya kepada siapapun kecuali Putra kemarin. Letta pergi melangkah menuju pintu dan membuka pintunya pelan menatap siapa yang datang. Mata letta menyipit menatap siapa yang datang.
Disana ada Bulan dan juga Hanes yang menggunakan baju batik rapi dengan wajah yang terlihat ramah kepada Letta, di belakang mereka ada Putra yang juga menggunakan baju batik rapi, tak lupa menggunakan celana dasar dan wajah yang menunduk. Leta menatap mereka heran. Mau ngapain mereka disiini menggunakan baju batik?
Bulan yang melihat letta yang menatap mereka yang datang tiba tiba heran pun berdehem.” Hehe Letta apa kabar nak? Sehat?” Tanya Bulan dengan ramah.
Letta mengerjab menatap lagi mereka.” Kalian ngapain di sini?"Tanya Letta pelan.
Hanes mendengar nya mnatap letta mendelik.” He suruh masuk dulu lah kami ini. pegel tau nggak dari rumah kesini. Di suguhi au auhh. Sakit Bun. Jangan cubit cubitan ey... kan romantis.” Hanes melirik istrinya dengan tatapan memelas sedangkan Bulan melototi sang suami yang bicara sembrono. Bisa bisanya minta masuk dan makanan saat bertamu.
Letta berdehem melihat mereka disana. tatapannya terhenti di mata Putra yang juga mantapnya tapi Putra buru buru membuang wajah dengan mata yang terpejam. Degub jantungnya sabngat menggila bak kuda kesetanan.
Letta memingirkan tubuhnya.”mari masuk.” Ujarnya. Tak enak juga jika dirinya mengusir tamu sebenarnya. Lagi pula Letta tidak mau membuat keributan di sini.
Dulu dirinya datang dirumah Putra di sambut dengan ramah dan baik, maka dirinya juga akan melakukan hal yang sama.
Letta benar benar paham akan kalimat balas Budi. Jika mereka baik kepada dirinya maka dirinya akan jauh lebih baik. Jika mereka memberikan dirinya bunga maka dirinya harus memberikan buket bunga, jika orang lain memberi buah dirinya juga harus memberikan hal yang sama...
__ADS_1
Hidup itu timbal balik, jangan mau di baiki saja tapi tidak mau di baiki. Begitu juga dengan hal buruk, Jangan ingin melakukan hal buruk saja jika tidak mau merasakan hal buruk.
Mereka memasuki apartemen milik letta. Menatap ke sana kemari, waahhh apartemen Letta benar benar keren dan juga rapi, tak banyak brang di sini, hanya ada sofa, CCTV. TV dan bebeapa barang lain. Jadi benar benar terlihat luas dan nyaman. Letta membawa mereka duduk di ruang tamu. Mereka duduk disana dengan sopan menatap Letta yang memencet tombol di meja. Disana terlihat mejanya terbuka dan memunculkan beberapa minuan botol dan makanan.
" Waw.... Keren...." Ujar Hanes berbinar melihat teknologi tersebut, Dirinya belum pernah melihat hal ini kecuali di sini.
Bukan melotot malu melihat tingkah abstrut suaminya. " Mas malu-malu in banget sih." Ujar Bukan berbisik tapi suaranya ia tekankan tanpa sadar Letta juga bisa mendengar apa yang ia katakan.
Hanes terkekeh ngengegesan melihat istrinya yang mempelototi dirinya. " Duh Tapi itu emang keren Buna. Makanan keluar dari bawah dan kayaknya itu kita harus punya deh dirumah biar kalo ada tamu kita langsung pencet aja dan kamu enggak perlu masak atau nyiapin repot repot aja." Jawabnya santai
Bulan memutar bola mata malas meski dalam hati mengiyakan dan setuju. di
Letta menatap mereka dengan santai.” Saya nggak punya apa apa. Jadi makan apa adanya aja yah.” ujar letta pelan.
Bulan mengangguk kaku.”Iya ngak apa apa kok. Makasih yah letta udah mau terima kami hehe.” Agak canggung mengambil botol soda disana. tapi segera Letta tahan tangan Bulan.
Bulan kaget melihat Letta yang cepat menahannya. Letta mengambil alih Cola dan melangkah ke dapur meninggalkan mereka. Bulan linglung disana padahal dirinya haus melihat disana hanya ada minuman soda ia mau minum itu saja. Berselang beberapa waktu letta muncul dengan lima kotak minuman jus buah segar. Bulan kaget disana.
Letta juga menaruh buah yang tidak dirinya kupas. “ minumlah.” Ujarnya disana ia juga mendorong mineral kepada bulan.
Bulan terdiam menatap letta. Letta terlihat diam dan tidak peduli. Padahal di dirinya benar benar memiliki kepedulian besar yang tak diungkapkan. Bulan menghangat sembari mengusap perut buncitnya. Bulan mengambil jus rasa apel dan meminumnya dengan pelan. tersneyum kepada letta.” Ini buahnya kok enggak di buka?”Tanya Hanes menatap buah buah itu.
Letta berdehem.” saya tidak bisa mengupas buah. Biasanya hanya dipoting begini.”ia memotong buah baga beberapa bagian. Lalu memotong buah manga dengan bentul lemper dan memotong bagian bagian kecil dan menaruh di atas piring. Ia mencontihkan cara memakan buahnya. Hanes terperangah melihatnya.
Bulan pun melotot menatap letta.” Kau.. kau tidak bisa memotong buah?”tanya Bulan kaget. Menatap potongan potongan yang benar benar buruk. Bagaimana bisa sesoerang tidak bisa memotong buah? Ini hal kecil loh.
__ADS_1