Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Mencari


__ADS_3

Letta masuk dengan tenang, saat hendak masuk Diki mengeratkan pegangannya.


” Nona???” Panggil orang yang ternyata berada di depan rumah ditengah kegelapan lyakk diki berteriak kaget mendengar suara itu, menatap lebih tajam siapa yang memanggil Letta.


“Kyakk...” suara Diki melengking memenuhi telinga Letta. Diki takut tapi penasaran melotot siapa pelakunya, semakin mengeratkan tangannya dilengan Letta.


Letta memejamkan mata, melirik diki di sampingnya datar. Diki dilirik pun meneguk Saliva kering. jantungnya berhenti berdetak beberapa detik., dapat tataoan letta semakin membuat ia meringis.”Maaf let. Gue beneran nggak sengaja teriak, soalnya kaget.” Ujarnya jujur dan nanar.


Letta memutar bola mata malas, menatap lagi sosok yang memanggilnya tadi.” Dimana Ragiel menyembunyikan dia?”tanya Letta dingin.


Sosok tersbeut menatap letta mengernyitkan dahinya, terlihat bingung dengan apa yang ditanyakan oleh Letta.” Siapa?”tanyanya pelan dan tak paham,


Letta mendengus, menarik kencang kera baju si pria berbaju hitam itu, tatapan Letta masih tajam meskipun di sini sangat gelap.”jangan bercanda. Kasih tau gue dimana dia..!!!” Teriak Letta. Diki menatap kaget Letta karena tangannya yang terhempas saat Letta mencengram kera baju si pria.


Si pria menatap letta kaget.” Kita beneran enggak tau, soalnya kita neggak ada tugas apa apa selain jaga tahanan letta.” Tegasnya.


Letta nyaris memukul si pria, tapi dirinya mencoba menahan diri, menarik diri dan mausk ke gubuk. Diki melangkah ikut kemana Letta pergi.


Didalam gubuk ternyata ada lampu kuning., diki agak kaget karena aura horror lebih terasa, Letta masuk tanpa menatap lain arah. Diki jadi bingung apakah letta tidak takut dengan hantu? Dia terlihat santai saja masuk begitu. Padahalkan disini sangat horror kesannya.


Letta maju menuju ruang dibelakang pintu. Diki kaget menatap disana. bauk busuk menyengat segera memasuki rongga hidung Diki. Diki menutup hidungnya dan menahan diri agar tidak muntah.


Dimi tidak tahan, hendak muntah. Ia mundur dan memuntahkan isi perutnya. Letta tidak menahan Diki, ia tetap masuk dan menatap semua orang yang ditahan.


Tidak ada satupun Putra, disana keadaan manusia manusia menyedihkan menatap Letta lapar dan juga seperti kanibal. salah stau disana memegang kaki letta.


Plak. Letta secara kasar menendangnya kuat hingga terbentur dan mundur. Semua orang disana kaget dan meringsut mundur karena takut.


Letta mendengus keluar dari sana. Diki yang baru sudah muntrah tidak tahan melihat kedalam, bau busuk yang memasuki hidungnya saja mematihkan padahal ia belum melihat lihat.


Wajar saja, sebab tahanan disini tidak ada yang mandi atau ganti baju, WC hanya satu dan itu di dalam hanya untuk buang air besar dna kecil, air disana juga sangat terbatas. Makan juga benar benar buruk.


Isi orang di dalam adalah orang-orang pengkhianat atau orang yang bermasalah dengan ragiel seusai di eksekusi seperti dipukul, dicambuk. Dimulai dari koruptor di perusahaan, ada juga yang mencari masalah dan musuh. Jika busuk itu pastilah karena disana tu kanibalisme juga kadang berlaku karena mereka kelaparan jadi memakan sesama kawan untuk bertahan hidup.


Mereka tidak akan dibunuh sampai mereka bunuh diri. Kejam? Tentu saja.. Ragiel manusia paling kejam yang letta kenal.

__ADS_1


Diki memegang perut nya.” Mie ayam gue.” lirihnya menyesal memuntahkan mie ayam yang taid ia makan.” Sempol gue. boba.. sialan.” Gumamnya menyebut makanan yang baru dimakannya tadi pelan, dengan penuh penyesalan ia segera mendekati Letta yang hendak menuju ruang lain. Diki menahan diri agar tidak kembali muntah.


Ruangan kali ini berbau amis dan berbau besi. Busuk dan penuh dengan darah kering. Diki kembali hendak memuntahkan isinya menatap benda benda yang bertebaran di lantai. Ini tempat sangat kosong, melompong tidak ada apapun kecuali tiang ditengah dan kursi satu buah.


Tempat pentiksaan musuh, dimulai mencabuk., dan lain lain. Kalian pahamkan apa yang dilakukan mereka?


Diki kembai hendak memuntahkan isi perutnya,. Membayangkan bagaimana mereka di siksa disini saja diki tidak sanggup, orang orang yang sudah masuk ke dalam sini tidak akan ada yang selamat dan pastilah berkahir secara mengenaskan


Letta mengepalkan tangan. Melempar kursi ditengah tengah ruangan," argj sialan. DIMANA LOE Ragiel, “teriak letta. Letta mengusap wajahnya kasar. Hal ini sangat buruk. Letta menendang lagi kayu ditengah tengah ruangan. Ini adalah ruangan biasa Ragiel menyiksa orang orangnya.


Diki menahan tangan letta.”udah Let. Mau loe nendang apapun disini yang loe cari enggak bakal nemu. Mending loe jerniin pikiran loe dan kita cari tempat lain yang loe tau. Percuma mau loe marah juga.” Bujuk Diki meringis, menatap kebawah bawah. Cambuk, pisau dna lain lain berserakan, bahkan kaca juga berserakan disini. Tidak takut di injak kahh?


Letta menghela nafas. perkataan Diki memang benar, mau bagaimana ia menendang kursi dirinya akan tetap kalah dan sakit. Benda mati ini tidak ada salahnya. Letta menatap diki lagi.”Ini alasan gue enggak mau loe dan yang lain ada di deket gue Diki. Loe liat ruangan tadi? Loe liat ruangan ini? ini saksi bisu gimana mereka yang jadi korban ragiel ngebunuh mereka. Jadi berhenti sampai sini, jangan deket sama gue lagi." tegas Letta memejamkan mata.


Diki tersentak menatap Letta, ingatan kepada bau busuk tadi menyekik dirinya. Tidak dirinya tidak akan berakhir disini, jika iya maka Diki yakin akan sekarat sebelum dua puluh empat jam dirinya disini, diotambah di aniaya speerti di psikopat. Diki tidak pernah membayangkan hal itu akan terjaid pada dirinya, di dunia nyatanya.


Lengan Diki ditarik oleh letta. Diki kaget melirik Letta yang menatap dingin kedepan, Diki mengikuti langlah Letta. letta memasuki mobilnya dan diki segera duduk lagi di posisi awalnya. Letta menghela nafas sebelum dirinya keluar diri mereka di hadang banyak pria berbaju hitam. Jika dirinya ke sini memang tidak akan selamat dari mereka.


Diki menatap letta gelisah.” Pegangan dik, jangan lupa pakek sabuk pengaman kalo mau selamat.” Ujar letta dingin. Diki mengangguk kaku dan letta mulai memauski gigi mobil.


Brak. Diki tersentak saat letta menabrak mereka dengan sekali gas. Tak memandang itu nyawa manusia mereka terkapar bak tak berguna. Letta melajukan mobilnya secara tak wajar meningalkan beberapa orang yang mulai mengejarnya dan menembak mobilnya.


Letta tidak peduli” nunduk dik.” Ukjar letta.


Diki mengangguk. Saat itu Letta malah memundur mobilnya cepat hingga bberapa dibelakangnya tertabrak dan terlinas, teriakan mereka menggema dan letta tidak peduli, kembali melajukan mobilnya dengan kecepatam rata rata. Diki memegang dadanya nyeri, gila, Letta benar benar gila kali ini. terakhir ia melakukan tindakan yah saat penembakan Carmon itu.


Diki memejamkan matanya sejenak dan membuka nanar, menatap jalanan., sekarang sudha pukul 3 malam dan dirinya baru melintasi jalanan menuju kota kembali.” Letta kita tukeran aja kalo loe capek.,” ujar Diki prihatin pada Letta karema sedari tadi dirinya menyetir sendiri terus.


Letta berdehem.” Tidur saja.” Jawab Letta.


Diki menggeleng.” Kita gentian aja.” Ujar diki menolak. Tapi letta tidak menyahut, masih tetap menyetir mobil dalam keadaan ngebut.


Diki beberapa kali merapalkan doa karena beberapa kali juga jantungnya tidak aman akibat rem mendadak dan juga suara klakson mobil besar lain.


Letta mengerjab sejenak. Di jalan meeka kembali dicegar beberapa orang. letta tidak peduli, sekalin menancap gas mobil dan menabrak siapapun yang berani menahan dirinya. Diki disana memegang sabuk pengaman erat menatap pedang panjang yang dibawa mereka. Melirik letta yang kejamnya menabrak mereka.

__ADS_1


“mereka pantas mati. Tidak berguna.” Ujar letta dingin.


Mereka begal.. apa kalo ini Diki di serang begal? Letta yang tau wajah pais Diki melirik. " Ini memang jalan rawan begal, jika lewat tengah malam atau bahkan siang hari jika kita tidak membawa orang dusun maka kita akan dibegal, tidak jarang orang mati lewat sini " Ujar Letta.


"O-oh" Diki meneguk Saliva kering, tubuh Diki agak kaku melirik Letta.


Diki menghela nafas menatap letta yang kali ini lebih menyeramkan dari sebelumnya. Diki tidak pernah melihat letta semenyeramkan ini. “Letta kita cari penginapan saja dulu yuk. Soalnya loe belum makan kan? loe kan aa magh.” Ujar diki lembut. Tapi letta tidak mengindahkan, hanya diam terfokus pada jalanan yang sepi dan gelap. Diki sampai bertanya Tanya, apakah sosok Putra ini begitu berarti sampai letta begitu khawatir?


Atau begini jugakah keadaan letta saat tau Ziko di tahan oleh Ragiel dulu?


...----------------...


“Are kamu sedang apa? Mengapa tidak tidur jam segini.” Pertanyaan itu menyambar kepada Areta yang sedang duduk di dekat balkon kamarmya sembari menyelimutkan dirinya dengan selimut hangat. Areta terlihat rapuh dan kosong menatap langit malam.


Pertanyaan itu dari Peter yang sudah beberapa hari ini tinggal bersama kedua adik kandung, katanya. Fares mendekati Areta dan menatap Areta penuh kelembutan. “ Are hanya rindu mami papi, tadi pas tidur Areta mimpi mereka, tapi kebangun.” Jawab Areta kosong tanpa menatap kearah fares yang duduk di sebelahnya saat ini.


Fares terdiam, menghentikan gerakan tangannya yang mengusap bahu sang adik.


Menatap ke langit yang sama yang di tatap sang adik.” Maafin kakak yah dulu enggak bisa jagain kalian, anda dulu kakak enggak pergi ke Jerman buat studi banding.” Ujar nya masam memejamkan mata penuh kepahitan.


Areta diam menyenderkan kepalanya di bahu fares. Fares melirik kepala sang adik yang ada di bahunya.” Seandainya kakak dulu ada disana juga kakak akan mendapatkan trauma besar kayak kami. Areta lebih bersyukur kakak jauh dari kami saat itu dan kakak baik baik saja jauh dari trauma busuk itu,.” Jawab Areta miris mengingat kejadian buruk masa lalu.


Fares tersenyum masam mendengarnya, Fares tidak tau bagaimana tragedy nyatanya tapi ia sudah bisa membayangkan apa yang terjadi saat itu. adik kecilnya kehilangan mahkotanya disaat usia lima tahun, melihat ayah dan ibu mereka yang mati. Hal itu bukanlah mudah untuk di lewatkan, Fares merasa sangat bersalah karena tidak bisa mendukung adik adiknya saat itu,


“ ceritain dong kak bagaimana kakak bisa selamat? Kakak belum cerita karena sibuk kan beberapa hari ini. Areta jadi penasaran.” Areta mengalihkan pembicaraan dari fares karena tau jika Fares enggan membahas malam buruk itu, siapa yang mau membahas masa kelam selain manusia gila?


Fares diam sejenak menatap ke langit lagi.” dulu saat kakak ada di Jerman, kakak mendengar kabar dari televisi jika rumah keluarga kita hangus terbakar dan ditemukan mayat. Disana kakak diberi izin oleh guru kakak buat balik ke Indonesia hari itu juga.” Ujar fares sejenak menghentikan ceritanya. Areta melirik kakaknya mencermati cerita dari kakaknya.” Seusainya kakak pesan tiket ternyata kakak lupa bawa vasport kakak. kakak harus balik lagi ke asrama saat itu dan kakak ketinggalan pesawat.” Lanjut Fares dengan lembut.


“ saat kakak balik lagi ke bandara kakak udah kehilangan jam, kakak harus cek in lagi di hari berikutnya. Jadi kakak gagal Take away hari itu, lakak tafe away nya besok lagi, pas besoknya kakak dikagetkan sama berita pesawat yang bakal kakak tumpangi itu kebakaran dan berakhir jatuh di salah satu lautan di pulai Sumatra, dan bahkan katanya kapal belum ditemukan sama sekali karena tenggelam terlalu dalam, beberapa hari berikutnya terlihat serpihan dari pesawat yang mengambang.” Lanjut Fares lirih.


Areta terdiam meriingis mendengar cerita kakaknya.” Dulu saat itu kakak sempat kaget dan shok besar. Kakak sampai takut buat naik pessawat. Kakak jarus ditemani sama guru guru dan meyakini kakak buat bisa balik. Kakak bener bener trauma sama pesawat saat itu dan akhirnya kakak nyuruh orang orang suruhan guru ceritakan apapun yang terjadi. Disana kakak benar benar kaget dan sedih. Mama sama papa meninggal, semua adik dan kakak meninggal enggak ada yang selamat. Kakak depresi saat itu dan harus masuk rumah pisikiater selama satu tahun. kakak belum bisa balik selama satu tahun itu karena penyakit mental trauma dan takut kakak dek.” Lanjutnya cerita. Areta menatap Fares kaku mendengar cerita menyedihkan dari sang kakak. Areta ikut sedih mendengar cerita sang kakak.


.


.

__ADS_1


Haloo? udah mau *******, ada yang mau sad atau happy ending? haha


__ADS_2